"Briar" adalah seorang wanita muda berusia 20-an yang tengah berjuang menata kembali hidupnya. Terluka oleh trauma masa kecil dan kehilangan berbagai hal berharga, ia harus bertahan di dunia seorang diri.
Kesederhanaan, kepolosan, dan paras cantiknya tanpa sengaja mempertemukannya dengan Adrian, tetangga baru yang juga seorang CEO muda penuh kesempurnaan.
Tanpa ragu, Adrian masuk ke dalam hidup Briar, dan dalam waktu singkat, hubungan mereka berlabuh dalam ikatan pernikahan. Untuk pertama kalinya, Briar merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Namun, di balik hangatnya sikap sang suami, pertanyaan-pertanyaan kelam mulai menghantui:
Mengapa pria sesempurna Adrian begitu terburu-buru menikahinya?
Rahasia gelap apa yang disimpan Adrian rapat-rapat?
Ketika takdir mulai mempermainkan segalanya, sanggupkah cinta mereka bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ujian baru
Ada perasaan yang tak menentu dalam hatiku. Rasanya seperti lega, sekaligus merasa sedih. Aku lega untuk lepas dari mas Adrian, tapi hati kecilku merasa sakit di dalam.
"Baiklah, aku harus semangat.. Karena hari ini adalah hari pertama aku mulai bekerja. Sebaiknya aku membusungkan dada dan menghadapi hariku dengan bangga.."
Menggunakan Taxi aku mulai menuju ke gudang dimana tempatku mulai bekerja. Rencananya, aku mau bekerja sekitar 6 bulan. Lalu membeli mesin jahit baru untuk aku membuka tempat jahit dirumah lagi seperti dulu. Aku akan melakukan segala cara untuk terus bertahan hidup walaupun aku sendirian.
-
Ternyata pekerjaan di gudang begitu berat, dan yang tidak enaknya rata-rata kariawannya laki-laki. Jadi aku tidak punya satu orang pun yang bisa aku ajak berteman. Semoga saja aku mampu bertahan.
"Gimana kerjanya..? Beratkan?" ucap suami Ervina yang datang melihatku bekerja.
"Gampang-gampang susah, tapi aku pasti bisa kok.." Balasku dengan wajah sedikit ketus.
"Kita liat aja berapa lama lagi kamu bisa bertahan. Lagian ngapain cantik-cantik kerja di gudang.." ucap suami Ervina yang dalam sekejap sudah berani mendekatiku dan berusaha membuatku tertahan di tembok.
"Kamu.. kamu jangan macam-macam ya..!! Atau aku teriak!" Aku merasa takut sekaligus panik suami Ervina berusaha melakukan sesuatu yang buruk padaku.
"Silahkan panggil siapapun nggak bakal ada yang denger, ini gudang dan jam segini orang-orang udah pergi makan. Terus cctv? ini titik buta, nggak ada satu cctv pun yang menghadap kesini. Gini aja, menurutku daripada kamu kerja susah-susah lebih baik kamu jadi wanita simpanan bosku saja, nanti aku bantu tawarin ke bos.." Ucap suami Ervina yang kurang ajar berani berniat menjualku.
"Nggak! Semiskin apapun aku nggak bakal pernah jual diri! Aku bakal aduin kamu ke Ervina, biar Ervina tau siapa suaminya sebenarnya!"
"Well..well..well.. kalau kamu berani ngomong macem-macem ke istriku, aku pastiin hidup kamu gak bakalan selamat.. Cam kan itu!" Suami Ervina mengancamku, lalu berlalu begitu saja keluar dari gudang.
Aku menangis sejadi-jadinya.. Rasanya aku mulai takut untuk tetap bekerja disini. Kenapa semuanya harus begini? Saat aku melarikan diri dari mas Adrian, dan mencari kehidupanku, malah orang-orang jahat datang menyakitimu lagi.
"Kapan sih aku bahagianya..!?" Mukaku memerah penuh amarah. Rasanya aku kecewa pada takdir yang membuatku terus-terusan menderita. Setidaknya sekali ini saja biarkan aku hidup bahagia.
-
Hampir satu bulan sudah aku bekerja di gudang, dan syukurnya suami Ervina tidak lagi menggangguku. Tapi terkadang, aku merasa ia sedang merencanakan sesuatu. Namun, aku harap itu hanya sebatas perasaanku saja..
Seperti biasanya, aku harus giat bekerja, dan tetap bertahan untuk kehidupanku yang lebih baik di masa depan. Setidaknya setelah 6 bulan aku akan keluar dari pekerjaan ini dan membuka tempat jahit kecil-kecilanku lagi. Aku hanya perlu menabung dengan sungguh-sungguh.
Meski hari telah berlalu, dan aku sudah hidup begitu jauh. Fikiranku masih tak pernah luput dari mas Adrian. Kira-kira bagaimanakah ia sekarang, dan apakah ia berusaha mencariku..? Atau justru ia biasa saja dan mulai bangkit menjalani hidupnya tanpaku.
"Ah sudahlah, mas Adrian itu laki-laki pasti mudah baginya untuk melupakan aku. Apalagi mas Adrian itu lelaki idaman semua wanita, pasti banyak sekali wanita yang mengantri untuk menjadi pasangan mas Adrian selanjutnya. Aku hanya seekor lalat yang terbang mengitari mas Adrian..".
"Tidak! mas Adrian itu adalah pria jahat yang tidak boleh aku fikirkan. Ia tidak pantas bahagia setelah semua yang pernah ia lakukan dulu padaku".
Sepertinya, rasa cintaku sama besarnya dengan rasa benciku padanya..