Kehidupan yang dihantui ketakutan dan kelaparan di panti membuat Ella, gadis kecil yang masih berusia 7 tahun, terus bermimpi akan sebuah kehangatan keluarga yang sangat terasa nyata.
Mimpi kecil itu yang membuatnya membulatkan tekad untuk lepas dari bangunan yang seolah terus memeluknya jauh ke dasar.
Dengan kaki kecilnya yang penuh akan luka, ia melangkah menjauh dari panti menuju gelapnya malam yang terasa lebih aman dibanding bangunan tempat ia tinggal.
Namun setelah semuanya kembali terang, perlahan satu persatu keanehan mulai menyerang jiwa kecil Ella.
Akankah kegelapan kembali datang untuk memeluknya sampai mati?
♡♡♡♡♡
Jadwal Up;
Setiap Hari, Jam: 07.30
Double up di Jam: 14.00 [kalo senggang, diusahain seminggu 4x double up]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Only'Rra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman Baru
"Oh? Aku mencarimu keseluruh tempat, tapi sepertinya putri bungsu Reis yang menemukanmu duluan ya, Kaira Sorov."
Pandangan Ella sontak beralih menuju sumber suara yang muncul dibelakangnya.
Seorang laki-laki berambut cokelat tua yang sepertinya berusia 14 tahun, sama seperti kakak keduanya, datang dari arah tempat perjamuan.
Ia berjalan mendekat bersama dengan,
"Ka Aster? Ka Atala?"
Arcangella segera mendekati kedua kakaknya dengan riang.
"Kami disini, Adik Kecil."
Asterion mengusap kepala Ella lembut dengan senyum di wajahnya.
Melihat pemandangan itu, Kendrick Sorov, bergidik ngeri.
'Seorang Asterion tersenyum? TERSENYUM?! Entah seheboh apa menara jika tahu.'
"Salam pada Bintang Kecil Reis, saya Kendrick Sorov, teman akademi kakak Anda, jadi tolong jangan panggil saya pangeran, cukup Ka Kendrick."
Arcangella menatap Kendrick dan lantas tersenyum, kembali menyapa. "Salam Ka Kendrick, saya Arcangella von Reis, senang bertemu dengan Anda."
Kendrick tersenyum melihat sapaan sopan putri bungsu kekaisaran Reis. Ia mengarahkan pandangannya kembali pada adik kecilnya yang banyak tingkah.
"Bukankah ibu sudah memberitahumu untuk tidak memcoba menyelinap keluar, Kaira?"
Gadis kecil yang ternyata adalah putri bungsu Sorov itu tetap melihat Arcangella dengan binar di matanya.
Kendrick menghela napas saat adiknya lagi dan lagi tidak mendengarkan ucapan orang sekitar.
"Kalian bertemu lebih cepat dari yang kami atur," celetuk Asterion. "Ella, perkenalkan dia adalah adik teman kakak, Kaira Sorov dari kekaisaran Sorov."
"Dia sepantaran denganmu, Adik," timpal Atala.
Arcangella menatap kembali gadis kecil yang ternyata merupakan putri dari kekaisaran Sorov!
Bahkan adik teman dari kakak-kakaknya.
Kaira tersenyum. "Aku Kaira Sorov, maaf sudah mengejutkanmu ya, Arcangella."
"Tidak apa. Aku Arcangella von Reis. Oh iya, kamu bisa panggil aku Ella saja."
'... Ella'
"Terima kasih, Ella."
Kendrick membalut tubuh adiknya dengan selimut yang ia bawa. "Bagus jika kalian sudah saling mengenal, kalian bisa berteman."
'Teman?'
Arcangella menatap Kaira yang cemberut saat dirinya harus terbalut dengan selimut tebal.
Netra biru laut itu kini kembali melihat Arcangella yang sontak terkejut saat ketahuan menatapnya.
"Apakah kamu ingin berteman lagi denganku, Ella?"
Mendengar tawaran dari Kaira, dengan sigap Arcangella mengangguk antusias tanpa sadar.
Asterion dan Atala yang melihat tingkah adik kecil nya tak kuasa menahan senyum gemas.
Begitupula dengan para Sorov.
"Baiklah ... Kalian bisa bermain besok. Maafkan kami Tuan Putri Reis, karena Kaira masih harus beristirahat untuk malam ini."
"Huh? Aku ingin berbincang lebih lama dengan Ella!"
Kendrick dengan sigap menggendong tubuh sang adik saat gadis kecil itu memberontak kembali.
"Ehm! Selamat malam, Ka Kendrick, Kaira."
Tanpa memperdulikan rewelan sang adik yang terus meminta untuk diturunkan, Kendrick mengambil langkah kembali ke tempat peristirahatan mereka.
"Apakah kamu menyukainya Adik Kecil?"
Arcangella mengangguk menjawab pertanyaan kakak keduanya itu. "Putri bungsu Sorov sangat lucu," ucapnya terkekeh kecil.
Melihat raut riang Arcangella, berbeda dari raut wajah murung dan lesu gadis itu saat sendirian tadi, membuat Asterion kembali tersenyum.
"Aku mengijinkan jika dengannya dibanding dengan Baressa-Baressa kemarin," ucap Atala bersidekap kesal.
Ella hanya memperhatikan raut wajah sang kakak yang nampak sangat kesal saat menyebut 'Baressa'.
'Kudengar dari Malla, Duchess Baressa merupakan adik ayah, yang berarti beliau adalah bibi kami. Kenapa para kakak sangat tidak menyukai Baressa ya?'
Asterion mengangkat Arcangella, menggendongnya dan memastikan adik kecionya nyaman.
Melihat itu, Atala mencebik kesal. Kenapa ia kalah langkah untuk menggendong Ella dari kakaknya yang dingin ini?
"Ayo kita kembali ke dalam, Ibu dan Ayah mungkin sebentar lagi akan selesai dan mencari kita," ucap Asterion.
Ella mengangguk kecil. Ia memeluk leher sang kakak, nyaman.
Meskipun ia tidak ingin merepotkan keluarganya dan bisa berjalan sendiri, tapi ia tidak ingin berbohong juga jika gendongan para kakak dan keluarganya itu sangat nyaman,
-dan dirinya merasa aman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kabut putih yang sangat dingin terus menguar di sekitar ruang kamar yang sunyi.
Cahaya bulan yang sebenarnya bisa saja menyusup masuk dari jendela yang terbuka, namun memilih untuk tidak menyinari kamar yang gelap itu.
"Ah ~ belenggu ini sangat menyebalkan. Tapi aku tidak boleh mencengkram dan menghancurkan jantungmu sekarang, kan?"