Aqila dan Arga adalah sepasang suami istri yang terpaksa menikah. Ini adalah keinginan dari Sherly sahabat dan juga calon istri dari Arga.
"Kumohon ini adalah permintaan terakhirku." Kata kata itu yang membuat mereka bersatu. Meskipun awalnya mereka terpaksa untuk menikah. namun lama kelamaan meraka merasa nyaman satu sama lain.
Apakah mereka akan selalu bahagia? Bagaimana jika Sherly kembali? Siapa yang akan di pilih Arga pada akhirnya?
Yuk simak cerita selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhila dila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 28
Sesampainya di rumah Aqila masih saja termenung. Dunia nya seakan akan runtuh tak bersisa.
"Udah dong sayang sedihnya. Kamu mau apa? Mau makan di luar atau Mau shopping atau mau....."
"Aku mau tidur aja mas. aku cape badan aku sakit semua." Aqila memotong ucapan Arga
Aqila berlalu menuju kamarnya. Ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah itu ia membaringkan tubuhnya di ranjang nya. Tak lama Arga datang dengan membawa cake kesukaan Aqila.
"Aku bawa cake kesukaan kamu loh. ayo di makan. atau mau aku suapin?" Bujuk Arga agar Aqila bisa tersenyum.
"Aku gak laper mas. simpan aja dulu di meja. nanti kalo aku mau aku pasti makan." Ucap Aqila yang sedang berbaring.
"Ini gimana cara ngebujuknya. Mana mamih lagi di luar negeri lagi. kalau ada mamih dia pasti bisa mencairkan suasana." Batin Arga.
"Mas di ruang kerja kalo ada apa apa panggil mas aja ya sayang."
Aqila hanya menganggukan kepala. Aqila selalu termenung. Tak terasa seminggu sudah berlalu sejak peristiwa naas tersebut. Sekarang Aqila sudah berangsur seperti sedia kala.
"Mas besok aku kerja lagi ya?" Ucap Aqila.
"Boleh. Tapi mas mau itu dulu. boleh ya?" Ucap Arga sambil cengengesan.
"Itu apa mas?" balas Aqila sambil terlihat bingung.
"Aku mau kamu. udah lama loh kita gak bikin cucu buat mamih. aku nahan ini udah lama loh sayang." Ucap Arga sambil mendekatkan diri ke arah Aqila. "Dosa loh nolak keinginan suami." Lanjutnya sambil merengkuh tubuh Aqila.
Ia langsung ******* bibir Aqila. Aqila hanya menerima perlakuan suaminya itu. Arga lalu membopong Aqila ke atas ranjangnya tanpa melepaskan ciuman mereka. Dan malam panas pun kembali terjadi sampai berulang ulang.
Keesokan paginya. Mereka tersentak kaget saat pintu kamar mereka si ketuk oleh Bi Susi.
"Iya Bi bentar lagi Qila turun." Teriak Aqila sambil berusaha melepaskan pelukan dari Arga.
"Mas bangun ini udah jam 7 loh. Ayo bangun nanti kesiangan ke kantor." Lanjutnya sambil mengguncangkan lengan suaminya. sedangkan Arga hanya bergumam tak jelas.
Aqila segera berlari ke arah kamar mandi dan melakukan ritual mandi paginya. ia melihat beberapa tanda merah di lehernya. Setelah selesai ia kembali membangunkan Arga yang masih asik bergelung dengan selimutnya.
"Mas bangun.. Mas kebiasaan deh. aku kan udah bilang kalo melakukan itu jangan sampai meninggalkan jejak."
"Maaf sayang.. aku terlalu bernafsu." Ucapnya sambil turun dari ranjang.
Aqila menutupi jejak yang di tinggalkan suaminya dengan foundation. setelah mereka siap mereka menuju meja makan. Setelah itu Arga seperti biasa akan mengantarkan Aqila ke kantor nya dan setelah itu ia baru akan pergi menuju kantornya.
"Maaf Kak aku terlambat." Ucap Aqila saat berhadapan dengan Rendi.
"Ga apa apa Qila tenang aja. lagian pagi ini juga gak terlalu sibuk. kalo ga salah aku baru ada meeting jam 10 nanti kan?"
" Iya kak. sekali lagi aku minta maaf ya kak."
"Muka kamu pucat banget Qila. kamu beneran udah bisa kerja?"
"Aku sedikit pusing dan mual sih kak. Tapi aku masih sanggup kok."
"Kalo kamu makin ga kuat kerja. ga usah maksain. kamu panggil aku aja ya." Aqila hanya menganggukkan kepalanya.
Di tempat lain Arga sedang memeriksa berkasnya saat tiba tiba pintu ruangan nya terbuka dengan lebar menampilkan sesosok wanita yang selama ini ada di hatinya.
"Ga.." Suara wanita itu menginterupsi kegiatan Arga saat ini.
Arga menghentikan kegiatan nya saat wanita itu memanggilnya. ia langsung terpaku saat ia melihat wanita yang selama ini ia cintai. Wanita itu langsung berlari dan mendudukan dirinya di pangkuan Arga.
"Aku sangat merindukan mu sayang. aku sangat merindukan mu." Arga hanya terdiam tanpa melakukan apa apa. sedangkan Sherly memeluk Arga dengan erat.
Ia sangat merindukan suara itu. Ia sangat merindukan wanita yang ada di hadapannya. tapi di sisi lain ia tak bisa menghianati Aqila yang notabene adalah istrinya.
Tak selang berapa lama Dimas memasuki ruangan atasannya itu dengan tujuan akan memberikan beberapa berkas yang perlu di tanda tangani. Ia terpaku melihat adegan yang ada di hadapannya. ia tak tahu siapa wanita yang sedang memeluk atasannya itu. yang ia tahu pasti itu bukan Aqila. Saat wanita itu membalikkan tubuhnya. Dimas terkejut dan membulatkan matanya.
"Sherly" Gumam Dimas.
Ya wanita itu adalah Sherly ia adalah wanita yang awalnya akan di nikahi oleh Arga. namun karena permintaan wanita ini pula Arga menikahi Aqila.
"Hai Dim.. apa kabar kamu? udah lama ya kita ga ketemu."
"Kamu udah sembuh Sher?"
"Iya aku udah sembuh. hanya saja aku melupakan beberapa hal. Kata dokter sih itu efek dari kecelakaan itu."
"Apa hal terakhir yang kamu ingat?"
"Aku hanya ingat kalau aku dan Arga sedang melakukan pesta pertunangan. setelah itu aku gak ingat apa apa." Dimas dan Arga terpaku mendengar penyataan dari Sherly.
"Apakah Arga akan terpengaruh dengan Sherly? Lalu bagaimana hubungannya dengan Aqila." Batin Dimas.
Tiba tiba telfon Arga bergetar menandakan ada pesan masuk.
08xxxxxxxxxx
Saya Mamah Lisa. Maaf Nak Arga. jika Sherly datang ke kantor kamu apakah bisa kamu bersandiwara untuk pura pura menjadi tunangan nya Sherly. Mamah sempat menjelaskan jika kamu sudah menikah dengan Aqila. tapi yang terjadi Sherly malah tak sadarkan diri kembali. Dokter berpesan agar Sherly jangan terlalu tertekan atau dia bisa drop dan kehilangan nyawanya. Maaf jika keinginan Mamah ini terlalu berlebihan.
Arga:
Iya mah Arga akan mencoba membujuk Aqila dan menjelaskan situasinya. semoga dia bisa mengerti.
Di kantor Rendi. Aqila terlihat sangat lemas. hingga membuat Rendi memutuskan untuk mengantarnya ke rumah sakit. ia khawatir terjadi sesuatu dengan adik mungilnya ini.
"Ayo mungil kita berangkat."
"Berangkat kemana kak?"
"Aku gak tega liat kamu kaya gini. kita ke rumah sakit kalo perlu kamu dapat penangan dari dokter. muka kamu pucat banget mungil."
"Aku ga apa apa kok kak. beneran deh."
"Kakak gak terima bantahan ya. pokoknya kamu ikut kakak sekarang."
Dengan terpaksa Aqila mengikuti perintah Rendi. Saat sampai di rumah sakit Rendi langsung mendaftarkan Aqila. sesaat setelah itu nama Aqila di panggil untuk di periksa. Rendi ikut mengantar Aqila ke dalam. Sesaat setelah Aqila di periksa. dokter mengulurkan tangannya dan memberi selamat. Rendi tampak bingung dengan segera dokter memberi penjelasan.
"Selamat Pak istri anda tengah mengandung." Ucap dokter.
"Terima kasih dok." Balasnya sambil tersenyum.
"Saya sarankan untuk periksa ke dokter kandungan saya khawatir melihat kondisi Ibu Aqila yang sangat lemah." Lanjut dokter.
Dokter lalu merekomendasikan sokter kandungan yang terbaik di rumah sakit ini. Namanya Dokter Vivian
"Selamat Pak istri anda tengah mengandung. umur kandungannya sudah menginjak 10 minggu." Ucap Dokter Vivian "Tolong lebih diperhatikan lagi asupan makannya. Kalau bisa jangan dulu melakukan aktifitas malam ya Pak. Karena kondisi kandungan Ibu Aqila yang sangat lemah."Lanjut dokter menjelaskan.
"Terima kasih dok." Balas Aqila.
"Ini saya resepkan obat bu."
"Iya dok. kalau begitu kami permisi dok."
Rendi dan Aqila berlalu dari ruang dokter dan ia menebus resep obat yang sudah diresepkan oleh dokter.
"Kamu jangan kecapean Qila. udah kamu gak usah kerja dulu ya. kamu istirahat saja di rumah. Nanti aku bilang sama Bi Susi agar ia memperhatikan makan kamu. kamu harus makan yang bernutrisi. Dan kamu.. "
"Iya kak. kakak kok jadi cerewet sih?" Ucap Aqila memotong ucapan Rendi.
"Ini kan demi kebaikan ponakan aku."
"Iya iya.. aku mau kasih kejutan buat mas Arga. aku bakal minta dia pulang lebih cepet." Balas Aqila antusias.
Setelah obat yang diresepkan sudah di beli. Rendi langsung mengantar Aqila pulang dan berpesan kepada Bi Susi agar memperhatikan asupan makan untuk Aqila karena ia sedang mengandung.
Bi Susi senang mendengar Nona nya sedang mengandung. Ia langsung memeluk Aqila dan memberikan beberapa petuah mengenai kehamilan. Saat Rendi hendak keluar dari rumah ia melihat Arga memasuki rumah dengan tergesa gesa Rendi mengira Arga terlalu senang mendengar istrinya tengah mengandung.
"Mas kamu udah pulang?" Tanya Aqila yang sedang duduk menonton televisi.
"Iya sayang. kerjaan aku udah selesai semua." balasnya.
"Mas aku mau ngomong sesuatu sama kamu."
"Aku juga ada yang mau aku omongin sama kamu sayang." Arga lalu terdiam ia bingung harus memulai pembicaraan dari mana.
"Sherly kembali." lanjutnya.
Aqila langsung terdiam. ia bahkan lupa bahwa ia akan memberi tahu suaminya bahwa ia sedang mengandung.
"Sayang boleh gak aku berpura pura menjadi tunangannya Sherly? Dia kehilangan ingatannya. Aku akan menemaninya sampai ia ingat semua ingatannya. Aku tau aku egois. Aku gak punya hati. Tapi aku cuma gak mau liat dia drop lagi." Lanjut Arga.
Aqila hanya terdiam. pandangan ia sudah mulai mengabut. terlalu banyak pikiran yang berkecamuk di kepalanya. Tiba tiba ia melihat Arga sudah berlutut di hadapannya.
"Aku mohon sayang.. aku mohon."
"Baiklah."
"Terima kasih sayang. aku janji aku akan segera menjelaskan keadaan kita. Aku akan menemuinya di apartemen ku sekarang. Dia sudah menungguku di sana. Kalau kamu lelah kamu bisa tidur duluan sayang takutnya aku pulang malam." Ucap Arga lalu mengecup kening Aqila dan berlari menuju ke luar rumah.
Bi Susi melihat semua kejadian tersebut. Aqila menyimpan Kotak yang awalnya akan diberikan ke suaminya. kotak itu berisi foto USG dari anak mereka. Aqila berlari menuju kamarnya. ia menangis disana. Bi Susi hanya bisa mendengarkan tangisan pilu dari dalam kamar Nona nya itu. Sampai malam tiba Arga masih belum kembali ke rumah. pikiran pikiran aneh langsung melayang layang di kepalanya.ia merasakan kepalanya yang terasa sangat sakit ia merebahkan badannya di kasur dan tanpa terasa ia tertidur.
cuman kurang greget ceritany,tp tetap semangat ya thor,dan semoga banyak yg baca ceritamu 😊😊😊
pahit ditengah
ending yg maies