NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Panglima TNI.

Terjebak Cinta Panglima TNI.

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nakorang

Aruna mencoba segala cara agar pertunangannya dengan seorang Panglima TNI bernama Axel dibatalkan. Dia datang menemui sang panglima bukan dengan gaun anggun atau busana yang sopan, wanita itu justru mengenakan dress hitam ketat yang terbuka. Riasan wajah tebal yang terlihat berlebihan. Yang paling mencolok adalah pipi dan bibirnya yang dicat dengan lipstik merah menyala kontras dengan kulitnya yang putih. Axel masih bisa menerima. Trik Aruna berlanjut dengan mengajak si pria berburu belanjaan mewah. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Apakah Axel mampu mengikuti setiap alur cerita yang dibuat gadis itu? atau justru menyerah? ikuti terus kisah serunya hanya disini..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakorang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : Rasa rindu yang tak bisa ditahan.

Satu hari sebelum pernikahan...

Kali ini Axel tidak terlalu ketat mengekang Aruna. Ia memberikan sedikit kebebasan karena percaya sepenuhnya pada tunangannya itu. Namun anehnya Aruna justru makin betah berdiam diri di rumah. Ia enggan keluar kecuali benar-benar ada keperluan mendesak atau ditemani oleh tunangannya itu. Ia ingin menjaga diri bersih dari segala hal yang tidak perlu.

Siang itu Aruna duduk anggun di depan piano besar di ruang tengah. Ia mengenakan dress bodyfit berwarna cream dengan motif bunga-bunga yang membuatnya terlihat sangat anggun namun sedikit mengoda. Jari-jarinya yang lentik dan putih mulai menari-nari lincah di atas tuts piano.

Ting.. ting.. tong..

Alunan musik indah mengalun lembut memenuhi ruangan. Aruna memejamkan matanya benar-benar hanyut dan menikmati setiap nada yang keluar dari jemarinya sendiri. Namun tiba-tiba...

HAP!

Sebuah tangan besar menutup kedua matanya dengan rapat dari belakang.

Indra penciuman Aruna bekerja secepat kilat. Bau ini... bau parfum Axel. Tapi jantungnya langsung berdegup kencang. Trauma masa lalu masih membekas. Ia pernah tertipu oleh Zayn yang menggunakan parfum persis sama.

"Kamu siapa sih... usil banget. Lepas ah!" ketus Aruna sambil berusaha melepaskan tangan itu, tapi cengkeramannya sangat kuat.

Alih-alih menjawab pria di belakangnya justru menunduk dan mulai mencumbu pipi serta leher jenjang Aruna dengan hangat.

"Ah... stop... Ughhh..." Aruna menggeliat tapi ia masih waspada. "Axel... kamu kah itu??" tanyanya lagi masih takut kalau-kalau itu adalah sosok lain yang menyamar.

Tapi bukannya berhenti sentuhan itu malah makin agresif. Tangan satunya lagi turun dan mulai meremas dengan nakal bagian tubuh Aruna yang sensitif.

Seketika Aruna panik. Instingnya mengambil alih. Tanpa aba-aba Aruna langsung memalingkan wajah dan menggigit sekuat tenaga tangan besar yang menutupi matanya itu.

"AAAAWW!!"

Jeritan itu terdengar jelas. Suara itu... itu pasti Axel. Aruna lega setengah mati tapi ia masih kesal.

"Axel lepas ih. Ini gak lucu tau!" teriaknya sambil terus meronta. Dengan cepat ia berdiri dan membalikan badan.

Perlahan tangan itu dilepaskan. Segera Aruna berbalik badan dan benar saja... di depannya berdiri Axel yang sedang meringis kesakitan sambil memegang tangannya, tapi wajahnya justru menyeringai jahil.

"Kamu tuh ya!!" seru Aruna kesal pipinya memerah. "Bikin kaget aja. Ngapain sih berakting gitu?! Jahil banget."

Tangan Aruna memukul-mukul bahu dan lengan pria itu dengan keras melampiaskan rasa kesal dan takutnya tadi.

"Ah... ah... sakit sayang. Maaf! Maaf!" Axel tertawa sambil menahan pukulan itu. "Aku cuma mau ngetes penciuman kamu saja. Pengen tahu kamu bisa bedain nggak, siapa yang pegang."

"Hah. Jangan harap bisa." Aruna mendengus malas. "Aku bodoh banget deh soal penciuman. Bahkan bau terasi sama udang aja aku gak bisa bedain." jawabnya acuh tak acuh. Ucapannya jelas hanya kiasan ngaco Aruna bukan benar-benar demikian.

Axel tertawa renyah lalu mendekatkan wajahnya ke telinga gadis itu.

"Seenggaknya... soal ciuman kamu ahlinya kan?" godanya dengan bisikan seksi dan nakal.

"Ah sialan kamu ya!! kurang ajar banget sih godain aku terus." Aruna makin malu dan makin galak pukulannya makin keras mengenai dada bidang Axel.

"Ya... ampun! ampun! Maaf... maaf." Akhirnya Axel menangkap kedua tangan mungil itu menahannya agar tidak memukul lagi, lalu menatap wajah merona itu dengan tatapan penuh cinta.

"Maaf ya... barusan aku hanya iseng..."

Wajah Aruna makin manyun, bibirnya mencebik panjang menahan kekesalan yang bercampur rasa malu. Axel hanya tersenyum nakal lalu dengan gerakan cepat ia menarik pinggang ramping gadis itu hingga menempel sempurna pada tubuhnya. Bibirnya lalu menghamburkan ciuman-ciuman hangat dan basah di bahu mulus kekasihnya yang terbuka, memanjakan kulit putih itu berulang kali.

"Seharusnya aku tidak boleh bertemu kamu dulu menjelang hari H," bisik Axel lembut tepat di telinga Aruna, suaranya terdengar berat dan sayu.

"Tapi aku tidak bisa menahan rasa kangen sama kamu. Rasanya sesak kalau seharian nggak lihat wajah kamu."

"Huuuh apa sih..." celetuk Aruna masih dengan nada kesal tapi hatinya sebenarnya sudah meleleh.

"Mana hadiah buatku?! Ketemu aku kan harus kena pajak 95%! Mana sini hadiahnya cepet." pinta gadis itu santai seolah meminta hal yang paling biasa di dunia.

"Ya... ini hadiahnya sayang..." ucap Axel pelan.

Tanpa berpaling, ia langsung mengecup pipi kanan Aruna dengan lama dan manja.

"Ih bukan itu!!" protes Aruna mendorong pelan wajah pria itu.

"Dan ini satu lagi..." Axel tak peduli ia kembali mengecup pipi kiri Aruna dengan penuh kasih sayang.

"AXEL!! Aku serius nih!!" teriak Aruna mulai benar-benar kesal karena merasa dipermainkan. Mukanya memerah padam campur antara malu dan dongkol.

Melihat gadis itu sudah siap meledak Axel pun tersenyum lebar. Ia lalu meraba sesuatu dari atas meja dibelakang, tanpa berpaling dari Aruna kemudian mengulurkan tangannya, menyodorkan sebuah kotak berukuran sedang berwarna biru tua yang elegan tepat di hadapan Aruna. Dengan semangat Aruna langsung menyambarnya cepat-cepat.

"Awas aja kalau isinya kecoak atau semut... aku batal deh nikah sama kamu." ancamnya sambil terkekeh.

Axel malah tertawa terbahak-bahak mendengarnya.

"Tenang aja sayang isinya jauh lebih mahal dari itu."

Namun... saat tutup kotak itu terbuka senyum di wajah Aruna seketika membeku.

Mata cantik yang awalnya berbinar melihat isinya, kemudian terlihat murung dalam sekejap. Senyuman lenyap seketika. Di dalam sana tergeletak sebuah gelang perak yang sangat mewah dan indah. Bertabur batu-batu mulia langka seperti sapphire biru, emerald hijau, dan ruby merah berbentuk hati yang tergantung cantik sebagai hiasan tambahan.

Tapi...

Jantung Aruna mencelos.

Gelang itu... desainnya, bentuknya, dan jenis batunya... sangat mirip dengan gelang yang diberikan Zayn padanya waktu itu. Bahkan hampir sama persis. Yang membedakan hanya ukiran namanya saja. Axel sengaja memesan dengan ukiran namanya di gelang itu, sedangkan yang diberikan Zayn tidak ada ukiran namanya.

Antusiasme yang tadi membara seketika hilang digantikan oleh perasaan aneh dan murung yang mendadak. Bayangan Zayn kembali muncul begitu saja.

"Kenapa sayang?" tanya Axel lembut, melihat perubahan wajah kekasihnya itu. "Kamu nggak suka ya? Maaf kalau modelnya kurang bagus..."

"Iya nih... gak suka."

Jawaban Aruna keluar begitu saja cepat dan ketus. Ia langsung menyodorkan kembali kotak itu ke arah Axel dengan wajah manyun dan tatapan yang mulai berkaca-kaca. Ia berusaha sekuat tenaga menahan air mata agar tidak jatuh, tapi dadanya terasa sesak luar biasa.

Axel tidak marah sedikitpun. Ia tidak memarahi Aruna karena menolak hadiahnya. Justru ia bisa melihat ada kesedihan mendalam di mata gadis itu. Dengan penuh pengertian ia kembali memeluk tubuh mungil itu erat-erat mencoba menenangkannya.

"Maaf ya... malah membuatmu kecewa," ucapnya lembut sambil mengelus punggung Aruna. "Lain kali aku cari barang yang jauh lebih bagus langka dan pastinya kamu suka. Janji."

Mendengar ucapan tulus dan penuh kesabaran itu hati Aruna semakin hancur merasa bersalah.

"Ah jangan..." potong Aruna cepat, suaranya bergetar. Ia berusaha memaksakan senyum dan menutupi kesedihannya.

"Aku suka kok... sungguh! Tadi itu... aku cuma ngetes kamu. Pengen lihat reaksimu gimana." bohongnya berusaha meyakinkan.

Di dalam hati ia hanya berdoa agar ingatan tentang Zayn segera hilang, agar ia bisa benar-benar fokus mencintai Axel tanpa bayang-bayang siapapun lagi.

"Coba kamu pasangkan di tanganku sekarang..." pinta Aruna manja suaranya kembali lembut dan melengkung manis. Ia berusaha sekuat tenaga menyembunyikan gejolak di hatinya, berpura-pura bahagia sepenuhnya.

Axel tersenyum lebar melihat tunangannya kembali ceria. Rasa khawatirnya perlahan hilang.

"Tentu saja." jawabnya ceria.

Dengan gerakan lembut dan penuh hati-hati, Axel mengambil gelang indah itu dari kotaknya. Ia mengangkat tangan kiri Aruna, lalu memasangkan perhiasan mewah itu melingkar sempurna di pergelangan tangan gadis itu.

Batu-batu mulia itu berkilauan indah memantulkan cahaya ruangan, kontras sekali dengan kulit putih mulus Aruna. Terlihat sangat cantik dan mahal.

Setelah terpasang rapi Axel tidak langsung melepaskannya. Ia mendekatkan wajahnya lalu mengecup punggung tangan Aruna dengan penuh cinta dan rasa hormat.

Cup..

Ciuman hangat itu mendarat lembut di atas gelang yang baru saja ia pasangkan, seolah memberi tanda bahwa mulai detik ini... tangan ini dan pemiliknya adalah miliknya seutuhnya.

1
Auliya Wilma
terkadang yang sepi belum tentu ceritanya jelek. 🤭
Suram banget dah
🤭🤭🤭segitunya ya .
Ripduit seratus
wkkwkkw
Ripduit seratus
ini cocok untuk p3mbaca yg suka d3ngan novel yang konfliknya tetap ringan tapi ngena.
wnrti
inikah rasanya cinta ahay🤣
Suram banget dah
🤣Aruna gak ada duanya👍
Aruna bling bling
Terimakasih untuk semua orang yang mau membaca dan memberi dukungan... 👍👍
Aruna bling bling
🤣🤣
Suram banget dah
gila boskuuu🤭
Suram banget dah
lanjut💪
Suram banget dah
Lanjutkan 😍😍 semangat!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!