NovelToon NovelToon
KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi Wanita
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Dibuang dan dijadikan pelayan oleh keluarga angkatnya, Lin Yue tidak menyangka bahwa seminggu sebelum kiamat ia mengaktifkan Sistem Suaka di rumah tua neneknya.

​Saat Virus Genesis meletus, manusia, hewan, dan tumbuhan bermutasi menjadi monster berelemen. Di tengah kiamat yang mengerikan, rumah tua Lin Yue diubah oleh Sistem menjadi zona aman mutlak!

​Aturan Lin Yue sangat sederhana: "Mau makanan hangat, listrik, dan perlindungan? Bayar sewa pakai Kristal Inti di kepala zombie!"

​Dari kos-kosan 4 kamar sederhana, Lin Yue membangun perumahan elit hingga kota suaka terbesar di dunia, memaksa keluarga angkat yang dulu menyiksanya berlutut memohon perlindungan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: HITUNG MUNDUR 168 JAM

BAB 2: Hitung Mundur 168 Jam

Layar biru bertuliskan angka hitungan mundur—167:42:10—terus berkedip tipis di sudut kanan pandangan Lin Yue. Setiap detik yang berdetak seolah menjadi ketukan drum kematian yang memperingatkan betapa singkatnya waktu yang ia miliki sebelum peradaban manusia hancur total.

Dengan langkah kaki yang agak gemetar, Lin Yue berjalan menelusuri trotoar Kota Jiangcheng. Tubuhnya yang kurus kering dan mengenakan pakaian lusuh menarik beberapa tatapan aneh dari pejalan kaki. Namun, Lin Yue tidak peduli. Selama lima tahun terakhir, ia sudah terbiasa dipandang sebelah mata. Fokus utamanya saat ini adalah bertahan hidup.

Ia merogoh saku celananya, mengeluarkan dompet kain kecil milik neneknya yang berisi seluruh tabungannya.

Tiga ratus lima puluh Yuan.

Hanya itu modal uang tunai yang berhasil ia kumpulkan dari sisa-sisa kembalian belanja keluarga angkatnya selama bertahun-tahun. Di zaman normal, uang sebesar ini bahkan tidak cukup untuk membeli sepasang sepatu murah. Namun, untuk bertahan hidup selama seminggu ke depan sebelum sistem sepenuhnya mengambil alih, uang ini adalah nafas utamanya.

Lin Yue melangkah cepat menuju pasar grosir kecil di pinggiran distrik utara. Suasana pasar sangat ramai; orang-orang lalu-lalang membeli sayuran segar, daging, dan kebutuhan sehari-hari tanpa menyadari bahwa dalam 168 jam ke depan, makanan segar ini akan menjadi barang langka yang dibayar dengan nyawa.

"Paman, aku mau beli mi instan dua kardus besar, dua galon air mineral, dan biskuit gandum gizi tinggi ini tiga pak," kata Lin Yue dengan suara agak serak, menunjuk tumpukan bahan makanan di toko kelontong langganan rakyat jelata.

Pemilik toko, seorang pria paruh baya bertubuh gemuk, menatap Lin Yue dari atas ke bawah dengan alis terangkat. "Gadis kecil, mi instan dan biskuit ini totalnya tiga ratus dua puluh Yuan. Kamu yakin mau beli sebanyak ini pakai uangmu sendiri? Di mana orang tuamu?"

"Aku membelinya untuk stok di rumah tua nenekku, Paman. Nenek sedang sakit," bohong Lin Yue tanpa mengedipkan mata. Ia langsung menyodorkan seluruh lembaran uang kertas di tangannya.

Pria itu menggeleng-gelengkan kepala, namun tetap menerima uang tersebut dan mengemas dua kardus mi instan serta makanan kering ke dalam karung plastik besar. "Anak yang berbakti... tapi barang-barang ini berat sekali. Kamu yakin bisa membawanya sendirian?"

"Bisa, Paman. Terima kasih."

Lin Yue memeluk karung besar itu dengan sekuat tenaga. Begitu beban berat itu menekan dadanya, napas Lin Yue langsung tersengal-sengal. Rasa nyeri tumpul menjalar di tulang rusuknya—bekas pukulan dan siksaan kerja fisik dari keluarga Zhou Mei yang belum sepenuhnya sembuh. Jalannya limbung, lengannya yang tak berdaging gemetar hebat menahan beban hampir lima belas kilogram.

Sakit... tubuh ini terlalu lemah, batin Lin Yue sembari menggeram pelan. Namun, ia menggertakkan gigi dan terus melangkah. Ia tidak boleh tumbang di sini.

Butuh waktu hampir dua jam bagi Lin Yue untuk berjalan kaki sejauh tiga kilometer menuju pinggiran Kota Jiangcheng, tempat rumah tua neneknya berdiri. Area ini adalah kawasan pemukiman tua yang mulai ditinggalkan penghuninya karena rencana penggusuran. Jalanannya berdebu, sepi, dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan bata merah yang mulai terbengkalai.

Di ujung jalan setapak yang ditumbuhi semak liar, berdiri sebuah rumah dua lantai berlapis kayu dan bata tua dengan pagar besi berkarat. Rumah tua nenek.

Lin Yue memasukkan kunci besi berukiran kuno itu ke dalam lubang kunci pintu depan.

Klek.

Begitu selot pintu terbuka dan kaki telanjang Lin Yue melangkah melewati ambang pintu, gelombang kehangatan yang tak kasat mata langsung menjalar dari telapak kakinya, merambat cepat ke seluruh pembuluh darahnya.

[Bip! Pemilik telah memasuki area bangunan terdaftar: Rumah Tua Nenek (Suaka Level 0).]

[Area 'Absolute Safe Zone' Pasif berhasil diaktifkan.]

[Mendeteksi kondisi fisik Pemilik: Gizi Buruk Kronis, Anemia Berat, Kerusakan Otot Ringan, dan Memar Internal.]

[Memulai Proses Pemulihan Fisik Pasif (Modul Sanctuary Restorasi Level 1)...]

Deg!

Lin Yue meletakkan karung makanannya ke lantai kayu yang berdebu. Ia terduduk lemas di atas kursi tua, namun bukannya rasa lelah yang ia rasakan, melainkan sensasi hangat yang sangat nyaman—seperti sedang direndam dalam air hangat setelah seharian berada di tengah badai salju.

Kulit pucat di tangannya perlahan-lahan kehilangan warna kebiruannya. Rasa nyeri di dada dan tulang rusuknya berangsur-angsur mereda menjadi rasa pegal yang ringan. Dengung pusing di kepalanya akibat kurang gizi mereda seketika.

[Catatan Sistem: Pemulihan Fisik Pasif membutuhkan waktu 7 Hari (168 Jam) untuk memperbaiki seluruh organ internal, meregenerasi sel otot yang rusak, dan mengembalikan kondisi tubuh Pemilik ke standar Manusia Normal seusianya.]

[Peringatan: Selama masa pemulihan ini, Pemilik sangat dilarang melakukan aktivitas fisik berat atau meninggalkan area Suaka agar proses rekonstruksi sel tidak terganggu.]

Lin Yue menatap telapak tangannya sendiri yang kini tak lagi bergetar. Sebuah senyuman tipis—senyuman pertama setelah bertahun-tahun—terukir di bibirnya yang kering.

"Sistem ini... benar-benar nyata," bisiknya pelan.

Ia berdiri, lalu mulai memeriksa setiap sudut rumah tua itu. Rumah ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama memiliki ruang tamu kecil, dapur tua, dan satu kamar mandi. Lantai dua memiliki dua kamar tidur dengan jendela kayu yang langsung menghadap ke jalanan depan dan area perkebunan warga yang terbengkalai.

Lin Yue tidak membuang waktu. Sambil menunggu proses pemulihan pasif tubuhnya, ia mulai menjalankan Misi Pertama Sistem: Membuat Area Dasar Suaka.

Ia mengunci pintu depan rapat-rapat, menggembok pagar besi luar, dan menutup seluruh jendela di lantai satu dengan papan-papan kayu tua yang ia paku erat-erat. Ia hanya menyisakan celah kecil di jendela lantai dua sebagai tempat pengamatan.

Hari pertama hingga hari kelima berlalu dengan sangat cepat namun menegangkan.

Lin Yue menghabiskan seluruh waktunya di dalam rumah. Ia makan mi instan yang diseduh dengan air matang secara teratur, minum air mineral secukupnya, dan beristirahat total di tempat tidur tua neneknya. Di luar, perubahan dunia mulai terlihat makin jelas dari balik jendela lantai dua.

Pada hari ketiga, jaringan internet dan siaran televisi mulai dipenuhi berita-berita aneh. Berita tentang "Flu Aneh" yang membuat orang-orang mengalami demam tinggi dan bertindak agresif di berbagai negara mulai menyebar. Di jalanan pinggiran Jiangcheng, lalu lintas ambulance menjadi tiga kali lipat lebih sering.

Pada hari kelima, listrik kota mulai mengalami pemadaman beruntung (blackout). Suara sirene polisi dan teriakan histeris warga di kejauhan kerap terdengar menembus kegelapan malam.

Namun, di dalam rumah tua Lin Yue, atmosfernya sangat berbeda. Udara di dalam rumah tetap terasa sejuk, tidak ada bau busuk, dan tubuh Lin Yue mengalami perubahan luar biasa.

Garis-garis tulang di leher dan pipinya yang tadinya menonjol akibat kelaparan kini mulai terisi dengan sehat. Kulitnya yang kusam kembali cerah, matanya menjadi jernih dan tajam, serta massa otaknya perlahan-lahan terbentuk kembali. Meskipun ia belum memiliki kekuatan super atau elemen mutan, stamina dan fungsi tubuhnya sudah tidak lagi seperti gadis penyakitan. Ia sudah pulih menjadi seorang gadis remaja yang sehat dan normal.

Hingga akhirnya, hari ke-tujuh tiba.

Hitung Mundur Sistem: 00:05:00

Lin Yue berdiri di dekat jendela lantai dua, menggenggam sebuah tombak rakitan yang ia buat dari pisau dapur tebal yang diikat erat dengan kawat baja ke ujung gagang sapu kayu yang kuat.

Di luar, langit sore Kota Jiangcheng berubah warna secara mengerikan. Langit yang biasanya biru kini berwarna merah keunguan yang pekat, seolah diselimuti oleh kabut darah. Angin kencang bertiup merobohkan papan reklame di ujung jalan.

00:01:00

Duar! Duar!

Suara ledakan transformasi terdengar dari arah pusat kota. Di jalan depan rumah tua Lin Yue, seorang pria paruh baya yang tadinya berlari ketakutan tiba-tiba tersungkur di atas aspal. Tubuhnya kejang-kejang hebat, pembuluh darah hitam menonjol keluar dari lehernya, dan matanya berubah warna menjadi putih keruh tanpa pupil.

Dalam hitungan detik, pria itu berdiri kembali dengan gerakan patah-patah yang aneh. Dari tenggorokannya, keluar suara geraman yang sangat tidak manusiawi:

"Ggrrrrraaaaawwwwk!"

00:00:00

[Bip! Hitung Mundur Selesai.]

[Virus Genesis Telah Meletus Secara Global.]

[Zaman Kiamat Resmi Dimulai!]

[Fitur Suaka Level 1 SIAP Diaktifkan!]

Layar biru Sistem berkilat terang, dan dari bawah fondasi rumah tua nenek Lin Yue, sebuah kubah energi transparan berdiameter sepuluh meter memancar pelan, membungkus seluruh bangunan rumah dan halaman kecilnya.

Lin Yue menggenggam erat tombak rakitannya, menatap zombie pertama yang berkeliaran di luar benteng energinya dengan tatapan tanpa rasa takut.

Minggu pertama pemulihannya telah usai. Tubuhnya sudah kembali normal. Dan kini, permainannya sebagai pemilik Suaka baru saja dimulai.

Bersambung.....

.

.

.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Alvaro Sebastian
overall ceritanya udah bagus banget ,menurut ku pribadi
masijacoke021205: Halo kak Alvaro, terima kasih banyak ya buat penilaian dan bintang 5-nya! ❤️ Glad to know kamu suka sama jalan ceritanya. Dukungan kaya gini bikin makin semangat lanjutin petualangan Lin Yue! Pantau terus kelanjutannya yaaa~ ✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!