Shintia Almahira, mahasiswi cantik semester akhir, selalu berusaha membuat kakaknya, Andreas, kembali bahagia setelah ditinggal wafat tunangannya. Saat Andreas diam-diam menemukan cinta baru, Shintia ikut lega.
Namun semuanya berubah ketika wanita itu ternyata mengincar pria lain, seorang direktur hotel muda, tampan, kaya raya, dan super nekat yang justru tergila-gila pada Shintia. Dengan cara-cara kocak dan memalukan, sang direktur terus mengejar hati gadis itu.
Sementara Andreas harus menelan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Saat hidup terasa runtuh, hadir seorang gadis desa sederhana yang perlahan mengobati lukanya.
Di tengah tawa, air mata, dan kekacauan cinta, mampukah Shintia menerima pria yang selalu membuat hidupnya jungkir balik? Atau justru semua akan berakhir dengan luka baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal memberi kejutan
Tari mengulurkan tangannya mengusap punggung tangan Shintia, "sabar, jangan bicara gitu dong... Kamu baik, kamu pintar Shin, banyak boss yang ngincar kamu... Karena kamu pandai."
Kata Boss, jelas membuat hati Shintia kecewa, karena ini adalah seorang direktur utama hotel permata yang mengecewakan hati Shintia, hotel terkenal, pria tampan, berperawakan tinggi dan gagah.
Bukan laki-laki sembarangan, bagi Tari ia gadis pandai tapi karena Raffa, ia merasa menjadi gadis bodoh' sebab percaya pada mulut Raffa yang benar-benar tidak ia sangka hanyalah bualan semata.
Shintia hanya diam, tak menjawab ucapan Tari, belum saatnya Tari tau detail tentang Raffa, profesi Raffa, dan siapa Raffa, yang jelas di hati Shintia ia tidak mau lagi bertemu bahkan mengenal Raffa, sudah cukup baginya... Saat dosen menyarankan dirinya untuk magang di hotel permata, saat ia di katakan sebagai mahasiswa semester akhir yang berbakat dan cerdas. Karena jelas semua itu kata-kata pembodohan baginya.
Ia tak mau lagi percaya laki-laki, bermodal mulut saja.
"Shin, paham kan?"
Shintia menggeleng, bukan tidak paham, tapi tidak mau menerima ucapan Tari soal dirinya yang banyak di incar para Boss.
"kenapa Shin? "
"enggak, Tar... Sudahlah lupakan saja, lebih baik kita fokus buat acara besok."
"hemmm iya-iya, oke. Kalau gitu kita kembali kumpul sama temen, nanti sepulang ini kita jalan... Cari kebaya buat wisuda kita, oke."
Tari langsung menjentikkan jarinya di depan wajah Shintia.
“Eh! Balik ke bumi, Nona Galau.”
Shintia mendengus pelan.
“Aku nggak galau.”
“Bohong.”
“Nggak.”
“Bohong.”
Shintia akhirnya menyerah dan menggeleng sambil tersenyum tipis. Melihat itu, Tari langsung mengangkat kedua tangan ke udara.
“Nah! Gitu dong. Senyum sedikit kek. Dari tadi mukamu kayak mau nyulik orang.”
Shintia hampir tertawa.
“Lebay.”
“Emang.”
Tari lalu bangkit dari kursinya.
“Ayo. Gladi bersih masih ada. Nanti habis itu kita cari kebaya. Pokoknya hari ini kamu nggak boleh murung.”
“Maksa banget.”
“Memang.”
Dan untuk pertama kalinya sejak pagi, Shintia benar-benar tersenyum meski hanya sebentar.
Sore harinya.
Cuaca yang sejak pagi diguyur hujan akhirnya berubah cerah. Langit berwarna keemasan, jalanan mulai ramai.
Sesuai janjinya, Tari menyeret Shintia berkeliling pusat perbelanjaan. Mereka mencoba berbagai kebaya.
Tari bahkan sampai berpose aneh di depan cermin.
“Gimana? Cantik nggak?”
“Kayak emak-emak kondangan.”
“WOI!”
Shintia tertawa, untuk sesaat ia berhasil melupakan semuanya.
Melupakan foto itu, Melupakan Raffa, Melupakan rasa kecewa yang menggerogoti dadanya sejak pagi.
Namun hanya sesaat. Karena setiap kali ponselnya bergetar, matanya tetap berharap.
Berharap ada satu pesan, Satu penjelasan, Satu kata. Dari laki-laki itu.
Tapi tak pernah ada.
***
Malam hari.
Rumah Andreas mendadak jauh lebih ramai. Ayah dan mamah mereka akhirnya datang untuk menghadiri wisuda putri mereka keesokan hari.
Suasana hangat memenuhi ruang makan, sang Mamah sibuk menanyakan persiapan wisuda.
Ayah sesekali menggoda Shintia.
Andreas hanya duduk sambil menikmati kebersamaan itu.
Dan seperti biasa... Shintia menyembunyikan semuanya dengan sempurna.
Ia tertawa. Menjawab pertanyaan. Bercanda.
Tak ada satu orang pun yang menyadari bahwa hatinya sedang berantakan.
Hanya dirinya sendiri yang tahu. Pukul sembilan malam. Shintia akhirnya masuk ke kamar. Ia menutup pintu perlahan.
Lalu duduk di tepi ranjang, Senyumnya perlahan menghilang, Kesunyian kembali datang.
Tangannya meraih ponsel. Instagram terbuka, Dan foto itu kembali muncul.
Foto Raffa dan Sella.
Tertawa bersama, Di mall yang sama, Mall tempat dirinya juga berada malam itu.
Mata Shintia membesar.
“Jadi... kamu malam itu ada di sana?”
Dadanya terasa sesak. Kalau Raffa ada di sana...
Berarti Raffa tahu dirinya juga ada di sana.
Namun laki-laki itu memilih diam.
Tidak menemuinya.
Tidak menghubunginya.
Tidak menjelaskan apa pun.
Shintia menggigit bibir bawahnya. Lalu membuka aplikasi pesan. Chat terakhirnya kepada Raffa masih ada, Belum dibaca.
Belum dibalas, Masih sama seperti beberapa minggu lalu.
Matanya mulai panas.
“Brengsek...”
Suara itu nyaris seperti bisikan.
Air mata jatuh lagi kali ini ia membiarkannya.
Beberapa menit kemudian, Shintia mematikan layar ponsel, Lalu memejamkan mata.
Besok adalah hari wisuda, Ia tidak mau menangis lagi.
...
Pagi wisuda akhirnya tiba.
Universitas Mandala dipenuhi keluarga dan mahasiswa. Toga hitam dikenakan.
Kamera berkilatan.
Suara tawa terdengar di mana-mana. Dan pagi itu... Shintia tampil sangat cantik.
Kebaya yang dikenakannya membuat banyak orang terpukau. Bahkan Tari sampai bersiul.
“Kalau aku cowok, aku udah nembak kamu.”
“Diam.”
“Serius.”
Shintia tertawa kecil.
Hari itu ia memutuskan melupakan semua masalah. Setidaknya untuk beberapa jam.
Wisuda berjalan lancar, Namanya dipanggil.
Ia naik ke atas panggung.
Menerima ijazah.
Mendengar tepuk tangan keluarganya.
Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu terakhir... Ia benar-benar merasa bangga pada dirinya sendiri.
Acara selesai.
...
Mahasiswa mulai berfoto bersama keluarga.
Ayah, mamah, Andreas, dan Shintia berkumpul.
Tari ikut berfoto beberapa kali. Namun ketika suasana sedang ramai... Seseorang muncul.
Langkahnya tenang, Wajahnya tampan. Dan sangat dikenal Shintia.
Raffa.
Tubuh Shintia langsung membeku. Sedangkan Andreas terkejut.
“Raffa?”
Raffa tersenyum. Tatapannya langsung mencari Shintia. Hari ini adalah hari yang sudah lama ia tunggu. Ia membayangkan Shintia akan terkejut.
Bahagia... Mungkin menangis, Mungkin memeluknya. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
“Shin...”
Belum selesai Raffa berbicara.
Shintia langsung menarik lengannya.
“Aku mau bicara.”
Suaranya dingin, Sangat dingin, Mereka berjalan menjauh dari keluarga.
Dan saat sudah cukup jauh... Shintia melepaskan pegangan tangannya.
Raffa mengernyit.
“Kenapa?”
Tatapan Shintia menusuk lurus ke arahnya.
“Jangan muncul lagi di hadapanku.”
Raffa terdiam.
“Apa?”
“Aku sudah anggap kita nggak kenal.”
“Shin, tunggu..."
“Dan memang nggak pernah kenal.”
Raffa benar-benar tidak mengerti.
“Shin, aku mau jelasin semuanya.”
“Gak ada yang perlu dijelasin.”
“Dengerin aku dulu.”
“Enggak.”
“Kenapa kamu jadi begini?”
“Karena aku nggak bodoh.”
Kalimat itu membuat Raffa semakin bingung.
“Aku nggak paham.”
“Titik.”
“Shin...”
“Sudah selesai.”
Shintia berbalik, Matanya memerah, Namun ia tidak mau menangis di depannya.
Tidak mau. Satu detik pun tidak. Ia berjalan pergi meninggalkan Raffa yang berdiri terpaku.
Saat kembali ke keluarganya. Shintia langsung memegang lengan ayahnya.
“Ayah... pulang yuk.”
Ayah mengernyit. “Sekarang?”
“Badanku nggak enak.”
Mamah langsung khawatir.
“Sakit?”
“Sedikit.”
Ayah menoleh sekilas ke arah Raffa yang masih berdiri jauh. Lalu kembali melihat putrinya, Ada sesuatu yang aneh.
Sangat aneh. Namun ia tidak bertanya.
“Ya sudah. Kita pulang.”
Tak lama kemudian mereka berpamitan kepada Andreas.
...
Mobil keluarga itu segera meninggalkan kampus.
Beberapa menit kemudian. Raffa berjalan mendekati Andreas.
Wajahnya jelas kebingungan.
“Andreas.”
“iya?”
“Shintia kenapa?”
Andreas menatapnya beberapa saat.
Raffa tertabrak.? 🥲🥲
di tunggu updatenya ya author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuuu🥰🤗💪
tapi syg nya Shintia terlanjur marah 🥲🥲
kira² Andreas bakal cerita ke Raffa gk yaa??
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyyy quuu 🤗🥰💪
pasti Shintia salah paham🥲
duhhh kapan Raffa sadar akan berita itu yaaa
duhhh gmn nnt reaksi nya Raffa jika tahu yaaa
takutnya Shintia kecewa 🥲🥲
fuhhh Sella...
kasihan Andreas punya pacar kyak Sella
kira² Andreas bakal kasih tau Shintia gk yaaa??
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 💪🥰🤗
seandainya Shintia tahu Raffa masih hidup...
duhhh Shintia jangan khawatir yg kecelakaan itu bukan Raffa 🥲🥲
jadi teringat Raffa dan Sutra yaaa...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🥰🤗