Tahap Revisi 🙏
Jihan Shafira (22tahun)adalah seorang wanita yang Keras kepala,tangguh dan mandiri.Dia sudah bekerja di perusahaan Royal Garden selama 5th.Proyek yang dikerjakan nya tidak pernah gagal.
Namun,kesialan itu muncul ketika perusahaan milik tempat Jihan bekerja di ganti dengan CEO baru,yang super higenis,dan juga dingin.
Apakah Jihan akan bertahan di Royal? perusahaan yang telah membuat nama nya menjadi di kenal banyak orang,atau memilih mundur ketika di hadap 'kan dengan seorang CEO yang menurut nya super aneh.
Ikuti cerita Jihan ini sampai end!
Alur nya London-Inggris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MBM-Kasmaran
Sinaran mentari,masuk celah jendela,seakan mengajak diri untuk bergerak.Suara burung bersahutan,tanda alam masih bersahabat,
tanaman tumbuh hijau dan bersaingan menunjukkan eksistensinya.
Jihan dan juga Arnav yang semalam tidur di sofa,merasa jika tubuh ke dua nya cukup keram,bahkan untuk menggerakkan nya saja begitu sudah dengan tempat yang sempit.
"Heeem"Arnav,belum menyadari jika ia tidur di sofa bersama dengan Jihan,dan di saat ia berbalik.
Dugh !
"Aah"Arnav terkejut,saat mendapati diri nya terjatuh ke lantai,Jihan yang mengetahui itu,segera bangun dan duduk,melihat Arnav yang terjatuh ke lantai membuat ia menahan tawa geli nya.
Jihan segera turun dari sofa dan berlari ke arah kamar nya,sementara Arnav yang merasa masih begitu malu,ikut berdiri dan berjalan ke arah kamar nya juga.
Perusahaan Royal. . .
Pagi-pagi sekali,Jihan sudah berada di ruangan Arnav.Pria itu sengaja meminta Jihan untuk datang,karena ada yang ingin ia sampaikan kepada Jihan.
"Jika proyek ini selesai,Aku akan memberikan Kamu dan teman-teman mu bonus lagi,untuk tema yang kemarin,terimakasih sudah bekerja keras!"Ucap Arnav,Jihan mengangguk nya.
"Terimakasih untuk bonus nya,Saya permisi!"
Arnav mengangguk nya,Jihan segera berbalik,tanpa sengaja ia menabrak meja.
Brak!
"Aah"
"Eeeh"Arnav yang berdiri dari tempat duduk nya.
"Aku baik-baik saja"Jihan segera menoleh,lalu bergegas pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Blam!
Jihan menutup kembali pintu ruangan Arnav,lalu kembali ke ruangan nya.
Ceklek !
"Ada apa?kenapa Bos memanggil mu?"Tanya Agnes begitu Jihan tiba di ruangan nya.
"Tidak ada hanya membahas proyek saja!"
"Eeemmm"Agnes menaikan satu alis nya rasanya ia kurang puas dengan jawaban Jihan.
Jihan yang tidak ingin di intimidasi oleh sahabat nya ,dia segera kembali ke meja,dan memeriksa berkas yang ada diatas meja nya.
Dari jauh Agnes terus saja memperhatikan Jihan yang tersenyum - senyum,sembari memeriksa berkas,Agnes belum pernah melihat Jihan yang begitu bahagia,seperti saat ini.
"Ada apa dengan dia?"Tanya Kevin.
"Entah!"Agnes sendiri tidak tahu.
Tiba jam malam siang,Jihan yang biasa mengajak Kevin dan Agnes makan sama,hari ini ia terlihat begitu terburu-buru,dan segera keluar dari ruangan nya.
Agnes melihat gelagat Jihan yang membuat ia curiga.Jihan berjalan ke arah ruangan Arnav,disaat ia hendak memegang handle pintu,tiba-tiba pintu ruangan terbuka.
Ceklek !
"Eeh"
Jihan dan Arnav,sama-sama terkejut,Jihan tersenyum.
"Apa Bapak mau makan siang ?"
"Eeemmm"Arnav mengangguk nya.
"Pagi tadi,Aku menyiapkan ini untuk Bapak!"Jihan memberikan satu kotak makan siang kepada Arnav,Pria ini menatap Jihan dengan heran.
"Kamu memasak ini untuk Ku?"
"Aku melihat ada begitu banyak bahan makanan yang di tinggalkan Tante,tidak ada salah nya Aku memanfaat 'kan nya "Ungkap Jihan, yang malu-malu,padahal Arnav sudah begitu bahagia mendapat kotak makan siang dari Jihan.
"Terimakasih !"Ucap Arnav,Jihan mengangguk nya,lalu menutup kembali pintu ruangan Arnav,ia sendiri kembali ke ruangan nya.
"Kamu?"Agnes melihat Jihan yang kembali lagi,
"Kamu tidak jadi makan siang?"Sambung Agnes,
"Tidak Aku membawa nya dari rumah!"
Agnes mengangguk nya,sembari menatap Jihan dengan tajam.Kevin yang sudah kelaparan pun mengajak Agnes untuk segera ke kantin.
Ke dua nya meninggalkan Jihan di ruangan nya sendiri.Jihan melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda.
Jam 16:20...
Agnes membereskan proposal yang ada di atas meja nya,memberikan proposal itu kepada Kevin.
Arnav datang ke ruangan mereka dengan membawa kotak makan siang milik Jihan tadi.
"Aku sudah membersihkan nya!"
"Terimakasih "Jihan mengambil kotak makan siang di tangan Arnav.Sementara,Agnes dan Kevin menatap ke dua nya dengan begitu.Mereka dapat melihat raut wajah mereka yang begitu cerah dan nampak bahagia.
"Apa Kau sedang menerima email proyek baru?"Tanya Arnav,saat melihat Jihan yang masih memeriksa email di laptop nya.
"Ada dua email yang baru saja masuk,seperti nya dari klien lama!"Ungkap Jihan,memperlihatkan layar laptop kepada Arnav.
"Proyek kali ini bukan tema tentang cinta lagi.Tapi,tentang musim semi,banyak sekali Klien yang meminta untuk di renov rumah ataupun Apartemen mereka.Beberapa dari mereka juga ada klien yang memesan produk baru perusahaan Royal,pembersih lantai dengan wangi buah-buahan yang di campur aroma bunga!" Jelas Jihan,Arnav terlihat menjadi pendengar yang baik.
"Kalau proyek ini berjalan dengan lancar,maka Royal akan segera bangkit seperti dulu lagi"Jihan menatap Arnav,pria itu terus saja memperhatikan Jihan yang sedang berbicara.
"Satu lagi,Aku memilih konsep musim semi untuk renov rumah dan konsep musim dingin untuk renov apartemen,dan klien menyetujui nya.Aku akan menyelesaikan konsep nya dulu,baru memberikan hadiah tema untuk mereka!"
"Oke,Aku setuju dengan Kamu,Kamu bisa meminta mereka untuk membantu nya!"Arnav melirik kearah Agnes.Wanita itu tersenyum saat Arnav menangkap basah diri nya yang sedang menguping.
Arnav segera kembali ke ruangan nya,dan Jihan membereskan pekerjaan nya yang tersisa sebelum nya ia pulang.
"Aku melihat mereka bertingkah begitu aneh beberapa hari ini"Bisik Kevin,saat Arnav sudah pergi.
"Eem,bahkan Jihan berterimakasih kepada Pria itu,dan Bos cepat banget memberi kita bonus"
Agnes dan Kevin menatap Jihan yang tengah sibuk mengerjakan tugas nya,sementara mereka masih menafsir apa yang baru saja mereka lihat.
"Satu lagi,cara Pak Arnav berbicara dan mendiskusikan suatu masalah tidak membuat Kita canggung atau merasa terbeban"
"Apa yang Kau katakan,bisa saja itu hanya akal-akalan Pak Arnav saja,untuk melupakan peraturan itu agar tetap berlaku,dan Kita menerima nya!"Kevin terus saja menatap Jihan,sesekali melirik Agnes,
"Hanya Jihan dan Pak Arnav yang tau jawaban itu semua !"Jawab Agnes yang sudah menyerah untuk menebak apa yang terjadi antara Bos dan sahabatnya itu.
Jihan yang sedari tadi di perhatikan oleh Sahabatnya itu ia belum menyadari nya.Bahkan,Jihan dengan raut wajah yang terus tersenyum dan menyelesaikan pekerjaan nya dengan baik.Dia terlihat tidak begitu melelahkan,meskipun sudah mengerjakan beberapa proposal dan membereskan beberapa berkas.
Di dalam ruangan CEO,Arnav sendiri merasa bahagia,ia terus saja menatap dinding ruangan nya yang membatasi ruangan antara ruangan CEO dan karyawan.
Arnav dapat melihat Jihan,meskipun hanya dari samping.Tapi,sudah membuat Pria itu tersenyum -senyum,apalagi ke dua nya sudah mulai berbicara sedikit lebih nyaman dari pada sebelumnya.
singgah sini.👍
Permulaan yang baik
trimakasih thor 🤗
siap" patah hati nii