Zahra gadis malang yang terpaksa menikah dengan kepala sekolahnya yang kejam karena perintah orang yang sangat di hormati.
Semua angan-angan Zahra untuk menikah dengan pria pujaannya pun Sirna.
Bagaimanakah perjalanan cinta Zahra, akankah dia bisa mencintai pria dingin dan kejam yang bernama Faiz????
yuukkk baca novelku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 27
Zahra telah berada di kampus, dia turun mobil dan berjalan menuju kelasnya. Sesampai di kelas Zahra melihat teman-temannya yang ribut Asyik mengobrol satu sama lain, sebagian lagi malah menyandang tasnya keluar kelas.
"Layli...kamu mau kemana???" tanya Zahra pada salah satu teman sekelasnya yang hendak meninggalkan kelas.
"Aku mau ke perpus...dosen hari ini MUBES dadakan...jadi semua mata kuliah hari ini kosong..." jawab Layli.
"Owh...makasih ya informasinya..." ucap Zahra.
Zahra pun mencari-cari Alisya di kelas itu, namun dia tidak menemukan Alisya.
Zahra mengambil ponselnya di dalam tas, dia pun menghubungi Alisya.
tuuut...tuuuut....suara panggilan dari ponsela Zahra.
"Hallo..." suara Alisya dari seberang sana.
"Sya...kamu dimana???" Tanya Zahra saat panggilannya telah di angkat Alisya.
"Aku lagi jalan Ra...kamu dimana???"
"aku di kampus...kamu di jalan ke kampus kan???"
"bukan Ra...aku di jalan ngantarin mama ke rumah tanteku yang lagi sakit di luar kota..."
"Owh...hari ini semua dosen MUBES dadakan, semua mata kuliah di kosongkan..."
"Syukurlah...tadinya aku mau izin..."
"Iya...ya udah...kayaknya aku harus hubungi mas Faiz dewh...."
"iya Ra...kalau ada info terbaru hubungi aku ya Ra..."
"oke..."
Zahra pun mematikan panggilannya, Zahra pun mencari nama kontak suaminya.
Berkali-kali panggilan, Faiz tidak mengangkat panggilan dari Zahra, Zahra yeringat dengan acara suaminya hari ini, akhirnya Zahra memutuskan pulang dengan ojek online.
Zahra mengirimkan pesan pada Faiz.
"Mas...hari ini dosen ada acara jadi semua mata kukiahku hari ini di liburkan...aku pulang pake ojek online saja...mas pasti sibuk..."
Zahra mengirmkan pesan singkat pada Faiz, di karenakan Faiz yang kedatangan tamu dari Dinas Pendidikan dia tidak sempat melihat ponselnya.
Zahra melangkahkan kakinya menuju gerbang kampus, Saat berada dia masih berada di lorong kelas, tiba-tiba 3 orang wanita menghampiri Zahra.
"Loe ngampus di sini juga ???" gertak wanita yang berpakaian paling seksi di antara ketiganya.
Zahra mencoba mengingat-ingat siapa wanita itu, namun dia merasa tidak bisa mengenlai wanita yang baru saja membentaknya.
Wanita itu menyuruh kedua temannya untuk menarik Zahra dan membawa Zahra ke toilet.
Zahra berusaha memberontak, namun kekuatan kedua teman wanita itu lebih kuat darinya.
Sesampai di toilet. Wanita itu mengunci pintu toilet. Dia mengeluarkan botol air minum dari tasnya lalu menyirami Zahra dengan air tersebut membuat pakaian Zahra jadi basah.
"Kalian si...siapa???" tanya Zahra memberanikan diri yang dia sendiri bingung entah apa penyebab mereka menyiksa Zahra.
"Ha...ha...ha..." wanita itu tertawa mendengar pertanyaan Zahra.
"Ini adalah kesalahanmu berani menikah dengan calon suamiku..." bentak wanita itu.
Zahra heran dengan ucapan wanita itu, dia merasa tak pernah mengenal wanita yang kini membullynya.
Bagi Zahra pernikahan yang di jalaninya saat ini merupakan sebuah takdir yan terpaksa di jalaninya.
Jika wanita itu, hendak memiliki Faiz dia pun akan rela mepaskan Faiz dari kehidupannya.
"Jika kau ingi menikah dengan mas Faiz, silahkan minta pada mas Faiz untuk menceraikanku dan kau akan bisa menikah dengannya..." ucap Zahra mengungkapkan bahwa pernikahan antara dirinya hanya sebuah keterpaksaan.
"ternyata benar, pernikahanmu hanya sebuah perjodohan...aku akan mengambil hatimu dan membuatmu mencampakkan wanita miskin ini..." bathin wanita itu lalu meninggalkan Zahra.
Perlakuan seperti ini sering di dapati Zahra hanya karena dia adalah anak seorang penjaga sekolah nan miskin.
Di saat seperti ini, Alisya dan Reynald akan datang menghiburnya dan membelanya namun hari ini dia belum berjumpa dengan Alisya dan Reynald.
Setelah 3 orang wanita itu pergi meninggalkannya. Zahra keluar dari toilet dengan jilbab dan pakaiannya yang basah, Zahra melangkah menyusuri lorong kampus dengan wajah yang tertunduk. Semua mata yang memperhatikannya melihatnya dengan berbagai pertanyaan di benak mereka.
"Ra..." panggil seorang pria yang melihat penampilan Zahra yang acak-acakkan.
Zahra berhenti lalu menoleh pada asal suara yang memanggil namanya.
Zahra melihat Reynald menghampirinya.
"kamu kenapa Ra...kok pakaian kamu basah??" tanya Reynald saat telah berada di dekat Zahra.
"Ta...tadi ada 3 orang wanita yang tidak aku kenal melakukan semua ini padaku..." ucap Zahra mengadukan perbuatan 3 orang wanita tersebut pada Reynald sahabatnya.
"Apakah kamu mengenalnya???" tanya Reynald.
"Tidak..." jawab Zahra menggelengkan kepalanya. Dia sendiri juga heran dengan ketiga wanita tersebut.
"Ya udah...kita ke toko depan kampu buat mengganti hijabmu yang basah, kalau bajumu nanti bisa tertutup oleh hijabmu..." ajak Reynald.
Reynald pun menemani Zahra menuju sebuah toko di depan kampus mereka. Zahra memilih hijab yang senada dengan bajunya lalu mengganti hijabnya yang basah dengan hijab yang baru.
Setelah itu, Reynald mengajak Zahra ke sebuah cafe untuk menemanininya sarapan karena dari pagi dia belum mengisi perutnya.
Zahra pun menemani Reynald, bagi Zahra Reynald adalah sahabatnya, walaupun tak sedekat dirinya dengan Alisya.
Sambil menunggu Faiz yang sedang sarapan, Zahra memesan sebuah coffee late agar dia tak bosan.
Reynald mengajak Zahra bercerita berbagai hal hingga dia selesai dengan makanan yang ada di hadapannya.
"Ra...aku mau ngomong sesuatu...tapi kamu harus janji tidak akan menjauhiku setelah aku bicara ini..." ujar Reynald pada Zahra dengan serius.
Zahra mengernyitkan dahinya jadi penasaran apa sebenarnya yang akan di sampaikan oleh Reynald.
"kamu mau apa...?? ngomong aja...aku akan dengarin kamu kok..." ucap Zahra.
"Tapi kamu janji tidak akan menjauhiku jika aku sudah membicarkan hal ini..
" baiklah...aku janji..." lirih Zahra.
"Mhm...aku...aku...menyukai dirimu... aku mengagumi dirimu semenjak kita duduk di bangku SMP..." ucap Reynald jujur denga perasaannya.
Zahra hanya diam mendengarkan ucapan dari Reynald, tiba-tiba Reynald menggenggam tangan Zahra yang masih diam terpaku mendengar kejujuran Reynald atas perasaannya.
Dan di saat itu pula ada mata yang penuh amarah melihat wanitanya di sentuh oleh pria lain.
"Zahra..." bentak Faiz membuat mata di dalam cafe tersebut tertuju pada sosok yang terlihat penuh dengan amarah di wajahnya.
Zahra terkejut dengan kedatangan Faiz di kampusnya. Dia pun bingung melihat sorotan mata yang tajam pada Reynald. Zahra sangat mengerti dengan suaminya. Dia pun berdiri menghampiri Faiz.
"Mas...tenangkan dirimu...ini tak seperti yang kamu bayangkan..." Zahra pun mengajak suaminya keluar dari cafe.
Faiz yang membaca pesan dari Zahra langsung menuju kampus Zahra setelah para tanunya pulang.
Faiz takut Zahra, pulang dengan ojek online, makanya dia langsung menyusul istrinya.
Bersambung....
.
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
# dan hadiah...
terimakasih pembaca setiaku...