NovelToon NovelToon
Takdir Gelap Huang

Takdir Gelap Huang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Kisah ini adalah perjalanan pilu seorang anak yang ditempa oleh kehilangan. Huang adalah perwujudan dari ketabahan dalam kesunyian, dipaksa dewasa oleh kematian tragis orang tuanya. Pohon beringin menjadi saksi bisu atas kesedihan abadi, sementara tidur enam tahun di dasar kolam adalah simbol kematian masa kecilnya dan kelahiran kembali sebagai seseorang yang sama sekali baru. Huang melangkah bukan hanya untuk mencari pembunuh, tetapi juga untuk menemukan arti dari hidup yang tersisa.

Tema pembalasan dendam, kesepian, dan keinginan untuk menjadi kuat demi melindungi yang tersisa... menjadi nyawa dalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Paviliun Pribadi

Di depan aula utama sekte, Tetua Xu keluar bersama Huang, Lei Shan, dan Luo Mei. Udara di luar terasa lebih segar dibandingkan di dalam aula yang penuh tekanan spiritual para tetua.

Tetua Xu berhenti sejenak, lalu menoleh ke arah Luo Mei. "Luo Mei, bawa Huang ke paviliun pribadinya."

Luo Mei mengangguk. "Baik, Guru."

Tetua Xu kemudian menatap Huang. "Huang, kau bisa berkultivasi terlebih dahulu. Setelah menerobos ke Ranah Fondasi, kau boleh berlatih bersama kakak seniormu."

Huang menangkupkan kedua tangannya dengan sopan. "Baik, Guru."

Tetua Xu mengangguk kecil, lalu berjalan pergi meninggalkan mereka bertiga. Langkahnya tenang, namun menghilang dengan cepat di antara bangunan sekte.

Lei Shan segera menepuk bahu Huang. "Ayo. Kami antar kau dulu."

Huang mengangguk. "Baik kakak senior."

Mereka bertiga mulai berjalan menyusuri jalan batu di dalam sekte bagian dalam. Luo Mei memimpin di depan, sementara Lei Shan berjalan di samping Huang sambil sesekali menunjuk ke berbagai arah.

"Itu Aula Kontribusi," ujar Lei Shan sambil menunjuk bangunan besar berwarna hitam di kejauhan. "Kau bisa menukarkan poin kontribusi dengan teknik, pil, atau senjata di sana. Tapi kau harus menyelesaikan misi dulu untuk mendapatkan poin."

Huang memperhatikan bangunan itu dengan saksama. Bentuknya kokoh dan megah, dengan pilar-pilar batu hitam yang menjulang tinggi.

Lei Shan kemudian menunjuk ke arah lain. "Itu Paviliun Teknik. Tempat menyimpan berbagai kitab dan teknik warisan sekte. Murid dalam boleh masuk ke lantai pertama dan kedua. Lantai ketiga ke atas hanya untuk murid inti dan tetua."

Mereka terus berjalan.

Luo Mei sesekali menambahkan penjelasan singkat tentang tempat-tempat yang mereka lewati. "Di sana Balai Pengobatan," katanya sambil menunjuk bangunan putih dengan atap melengkung. "Di sebelahnya, Aula Latihan."

Setelah berjalan cukup lama, mereka akhirnya tiba di wilayah selatan sekte. Di sana, puluhan paviliun pribadi berdiri dengan jarak yang sangat berjauhan satu sama lain. Setiap bangunan dikelilingi pepohonan tinggi dan pagar batu rendah. Huang bisa merasakan energi spiritual di wilayah ini jauh lebih padat.

Lei Shan berhenti di depan sebuah paviliun kecil yang dikelilingi pohon pinus.

"Ini paviliunmu."

Huang memandang bangunan itu. Dua lantai, terbuat dari kayu hitam mengilap dengan genting abu-abu. Di depannya ada halaman kecil dengan kolam batu dan beberapa tanaman spiritual.

"Setiap paviliun berjarak sekitar lima ratus meter satu sama lain," jelas Lei Shan. "Ini aturan sekte agar kultivasi setiap murid tidak saling mengganggu. Kau boleh berkultivasi dengan tenang di sini tanpa khawatir energi spiritualmu tercampur dengan orang lain."

Luo Mei menambahkan, "Area sekitar paviliun dilindungi formasi isolasi. Suara dari luar tidak akan masuk. Begitu pula sebaliknya."

Lei Shan kemudian menunjuk ke arah barat laut. "Paviliunku dan paviliun Luo Mei hanya berjarak dua bangunan dari sini. Jadi kita cukup dekat."

Dia tersenyum kecil. "Kalau kau perlu apa-apa, jangan ragu datang bertanya."

Huang menangkupkan kedua tangannya. "Terima kasih, Kakak Senior Lei. Terima kasih, Kakak Senior Luo. Saya sungguh berterima kasih atas bantuan kalian selama ini."

Luo Mei mengangguk tipis. "Cepatlah tingkatkan kultivasimu. Jangan buang waktu."

Lei Shan melambaikan tangan. "Kami pergi dulu. Sampai jumpa lagi."

Huang mengangguk.

Keduanya berbalik dan berjalan kembali menuju area utama sekte. Huang memandang mereka sampai menghilang di balik pepohonan, lalu berbalik menghadap paviliunnya.

Dia mendorong pintu kayu hitam di depannya. Pintu itu terbuka tanpa suara.

Bagian dalam paviliun jauh lebih luas dari yang terlihat dari luar. Ruang utama di lantai dasar memiliki lantai batu putih bersih. Di tengahnya terdapat meja kayu sederhana dan dua bantal duduk. Di sudut ruangan ada rak kosong yang bisa digunakan untuk menyimpan kitab atau benda lain. Cahaya masuk dari jendela kayu berukir di sisi timur.

Huang melihat ada tangga menuju lantai atas. Namun dia tidak naik.

Dia memandang sekeliling sekali lagi. Tempat ini bagus. Jauh lebih bagus dari kediaman lamanya di sekte luar. Jauh lebih bagus dari rumah bambu reyot di desa kecil tanpa nama itu.

Tetapi Huang tidak ingin berlarut-larut dalam kemewahan.

Dia harus cepat meningkatkan kultivasi. Dendamnya belum tuntas. Pembunuh ayah dan ibunya masih berkeliaran di luar sana. Jika dia terlena oleh kenyamanan, maka semua latihan kerasnya selama ini akan sia-sia.

Huang langsung berjalan ke salah satu ruangan di lantai dasar. Kamar kultivasi.

Ruangan itu tidak besar. Dindingnya polos tanpa hiasan. Di tengahnya hanya ada satu bantalan kultivasi berbentuk lingkaran yang terbuat dari kain hitam. Formasi pengumpul energi spiritual terukir di lantai batu di sekitar bantalan itu.

Huang menutup pintu kamar. Dia berjalan ke tengah ruangan, lalu duduk bersila di atas bantalan kultivasi. Formasi di bawahnya langsung menyala samar, mengalirkan energi spiritual dari sekitar ke tubuhnya.

Dia mengeluarkan Pil Pembentukan Fondasi dari cincin ruangnya. Botol hitam kecil itu terasa dingin di tangannya. Di dalamnya terdapat satu pil bulat berwarna emas gelap. Aura spiritual yang keluar dari pil itu sangat pekat.

Ini adalah kunci menuju Ranah Fondasi.

Huang mengingat kembali semua latihan dan penderitaan yang telah dia lalui. Dua bulan ditempa Tetua Mo. Gelang besi yang hampir meremukkan tulangnya. Luka di punggung dan perut yang masih terasa perih. Semua itu mengantarkannya ke momen ini.

Dia membuka botol itu.

Huang menelan Pil Pembentukan Fondasi tanpa ragu.

Dum!

Energi spiritual yang luar biasa besar langsung meledak di dalam tubuhnya. Aliran energi itu begitu deras, begitu panas, seperti sungai lava yang tiba-tiba mengalir melalui meridiannya.

Huang segera memejamkan mata. Dia mengendalikan aliran energi itu dengan teknik pernapasan yang diwariskan oleh senior misterius di dasar kolam.

Energi dari pil bergerak liar pada awalnya. Menabrak dinding meridian, mencoba keluar dari jalurnya. Namun Huang terus menekannya. Dia memaksa aliran itu mengikuti pola yang benar. Sedikit demi sedikit, energi liar itu mulai tunduk.

Waktu berlalu.

Huang tidak bergerak sama sekali. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. Urat di leher dan dahinya menonjol. Namun dia tidak berhenti. Dia terus mengendalikan aliran energi, menggiringnya perlahan menuju dantian.

Di dalam dantiannya, energi spiritual mulai berkumpul. Awalnya hanya kabut tipis yang berputar pelan. Semakin banyak energi yang masuk, kabut itu semakin padat. Berputar semakin cepat.

Huang membentuk segel tangan. Dia memusatkan seluruh konsentrasinya pada satu titik di dalam dantian.

Proses pembentukan fondasi dimulai.

Fana adalah ranah membangun dasar. Seorang kultivator di ranah ini hanya memperkuat tubuh dan meridian. Namun Fondasi berbeda. Di ranah ini, energi spiritual di dalam dantian harus dipadatkan menjadi fondasi yang kokoh. Fondasi inilah yang akan menopang semua tingkatan kultivasi berikutnya.

Jika fondasi rapuh, maka seluruh jalan kultivasi akan runtuh.

1
yos helmi
tamat.. jgn tunggu up.. thornya dah modaaar 🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
💪😄😄😄💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣😄😄
yos helmi
yg anehnya ko lan dong bisa di murid dalam.. ??? thor jgn terlalu tolol buat cerita..
Tinta Abadi: Ini komentar nya juga aneh. Padahal udah ada narasi. Huang heran mengapa Lan Dong yang murid luar bisa ikut eksplorasi murid dalam. Kau tolol, tapi ngatain orang tolol. Padahal cerita pengenalan Dhu Yan udah dijelaskan. kalau dhu yan itu orang yang memiliki banyak koneksi.

ngakak banget bro ini salah mulu🤣
kok bisa ya kek gitu. bacanya di lompat lompat kah?
total 1 replies
yos helmi
banyak yg ketinggalan dlm cerita ini.. ilmu dari org misterius..
Tinta Abadi: Otak bro yang ketinggalan. Literasi minus. Jadi pembaca itu yang teliti sedikit bro. Jangan dungu.

Saran: Baca ulang bab 4 berulang-ulang sampai paham. Mungkin anda sudah tua, jadi otaknya lemot, saya memahami🙏

Kasihan authornya ditanya mulu. Kebiasaan baca novel warisan, jadi beberapa pembaca nganggep warisan itu kekuatan sakti. Padahal pemahaman dasar loh tentang kultivasi.
total 1 replies
yos helmi
👍👍👍💪💪
yos helmi
😄😄😄😍😍😍
yos helmi
😄😄😄😄😄💪💪💪👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!