NovelToon NovelToon
Sistem Kasino Realitas

Sistem Kasino Realitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Jarinya dipotong. Adiknya mati. Tabungannya dirampas.

Dibuang seperti bangkai oleh bos kasino tempatnya mengabdi selama lima tahun, mantan bandar bernama Sora membangkitkan satu-satunya senjata yang tersisa yakni sistem yang memanipulasi probabilitas kenyataan.

Pisau yang harusnya menancap di dada? 0,01% peluang kena. Brankas yang harusnya terkunci rapat? 99,99% terbuka. Sekarang, meja taruhan sudah terbalik. Dan rumah kasino yang selalu menang akan ia beli sendiri.


Peringatan Konten: Cerita ini mengandung kekerasan fisik ekstrem, adegan penyiksaan berdarah, tema kriminalitas (judi, pemerasan, pencucian uang), trauma psikologis gelap, serta bahasa kasar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Lantai dua Kasino Ruko Tiga Naga menyambut para tamunya dengan atmosfer yang sangat berbeda dari kebisingan lantai dasar.

Karpet beludru merah marun tebal yang meredam setiap langkah sepatu terbentang dari ujung tangga hingga ke pintu ganda ruang kantor Jerry di lantai tiga. Pendingin udara split berdesau pelan, meniupkan udara sejuk yang dipenuhi aroma cerutu impor, wangi parfum para pendamping pejudi kaya, dan desau uap wiski dari gelas-gelas kristal di meja saji.

Di sini, tidak ada kuli pasar berkaus kutang. Sekitar tiga puluh orang pria berpakaian jas safari rapi, kemeja batik sutra halus, atau jaket kulit mahal duduk mengelilingi meja-meja permainan berkarpet hijau tua. Di sudut tengah ruangan, di bawah pendaran lampu gantung kristal yang membiaskan cahaya keemasan redup, Meja Rolet Nomor Tiga berdiri kokoh.

Roda rolet kayu mahoni tua berdiameter delapan puluh sentimeter itu mengilap bersih. Tiga puluh tujuh kantong angka dari nol hijau hingga tiga puluh enam hitam-merah dipisahkan oleh sekat kuningan tipis yang berkilau di bawah lampu sorot halogen terfokus.

Sora melangkah tenang melintasi karpet beludru, menjaga kepalanya tetap sedikit menunduk. Kacamata berbingkai kawat tembaga dan topi pet lusuhnya membuatnya tampak seperti seorang juru taksir barang gadai rendahan yang canggung di ruangan VIP.

Ia tidak memilih kursi di tengah meja yang ramai. Sora mengambil kursi kayu berkaki busa di sudut terluar meja nomor tiga—tepat di samping kiri mangkuk rolet, posisi yang dalam istilah kasino disebut sebagai sudut mati pandangan pengawas lantai.

Dari posisi ini, seorang mantan bandar dapat melihat tiga hal sekaligus tanpa memutar leher: sudut peluncuran bola gading dari jemari dealer kasino, pantulan bayangan pengawas lantai di cermin dinding bar, dan celah saluran kisi ventilasi di atas plafon tempat modul pengacau magnetik Gani terpasang.

Di seberang meja kayu mahoni itu, seorang pemuda berompi hitam dengan dasi kupu-kupu satin berdiri tegak di belakang mangkuk rolet. Dealer resmi meja nomor tiga. Wajahnya yang berminyak tampak tegang, sesekali matanya melirik ke arah tangga lantai tiga tempat tim audit Konsorsium Puri Naga sedang memeriksa pembukuan Koko Jerry.

“Taruhan dibuka, silakan pasang,” kata sang dealer dengan suara tertata seraya merentangkan kedua tangannya di atas meja karpet hijau. “Silakan letakkan cip Anda sebelum bola berputar.”

Enam orang pemain kaya di meja itu mulai mendorong tumpukan cip warna ungu dan hitam bernilai jutaan rupiah. Seorang pria paruh baya bertaruh di kolom dua belas angka pertama, sementara seorang pengusaha kayu dari seberang pulau memasang cip bernilai sepuluh juta rupiah di kotak warna merah.

Sora merogoh saku jaketnya. Ia mengeluarkan dua puluh keping cip merah senilai dua juta rupiah yang ia tukar di lantai satu tadi, lalu menaruhnya dengan gerakan santai di kotak taruhan kombinasi sudut angka 7, 8, 10, dan 11 di sektor merah.

Taruhan yang tergolong sangat kecil untuk meja VIP ini, tidak cukup untuk memancing kecurigaan siapa pun di ruangan itu.

Dealer muda itu melirik sekilas tumpukan cip merah Sora dengan kernyitan meremehkan, lalu mengangkat bola gading putih berdiameter dua puluh milimeter dari nampan kayu.

Dengan jentikan jemari terlatih, dealer memutar mangkuk rolet mahoni berlawanan arah jarum jam, lalu melemparkan bola gading ke lingkar lintasan luar dengan arah sebaliknya.

Zrrrr… klak-klak-klak.

Bola gading meluncur mulus di atas dinding mangkuk kayu mahoni, menghasilkan suara desau yang khas di telinga para penjudi yang menahan napas.

Di bawah meja, tangan kanan Sora tersembunyi di saku celana kainnya, menyentuh remote silikon kecil buatan Gani. Namun pada putaran pertama ini, Sora tidak menekan tombol apa pun.

Jari telunjuk tangan kirinya yang buntung mengetuk bibir kayu mahoni meja sebanyak dua kali dengan jeda teratur.

Tik… tik.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!