NovelToon NovelToon
Perjodohan Karena Hutang 2

Perjodohan Karena Hutang 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cinta beda status / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 5
Nama Author: Maisy Asty

Mohon diharapkan sopan dalam berkomentar.

Sebelum membaca novel ini disarankan membaca perjodohan karena hutang yang pertama dulu ya, karena ini adalah cerita lanjutan perjodohan karena hutang pertama.

Disini saya akan menceritakan tentang kehidupan anak-anak mereka, yang tentunya tidak kalah seru dengan para orang tua mereka.

Danis adalah anak dari Risa dan Denis, Danis yang terbiasa hidup mewah dan tidak pernah kekurangan tapi tiba-tiba Denis mengambil semua fasilitas yang Denis berikan pada Danis.

Dan tentunya kenapa Denis mengambil semuanya, Denis punya alasan tertentu dan ingin membuat anaknya bisa menghargai apa yang dia punya bukan menghambur-hamburkannya tidak jelas.

Sampai akhirnya Danis hidup menjadi laki-laki biasa karena hukuman dari sang papa dan bertemu dengan seorang gadis yang sangat membenci laki-laki kaya.

Dan pertemuan itu membuat Danis jatuh hati pada gadis itu. Tapi bagaimana cara Danis jujur pada gadis itu kalau dirinya adalah anak orang kaya? Sedangkan gadis itu sangat membenci laki-laki kaya. Ya tentunya sang gadis juga punya alasan kenapa dia bisa membenci laki-laki kaya.

Penasaran dengan cerita cinta mereka? Dan bagaimana nanti Danis akan mengatakan kejujuran pada sang gadis.

Baca yuk karya Author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28.Dua kekasih lebih baik.

"Anin, maukah kamu menjadi kekasihku?" Tanya Rifki dengan penuh harapan.

"Haahh, apa?" Anin terkejut, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.

Anin melihat-lihat sekitarnya, ia takut Danis mendengar kalau Rifki juga menembak ia.

"Untung Danis tidak ada, kalau ada pasti ini akan menjadi masalah besar." Batin Anin dalam hatinya.

"Anin, kamu kenapa?" Tanya Rifki dengan tatapan bingung.

"Anin, itu sedang melihat siapa sih? Perasaan matanya sibuk sekali dari tadi." Batin Rifki dalam hatinya.

Rifki tidak tahu, kalau Anin sedang mencari sosok Danis laki-laki yang kini sudah menjadi kekasih hatinya.

"Tidak apa-apa tuan." Jawab Anin dengan nada lirih.

"Anin, jadilah kekasihku!" Rifki mempertegas perkataannya.

Anin membenarkan posisi duduknya, ia pelan-pelan melepaskan tangannya dari tangan kekar Rifki.

"Tuan, aku minta maaf. Aku sudah punya kekasih dan aku tidak bisa menjadi kekasih anda tuan." Jawab Anin dengan nada lembut.

"Kekasih? Bukankah selama ini, kamu tidak punya kekasih?" Rifki, terus menatap Anin dengan sorot mata serius.

"Maaf tuan, aku sudah punya kekasih!" Anin beranjak dari tempat duduknya, ia pergi meninggalkan Rifki sendirian dikursi yang mereka duduki.

Rifki terus menatap Anin dengan tatapan kecewa, sungguh harapannya selama ini untuk menjadikan Anin sebagai kekasihnya sudah pupus karena ternyata Anin sudah punya seorang kekasih.

"Anin, aku akan terus berusaha mendapatkanmu sebelum janur melengkung, kamu bukan milik siapa-siapa." Hati Rifki berusaha memberikan semangat untuk dirinya sendiri.

Anin melangkahkan kakinya, ia berjalan menuju dapur untuk melanjutkan pekerjaan dia.

"Maaf Tuan Rifki, jika aku belum punya kekasih. Aku juga tidak akan menerima anda untuk menjadi kekasihku karena kamu itu laki-laki kaya dan aku tidak tertarik dengan laki-laki kaya, karena kata mama laki-laki kaya hanya bisanya menyakiti hati saja." Hati Anin terus berbicara.

Sesampainya di dapur, Anin melanjutkan pekerjaannya dan diam-diam Danis melirik wajah cantik Anin gadis yang saat ini baru saja menjadi kekasihnya.

"Apa yang Anin bicarakan dengan bos sialan itu? Awas saja jika dia sampai menyentuh Anin, aku akan mematahkan tangannya." Danis ngedumel dalam hatinya.

Anin terus fokus berkerja dan enggan melihat kearah Danis, Anin juga tidak mau kalau sampai dirinya kembali menjadi bahan gosip di tempat kerjanya lagi.

.

.

Jam menunjukkan pukul 9 malam, Danis dan Anin pulang bersama, sebelum sampai rumah Danis mengajak Anin untuk makan malam bersama lebih dulu.

Mereka malam ini makan soto di taman sambil asik mengobrol.

"Tadi, apa saja yang dibicarakan Bos Rifki padamu?" Tanya Danis, yang membuat Anin hampir tersedak dan Anin langsung minum air putih yang ada di gelas.

"Apa aku harus jujur pada dia? Kalau tadi Tuan Rifki juga menembakku, ahh jangan nanti dia pasti akan marah-marah." Pikir Anin dalam hatinya.

"Tidak ada." Jawab Anin berbohong.

"Aku tahu, kamu pasti sedang berbohong padaku. Wajah terlihat sekali sedang bohong padaku!" Danis terus menatap Anin, ia tidak mengalihkan sedikitpun dari wajah Anin.

Anin memang tidak pandai berbohong dalam hal apapun, apalagi saat dia sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Anin tidak pernah berbohong sama sekali, karena Anin tahu satu kebohongan pasti akan menghancurkan semuanya.

"Katakan dengan jujur! Tadi Bos Rifki, bicara apa saja padamu?" Danis terus menatap Anin, kali ini tatapannya begitu serius.

Anin menghentikan makannya, ia juga ikut menatap Danis kali ini manik mata mereka begitu intens, membuat keduanya sama-sama merasakan ketulusan satu sama lain.

"Dia tadi memintaku untuk menjadi kekasihnya," Jawab Anin jujur.

Danis langsung merubah wajahnya, saat ini raut wajahnya terlihat kesal.

"Lalu, kamu menerimanya?" Tanya Danis dengan nada kesal.

Anin tersenyum, ia tahu Danis pasti sedang cemburu. Dalam hatinya ia tertawa bahagia. Lagian tadi aku tidak mau cerita tapi kamu malah memaksaku untuk jujur.

"Haruskah?" Canda Anin dengan senyum meledek.

"Awas saja jika Kamu berani menerima laki-laki sialan itu." Sorot mata Danis penuh dengan ancaman pada Anin.

Anin melanjutkan makannya dan enggan mendengarkan ocehan laki-laki yang baru beberapa jam, itu menjadi kekasihnya.

"Mungkin, jika aku punya dua kekasih itu akan lebih bagus." Anin terus meledek Danis, ia sebenarnya senyam-senyum dalam hatinya.

Danis menjadi tidak selera makan, ia yang tadinya duduk dihadapan Anin dan terbatas dengan meja. Kini ia pindah duduknya ke sebelah Anin.

"Dan jika kamu lakukan itu, satu aku akan menghajar laki-laki itu. Dan ingat kamu tidak boleh dekat-dekat dengan apalagi sampai tebar-tebar pesona dihadapannya, jangan berani menatap dia lama-lama atau aku akan menyentil telingamu!" Bisik Danis ditelinga Anin, membuat Ani kesal.

"Apakah dia begitu pencemburu?" Tanya Anin pada hatinya.

Sifat cemburuan Danis itu ini persis seperti papanya dulu, untung saja Anin tidak dilarang melihat Rifki lebih dari tiga detik dan hukuman Anin juga hanya di sentil tidak seberat Risa dulu. Tapi mungkin karena mereka belum halal.

"Apa kamu begitu cemburuan?" Tanya Anin, ia sudah bersandar di bahu kekar Danis.

Danis bisa merasakan aroma wangi rambut panjang Anin.

"Aku hanya tidak suka wanitaku disentuh oleh laki-laki lain, aku juga tidak rela laki-laki lain melihat wanitaku dengan tatapan kotor dan mesum, aku hanya ingin memiliki untuk diriku sendiri dan aku tidak akan membiarkan laki-laki lain menyentuhnya." Jelas Danis sambil memegang tangan mulus Anin.

"Kita kenal belum lama, tapi kenapa begitu yakin untuk menjadikanku sebagai kekasihmu?" Tanya Anin, ia mendongak kelapanya hingga ia bisa melihat wajah tampan kekasihnya.

Danis tersenyum, ia melepaskan tangannya dari genggaman tangan Anin. Lalu menyentil jidat Anin dengan pelan.

"Karena, kamu beda dari gadis-gadis yang aku kenal." Jawab Danis, ia tersenyum tengil pada Anin.

Dalam hati Anin, apa dia mempunyai banyak wanita? Apa Danis tergolong playboy cap kadal? Sungguh Apa aku sudah salah menerima dia sebagai kekasihku? Anin jika semua itu benar, kamu harus menghajarnya.

Anin menjauhkan kepalanya dari bahu Danis, lalu ia menatap Danis dengan tatapan kesal.

Danis bingung, kenapa Anin tiba-tiba menatap dirinya dengan tatapan kesal.

"Apa aku sudah salah bicara? Kenapa gadis mesum ini menatapku dengan kesal?" Batin Danis bertanya-tanya.

"Kamu kenapa, sayangku?" Tanya Danis dan ia sudah berani memanggil Anin dengan sebutan sayang.

"Dia, masih tanya aku kenapa?" Hati Anin menggebu-gebu, rasanya ingin mencabik-cabik tubuh Danis dengan tangannya.

"Apa, kamu punya banyak gadis-gadis lain diluaran sana?" Tanya Anin kesal, yang membuat Danis terkekeh.

"Kamu bicara apa?"

BERSAMBUNG 🙏

Terimakasih para pembaca setia 😊

1
Elis Mulyawati
pertama baca bingung
Borahe 🍉🧡
namanya beda satu huruf doang dgn bapaknya 😁
Borahe 🍉🧡
Hy salam kenal smuanya sy pembaca bru dilapak ini. smoga bagus yah ceritanya
ok
Arief Juniardi
klo udah smbuh ,buang aja tu bini nya si Riska itu ,saat nya bersm anakmu anin mungkin dikit mnbus salah mu Levin,
eni chenny
karyanya bagus
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Wrin Budayani
author ..aku gal terima, kenapa danis kalah calep dari rifki dan dafa ? harusnya dia yg paling cakep ...😭😭 dan koreksi ..maaf ..bukan mitting tapi meeting.
Marlida Yusuf
trims
ajang
sempit banget dunia ini ya Thor
Aprilia Herawati
ngapel tukang bubur tiap hariii😂😂😂😂😂😂
Reva Novianti Pasaribu
Thor emang suara anak bayi yg baru lahir suaranya eya.....eya......
bukannya suara bayi oek.....oek...oek
Reva Novianti Pasaribu
salut banget sama Selly dia rela di madu
Reva Novianti Pasaribu
makanya kalo jadi wanita jangan murahan
dasar fani
Reva Novianti Pasaribu
hahahhah ternyata tiga detik masih berlaku😂😂
Reva Novianti Pasaribu
tapi sayang nya Danis sama Anin sebentar lagi akan menikah 😂😂
kasian si rifki
Dewa Putu Subagia
di sini Danis sangat salah !!! knp meladeni ngobrol ? buka peluang utk Fani mendekat, kalau emang merasa sdh menikah seharusnya Danis menjaga jarak dan tidak membuka peluang Fani mendekatinya.😡😡😡
Dewa Putu Subagia
Anin pasti mil hamil
Asim Bae
thor gimana si ini kn judulna hutang
Maisy Asty: Baca Perjodohan Karena Hutang 1 dulu kak, nanti akan paham kak 🙏
total 1 replies
Sri Sudarmini
yang denis ini anaknya risa apa suaminya risa sih....
kok sama denisnya namanya...
Andika Alvi alvi
Tarek sis mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!