Kisah ini menceritakan tentang pernikahan dini antara dua remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas
Keyra Ramadhani anak kedua dari pasangan suami isteri Rama dan Shinta yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas, gadis periang dan mudah bergaul ini memiliki seorang kakak laki-laki bernama Ramdhoni yang akrab dipanggil Doni, dia bekerja di sebuah cafe yang letaknya tidak jauh dari tempat ayahnya bekerja.
Rama bekerja di perusahaan milik keluarga Arman Prayoga sahabatnya. dan demi membalas budi kepada keluarga Prayoga dengan terpaksa ia pun menerima permintaan sahabatnya itu yang menginginkan putrinya Keyra sebagai menantunya.
Arman memiliki putra yang bernama Elvan Rafindra Prayoga, sosoknya yang pendiam dan dingin terhadap orang lain membuat Arman sedikit khawatir dengan putranya itu.
Arman berharap dengan menikahkan Elvan dengan Keyra bisa membuat Elvan berubah. dapatkan Keyra menerima perjodohan itu? dan mampukah Keyra mencairkan hati Elvan yang sedingin es?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianshen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian Elvan
" Aaaa...!" Keyra terkejut bukan main saat merasakan tubuhnya melayang ke udara
" El turunkan aku, aku masih bisa berjalan sendiri!" Keyra memberontak tapi El tidak peduli dan masih terus menggendongnya sambil berjalan menuju lift, bunda Shinta hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat ke uwuwan putri dan menantunya itu
" Jangan banyak bergerak kalau tidak mau aku cium disini!" ancam El yang seketika berhasil membuat Keyra terdiam
Sesampainya di depan ruang rawat inap Bintang Keyra meminta El untuk menurunkannya " El turunkan aku, aku malu El jika Lintang dan Bintang melihat ku seperti ini" rengek Keyra yang masih berada di gendongan El
" Baiklah, tapi ingat jangan terlalu lama karena kamu harus segera istirahat di rumah!" ucap El
" Iya " jawab Keyra dengan bibir yang mengerucut
" Kenapa dengan bibirmu, apa sengaja minta aku cium?" goda El
" Eh? mana ada seperti itu, issshh...!" Keyra langsung memberingsut turun dari gendongan El lalu berjalan dengan menghentakkan kaki mendengus kesal dengan candaan El yang telah membuat jantungnya jedag jedug
Bunda Shinta yang mengekor di belakang mereka hanya tersenyum melihat tingkah keduanya, ada rasa bahagia yang muncul di hati wanita paruh baya itu setidaknya ia merasa lega karena putri dan juga menantunya sudah bisa menerima ikatan pernikahan. bunda Shinta berharap pernikahan putrinya akan selalu langgeng dan harmonis dan El akan selalu membahagiakannya tidak akan pernah menyakiti hati putrinya.
Ceklek
Keyra masuk ke dalam ruangan yang di dalamnya ada beberapa pasien yang tempat tidurnya di sekat oleh tirai berwarna hijau
" Assalamualaikum!" ucap Keyra membuat bu Asih yang sedang menyuapi Bintang makan langsung menoleh ke sumber suara
" Eh nak Keyra!" bu Asih nampak terkejut dengan kedatangan Keyra
" Apa kabar bu? bagaimana kondisi Bintang sekarang? maaf baru bisa menjenguk Bintang sekarang!" ucap Keyra
" Alhamdulillah baik neng, kondisi Bintang juga sudah jauh lebih baik sudah bisa duduk dan berjalan ya walaupun harus di bantu" ucap Bu Asih menjelaskan
" Syukur Alhamdulillah ya bu Key senang mendengarnya" ucap Key tersenyum pada Bintang
" Sayang, sebaiknya kamu duduk !" Ucap El yang sudah berdiri di belakang Keyra dan memberikannya kursi
" Eh iya neng duduk jangan berdiri, neng Keyra kan baru sembuh!" ucap bu Asih yang merasa tidak enak pada Keyra
" Iya bu" Keyra pun duduk di kursi yang diberikan oleh El
" Bagaimana keadaan neng Keyra sendiri? maaf ya neng ibu belum sempat menjenguk eh neng Keyra sendiri yang malah udah datang ke sini" ucap bu Asih tak enak hati
" Iya bu enggak apa-apa, Alhamdulillah kok bu Key udah sehat dan sudah di izinkan pulang"
" Syukur Alhamdulillah neng, ibu senang mendengarnya"
" Kak Keyra sudah sembuh?" tanya Lintang yang baru saja bangun tidur dan terlihat senang saat melihat ada Keyra
" Hai cantik baru bangun tidur ya?" Keyra tersenyum saat Lintang menghampirinya dan menyalami punggung tangannya
" Alhamdulillah, kakak sudah sembuh dan itu semua berkat doa Lintang!" ucap Keyra seraya mengusap lembut pipi gadis kecil itu
" Lintang senang kak Keyra sudah sembuh" Lintang memeluk Keyra dan disambut hangat oleh Keyra
" Terima kasih sayang, Lintang juga harus selalu berdoa untuk kesembuhan kak Bintang ya" ucap Keyra
" Iya Kak" Lintang mengangguk
Melihat interaksi Keyra dan Lintang membuat El semakin yakin dengan perasaannya, hatinya tersentuh dengan ketulusan dan kelembutan gadis yang sudah berstatus isterinya itu, ternyata dibalik sikap Keyra yang selalu bersikap barbar dan cerewet ada sisi keibuan dan penyayang. El tanpa sadar tersenyum melihat pemandangan yang ada di hadapannya
" Bu Bintang sudah kenyang" ucap Bintang saat bu Asih ingin menyuapinya kembali
Keyra menoleh ke arah Bintang lalu tersenyum
" Bintang, makan yang banyak ya dan jangan lupa minum obatnya biar Bintang cepat sembuh seperti kakak dan juga cepat pulang, biar nanti kita bisa bertemu lagi di rumah singgah" ucap Keyra dengan lembut
" Iya kak" ucap Bintang ikut tersenyum
" Sayang, kita pulang yuk kamu kan harus banyak istirahat" ucap El mengingatkan
" Bintang, semoga cepat sembuh ya, kak Keyra nya harus pulang dulu, harus istirahat!" ucap bunda Shinta dan Bintang mengangguk
" Hai, Lintang bunda pulang dulu ya cantik!" pamit bunda Shinta pada Lintang
" Iya bunda" Lintang menyalami punggung tangan bunda Shinta
" Bu kami pamit pulang ya, semoga nak Bintang cepat sembuh ya bu!" ucap bunda Shinta yang kini berpamitan pada bu Asih
" Iya bu terima kasih banyak sudah datang menjenguk anak saya!" ucap bu Asih
" Sama-sama bu" jawab bunda Shinta
" Yaudah kalau gitu kak Keyra pamit pulang dulu ya Bintang, Lintang!" pamit Keyra
" Iya kak, hati-hati di jalan!" ucap kedua bocah itu bersamaan
" Ayok!" El dengan sikap datarnya meraih tangan Keyra dan menggandengnya
Sesampainya di depan rumah sakit sopir El sudah menunggu, El membukakan pintu mobilnya untuk Keyra. Sedangkan Bunda Shinta sudah masuk lebih dulu ke dalam mobil dan duduk di samping pak supir.
Setelah Keyra masuk kedalam mobil El pun menyusul dan tanpa diduga ada seseorang yang melihatnya berdiri sebelum masuk ke dalam mobil
" Bukannya itu El?" tunjuk seseorang ke arah El yang tak lama masuk ke dalam mobil berwarna hitam dan melaju meninggalkan rumah sakit tersebut
" Iya itu mobilnya El tapi untuk apa dia datang ke rumah sakit ini?" ucap Malik yang tidak sempat melihat El tapi mengenali mobil hitam milik El yang melaju melewati mereka yang berdiri di depan rumah sakit tersebut
" Loe yakin itu mobil El?" tanya Amel
" Yakinlah, gue sering melihat tuh mobil parkir di dekat motor Key" jawab Malik
" Terus kira-kira ngapain ya tuh anak tiba-tiba udah ada di sini?" tanya Bila
" Ya mana kita tau" sahut Amel
" Ka, Loe kenapa sih dari tadi diam aja" tanya Amel yang menoleh ke Inka
" Gue mengkhawatirkan Key, kita udah datang ke rumahnya tapi lagi-lagi sepi" Inka menghela napasnya berat
" Key Loe ada di mana sih?" ucap Inka sendu
" Sabar Ka, semoga besok Key sudah masuk sekolah" ucap Bila menepuk bahu Inka
" Amin, semoga aja" ucap Inka
" Yaudah yuk kita masuk!" Malik dan Dodot sudah jalan lebih dulu.
Tring
Tiba-tiba ponsel Malik berdering " Sorrry gue angkat telpon dulu ya!" Malik sedikit menjauh dari para sahabatnya
" Hallo.."
(....)
" Iya, tapi_!"
(....)
" Baiklah!"
Setelah selesai menerima panggilan telpon Malik pun menghampiri sahabatnya dengan wajah lesu
" Ada apa?" tanya Amel
" Sorry, kayaknya gue enggak bisa ikut kalian kedalam, salam aja ya buat Bintang" ucap Malik
" Loh kenapa memangnya?" tanya Inka
" Gue disuruh pulang, bokap sama nyokap gue mau pergi keluar negeri hari ini dan gue diminta untuk mengantarkan mereka ke bandara sekarang" sahut Malik
" Terus nanti gue pulangnya gimana dong, gue ikut Loe aja ya!" ucap Dodot
" Yaudah terserah loe aja Dot" sahut Malik
Setelah Malik dan Dodot pergi, tinggal Inka, Bila dan Amel yang masuk ke dalam rumah sakit untuk menjenguk Bintang.
" Assalamualaikum!" ucap mereka bertiga saat masuk ke dalam ruang rawat Bintang
" Wa'alaikum salam" sahut Bintang
" Hai Bintang!" sapa Inka
" Hai, Ka!"
" Kamu sendirian, ibu kamu kemana?" tanya Inka
" Ibu sedang pergi ke kantin membeli makan untuk Lintang" sahut Bintang
Inka duduk di kursi tunggu yang ada di samping ranjang Bintang
" Bagaimana kabar kamu hari ini Bintang?" tanya Inka
" Alhamdulillah sudah jauh lebih baik kak" jawab Bintang
" Syukur Alhamdulillah kalau begitu"
" Sudah makan belum Bintang?" kali ini Bila yang bertanya
" Sudah kak"
" Sudah minum obat?" Bintang mengangguk
" Sudah kak" sahutnya lagi
" Semoga kamu cepat sembuh ya Bintang" Ucap Amel
" Amin, terima kasih ya kak" ucap Bintang
Dreett
Ponsel Amel berdering, dan dilihatnya nama mamanya memanggil
" Assalamualaikum, mah!"
(....)
" Iya mah, ini sebentar lagi Amel pulang"
(.....)
" Iya... iya... "
" Wa'alaikum salam!"
" Ada apa Mel?" tanya Bila
" Mama gue nyuruh gue cepat pulang, gue lupa kalau hari ini di rumah lagi ada arisan keluarga" sahut Amel
" Gue cabut duluan enggak apa-apa kan?" Amel merasa tidak enak hati dengan kedua sahabatnya
" Enggak apa-apa loe santai aja, udah gih sana pulang entar nyokap loe marah lagi" ucap Inka
" Oke, kalau gitu gue pamit ya!" ucap Amel yang diangguki oleh Inka dan Bila
Baru saja Amel pergi tidak berselang lama bu Asih dan Lintang pun masuk
" Eh ada neng Bila dan neng Inka!" ucap bu Asih
seraya berjalan ke arah nakas dan meletakkan bungkus makanan yang baru dibelinya dari kantin
Inka dan Bila menyalami tangan bu Asih dengan takzim
" Maaf ya bu kami cuma datang berdua, tadi sih ada Amel tapi disuruh pulang sama mamanya ada keperluan keluarga katanya, begitu juga dengan Malik dan Dodot udah sampai sini tapi pulang lagi" ucap INKA
" Iya enggak apa-apa neng, dengan kedatangan neng berdua juga ibu udah senang" ucap bu Asih
" Kalau neng Keyra_!" ucap bu Asih terpotong
" Maaf ya bu, kalau Keyra tidak bisa datang, kami juga tidak tahu bu keberadaan Keyra sekarang dimana sejak kemarin Keyra menghilang" ucap Inka sendu
" Ka, jangan bicara begitu. mungkin aja Keyra itu sedang ada urusan sama keluarganya. kita positif tingking aja dulu" ucap Bila
Bu Asih nampak bingung dengan ucapan kedua gadis yang ada di hadapannya
" Maksud kalian apa ya bicara seperti itu? memangnya ada apa dengan neng Keyra?" tanya Bu Asih yang nampak bingung dengan arah pembicaraan Inka dan Bila
" Keyra, tidak ada kabar bu dari kemarin kami sudah mencarinya tapi di rumahnya juga sepi" terang Inka
" Kak Keyra baru saja pulang kak" Ucap Bintang mengejutkan Inka dan Bila
" Apa? Kak Keyra tadi ke sini?" Tanya Inka yang terasa tak percaya
" Iya kak, kak Keyra tadi ke sini sama bunda dan kakak ganteng, kak Keyra kemarin itu sakit kak dan tidur di rumah sakit ini juga, tapi hari ini udah sehat dan udah boleh pulang kok" jawab Lintang
" Keyra sakit?" Inka menoleh ke arah bu Asih seolah meminta penjelasan dari wanita itu
" Nak Keyra kemarin memang sempat dirawat di rumah sakit ini dan kebetulan bertemu dengan Lintang dan Alhamdulillah hari ini Nak Keyra sudah di izinkan pulang, tadi sebelum pulang dia dan bundanya juga seorang pemuda tampan menyempatkan untuk menjenguk Bintang " terang bu Asih
" Jadi Keyra menghilang dari kemarin itu karena sakit? tapi kenapa dia tidak mengabari kita ya?" gumam Inka menoleh kearah Bila
" Mungkin karena ponselnya enggak aktif" ucap Bila
" Iya juga sih"
" Terus kakak ganteng itu siapa?" Tanya Inka yang teringat dengan ucapan Lintang
" Mungkin aja kak Doni" sahut Bila dan Inka mengangguk
" Yaudah kalau gitu gimana kalau kita pergi ke rumah Keyra aja sekarang, untuk memastikannya" usul Inka
" Oke gue setuju"
Setelah berpamitan kepada bu Asih, Lintang dan juga Bintang mereka langsung bergegas menuju rumah Keyra.
Tapi sebelum pergi mereka sempat memberikan amplop coklat kepada bu Asih.
____
Setibanya di rumah Keyra langsung di antar ke kamar oleh El
Keyra merebahkan tubuhnya di atas kasur dan El duduk di tepi tempat tidur seraya menatap wajah Keyra yang masih terlihat sedikit pucat
" Apa kamu mau makan sesuatu?" tanya El
Keyra tersenyum lalu mengangguk " Aku mau makan buah aja rasanya lidahku sedikit pahit" jawab Keyra
El menghela napasnya berat " Kalau masih ada keluhan kenapa sudah minta pulang" ucap El cemas
" Tidur di rumah sakit itu tidak enak El, enakkan juga tidur di kasur sendiri"
El terkekeh mendengar ucapan Keyra " Mana ada yang enak sayang tidur di rumah sakit, semua orang juga pasti bilang begitu" ucap El mencubit gemas hidung Keyra
"Yaudah, kamu mau makan buah apa hem?" tanya El beranjak dari duduknya.
" Kalau ada apel saja" sahut Keyra
" Tunggu sebentar ya aku ambilkan dulu" Keyra mengangguk
Keyra menatap punggung El yang kini sudah hilang di balik pintu, sungguh tidak pernah ia duga sebelumnya jika El bisa berubah seperhatian itu terhadapnya.
Apakah ini hikmah dibalik kejadian itu pikir Keyra, mendapat perlakuan yang begitu lembut dari El jujur saja hati Keyra merasa menghangat dia berharap hubungan pernikahannya dengan El akan selamanya langgeng walaupun awalnya hanya terpaksa dan tanpa adanya cinta.
Keyra berdoa semoga pernikahannya dengan El adalah pernikahannya yang pertama dan terakhir, ia akan belajar menerima El dan mencintai El sepenuh hatinya.
" El sedang apa?" tanya bunda Shinta saat melihat El sedang membuka pintu kulkas
" Eh bunda, ini El mau mengambil buah apel katanya key mau makan apel bun tapi kayaknya apelnya habis ya bun" jawab El
" Habis ya, yaudah biar bunda beli dulu deh di supermarket terdekat" ucap bunda Shinta seraya melenggang pergi
" Bunda!" panggil El menghentikan langkah bunda Shinta
" Iya El ada apa?" sahut bunda Shinta yang menoleh ke arah El
" Biar El aja bun yang pergi beli buah, bunda kan pasti capek seharian menemani Key di rumah sakit" ucap El
" Bunda enggak capek kok El, di rumah sakit juga bunda cuma duduk aja justru kamu yang capek pulang sekolah langsung jemput Key dirumah sakit"
El menghampiri bunda Shinta " Udah bunda sekarang istirahat aja biar El yang pergi beli buahnya , sekalian El juga mau beli yang lain bun"
" Yaudah kalau memang begitu, bunda kekamar dulu ya!"
" Iya bun, bunda ada yang mau nitip gak?" tawar El
" Kayaknya enggak deh" sahut bunda Shinta
" Kalau gitu El pergi dulu ya bun, nanti kalau Key nyariin bilang aja El beli buah dulu ya Bun"
" Iya"
El pun pergi ke supermarket untuk membeli apel yang Keyra inginkan.