Aisyah adalah wanita yang sudah menikah namun pernikahan nya gagal di tengah jalan hanya karena dia mengindap penyakit yang mematikan sehingga dia memilih untuk pergi.
saat dia sendiri datang lah seseorang yang selalu ada di sampingnya , meski pria ini lebih muda dari nya.
kebenaran terungkap saat Aisyah di nyatakan sembuh namun hatinya mulai berubah, siapa yang akan di pilih Aisyah, akan kah dia kembali pada suaminya atau dia malah memilih pria lain yang berada disampingnya saat ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hafni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sampai kapan aku menunggu
Fahri berlari dari kejauhan yang nampak kegirangan.
" ada apa dengan nya kenapa dia nampak begitu bahagia "
kata Aisyah sendiri yang masih melihat ke arah Fahri yang berlari menuju ke arah Aisyah.
" huff "
Fahri menarik nafas panjang setelah sampai ketempat di mana Aisyah berdiri.
" kenapa kamu berlarian seperti anak kecil hah ?" Aisyah mengeluarkan sapu tangannya dan membantu Fahri mengelapkan keringat yang bercucuran di wajah tampan nya Fahri.
namun dengan seketika Fahri memegang tangan Aisyah dan saling bertatapan membuat jantung Aisyah sedikit bergetar.
" a a apa yang kamu lakukan Fahri ! lepaskan tanganku '"
kata Aisyah yang membuat Fahri melepaskan nya.
" maaf Aisyah "
kata Fahri , Aisyah pun merasa aneh dengan Fahri kemudian Aisyah memegang dahi Fahri untuk memastikan kalau Fahri baik baik saja.
" kamu Fahri ,apa kamu baik baik saja ?"
muka Fahri mulai memerah, dan Fahri berpaling muka dengan Aisyah. dan mulai mengeluarkan sebuah cincin yang begitu indah, sayang nya saat Fahri ingin menunjukkan cincin pada Aisyah hujan pun turun begitu deras sehingga Fahri memasukkan kembali cincin nya ke dalam kantong nya.
" Aisyah ayo kita ketempat yang bisa untuk berteduh " ucap Fahri sambil menarik tangan Aisyah dan berlari dalam kehujanan.
" Aisyah , kamu mimisan lagi "
ucap Fahri sembari mengusap darah di hidung Aisyah .
" oooh ini keluar lagi "
" jangan membuat ku khawatir lagi Aisyah"
" iya Fahri "
hujan pun semakin deras.
" Aisyah , wajah mu begitu pucat "
"ah ini mungkin karena tadi kena hujan kan "
" eemm mungkin"
sudah dua jam dokter menunggu Aisyah, namun tak kunjung datang.
" siapa yang mengizinkan pasien ku keluar ?!"
tanya dokter Kamil dengan sangat khawatir pada pasien nya itu.
" enggak Dok "
" Dok , aku melihat ada pria dan wanita memakai setelan dokter, pas saya tanya mereka bilang mereka dokter baru " jawab salah satu pegawai rumah sakit.
" apa ini orang nya ?"
dokter Kamil menunjukkan salah satu foto Aisyah.
” iya Dok , yang laki laki sangat tampan Dok tapi kelihatannya lebih muda dari pasien dokter "
" sudah kuduga itu Fahri, anak nakal ini !!"
ucap dokter Kamil dengan nada kesal.
wajah Aisyah sangat pucat dan dia merasa kedinginan.
" Aisyah pakai lah ini "
Fahri membuka baju luarnya dan menutupi badan Aisyah yang kedinginan.
" terimakasih Fahri , aku berhutang banyak padamu "
" sudah , kamu tidak perlu memikirkan nya karena aku ikhlas Aisyah "
" emmm "
Aisyah hanya mengangguk saja karena dia sangat kedinginan. Fahri pun menelepon seseorang untuk menjemput di puncak, karena hujan sangat deras jadi mereka harus menunggu nya.
tubuh Aisyah semakin dingin dan Fahri sangat khawatir atas keadaan Aisyah.
" Fahri , aku sangat kedinginan "
ucap Aisyah dengan mulut yang bergetar.
" apa yang harus aku lakukan ?
semua ini membuat ku frustasi saat melihat nya kesakitan karena kedinginan "
ucap Fahri sambil memeluk Aisyah dengan erat , namun Aisyah masih sangat kedinginan.
" maaf kan aku Aisyah "
Fahri membuka bajunya dan baju Aisyah kemudian Fahri melengket kan badan nya dengan badan Aisyah sambil menunggu jemputan. Aisyah hanya pasrah saja karena dia tidak ada kuasa untuk menolak.
polisi di mana mana mencari Aisyah yang di nyatakan menghilang.
" maaf pak , pernah lihat orang ini gak ? "
tanya orang tua Aisyah pada seseorang yang lewat dijalan.
" enggak pak" .
Ayah Aisyah tidak ingin hanya menunggu saja dari polisi dia juga ingin mencari nya sendiri.
" Dok , maaf dok saya membuat kesalahan terbesar dalam hidup saya Dok "
" apa yang kamu bilang ini serius ?"
" maksud nya ?"
" sekarang Aisyah semakin membaik , semoga penyakit nya tidak naik ke stadium lanjut ya ? kamu luar biasa Fahri , katakan pada nya jika kamu mencintai nya "
ucap dokter Kamil sembari berjalan.
" apa ? dia tidak marah pada ku bahkan dia ."
" yes !!"
Fahri melompat kegirangan mendengar apa yang dokter Kamil ucapkan.
" Aisyah , bisa kah aku menjagamu setiap hari , setiap saat, dan izinkan aku menjadi tempat kamu pulang dan teman hidupmu selama sisa hidup ku Aisyah ?"
bersambung