NovelToon NovelToon
The Wiragata Legacy

The Wiragata Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Mafia
Popularitas:933
Nilai: 5
Nama Author: Mellsqueen

​Sepuluh tahun lalu, orang tua Halra Wiragata tewas mengenaskan setelah sistem mobil listrik mereka diretas secara sadis oleh Dinasti Joharo. Kini, tepat di usianya yang ke-17, takdir mempermainkan Halra dengan cara yang paling kejam: ia dipaksa menikah dengan Sano Joharo, putra bungsu dari pembunuh orang tuanya.
​Terjebak di dalam mansion siber milik Sano yang serba otomatis, paranoia Halra memuncak. Demi melindungi diri dari sang suami yang dingin dan berbahaya, Halra nekat menyewa Tazam, pengawal pribadi tampan untuk berpura-pura menjadi kekasih gelapnya demi memicu kecemburuan Sano.
​Namun, permainan api itu justru membongkar konspirasi berdarah yang jauh lebih besar. Saat topeng-topeng mulai runtuh di bawah satu atap, Halra harus menghadapi kenyataan mengerikan: Siapakah yang sebenarnya menjadi tameng terakhirnya, dan siapa musuh dalam selimut yang siap melenyapkannya dari balik server?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellsqueen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selalu salah

Di ujung lorong servis yang sunyi dan remang-remang pada malam gala itu, Sano akhirnya menemukan sosok yang dicarinya. Halra tergeletak tak berdaya di lantai dingin dalam keadaan pingsan total setelah mentalnya benar-benar hancur lebur. Tanpa membuang waktu sedetik pun dan memastikan tidak ada mata-mata yang melihat, Sano segera membopong tubuh istrinya yang terkulai lemas, membawanya keluar hotel lewat pintu darurat rahasia menuju mobil pribadi untuk langsung pulang ke kediaman Wiragata.

​Sementara itu, di dalam ballroom utama, gelaran gala amal malam ini resmi menjadi milik Joharo. Berkat dominasi dan intrik yang dimainkan, taipan paruh baya yang masih tampak sangat gagah dan mempesona itu keluar sebagai pemenang mutlak, mendominasi perolehan investor terbanyak malam ini. Sebagai bentuk kepuasan atas perannya mengacaukan mental Halra, Savhelicha dihujani berbagai hadiah mewah dan perhiasan berkilau oleh Joharo.

​Malam itu, di balik tirai kemewahan dunia hitam mereka, Joharo memperlakukan Savhelicha dengan cara yang sama sekali berbeda—bukan sekadar sebagai wanita bayaran atau alat pemuas, melainkan disayangi bak seorang istri yang baik. Joharo melimpahinya dengan sentuhan dan cinta yang begitu manusiawi, sesuatu yang tidak pernah Savhelicha dapatkan selama bertahun-tahun hidup dalam dinginnya cengkeraman sang taipan. Kelembutan yang tak terduga itu membuat pertahanan Savhelicha runtuh seketika.

​Suasana kamar mewah itu kemudian bergemuruh dalam ritme yang liar dan membara. Savhelicha mengambil alih kendali sepenuhnya di atas tubuh Joharo, menggoyang pinggulnya dengan liukan yang memabukkan dan menciptakan gesekan panas yang membuat napas sang taipan memburu. Joharo, yang terbuai oleh gelora gairah, sesekali mendaratkan tepukan kuat pada pantat putih mulus Savhelicha, memancing erangan semakin deras dari bibir wanita itu. Lubang intim Savhelicha menjepit erat batang milik Joharo yang besar dan berotot, menyatukan mereka dalam kepuasan yang brutal. Namun, di tengah puncak kenikmatan semu itu, pikiran Savhelicha melayang; ia memejamkan mata rapat-rapat sambil membayangkan bahwa tubuh tegap di bawahnya adalah Sano, merindukan erangan lelaki yang selama ini menolaknya.

​Keesokan paginya, matahari pagi menyinari kediaman Wiragata dengan sisa ketegangan yang belum mereda. Di ruang kerjanya yang beraroma kayu cemara, Sano berdiri dengan rahang mengeras dan tatapan mata menajam penuh kemarahan. Di hadapannya, seorang bawahan kepercayaannya, Tazam, berdiri tertunduk kaku menanggung beban amukan sang tuan besar.

​"Katakan padaku, Tazam!" bentak Sano dengan suara rendah namun menggelegar dingin, memecah keheningan pagi. "Kenapa kau selalu menghilang di saat-saat genting?! Saat situasi mendesak dan aku membutuhkan pengamanan ketat, batang hidungmu sama sekali tidak terlihat!"

​Tazam menelan ludah susah payah, tidak berani mengangkat wajahnya menghadapi sorot mata Sano yang siap menghancurkan siapapun yang tidak becus menjalankan tugas di bawah kekaisaran Wiragata.

​Namun, sebelum Tazam sempat membuka mulut untuk membela diri, sebuah bayangan melangkah anggun dari balik pintu. Halra muncul dengan tatapan dingin dan berwibawa, berdiri tegap di sisi Tazam untuk melindunginya.

​"Jangan salahkan dia, Sano," ujar Halra tajam, memecah ketegangan ruangan. "Akulah yang memerintahkannya untuk tetap tinggal di rumah dan mengawasi sesuatu secara diam-diam. Semua ini adalah bagian dari instruksiku."

​Atmosfer di dalam ruang kerja mendadak membeku. Sano menatap tajam ke arah Halra, rahangnya mengeras dan urat-urat di pelipisnya berdenyut menahan amarah yang tertahan. Sano tampak begitu kesal karena istrinya secara terang-terangan membela pengawal tersebut. Suara bantahan Halra bukan sekadar bentuk perlawanan, melainkan sebuah tikaman langsung terhadap otoritas mutlak yang selama ini ia bangun di kediaman Wiragata.

​"Kau melindunginya, Halra?" suara Sano meluncur rendah, dingin, dan penuh ancaman. Langkah kakinya perlahan mendekati sang istri, matanya menyalang tajam. "Sejak kapan seorang manajer hotel yang baru belajar mengurus bisnis ikut campur dalam urusan pengamanan pribadiku? Dan lebih buruk lagi, mengambil keputusan di belakangku tanpa seizinku?"

​Namun, Halra tidak bergeming sedikit pun. Ia mendongak, menatap mata Sano tanpa rasa takut, membalas sorot intimidasi pria itu dengan tatapan penuh ketegasan.

​"Rumah ini bukan hanya milikmu, Sano," balas Halra dengan nada tajam bergetar. "Dan Tazam menjalankan tugas penting yang kuperintahkan karena aku tidak ingin bergantung sepenuhnya pada pengawasmu!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!