NovelToon NovelToon
Love Me

Love Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:757.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: vi_via

Follow IG ; Vi_via129.

Alana adalah gadis yang baik hati dan cerdas. Tapi karena keloid di wajahnya dan penampilannya yang aneh membuat ia sering di bully di sekolah dan lingkungan tempat dia tinggal. Bahkan saudari kembarnya pun ikut-ikutan membullynya.

Hingga suatu hari pembullyan itu menyebabkan Alena saudara kembarnya koma dan Alana yang harus menanggung biaya perawatan Alena.

Sadar ia tidak memiliki apapun dan akan semakin menyulitkan hidupnya jika ia terus berhutang kepada sahabatnya. Alana memutuskan untuk menerima tawaran sahabatnya Naya untuk menikah dengan Pamannya yang terkenal dengan kata kejam, sadis dan tak punya hati. Dengan harapan ia dapat mengubah takdirnya.

Sanggup seorang Alana mengubah takdirnya menjadi lebih baik? Dan bagaimana cara dia menghadapi, pria tak berhati yang terkenal sadis dan kejam itu? Kepo in yuk.🤗🤗

Mengandung sedikit bumbu panas-panas.🤗🤗 Harap bijak dalam memilih bacaan.😘😘 follow IG vivia129. untuk visual dan segala informasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran Sandrina.

Saddam mengantar Alana dan Naya ke rumah kakaknya. setibanya dia di sana waktu sudah menunjukkan pukul satu malam, Sandrina dan Satyo telah tidur begitu juga para pelayan di rumah itu, hanya beberapa penjaga saja yang masih setia menjalani pekerjaan mereka dan mbak Ning yang sudah terlelap dalam tidurnya, harus terusik karena suara bel.

" Tuan, non Alana kenapa!" Tanya mbak Ning, begitu ia membukakan pintu dan mendapati Saddam tengah menggendong alana dan Naya berdiri di sampingnya.

" Ketiduran mbak." Jawab Naya. Sebab Saddam tidak berniat menjawab pertanyaan art kakaknya itu. Ia justru berjalan melewati Mbak Ning begitu pintu itu terbuka. " Mbak tolong tutup pintunya ya! Setelah itu mbak boleh kembali istirahat." Ucap Naya lagi.

" Iya non." Jawab wanita itu sembari mengangguk kepalanya. Setelah itu Naya menyusul langkah Saddam.

" Paman! Alana nya, tidur bareng aku aja." Teriak Naya, ketika Saddam akan masuk kedalam kamarnya.

Pria itu berhenti sejenak, menatap wajah damai Alana, kemudian berpaling kepada Naya, seraya berkata. " Tidurlah Nay, selamat malam." Setelahnya Saddam melangkah masuk kedalam kamarnya dengan Alana yang masih berada dalam gendongannya tanpa menghiraukan apa yang akan di lakukan Naya di luar sana.

Saddam, meletakkan Alana di atas ranjangnya, kemudian menyelimutinya sebatas pinggang. Setelah itu ia menarik kursi di depan meja rias dan duduk disana, menatap kepada Alana dengan dagu yang ia letakkan pada kepalan tangannya! dimana kedua sikunya sebagai tumpuan di atas lututnya.

Saddam termenung cukup lama, ketika setiap kata-kata yang di ucapkan Alana di club tadi, berputar-putar di kepalanya layaknya kaset rusak.

Di satu sisi ia tidak menyukai Alana dan ingin menyulitkan hidupnya! Tapi di sisi lain hatinya menolak untuk melakukan hal itu! Mengingat kesulitan yang di rasakan gadis itu selama ini.

" Apa yang dia butuhkan?" Tanya Saddam kepada dirinya sendiri. Pria itu berpikir untuk melepaskan Alana dari hubungan mereka karena dia sendiri tidak yakin dapat bersikap baik kepadanya dan kebiasaan buruknya mungkin akan menyakitinya suatu hari nanti jika Alana tetap menjadi istrinya. Tapi apa mungkin sandrina akan membiarkan hal itu terjadi.

Merasa buntu dengan pikirannya sendiri, Saddam pun berdiri dari tempat duduknya dan melangkah keluar kamar meninggalkan Alana.

Saddam ingin kembali ke apartemennya, tapi ia justru berpapasan dengan sandrina di tangga. Saat wanita itu hendak naik dan Saddam akan turun.

" Kamu disini? Datang jam berapa? " Tanya sandrina sembari meneruskan langkahnya hingga ia berada tepat di hadapan adiknya itu.

" Jam satu! Aku antar anak dan adik ipar mu pulang?" Jawab Saddam.

" Terus kenapa muka kamu terlihat kusut seperti itu? Ada masalah kah? Atau jal*ng yang kamu bayar tidak dapat menyenangkan kamu?" Tanya sandrina lagi dengan sedikit mengejek sang adik di akhir kalimatnya.

" Masalah dan para wanita-wanita di luar sana tidak lah penting sampai harus mengusik ketenangan aku." Ujar Saddam dengan sombongnya.

" Terus apa?"

"Setelah aku pikir-pikir, Aku akan menceraikan adik ipar-mu itu. Dan untuk biaya rumah sakit saudara kembarnya, aku yang akan menggantikan kamu membayarnya sampai saudari kembarnya sembuh! Anggap aja itu kompensasi sebagai mantan istriku. " Putus Saddam membuat Sandrina terkejut sekaligus tak percaya dengan apa yang dia dengar.

Tapi sandrina tidak langsung menentang adiknya. Ia justru bertanya. " Apa dia berbuat salah pada mu?"Sandrina mencoba untuk tenang menghadapi adiknya itu, karena sekali pun Saddam selalu menuruti kata-katanya dia juga sangat sulit di desak jika sudah mengambil keputusan.

" Tidak, aku hanya ingin memberikan apa yang dia butuhkan." Sahut Saddam, kemudian melanjutkan langkahnya tanpa menunggu tanggapan dari sandrina.

" Adam, kamu salah jika berpikir yang dia butuhkan adalah uang! Satu yang harus kamu tahu, Alana mungkin dari keluarga miskin! Tapi dia tidak menginginkan uang kamu ataupun kakak. Karena jika dia menginginkan hal itu, gadis itu sudah kau temui di club atau tempat-tempat malam yang biasa kalian datangi untuk menyalurkan gairah kalian." Ucap Sandrina. Menghentikan langkah Saddam. " Yang Alana butuhkan itu kasih sayang Adam bukan uang."

" Justru itu aku akan melepaskannya agar dia mendapatkan kasih sayang dari orang lain tanpa harus takut terikat dengan aku." Sahut Saddam. " Aku nggak bisa memberikan apa yang dia butuhkan kak! Aku nggak mau semakin menyulitkan hidupnya. Kakak tau aku nggak bisa puas dengan satu wanita dan selalu berganti-ganti wanita setiap harinya. Apa kakak tidak memikirkan perasaannya, dia hanya akan semakin terluka saat bersama aku."

" Itu yang ada dalam pikiran kamu adam! Karena kalian tidak pernah mencoba untuk bersama dan kamu selalu memprediksi sesuatu dari sisi buruknya kamu. Jangan mengambil keputusan mengunakan logika saja, tapi tanya juga hati kamu! Karena tidak selamanya logika kita itu benar. Setiap orang mempunyai masa lalu dan masa depan begitu juga untuk kamu dan Alana." Sandrina menjeda ucapannya, kemudian memberikan tawaran yang sama! Yang pernah dia berikan kepada Alana waktu itu. saat hal itu melintas di kepalanya. " Ajaklah dia untuk tinggal bersamamu sampai di lulus sekolah dan jangan membatasi hubungan di antara kalian berdua. Kamu juga tidak perlu memaksakan diri untuk mencintai, jika kamu tidak bisa. tapi kakak ingin kamu bersikap baik kepadanya dan jangan sakiti dia. Jika Sampai dia lulus sekolah kamu masih tidak memiliki rasa apapun kepadanya. Kamu bisa mengurus perceraian kalian dan kakak tidak akan menghalangi, kamu." Saddam mengerutkan keningnya, menimbang-nimbang tawaran kakaknya itu.

" Kenapa harus sampai dia lulus?"

" Karena jika kakak meminta sampai Alena sadar dari komanya, kamu pasti tidak akan mau melakukan itu! Sebab kita sama-sama tidak tahu kapan Alena sadar. Dan kelulusan Alana kita sudah tahu itu kapan dan waktunya kurang dari setahun." Saddam mengangguk paham.

" Baiklah sampai dia lulus sekolah. Setelah itu kamu tidak boleh mengingkari kata-kata mu! Dan jangan salahkan aku jika aku menuntaskan gairahku kepadanya."

" Lakukanlah, karena itu bagian dari tugas seorang suami. Memberikan kepuasan kepada istrinya kecuali kamu memang lemah dalam hal itu. Selamat malam aku menganggap kamu sudah setuju dengan tawaranku, besok aku akan mengantar Alana ke apartemen kamu." Ucap Sandrina kemudian meninggalkan Saddam.

" Hmmm lemah katanya? Kita lihat saja nanti." Gumam Saddam. Sembari melangkah menuju pintu utama. Dia harus pulang dan beristirahat karena besok dia ada meeting pagi.

Keesokan harinya setelah Alana dan Naya pulang sekolah! Sandrina mengajaknya berbicara berdua di halaman belakang rumahnya. Ia mengajarkan Alana cara mengambil hati Saddam dan memberi tahu apa saja tugas seorang istri yang harus Alana lakukan.

Setelah itu Sandrina sendiri yang mengantar Alana ke apartemen adiknya itu. Setibanya di sana, Ia memberi tahu Alana sandi untuk membuka pintu apartemen Saddam juga kartu yang dapat membuka pintu apartemen Saddam serta meminta pengurus apartemen itu memasukkan sidik jari alana agar memudahkan dia untuk masuk keluar apartemen tanpa menunggu yang punya.

Sandrina juga membantu Alasan menyusun pakaiannya di walk in closed milik Saddam kemudian menunjuk setiap ruangan yang ada apartemen itu dan membantu adik iparnya itu memasak! Selesai makan malam barulah sandrina pulang ke rumahnya, meninggalkan Alana seorang diri di sana.

.......

.......

.......

.......

...Bersambung....

...Happy reading..💝💝...

1
siti rohimnah
Biasa
siti rohimnah
Kecewa
Nur Sidah
berapa umur sadam
Katherina Ajawaila
diksh pupuk terus sih, kya jadi subur deh ladangnya
Katherina Ajawaila
Alana sm Alena hamil, kelar kembar identik hamil juga bareng 😘😘😘😘
Katherina Ajawaila
thour bikin Alana hamil biar ceritanya jadi seru Alena nikahin sama Aaron biar ngk berkeliaran itu laki2 tabur benih seenaknya aja
Katherina Ajawaila
Aron edan, ngk tau apa2 main embat aja, tanggung jawab lo perawan anak orang
Katherina Ajawaila
Alana biar hamil thour selesai ujian biar seru, jadi madu
Katherina Ajawaila
iya majikan nya sudah menikah dan istrinya Alana. iya kan thour😘😘😘
Katherina Ajawaila
kapok bucin kan lo Sadam sm bocil yg bisa bikin anak kecil
Katherina Ajawaila
hore Alana si super Women, keren thour ceritanya lucu juga biar Alana hamil thour, jadi kan sadam bucin habis
Katherina Ajawaila
hamil kali Alana thour
Katherina Ajawaila
keren Alana buat sadam keblinger keren thour
Katherina Ajawaila
bentar lagi ada safam yunior, karna Alana lg subur2 nya y thour.
Katherina Ajawaila
mantap Alana
Katherina Ajawaila
semoga Sadam memilih Alana menjadi istri yg terbaik
Katherina Ajawaila
ibu yg ngk tau diri ngk pernah berfikir dr. mana anaknya dpt uang utk biaya nya di rmh sakit sm anak ke sayangnya, 👹👹👹
Katherina Ajawaila
Saddam gendeng, semoga aja ngk kejem ya thour, kasihan juga Alana
Katherina Ajawaila
kel lain aja punya rasa iba. next Thour
Katherina Ajawaila
kasihan amat Alana, thour biar mmnya kebuka hatinya sedikit aja, ibu apa yg nhk punya rasa iba terhadap darah daging sendiri, harimau aja yg begitu jahat akan melindungi anak nya dari pemburu. ibu laknat itu nmnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!