NovelToon NovelToon
The Heart Chooses

The Heart Chooses

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ichageul

Putri harus menjadi yatim piatu saat usianya baru 5 tahun. Sesuai amanat papanya, Putri dititipkan pada sahabatnya yang bernama Fadli. Ini disambut baik oleh Fadli dan Kirana yang memang sangat menginginkan anak perempuan. Mereka sendiri telah dikaruniai 2 orang anak laki-laki bernama Fahri dan Farhan.

Kasih sayang ayah, bunda serta kedua kakaknya membuat Putri tumbuh menjadi anak yang pintar dan ceria. Seiring berjalannya waktu perasaan lain mulai tumbuh di hati Putri pada salah satu kakaknya.

Banyak pria yang mengejar-ngejar Putri namun hanya ada satu nama di hatinya. Siapakah yang akan menjadi pelabuhan hati Putri? Apakah dia bisa mendapatkan cinta pertamanya?



Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ultah Amoy

Putri dan Ajeng baru saja selesai membereskan buku-bukunya. Akhirnya jam pelajaran berakhir sudah. Mereka bersiap untuk pulang.

“Kita pulang naik apa Put? Jangan bilang lo mau naik angkot,” Ajeng masih trauma dengan kelakuan Putri dulu. Gadis itu hanya nyengir kuda melihat ekspresi panik temannya.

“Tenang aja, kita bakalan dijemput sama cowo idaman lo.”

“Maksud lo kak Vano? Serius? Ih kenapa ngga bilang dari tadi sih.”

Ajeng segera merapihkan kerudung dan pakaiannya. Dia tak ingin terlihat amburadul di depan bule jeprut itu. Setelah menunggu selama sepuluh menit, sebuah BMW sport berhenti di depan gerbang. Dengan cepat kedua gadis itu masuk ke dalamnya.

“Langsung pulang incess?” tanya Vano.

“Iya kak. Ajeng ikut pulang ke rumah.”

“Siap incess.”

Vano segera melajukan mobilnya menuju rumah Putri. Hari ini dia diminta Farhan untuk menjemput Purti di sekolahnya, karena dia sedang survey lokasi cafe dengan Agam. Ajeng yang duduk di belakang tak bisa berhenti menatap Vano. Lelaki itu terlihat begitu mempesona di belakang kemudi. Kacamata hitam yang bertengger di wajahnya semakin menambah kadar ketampanannya.

Setengah jam kemudian mereka sampai di rumah. Vano juga ikut turun. Demi menjemput dan mengantar Putri ke acara ulang tahun temannya, dia rela pulang lebih cepat dari kantornya. Semua pekerjaannya dipercayakan pada asistennya.

Putri dan Ajeng langsung menuju ke kamar. Sedang Vano memilih bersantai di ruang tengah sambil bermain PS. Dia memang bukan orang asing lagi di rumah ini. Tak lama bi Juju datang membawakan minuman dan camilan untuknya.

Sementara itu di kamar, kedua gadis itu sedang sibuk memilih dress yang akan dikenakannya. Hampir semua koleksi dress Putri dikeluarkan. Mencari-cari pakaian yang bisa membuat mereka cantik dan mempesona.

Pukul setengah tujuh malam Putri dan Ajeng telah siap. Putri mengenakan asimetris dress selutut dengan perpaduan warna pink fanta dan baby pink. Ajeng mengenakan shift dress selutut warna apricot. Dia menata rambutnya dengan gaya high pony tail, sedang Putri hanya menggerai rambutnya, dihiasi jepit di sisi kanannya. Tak lupa memoles wajahnya dengan make up tipis dan lipstik sesuai warna dress mereka. Flat shoes dan tas selempang pun sudah melekat di tubuh mereka. Keduanya tampak begitu cantik malam ini.

Di bawah Vano juga sudah selesai mandi dan berpakaian. Walaupun hanya mengantar, dia tetap ingin terlihat tampan. Lumayan bisa tebar pesona pada teman-teman Putri, pikirnya. Dia duduk menunggu di ruang tamu. Kemudian matanya menangkap dua makhluk cantik berjalan ke arahnya. Hampir saja dia meneteskan air liur melihat kecantikan Putri, begitu juga Ajeng.

Busyet si Putri cantik banget. Kalau si Fahri tahu pasti ngga bakalan diijinin tuh anak pergi.

“Udah siap?” tanya Vano.

“Udah. Ayo kak.”

Putri dan Ajeng berada di sisi kiri dan kanan Vano. Melingkarkan tangan mereka pada lengan lelaki tampan tersebut. Sungguh Vano terlihat seperti seorang raja minyak. Diapit oleh dua gadis cantik.

Setengah jam kemudian mereka sampai di sebuah cafe tempat pesta ulang tahun diadakan. Sudah banyak teman-teman Putri yang datang, tak terkecuali Zaki dan Dinda. Kehadiran mereka sontak menarik perhatian. Kaum adam menatap tak berkedip pada Putri. Sedang kaum hawa terpana oleh ketampanan Vano, membuat Ajeng dibakar cemburu. Terlebih Vano tak sungkan-sungkan memamerkan senyum manisnya pada setiap perempuan yang melihatnya.

Putri berada di meja yang menghidangkan beraneka kue dan makanan ringan lainnya. Dia mencicipi beberapa potong kue. Lalu menuju meja yang menyediakan minuman berwarna warni. Ada yang wana orange, merah, hitam. Minuman berwarna orange dan hitam sudah bisa ditebak oleh Putri. Tapi minuman berwarna merah membuatnya penasaran.

Ini minuman apaan? Fanta bukan sih?

Putri mengambil gelas berwarna merah lalu mendekatkan ke hidungnya. Tidak ada bau soda tercium dari minuman tersebut. Saat dia akan mencicipinya, dengan cepat Vano menyambarnya.

“No.. no.. no.. kamu ngga boleh minum ini.”

“Emang minuman apaan itu kak?”

“Ini wine, kamu bisa mabok minum ini. Ck.. nih yang ultah anak SMA tapi ada minuman beginian. Udah kamu minum orange juice aja.”

Vano mengambilkan gelas yang berwarna orange lalu memberikannya pada Putri. Gadis itu menuruti apa yang dikatakan Vano. Sehabis mengambil minuman, Putri kembali berbaur dengan temannya yang lain. Tanpa disadari, Zaki sedari tadi mengawasi gerak-geriknya. Beberapa kali dia mengambil gambar Putri lewat ponselnya. Setelah dirasa cukup, Zaki mengirimkan gambar-gambar tersebut pada Fahri dan Farhan.

Sorry Put, bukannya gue ngga setia kawan. Tapi gue udah dikontrak sama kakak lo buat jadi mata-mata. Ini semua demi kebaikan lo juga.

Semenjak kejadian ejekan tentang anak pungut dulu, Fahri dan Farhan meminta Zaki melaporkan semua kejadian di seputar Putri.

Di kantor, Fahri baru saja menyelesaikan proposal perencanaan pembangunan mall dibantu oleh Rendi. Sebuah pesan dari Zaki masuk ke ponselnya. Anak itu mengirim foto-foto Putri sedang berada di pesta ulang tahun temannya. Foto Putri sendiri, bersama Vano, bersama Ajeng, bersama sang empu acara, foto para lelaki yang sedang mengagumi kecantikannya, bahkan foto Putri memegang gelas wine juga tak luput dari bidikan Zaki. Mengeras wajah Fahri melihat foto terakhir. Dengan cepat dia membereskan berkas-berkas di mejanya.

“Lo kenapa Ri?”

“Si Putri lagi pergi ke pesta ulang tahun temennya,” Fahri memperlihatkan semua foto yang dikirim oleh Zaki.

“Biarin ajalah, lagian ada Vano di sana. Dia pasti jagain Putri.”

“Justru ada dia gue ngga percaya. Siapa tahu tuh playboy burut malah kepincut sama adek gue.”

“Hahaha.. lo sama Farhan tuh bener-bener posesif sama Putri. Gue kasian aja sama yang jadi suaminya nanti.”

Fahri tak mempedulikan Rendi. Dia mengambil kunci mobilnya kemudian bergegas meninggalkan ruangannya, disusul oleh Rendi.

Sementara itu di tempat lain, Farhan dan Agam sedang berada di lokasi yang akan dijadikan cafe. Sebuah pesan dari Zaki masuk. Mata Farhan hampir meloncat keluar melihat foto-foto yang dikirimkan oleh mata-matanya itu.

“Cabut yuk,” ajak Farhan.

“Eh mau kemana?”

“Ke Wooden Cafe jemput Putri. Tuh anak lagi ada di acara ultah temennya.”

“Bukannya sama Vano ke sananya?”

“Yaelah gue ngga percaya sama si bule jeprut. Lo mau ikut ngga? Atau gue drop di mana?”

“Ikut ajalah,” Farhan segera memacu mobilnya menuju cafe tempat Putri berada.

Putri sedang menikmati pertunjukkan musik bersama tiga teman gesreknya. Vano duduk tak jauh dari mereka, dikelilingi para fansnya. Wajah Ajeng sudah seperti benang kusut. Matanya tak henti melihat Vano yang asik berhaha-hihi dengan para gadis.

“Biasa aja keles lihatnya Jeng, tuh mata udah mau loncat dari tempatnya,” Zaki terkekeh melihat kecemburuan Ajeng.

“Resiko Jeng jatuh cinta sama playboy 8 penjuru angin. Harus kuat-kuat menahan sakit,” sambung Putri.

“Kak Vano berasa raja minyak banget. Gue yakin para cowo di sini keki sama dia hihihi,” ucap Dinda.

“Kamu ngga ikutan jadi Vano fans club?”

“Ngga. Kan aku udah punya kamu sugar. Gantengan juga kamu dari kak Vano.”

HOEK

Dinda langsung mendelik pada Putri dan Ajeng. Sedang Zaki hanya cengar-cengir saja. Bangga kekasihnya tidak tergoda oleh Vano.

“Dek!”

🌹🌹🌹

**Nah loh ada suara malaikat maut tuh😂

Tinggalkan jejak kalian ya😘**

1
Elis Sriyani
erik putri
Elis Sriyani
limbad sm putri aja.
duoNaNa
cerita erik dan medina ada kah mak?
♋Ichageul💞: Nggak ada😁
total 1 replies
duoNaNa
putri ngajakin becanda tp aku yg nangis
Bungas Dhin
Bukan boarding pass tapi departure gate otorrrr 😆 boarding pass itu dokumen yang biasanya kita dapetin setelah check in
P_nR
keren👍🏻
Andini Hana Fakhirah
karys yang bagus, walau banyak tokohnys.
Andini Hana Fakhirah
Farhan sama Luna setuju
Andini Hana Fakhirah
Fahri
16/06/1977
Luar biasa
Elsa Devika
bangke emg si puti mah🤣🤣🤣
Elsa Devika
aah pengalaman othor ini yakin lah aing mah🤣✌️
Elsa Devika
Luar biasa
Elsa Devika
knpa pak jae slalu ada dalam daftar sih kak, sebel akutuh🤣🤣🤣
andrana maula
Luar biasa
Nenk Oky oktafia
aku asli garut ti bayongbong thor
Nenk Oky oktafia
definisi kk yg syg sama adik nya
Dina Zuraida
Luar biasa
Babo Saram
bnr thor. ga usah jauh2. wisata yg deket jg bnyk
Ira Umi'a Azzam
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!