Arthur di panggil ke dunia misterius bersama teman-teman sekelasnya.
Di dunia misterius Job adalah segalanya.
Dan Arthur memiliki Skill yang dapat mencopy semua Job milik teman-teman sekelasnya.
Ikuti petualangan Arthur dan teman-teman sekelasnya di dunia misterius
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aro McCoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Pergi Ke Toko Pakaian
Beberapa menit kemudian Arthur dan Erika keluar dari toko pakaian. "Arthur, Bu Erika." Arthur melihat Deni berjalan ke arahnya.
"Arthur aku dengar kamu mendapatkan job mage." Kata Deni melihat Arthur.
"Benar, aku mendapatkan job Mage." Arthur mengangguk.
"Aku sudah menduga cepat atau lambat kamu akan mendapatkan job." Kata Deni melihat Arthur.
"Arthur mengapa kamu bersama bu Erika." Kata Deni melihat Erika.
"Bu Erika memintaku untuk menemaninya berbelanja." Balas Arthur. Erika tersipu malu saat mendengar kata Arthur.
"Arthur, terimakasih sudah mau menemani ibu berbelanja. Ibu akan kembali ke istana terlebih dulu." Kata Erika kemudian berjalan pergi.
"Arthur sepertinya bu Erika menyukaimu." Kata Deni melihat Arthur.
"Bagaimana kamu bisa tahu kalau bu Erika menyukaiku." Balas Arthur.
"Karena cuma kamu seorang yang di ajak bu Erika berbelanja bersama." Deni tersenyum.
"Kruuukk." Arthur mendengar sebuah suara. "Arthur aku ingin makan di restoran. Apa kamu ingin ikut." Kata Deni melihat Arthur.
"Aku tidak mempunyai uang." Balas Arthur.
"Tidak perlu khawatir. Aku akan mentraktirmu." Deni tersenyum.
"Jika begitu aku tidak akan menolak tawaranmu." Arthur tersenyum.
Sore hari. Saat ini Arthur sedang berdiri di luar akademi. "Arthur." Arthur melihat Eva keluar dari akademi dan berjalan ke arahnya.
"Apa kamu sudah lama menungguku." Kata Eva melihat Arthur.
"Tidak, aku baru saja tiba disini." Arthur tersenyum.
"Arthur ayo temani aku membeli pakaian." Kata Eva melihat Arthur.
"Baiklah, karena kemarin kamu sudah menemaniku berburu goblin. Aku akan menemanimu membeli pakaian." Arthur tersenyum.
"Ahhh, jika kemarin aku tidak menemanimu berburu goblin. Apa sekarang kamu tidak akan menemaniku membeli pakaian." Kata Eva melihat Arthur.
"Tidak." Arthur tersenyum.
"Arthur kamu jahat." Eva cemberut.
"Aku hanya bercanda. Ayo kita pergi ke toko pakaian." Arthur tersenyum dan menggandeng tangan Eva.
Tidak lama kemudian Arthur dan Eva masuk ke dalam toko pakaian. "Selamat datang, ada yang bisa saya bantu." Kata penjaga toko pakaian melihat Arthur dan Eva.
"Aku ingin membeli pakaian." Balas Eva.
"Arthur apa pakaian ini cocok denganku." Eva menunjukan sebuah pakaian kepada Arthur.
"Dia membeli pakaian yang ingin di beli Erika." Gumam Arthur melihat Eva.
"Pakaian itu cocok untukmu." Arthur tersenyum.
Eva tersenyum dan berkata. "Berapa harga pakaian ini."
"Harga pakaian itu adalah 2 coin emas." Balas penjaga toko.
"Aku ingin membeli pakaian ini." Kata Eva melihat penjaga toko.
"Arthur apa kamu tidak ingin membeli pakaian." Eva bertanya kepada Arthur.
"Tidak." Arthur menggeleng.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Eva keluar dari toko pakaian. "Terimakasih Arthur. Kamu sudah mau menemaniku berbelanja." Eva tersenyum.
"Apa kamu hanya berterimakasih." Balas Arthur.
Eva tersipu malu saat mendengar kata Arthur. Eva tahu Arthur meminta imbalan darinya. Dan imbalan yang di minta Arthur adalah ciuman darinya. Eva tersenyum kemudian mencium pipi Arthur.
"Mengapa hanya ciuman di pipi." Kata Arthur melihat Eva.
"Arthur kita sedang berada di tempat umum." Kata Eva dengan malu.
"Jika begitu, ayo kita cari tempat sepi." Kata Arthur menggandeng tangan Eva.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Eva berada di hutan yang terletak di dekat kota. "Arthur mengapa kita kemari. Apa kita akan berburu slime." Kata Eva melihat Arthur
"Bukankah tadi aku mengatakan kita akan mencari tempat sepi." Kata Arthur kemudian mencium bibir Eva. "Eemmm." Eva terkejut saat Arthur tiba-tiba mencium bibirnya.
"Arthur." Eva memejamkan matanya dan memeluk Arthur.
"Arthur." Arthur mendengar suara dan berhenti mencium Eva.
"Rupanya kamu Steven." Kata Arthur melihat Steven yang keluar dari hutan.
"Apa dia kekasihmu." Kata Steven melihat Eva. Steven tahu perempuan yang bersama Arthur. Adalah perempuan yang berburu slime bersama Arthur beberapa hari lalu.
"Benar, dia adalah kekasihku." Balas Arthur. Eva tersipu malu saat mendengar kata Arthur.
"Jika kalian ingin berciuman. Sebaiknya kalian lakukan di dalam hutan." Kata Steven berjalan pergi. Eva tersipu malu saat mendengar kata Eva.
"Arthur ayo kita kembali." Kata Eva menarik pakaian Arthur.
"Baiklah, ayo kita kembali." Arthur tersenyum dan memegang tangan Eva.
Beberapa menit kemudian Arthur dan Eva telah Kembali ke kota. "Eva besok aku tidak bisa menemuimu." Kata Arthur melihat Eva.
"Aahhh. Mengapa kamu tidak bisa menemuiku." Eva terkejut.
"Besok aku akan berburu goblin bersama teman-temanku." Balas Arthur.
"Apa kamu akan berburu goblin setiap hari." Kata Eva melihat Arthur.
"Tidak, lusa aku tidak akan berburu goblin. Romeo menyuruh kita istirahat 1 hari setelah berburu goblin." Balas Arthur.
"Jika begitu, lusa kamu harus menemuiku." Eva tersenyum.
"Tentu, lusa aku akan menemuimu." Arthur tersenyum.
Beberapa menit kemudian Arthur telah kembali ke istana dan berada di kamarnya. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 35 Next Level Membutuhkan 36 Exp
Job : Hero
Ras : Manusia
Strength : 40
Agility : 40
Vitality : 40
Stamina : 40
Magic : 45
Poin : 0
Poin Skill : 3
Skill : Observation (S) Copy (S) Double Exp (S) Sihir Air (C) Sihir Api (C) Sihir Angin (C) Sihir Tanah (C) Sihir Penyembuh (C) Tehnik Pedang (C)
"Karena hari ini aku tidak berburu. Hari ini aku tidak level up sama sekali." Kata Arthur melihat status miliknya.
Keesokan harinya Arthur dan semua teman sekelasnya berada di lapangan. "Arthur selamat karena kamu mendapatkan job mage." Kata Romeo melihat Arthur.
"Terima kasih captain." Arthur mengangguk.
"Baiklah, Hari ini kalian semua akan berburu goblin seperti 2 hari lalu." Kata Romeo melihat Arthur dan semua teman sekelasnya.
"Baik Captain." Jawab Steven dan semua teman sekelas Arthur.
"Ayo kita pergi." Kata Romeo berjalan pergi.
"Baik." Jawab Steven dan yang lain.
Siang hari. Arthur, Romeo dan semua teman sekelasnya berada di tengah hutan. "Kalian semua bersiaplah untuk bertarung." Kata Romeo melihat puluhan goblin setinggi 1 meter yang berjalan ke arah mereka.
"Swordsman kalian serang goblin yang memakai pedang dan kapak. Mage kalian serang goblin yang memakai panah. Healer kalian sembuhkan teman kalian yang terluka." Teriak Romeo.
"Baik captain." Teriak Steven dan yang lain.
"Wind arrow." Kata Arthur kemudian mencipatakan 3 panah angin sepanjang 1 meter. "Mati." Kata Arthur menembakan 3 panah angin ke arah 3 goblin yang memegang busur. "Buuush." "Buuush." 3 Panah angin menembus kepala 3 goblin.
"Exp + 30." Notifikasi muncul di depan Arthur.
"Akurasinya sangat bagus." Kata Romeo melihat Arthur yang membunuh 3 goblin dengan mudah.
Sore hari. Saat ini Arthur dan semua teman sekelasnya sedang beristirahat di tepi sungai. "Arthur level berapa kamu sekarang." Steven melihat Arthur.
"Bukankah kamu bisa melihat statusku dengan skill observasi." Kata Arthur melihat Steven.
"Levelmu jauh lebih tinggi dariku. Jadi aku tidak bisa melihat statusmu." Balas Steven.
"Saat ini aku level 45." Kata Arthur melihat Steven.
"Kamu 10 level lebih tinggi dariku." Steven terkejut dengan jawaban Arthur.
"Langit sudah mulai gelap. Ayo kita kembali ke istana." Kata Romeo melihat matahari mulai terbenam.
"Baik captain." Jawab Deni dan semua teman sekelas Arthur. Arthur dan semua teman sekelasnya kemudian berjalan pergi meninggalkan hutan.
Malam hari Arthur dan semua teman sekelasnya telah kembali ke istana. Arthur masuk ke dalam kamarnya dan berbaring di kasur. "Buka status." Kata Arthur kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Arthur Benedict
Usia : 18 tahun
Level : 45 Next Level Membutuhkan 46 Exp
Job : Hero
Ras : Manusia
Strength : 40
Agility : 40
Vitality : 40
Stamina : 40
Magic : 45
Poin :50
Poin Skill : 4
Skill : Observation (S) Copy (S) Double Exp (S) Sihir Air (C) Sihir Api (C) Sihir Angin (C) Sihir Tanah (C) Sihir Penyembuh (C) Tehnik Pedang (C)
Melihat 50 poin yang dia miliki Arthur kemudian menambahkan 10 poin Pada Magic, 10 poin pada Strength, 10 poin pada Agility, 10 poin pada Vitality, dan 10 poin pada stamina."
"Siiingg!!" Cahaya putih menyinari tubuh Arthur.
~ Beri Like jika kalian menyukai cerita ini ~
nilai plus-nya dia bisa di bilang sat set dalam hal lain
😀😀😀
bukannya MC yang membuat kesalahan 🗿 malah orang lain yg minta maaf
gw penasaran sama sifat Thor ni novel apa sama dengan sifat si MC