Alexandre Mahardhika ada adalah anak bungsu dari keluarga Mahardika. Tapi dia lebih memilih tinggal bersama kakek dan neneknya di kota kecil dari pada tinggal bersama ayahnya menjadi anak sultan. Tapi kematian ibunya membuat dia berubah fikiran. Ternyata ada banyak rahasia yang terjadi dalam keluarganya. Setelah mama nya meninggal baru semuanya terungkap.
Ratu adalah anak tunggal dari keluarga Diningrat. cantik, pinter, tomboy dan dingin. hidup Ratu sendiri penuh teka teki. Terlahir dari keluarga kaya raya dan lantas tidak membuatnya angkuh dan sombong. Justru dengan kekayaan dan kekuasaan nya lah dia sering melakukan hal yang tidak masuk akal.
Akan kah pada akhirnya Ratu dan Alex bersatu? ikuti terus ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29. Bu Aisah
Rumah Aqila terbuat dari triplek bekas. terlihat sambungan triplek sana sini.
ratu mengikuti aqila untuk masuk ke rumah. di belakang ratu ada ayu, Alex dan juga elang.
hati ratu tersentak melihat kondisi rumah tersebut. rumah itu berlantai tanah dan hanya di Alasin kardus bekas. bila hujan, rumah ini pasti bocor di mana-mana.
sesosok perempuan tergeletak beralas kardus, dan berbantal handuk. keadaan sangat mengenaskan. batuknya dari tadi tidak berhenti.
Ratu menghampiri perempuan itu.
" Bu.. kita ke rumah sakit ya", ujarnya.
" Ibu ga punya biaya non" jawabnya sambil terbatuk-batuk.
" Ibu ga usah fikir kan hal tersebut", jawab ratu lembut.
" Kalo ibu di rawat, gimana dengan Aqila. dia ga punya siapa- siapa selain ibu", jawabnya lagi sambil mengelus rambut Aqila. air matanya menetes di pipi cekungnya. ruangan sempit tersebut mendadak membeku. ratu berusaha kuat untuk menahan air matanya. hingga nafas nya tersengal karena menahan tangis. ayu memeluk pundak ratu.
" Ibu ga usah fikirkan masalah Aqila, dia akan menjadi tanggung jawab kami", jawab ayu menenangkan ibu tersebut.
" Ya Bun, bunda ga usah khawatir. kakak ini orang baik semua. yang penting ibu mau di rawat", jelas Aqila sambil menangis.
" Baiklah, ibu mau", jawabnya sambil memeluk anaknya.
ratu segera menelpon petugas rumah sakit untuk mengirimkan ambulance ke sana.
Tak sepeminum teh ambulance udah tiba di depan rumah. petugas medis segera mengangkat tubuh ringkih bunda nya Aqila ke dalam ambulance. ratu dan ayu ikut menemani Aqila di dalam ambulance. Alex dan elang mengikuti mobil ambulance tersebut dari belakang.
Setelah tiba di rumah sakit, tubuh bunda Aqila segera di bawa ke ruang ICU untuk di tangani lebih lanjut.
Ratu, Ayu, Alex, Elang dan juga Aqila duduk di kursi tunggu di depan ruang ICU. Aqila duduk di samping ratu. ratu merengkuh tubuh gadis kecil tersebut. seakan-akan memastikan bahwa ibunya akan baik-baik saja.
Pintu ruang ICU terbuka, kemudian dokter terlihat Fino keluar.
" Gimana keadaan ibu Aisyah dok", tanya ratu tanpa ba-bi-bu.
" Sebenarnya penyakit beliau tidak terlalu parah, tapi karena tak mendapatkan perawatan sama sekali, maka jadi memburuk. Bu Aisyah terkena gejala paru-paru basah. kita lakukan perawatan secara intensif, dalam waktu 1 Minggu paling lama dia udah baikan. tapi dengan syarat dia harus bisa menjaga kesehatan nya.", papar dokter Fino panjang lebar.
" Oke lah dok, lakukan yang terbaik. nanti tolong pindahkan Bu Aisyah di kamar no 04. aku ingin beliau bisa beristirahat dengan tenang", jawab ratu sambil tersenyum.
" Boleh kami melihat keadaan nya sebentar dok", tanya ratu lagi.
" Oh silahkan mbak", jawab dokter Fino sambil mempersilakan.
Mereka semua masuk kedalam ruang ICU tersebut. Aqila senang melihat ibu nya di rawat. ibu nya tertidur, mungkin efek dari obat yang di berikan oleh dokter tadi.
Setelah itu, Ratu mengajak mereka semua
ke ruangan dara di rawat.
Ratu masuk tanpa mengetuk pintu. terlihat seorang wanita setengah baya dan seorang gadis sedang berdiri di samping dara.
nampak jelas, ketidak senangan mereka melihat kedatangan ratu dan teman-teman.
tapi si gadis tersebut terpanah melihat Alex dan elang.
" Maaf, aku ga tau kalo lagi ada tamu", tutur Ratu sopan sambil tersenyum.
" Syukurlah kalo sadar", jawab perempuan setengah baya tersebut ketus.
" Ga papa mbak, masuk aja", jawab dara tersenyum senang. seraya mengakat kedua tangannya, sebagai isyarat untuk minta di peluk.
Ratu mendekati dara, lalu memeluknya dengan penuh kasih sayang.
" Gimana keadaan mu sayang", tanya ratu sambil mengelus rambut dara.
" Dokter bilang aku udah bisa pulang sore ini mbak" jawab dara sumringah.
" Syukurlah,,, jadi kamu mau langsung pulang bareng ibu sama kakak mu ya", tanya ratu lagi.
" Maaf, keluarga saya tidak bisa menerima perempuan kotor seperti dia", tiba-tiba wanita setengah baya tersebut berbicara dengan penuh kemarahan.
ratu terkejut setengah mati mendengar hal tersebut. Alex, ayu dan juga elang sampai terlonjak kaget.
" Kenapa mama ngomong gitu, mama fikir aku menginginkan hal ini terjadi??? ", tanya dara sambil menangis.
" Hei anak pembawa sial... perempuan kotor seperti mu lebih cocok jadi *******, aku ga yakin kamu di perkosa,, jangan-jangan kamu memang sengaja menggodanya", hardiknya lagi sambil mengejek.
" Maaa.. apa salah ku hingga mama begitu membenci ku??", tanya dara sambil menangis.
" Kamu tanya apa salah mu?? salah mu adalah kenapa kamu tidak mati sekalian, dari pada bikin malu keluarga", tandasnya lagi.
Kemarahan ratu udah di ubun-ubun.
" Dimana hati nurani mu, sebagai seorang perempuan dan seorang ibu.. apa pantas kata-kata itu di ucapkan.", ujar ratu sambil menahan kemarahannya.
" Kamu siapa,, kamu temen nya ya, jangan-jangan kamu sama seperti nya", hardiknya pada ratu.
" Plakkkk ... " satu tamparan keras mendarat di pipi perempuan setengah baya tersebut.
" Jaga mulut mu baik-baik, atau kau akan menyesalinya", tandas ayu dingin dan penuh ancaman.
" Berani sekali kamu menampar saya", ujar nya sambil mengakat tangan untuk menampar balik ayu.
Ratu menahan tangan tersebut lalu memelintir nya.
" Cukup Bu.. jangan sampai hidup mu hancur karena kesombongan mu", ancam ratu.
" Hei berani sekali kamu menyakiti ibu ku", tiba-tiba gadis yang tadi hanya terdiam hendak menarik rambut ratu.
Dengan sigap Alex menarik tangannya lalu mencampakkan nya dengan kasar.
" Jangan coba-coba kau sentuh dia, atau kau akan menyesalinya", Alex mengucapkan kata tersebut dengan pelan, tapi tatapan nya penuh dengan intimidasi.