NovelToon NovelToon
Mengapa Aku Yang Harus Menanggungnya?

Mengapa Aku Yang Harus Menanggungnya?

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Cintapertama
Popularitas:317
Nilai: 5
Nama Author: Ellin Puspita

Laura, seorang gadis kota yang mandiri, menemukan belahan jiwanya pada Arka ketika mereka bekerja di tempat yang sama. Cinta mereka yang kuat membawa keduanya ke jenjang pernikahan. Namun, kebahagiaan itu mulai terkikis saat Laura setuju untuk ikut Arka pindah dan tinggal di kampung halamannya.Sejak hari pertama, kehidupan Laura berubah menjadi penuh air mata. Ibu mertuanya, Rohaya, tidak pernah menyukainya. Rohaya selalu mencari-cari kesalahan Laura, mulai dari cara memasak, mengurus rumah, hingga hal-hal kecil lainnya. Laura tidak pernah tahu alasan di balik kebencian mendalam ibu mertuanya tersebut. Di sisi lain, Arka adalah suami yang setia. Arka selalu pasang badan dan mati-matian membela Laura setiap kali Rohaya menyudutkan istrinya.Di balik sifat ketat dan kejamnya, Rohaya menyimpan trauma dan dendam masa lalu yang kelam terhadap "orang kota". Saat Rohaya sedang hamil dulu, suaminya yang bernama Arman berselingkuh dengan seorang wanita kota bernama Sinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellin Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Kakak Ipar

Pagi pertama Laura di rumah mertuanya dimulai dengan suara ayam berkokok dan aroma masakan dari dapur. Laura yang terbiasa dengan suasana kota, harus menyesuaikan diri dengan rumah besar yang penuh aturan.

Ia bangun lebih awal, berniat membantu Rohaya agar bisa diterima sebagai menantu.

Dengan langkah hati-hati, Laura masuk ke dapur.

“Bu, saya bantu ya…”

Rohaya yang sedang menyiapkan sarapan hanya melirik dingin.

“Jam segini baru bangun? Di rumah ini, perempuan bangun sebelum matahari terbit.”

Laura terdiam.

Padahal ia sudah bangun sejak subuh.

“Maaf, Bu…”

“Jangan cuma minta maaf. Belajar.”

Laura menahan sakit di dadanya. Ia tetap mencoba tersenyum.

Saat sedang mengambil piring, tangannya tidak sengaja menyenggol gelas hingga jatuh dan pecah.

PRANG!

Rohaya langsung menoleh tajam.

“Baru sehari sudah bikin masalah!”

Laura panik.

“Maaf, Bu, saya tidak sengaja—”

“Perempuan kota memang begitu. Tidak becus urusan rumah!”

Suara langkah kaki terdengar cepat.

Arka masuk ke dapur.

“Ada apa?”

Rohaya menunjuk Laura.

“Istrimu itu. Kerjanya hanya merepotkan.”

Arka melihat pecahan gelas, lalu menatap ibunya.

“Bu, itu cuma gelas pecah. Bisa dibersihkan.”

“Bagi kamu cuma gelas! Tapi bagi Ibu, itu tanda dia tidak cocok di rumah ini!”

Laura menunduk, menahan air mata.

Tiba-tiba suara mobil terdengar dari luar rumah.

Seorang wanita turun dengan langkah anggun dan percaya diri. Rambutnya tertata rapi, penampilannya elegan, dan tatapannya tajam.

Arka tersenyum kecil.

“Kak Bella…”

Laura menoleh.

Wanita itu adalah Bella, kakak Arka.

Bella melepas kacamatanya dan langsung masuk.

“Rumah ini dari dulu memang tidak pernah sepi drama.”

Ia memeluk Arka singkat, lalu menatap Laura dari atas sampai bawah.

“Jadi ini adik iparku?”

Laura menyalami dengan sopan.

“Iya, Kak. Saya Laura.”

Bella tersenyum tipis.

“Cantik. Pantas Arka sampai nekat melawan Ibu.”

Rohaya langsung menyela.

“Cantik tidak menjamin bisa jadi istri yang baik.”

Bella melirik ibunya, lalu tersenyum kecil seolah menikmati ketegangan itu.

“Hmm… menarik.”

 

Siang itu, Laura membantu menyapu halaman belakang.

Bella datang sambil membawa minuman.

“Kamu masih betah?”

Laura tersenyum kecil.

“Saya harus belajar betah, Kak.”

Bella duduk santai.

“Kamu tahu? Dulu Arka itu anak kesayangan Ibu.”

Laura menoleh.

“Benarkah?”

Bella tertawa kecil, tapi terdengar pahit.

“Bukan rahasia lagi. Sejak kecil, semua perhatian Ibu selalu untuk Arka. Apa pun yang Arka mau, selalu dituruti.”

Laura terdiam.

Bella melanjutkan sambil menatap jauh.

“Sedangkan aku… selalu hanya jadi penonton.”

Nada suaranya berubah dingin.

Laura tidak tahu harus menjawab apa.

Bella menatap Laura lagi.

“Makanya aku penasaran. Perempuan seperti apa yang bisa membuat Arka begitu membela seseorang.”

Laura menunduk.

“Saya hanya mencintai Arka.”

Bella tersenyum samar.

“Cinta? Kadang cinta itu justru yang paling cepat menghancurkan keluarga.”

Kalimat itu membuat Laura tidak nyaman.

 

Malam hari.

Bella berdiri sendirian di balkon kamar lamanya.

Angin malam berhembus pelan.

Pikirannya kembali pada masa kecilnya.

Saat itu, ia masih kecil.

Ia terbangun karena suara teriakan dari kamar orang tuanya.

Dengan takut, Bella kecil mengintip dari balik pintu.

Ia melihat Rohaya menangis sambil melempar foto ke arah Arman.

“Perempuan itu lagi?!

Arman hanya diam dengan wajah bersalah.

Bella kecil gemetar.

Ia tidak benar-benar mengerti, tapi malam itu ia tahu…

ayahnya telah menghancurkan ibunya.

Dan sejak malam itu, rumah mereka tidak pernah benar-benar utuh.

Bella menutup mata, mengingat semuanya.

Ia tidak pernah melupakan satu hal—

setelah kejadian itu, Rohaya semakin menaruh seluruh kasih sayangnya pada Arka.

Bukan padanya.

Sejak kecil, Bella merasa kalah.

Kalah dari adiknya sendiri.

Dan sekarang…

Laura datang, membawa perhatian Arka sepenuhnya.

Bella tersenyum tipis.

“Mungkin… rumah ini memang butuh sedikit kekacauan.”

Tatapannya tajam mengarah ke kamar Laura.

Bukan karena ia membenci Laura.

Tapi karena Bella selalu ingin melihat…

seberapa kuat sebuah keluarga bisa bertahan sebelum akhirnya hancur.

(Bersambung Episode 3)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!