Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.
Shen Hao Feng.
Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.
Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.
Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Janji Shen Hao Feng
Sebelum Xin Lia bertanya mereka sudah kembali ke tempat semula. Dan tubuh Shen Hao Feng menyusut menjadi manusia kembali. Ia melangkah dan menepuk bahu Xin Lia. "Xin Lia katakan padaku kenapa kau tidak ingin aku masuk ke Sekte Utara."
"Ini..." wajahnya tertunduk lesu bercampur sedih. "Karena Sekte Utara, Sekte Selatan, Sekte Barat, maupun Sekte Timur melakukan invasi ke tanah Kekaisaran. Sebenarnya perang ini bertujuan untuk menandingi Dewa Langit tapi Kekaisaran Iblis melarang itu terjadi dan perang pun tak terhindarkan."
Shen Hao Feng merasa familiar dengan cerita ini sampai ia merasakan keberadaan hawa kuat di belakang. "Siapa lagi yang mencari masalah..." tubuhnya membesar dan memegang pedang Shen.
"T-tunggu tuan Shen Niu!." Xin Lia kenal dengan hawa ini. Ia terbang di atas langit dan memberi hormat. "Hormat kepada Jenderal divisi 12."
"Ya... Kapten pengintai Xin Lia kau sudah melakukan tugasmu dengan baik." sosok iblis besar menunggangi kuda mutasi besar tiba-tiba muncul bersama ratusan ribu pasukan Iblis berzirah emas dan membawa bendera merah Kekaisaran.
Xin Lia mengangguk gugup. "Saya-
"Aku sudah tahu." sela nya. Jenderal bergerak sedikit ke sisi Shen Hao Feng. "Kekuatanmu besar sepertinya kau akan berguna untuk Kaisar. Pergilah bersama Xin Lia ke Benteng Jianghou dan jaga benteng itu dengan nyawa kalian. Aku akan pergi menyerang Benteng Yanhu sekarang."
Jenderal bergerak lebih jauh lalu pergerakannya menjadi sangat cepat dan pasukannya terbang secara rapi. Namun Shen Hao Feng tahu bukan hanya ini saja kekuatan militer Kekaisaran. Dan benar saja, di tengah ribuan Naga iblis muncul beserta dentuman tekanan luar biasa dari sosok iblis berkepala 3 yang sekali jalannya meratakan tanah sejauh beberapa KM.
"Semuanya berada di ranah Dewa Fana." Shen Hao Feng tak mengerti kenapa di Benua ini semua kultivator sangat kuat tapi Perang tidak kunjung henti.
Setelah gelombang keberangkatan selesai, Xin Lia berbalik badan ke Shen Hao Feng. Wajahnya tampak serius walau bercampur tegang. "T-tuan Shen Niu apa yang anda katakan benar?."
"Soal apa?." Shen Hao Feng bertanya balik yang membuat Xin Lia tersentak.
"T-tentang anda berasal dari Benua luar yang di sebut benua Manusia?." keringat dingin kecil bercucuran di dahinya.
"Benar." Shen Hao Feng menarik nafas pendek. "Aku kemari karena ingin mendapatkan berbagai harta dan mencari pengalaman. Tapi tak kusangka aku masuk dari bagian politik kalian." Shen Hao Feng sebagai Kaisar pertama tentu melihat kejadian ini sebagai keadaan darurat.
"Lantas kenapa anda memiliki energi iblis?." Xin Lia sama seperfi lainnya menganggap Shen Hao Feng iblis.
Shen Hao Feng tersenyum rendah. "Karena aku menyamarkan energiku serta namaku yang asli adalah Shen Hao Feng. Kau panggil saja aku seperti itu." Tangannya naik 'tuk' menepuk kepala Xin Lia.
Xin Lia memejamkan matanya serta merasa pipinya panas. "Terimakasih... Apa tuan Shen Hao Feng akan ikut denganku ke Kota Jianghou?."
Shen Hao Feng mengerti ini yang menjadi masalah. Ia sebenarnya ingin kembali ke Benua luar dan memanggil Shen Luo dan Chang Jia, Jing Yun, serta Fei Xuen untuk membantu.
"Untuk sekarang aku belum bisa ikut ke Kota JiangHou tapi aku pasti akan kembali dengan bala bantuan besar." matanya memancarkan tekad. "Percayalah padaku Xin Lia."
Xin Lia tersenyum lembut, entah kenapa Xin Lia tidak perlu merasa khawatir meski Shen Hao Feng tidak akan bersamanya di Kota Jianghou. "Saya mengerti, saya akan menunggu kepulangan anda."
Shen Hao Feng tersenyum lega lalu memberinya usapan terakhir sebelum terbang pergi keluar Benua. Anehnya saat Shen Hao Feng keluar ia sama sekali tidak menemukan keberadaan hawa senior yang menjaga perbatasan.
Tapi itu bukan masalah bagi Shen Hao Feng, ia terus bergegas keluar dan saat ia keluar langit biru cerah serta panas matahari menyambutnya. Shen Hao Feng melepas energi samarannya karena sudah tidak di wilayah Iblis lagi.
"Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku membawa masalah persilihan mereka ke Kekaisaran Shen dan Sekte 8 Pedang milikku? Jawabannya hanya satu. Kaisar mana yang tega melihat rakyatnya menderita akibat keegoisan beberapa mahkluk."
....
Setibanya di wilayah Benua Zhanxi, Chang Jia bersama Jing Yun yang baru saja elakukan terobosan ke ranah baru mereka ke ranah Bintang puncak merasakan kehadiran Shen Hao Feng.
"Guru!." kedua wajah mereka berseri-seri dan buru-buru pergi ke aula Ketua Sekte. Dan disana Shen Hao Feng kembali dari kepergiannya.
"Chang Jia... Jing Yun lama tak berjumpa." Shen Hao Feng tersenyum kecil. "Tapi kepulanganku kesini untuk membawa kabar penting."
"Ya guru silahkan katakan saja." Chang Jia terlalu riang.
"Benar guru katakan saja." Jing Yun juga merasa bersemangat.
"Sebelum itu aku ingin kalian memanggil Kaisar Shen Luo, dan Fei Xuen kesini. Bilang pada merem bahwa aku akan membahas hal mendesak dan penting."
"Baik, saya akan pergi memanggil mereka berdua." Jing Yun lekas pergi dengan cepat. Shen Hao Feng berjalan melewati Chang Jia dan duduk di kursi Ketua Sekte.
"Chang Jia berikan aku laporan Kekuatan tempur Sekte dan Kekuatan tempur Kekaisaran Shen. Seharusnya Shen Luo melapor padamu kan sebagai syarat dariku."
"Iya saya sudah meringkasnya." Chang Jia menjelaskan semua kekuatan Sekte dan Kekaisaran selama Shen Hao Feng pergi. "Disini telah 3 bulan berlalu dan-
"Tunggu dulu kenapa 3 bulan?." Shen Hao Feng merasa aneh. "Bukannya aku pergi selama beberapa hari saja kenapa 3 bulan?."
Chang Jia terkejut sendiri. "Tidak saya yakin guru pergi sudah 3 bulan. Mungkin Benua kegelapan memiliki waktu yang berbeda dengan dunia luar. Jadi guru merasa beberapa hari tapi sebenarnya hanya 3 bulan berlalu."
Shen Hao Feng merasa perkataan Chang Jia masuk akal juga. "Baik, jelaskan padaku kekuatan tempur sekarang ini."
"Siap!." sorot mata Chang Jia berubah tegas. "Sekte 8 Pedang Naga telah menjadi sekte top terbaik di 4 Benua dalam waktu dekat. Kami memiliki kekuatan 500.000 Murid dengan 400.000 Murid ranah Langit awal dan puncak. 99.998 murid ranah bintang tahap awal hingga puncak. 2 murid di ranah Dewa Fana yakni Chen Ming serta Ning Mei." tersenyum bangga.
Shen Hao Feng merasa itu kekuatan yang cukup besar untuk penguasa 4 Benua tapi di benua kegelapan itu adalah semut tak berarti. "Kalau Kekaisaran?."
"Aku berharap Kekaisaran memiliki kekuatan yang tak kalah hebat dengan Sekte. Aku takut sebelum menyentuh Perang puncak kita semua sudah di ujung tanduk." pikir Shen Hao Feng.
"Untuk Kekaisaran mereka mengembangkan berbagai Teknologi baru dan selain itu pasukan khusus yang di pimpin Fei Xuen semakin banyak dan total 78.000 orang menjadi bagian pasukan khusus."
Shen Hao Feng menaikan alisnya tertarik. "Teknologi seperti apa yang kamu bicarakan Chang Jia? Apakah itu berguna dalam kekuatan tempur."
Chang Jia tersenyum seringai. "Mereka membangun sebuah kapal terbang di udara. Kudengar itu dapat menekan kultivator di ranah Langit! Itu juga bisa sebagai alat transportasi supaya menghemat energi sebelum pertempuran di mulai."
"Kapal terbang... Ya..." Shen Hao Feng merasa itu bagus, jika Kekaisaran Iblis memiliki Naga iblis sebagai tunggangan maka pihaknya Manusia memiliki kapal terbang.
Setelah itu Shen Luo, Fei Xuen, Chen Ming, dan Ning Mei datang. Mereka berempat serempak berlutut memberi hormat.
"Kami menghadap Guru!."
"Hm." Shen Hao Feng mengangguk. "Langsung saja ke pembahasan. Aku kembali karena ingin mengajak kalian ke Benua kegelapan." tegasnya. "Bersama seluruh pasukan Benua Shen!."
Mata mereka semua melebar dan darah mereka juga mendidih. Namun Chang Jia bertanya lebih dulu. "Guru kenapa sampai harus melakukan itu? Apa di Benua kegelapan sedang dalam masa genting?."
Sorot mata Shen Hao Feng menjadi lebih tajam dan energi emas berkobar di matanya. "Ya... Dan aku sudah berjanji kepada Xin Lia untuk cepat-cepat kembali. Shen Luo siapkan pasukan untuk berangkat malam ini!."
"Ya Leluhur!." jawab Shen Luo.
"Jing Yun siapkan 200.000 Murid Sekte paling kuat dan Chen Ming, Ning Mei kalian berdua menjadi asisten Jing Yun selama operasi di mulai."
"Ya guru!."
Shen Hao Feng berdiri lalu mengibas tangannya. "Lalukan tugas kalian sekarang."
Mereka berempat berdiri lalu memberi hormat terakhir sebelum pergi untuk memyiapkan segala hal yang di butuhkan.
Senja sebelum malam.
"Semua... Pasukan bersiap!."
"Ha!."
"Berbaris rapi satu kapal berisi 1.000 pasukan!."
Lapangan latihan Kekaisaran di penuhi pasukan berzirah emas membawa bendera Kekaisaran dan satu per satu kapal udara turun menjempt pasukan dan berangkat dari langit menuju Benua kegelapan.
"Krarrhhh!!..." Naga Perak, Naga Jade, serta Naga Api mengaung di langit. Mereka terbang di atas kapal Udara dan di atas para 3 Naga terdapat 200.000 Murid terbang menggunakan pedang.
Shen Hao Feng masih belum berangkat karena menikmati momen yang sudah lama ia tidak rasakan. "Xin Lia... Bala bantuan akan segera sampai tunggu saja." bisiknya rendah.
"Keluarlah... Naga Emas, Naga kegelapan." Shen Hao Feng memegang dua pedang sekaligus dan bentuk sesungguhnya Naga bencana adalah kedua Naga tersebut. Kedua Naga melintasi langit yang lebih tinggi namun meski begitu tekanannya dapat di rasakan semua kultivator.