Jauh di negara Italia, kisah antara mantan jaksa yang mengubah profesi menjadi seorang dosen dengan seorang mahasiswi fakultas hukum yang tak lain ialah pembantu di rumahnya, mengawali hubungan sebagai dosen dan mahasiswi membuat keduanya sering bertemu. hingga akhirnya tumbuhlah benih cinta di antara keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi Nna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29 # Sunday Special
selamat membaca 😀😃😃
"Semuanya sudah selesai kan Mike? Pulang yuk... Udah jam 4 sore nih.. ntar mommy nyariin lagi!" Torres yang sudah mulai bosan nonton tv dari tadi akhirnya mengajak Mike pulang.
"Kan mommy tau kita ada disini. Ngapain nyariin kita? Bentar lagi, acaranya belum selesai ni." Sebenarnya Mike menunda untuk pulang karena tidak ingin bertemu dengan Nana.
"Bukan gitu maksudnya, kita udah lama disini, nanti mommy kamu khawatir sama kita..."
"Yah sudah tinggal telepon aja apa susahnya dad?" Mike kekeh tidak mau balik. Karena Mike sudah berencana untuk pulang malam nanti.
Torres hanya membuang kasar nafasnya mendengar ucapan Torres.
# pukul 16: 52.
"Udah selesai kan? Balik yuk!" Torres kembali mengajak Mike pulang.
"Aaahhh... Daddy mah, kalau tau dari tadi Daddy bakal rewel gini, mending mike kesini sendiri aja, mommy gak bakalan kemana-mana kok dad.!" Mike masih saja asyik nonton tv, padahal acaranya sudah selesai dari tadi.
"Ini juga udah mau gelap Mike... Lagian kita kesini kan cuman mau bersihin apartemen... Ini udah selesai dari tadi."
"Yah udah, gini aja deh, Daddy balik duluan, ntar Mike nyusul. Gimana?"
"Terus Daddy balik pake apa? Kita kesini kan pake mobil kamu.. kalau Daddy balik duluan pakai mobil kamu, kamunya pulang pakai apa?"
Mendengar itu, akhirnya muncullah ide Mike.
"Yah udah gapapa, daddy pulang pakai mobil Mike aja, ntar Mike nyusul pakai kendaraan online."
"Serius nih gakpapa? Daddy beneran mau balik nih." Torres meyakinkan Mike.
"Serius lah dad! Tuh kuncinya ada di dapur tadi. Mike juga belum balikin spring bed ke kamar."
"Yah sudah, kalau gitu Daddy duluan yah?"
"Okay dad! Hati-hati dijalan."
Torres bangkit menuju dapur dan mengambil kunci mobil Mike. Kemudian tak lupa jaketnya.
"Akhirnya bebas juga."
Setelah Torres pergi, Mike tidur telentang di sofa, dia sangat lega, akhirnya dia punya alasan untuk tinggal di apartemen.
"Aku akan bermalam hari ini, jika mommy atau daddy marah, aku tinggal mengatakan aku ketiduran dan lupa pulang... Besok sore baru balik kerumah."
"Aahhh... Tapi seharian gak ketemu gadis itu membuatku stres, belum satu hari full gimana kalo udah berbulan-bulan? Tapi aku harus melawan perasaan ini. Jangan sampai hanya karena hatimu, kau merusak hubungan keluarga mu sendiri."
# Pukul 20: 00 di Kediaman Torres.
"Kok Mike belum balik yah?" Laura mulai khawatir.
Mereka kini masih menunggu Nana dimeja makan.
"Memangnya Mike tadi ngomong apa pak?" Tanya Messina.
"Dia nyuruh bapak balik duluan, katanya mau nyusul balik."
"Kalian kesana bukannya semobil yah dad? Terus kalau daddy pulang pakai mobil Mike, Mike pulangnya pakai apa dong?" Tanya Laura, kecurigaan nya makin bertambah.
"Katanya pakai kendaraan online." Torres tanpa curiga nya atas sikap Mike.
Sedangkan Laura dan Messina sudah saling bertatapan. Mereka sangat yakin pikiran mereka sama walaupun tidak mengatakannya.
"Daddy! Kenapa bisa-bisanya Mike bodohin Daddy sih?"
"Iya pak! Saya yakin itu hanya alasan Mike agar tidak pulang."
"Siapa yang dibodohi? Kalian ini?! Daddy juga tau kok maksud Mike sebenarnya adalah itu..." Laura langsung memotong ucapan Torres.
"Kalau Daddy tau, kenapa dibiarin sih? Daddy bikin mood hilang aja!" Laura makin kesal tanpa mendengar alasan Torres.
"Makanya dengarin dulu... Daddy juga belum selesai ngomong sayaaannnggg... "
"Terus kenapa dibiarin dad?!"
Messina hanya diam menatap keduanya.
"Ternyata sikap Mike berasal dari mereka." Batin Messina tersenyum ringan. Melihat kedua orang itu saling bertengkar mengingatkannya pada sikap Mike.
"Jadi gini... Besok kan Mike ada jadwal ngajar, pas kita ke apartemen, Mike belum membawa pakaian, tas dan juga laptopnya. Semuanya masih ada dikamar Mike... Pokoknya jangan khawatir deh, bentar lagi juga dia datang." Ucap Torres dengan yakinnya.
"Serius dad?"
"Iya serius, tunggu aja bentar lagi juga datang."
"Apa yang serius dad?" Nana tiba-tiba datang.
"Hahaha... Malah Nana yang muncul.." Laura tertawa diikuti keduanya.
"Kok pada ketawa sih?"
"Gak ada kok. Yah udah makan yuk!" Ajak Torres.
"Kita gak nungguin uncle dulu?" Tanya Nana.
"Tidak, kayaknya uncle kamu masih lama. Uncle kamu belum pulang soalnya."
"Oohh... Nana pikir udah balik."
Mereka makan malam malam tanpa Mike.
*
*
*
"Ah sial! Aku balik kesini agar tidak bertemu dengan anak itu, kenapa malah kepikiran dia terus sih?!"
Mike baru saja makan malam, berhubung karena Mike belum membeli bahan makanan, jadi Mike hanya memesan online makanannya.
Setelah makan, Mike hanya duduk nonton tv sambil ngemil.
Semakin lama, Mike mulai bosan, dia merasa sangat kesepian di apartemen itu, padahal dulu saat Mike tinggal di apartemen itu sendirian, Mike tidak pernah merasa kesepian, justru merasa tenang. Yaa... walaupun Thomas sahabatnya SMA dulu sering menginap disana, dan itupun hanya sesekali. Tapi tiba-tiba saja dia merasa kesepian saat tinggal sendirian. Apakah karena sudah lama tidak tinggal disana?.
Tapi Mike diluar kota juga tinggal sendirian saat masih jadi jaksa.
"Perasaan dari tadi aku ngemil mulu deh, ini juga? Sejak kapan aku suka nonton tv?"
Mike seharian hanya berbicara dengan dirinya sendiri seperti orang bodoh yang terus mengerutuki dirinya.
"Oh iya besok kan aku ke kampus, mending siapin materi dulu deh." Mike kemudian bangkit dari sofa, niatnya akan kekamar.
Tapi pada saat akan memutar knop pintu kamarnya. Tiba-tiba dia berhenti.
"Yah Tuhan!!! Bodohnya aku! Bagaimana bisa aku bermalam tanpa membawa apapun dari rumah! Sial!" Mike menjambak rambutnya sendiri karena kesal dengan kelalaiannya.
"Apa yang harus kulakukan sekarang? Masa iya harus balik kerumah? Ah bodoh! Bodoh! Bodoh! Bagaimana bisa seorang profesor bisa sebodoh aku?" Mike mengepalkan tangannya ingin menonjok tembok yang ada di depannya tapi dia urungkan.
"Aku sendiri yang akan sakit nanti." Menurunkan tangannya.
Mike kembali duduk memikirkan apa yang akan dilakukannya.
"Yah! Kendaraan online!" Mike mengambil ponsel nya.
"Bagaimana aku akan memesannya? aplikasinya sendiri aku tidak punya. Namanya pun aku tidak tau! Ah sialnya hari ini" Mike melempar ponselnya ke meja.
Mike memang tidak punya aplikasi khusus untuk Drive online karena dia punya mobil pribadi, menurutnya dia tidak membutuhkan aplikasi seperti itu.
"Kurasa aku harus menyuruh Daddy menjemputku. Yah! Daddy!" Mike kembali mengambil ponselnya dan menelfon daddynya.
Panggilan tersambung.
📞 Daddy: "yah halo ada apa Mike?"
📞Mike: "Daddy Mike minta tolong, bisakah Daddy
menjemput ku di apartemen sekarang?"
📞Daddy: "Daddy mengantuk, kau pulang menggunakan
kendaraan online saja."
📞Mike: "aku tidak tau bagaimana caranya dad! Aku tidak
aplikasi untuk memesannya. Kumohon dad!
Jemput Mike sekarang, Mike besok kerja."
📞Daddy: "kau rewel sekali, tunggu daddy akan
menjemputmu."
📞Mike: "thank u dad! Love u!"
📞Daddy: "kenapa Daddy sangat geli mendengarnya?"
📞Mike: "yah sudah Daddy jalan sekarang, Mike tunggu."
Panggilan terputus.
"Daddy juga bilang apa mom!"
"Yah sudah Daddy jemput Mike sana."
Sebenarnya Torres, Laura dan juga Messina sedang nonton tv di ruang keluarga, sementara Nana sedang belajar di kamar.
Torres kemudian berjalan menuju kamarnya mengambil sesuatu.
"Yaampun Daddy! Daddy mau jemput Mike kok gitu bangat sih?" Laura kaget melihat Torres turun dengan memakai semua hadiah ulang tahunnya kemarin.
Mulai dari jam tangan pemberian Mike. Kalung pemberian istrinya. Kacamata pemberian Nana. Power bank pemberian Messina dan juga kaos kaki dimana terdapat tanda tanga mike dan Nana. Membuatnya terlihat sangat aneh.
"Ini tuh namanya menghargai pemberian orang lain sayang... Kalau Daddy gak pakai ini sekarang, kapan lagi Daddy bisa memakainya. Kebandara? Atau ke mall? Mungkin ke restoran?"
"Terserah Daddy lah, cepetan jemput anak kita kasihan dia nunggu lama." Messina hanya tertawa ringan melihat penampilan Torres yang menurutnya sangat lucu.
Torres keluar menuju garasi dan menjemput Mike.
"Suami makin tua makin aneh.." ucap Laura.
"Tapi gak salah juga sih Bu, bapak mana sempat pakai semua itu kalau dirumah, masa dipakai ke mall, atau restoran. Lagian bapak kan cuman mau jemput Mike, udah malam juga, gak bakal ada yang liat." Jelas Messina.
"Gak salah sih, cuman kaos kakinya tuh loh, apalagi kacamatanya. Udah gelap make sunglasses lagi. Kan aneh.."
Messina hanya diam tidak membalas ucapan Laura.
*
*
*
"Daddy jemput Mike lama banget sih?!" Mike sedang duduk di ruang tengah menunggu daddy sambil nonton TV.
Saat iklan, Mike kembali menelfon daddynya.
Panggilan tersambung.
📞Mike: "Daddy kok lama sih? Daddy kemana dulu sih?"
📞Daddy: "Daddy udah dijalan, bentar lagi sampai, tunggu
aja."
📞Mike: "emang daddy udah sampai mana? Ntar keburu
dad! Mike mau kerja.!"
📞Daddy: "kerja! Kerja! Lebay amat sih. Daddy udah bilang
Sabar dulu. Tau kata sabar gak? Ini daddy udah
Ngebut loh Mike."
📞Mike: "nyiapin materi untuk besok kan kerja juga dad!
Lagian Daddy nyetir lemot banget sih?! Mike aja
Cuman 17 menit nyetir. Ngebut apanya!"
📞 Daddy: "lah Daddy kan baru 13 menit Mike! Kamu mau
Daddy tambah kecepatan biar celaka? Ha!
Punya anak cowok cerewetnya minta ampun,
Kayak anak cewek aja."
📞Mike: "makanya Daddy cepatan dong... Mike udah sabar
Loh dari tadi..."
📞 Daddy: "makanya stop menelepon, biar daddy bisa fokus
Nyetir...bawel amat!"
📞Mike: "ini udah 17 setengah menit dad! Daddy kesini gak
Sama mommy kan? Mi.....!" Ucapan Mike
Terpotong.
📞Daddy: "ngomel lagi Daddy balik nih, cepetan turun
Daddy ada di basement.
Jangan lupa dukungannya 😀😀😀🙏🏼 🙏🏼🙏🏼
kira² mike sama Nana bersatu ga ya
penasaran endingnya..smngt thor💪