NovelToon NovelToon
Melody Cinta Yang Salah

Melody Cinta Yang Salah

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Idola sekolah
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jjamiyuu09

Jolina Zaneva, siswi SMA, diam-diam mencintai gitaris band idolanya—sosok yang hanya ia kenal lewat lagu dan layar. Meski dilarang ibunya, ia nekat datang ke konser, berharap mimpinya menjadi nyata.
Namun malam itu berubah menjadi mimpi buruk ketika Jolina melihat idolanya memperlakukan seorang gadis dengan kasar. Amarah mengalahkan kekaguman—dan sebuah tamparan mengakhiri rasa cinta yang ia simpan diam-diam.
Sejak saat itu, Jolina membenci lelaki yang pernah ia puja. Hingga takdir kembali mempertemukan mereka dalam hubungan yang jauh lebih rumit. Perlahan, Jolina mulai meragukan apa yang ia lihat malam itu.
Saat rahasia terungkap, Jolina harus memilih: bertahan pada kebencian, atau berani mendengarkan kebenaran di balik melodi yang pernah ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jjamiyuu09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Jeremy mengacak rambutnya dengan kasar, napasnya berat. Ia sendiri tak menyangka apa yang barusan ia lakukan. Tatapannya jatuh pada jaket hitam yang tergeletak di lantai—diam, tak bersalah, tapi entah kenapa terasa menuduh.

“Gila…” gumamnya pelan.

Tangannya kembali mengacak rambut, frustasi. Tanpa memungut jaket itu, Jeremy menjatuhkan tubuhnya ke ranjang, menarik selimut hingga menutupi kepala, lalu memejamkan mata. Memaksa dirinya tidur, seolah dengan begitu semua yang terjadi bisa ikut menghilang.

Pagi hari.

Jeremy mondar-mandir di depan pintu kamar Jolina sambil memegang kunci motor. Sesekali ia menghela napas, jelas gelisah, tapi juga gengsi untuk mengetuk.

Tiba-tiba pintu terbuka.

Jolina keluar.

Keduanya sama-sama terkejut.

Mereka sama-sama langsung mengalihkan pandangan, seakan tak ingin mengingat kejadian semalam. Hening sesaat, sampai akhirnya Jeremy membuka suara dengan nada datar—terlalu datar.

“Kebiasaan. Lama banget kalo pagi. Ga bisa lebih dicepetin?”

“Apa urusannya sama lo?” balas Jolina dingin.

“Papa nyuruh kita berangkat bareng.”

“Gue ga mau berangkat sama lo.”

Jeremy mendengus kecil. “Terus lo kira gue mau berangkat bareng lo?”

Tanpa menunggu jawaban, ia berbalik dan berjalan lebih dulu.

Jolina mematung di tempatnya.

Kok bisa dia biasa aja…

Setelah apa yang dia lakuin ke gue tadi malam?

Tangannya mengepal pelan.

Dasar cowok brengsek.

First kiss gue…

Dadanya terasa sesak, bukan hanya karena marah—tapi karena perasaan asing yang belum bisa ia namai.

Di meja makan, suasana sarapan pagi terasa jauh dari hangat. Udara di antara mereka canggung—bahkan terlalu sunyi. Jolina makan tanpa selera, ekspresi kesalnya sama sekali tidak bisa ia sembunyikan.

“Kalian kenapa lagi?” tanya Papa, menatap bergantian ke arah mereka.

Jeremy dan Jolina hanya menggeleng hampir bersamaan.

Mama dan Papa saling bertukar pandang, sama-sama memilih diam.

Jolina menggeser kursinya sedikit menjauh dari Jeremy, gestur kecil tapi cukup jelas.

Setelah selesai makan, mereka berpamitan. Di luar rumah, Jolina berdiri menunggu dengan tangan terlipat di depan dada, sementara Jeremy mengeluarkan motor dari garasi.

Jeremy mengenakan helmnya, lalu menyerahkan satu helm ke Jolina.

“Ga ada yang mau lo omongin ke gue?” tanya Jolina, suaranya rendah.

“Apa?” Jeremy menoleh malas.

“Lo bener-bener ga ngerasa bersalah?”

“Udah, cepet pake helmnya. Terus naik.”

“Gue ga mau.”

Jeremy melangkah mendekat. Ia menunduk sedikit, mendekatkan wajahnya ke Jolina. Tatapannya tajam, terlalu dekat, membuat Jolina gugup tanpa ia sadari.

“Lo apaan sih?” Jolina refleks mundur setengah langkah.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Jolina buru-buru memakai helm dan naik ke motor.

Jeremy tersenyum tipis—entah karena kesal, entah karena puas.

Dan perjalanan pagi itu pun dimulai… dengan jarak yang terasa lebih dekat, tapi hati yang justru makin jauh.

***

Sesampainya disekolah, di parkiran motor yang masih cukup sepi, Jolina kembali bertanya.

"Lo beneran ga ada yang mau di jelasin ke gue?"

"Ngomong yang jelas, gue ga ngerti."

"Lo bener bener keterlaluan ya"

Jeremy menatapnya malas dan mengabaikannya, Jolina menarik lengannya.

"Jeremy? Gimana jaket nya kak Rama?"

"Kenapa tanya itu ke gue sih? Gue ga tau apa-apa"

"Terus siapa yang rusakin jaket nya? Hantu?"

"Ya bisa jadi"

"Iya Lo hantu nya... Dan Lo harus bantuin gue"

Jeremy tertawa kecil, pendek dan terdengar mengejek. Jolina semakin kesal.

“Jangan sangkut pautin masalah lo ke gue,” ulang Jeremy sambil bersandar ke motornya.

“Masalah gue?” Jolina mendengus. “Lo pikir gue seneng sekarang? Itu jaket mahal, Jer. Mahal banget.”

Jeremy akhirnya menoleh, menatap Jolina lebih lama dari sebelumnya. Senyumnya memudar, berganti ekspresi datar.

“Terus?” tanyanya singkat.

“Terus gue bingung harus gimana. Gue ga ngerusak itu pas nyuci. Gue yakin. Tapi sekarang warnanya jadi ancur. Gue harus balikin ke kak Rama, dan gue ga punya uang buat ganti.”

Jeremy terdiam sesaat. Pandangannya turun ke aspal parkiran, lalu kembali ke wajah Jolina.

“Kenapa lo repot amat mikirin jaket cowok lain?” ucapnya dingin.

Jolina terperangah. “Ini bukan soal cowoknya. Ini soal tanggung jawab!”

“Ya tanggung jawab lo sendiri dong,” balas Jeremy cepat.

Jolina mengepalkan tangan. “Makanya gue bilang, kalau emang lo ada andil di situ—”

“Gue bilang gue ga tau apa-apa,” potong Jeremy, nadanya mulai meninggi. “Dan gue juga ga ngerusak jaket siapa pun.”

“Terus kenapa lo santai banget?” suara Jolina bergetar. “Semalam lo—”

“Jo,” Jeremy menatapnya tajam, membuat Jolina otomatis terdiam. “Jangan bahas itu di sini.”

Beberapa siswa mulai berdatangan ke parkiran. Suasana yang tadinya sepi perlahan ramai.

“Urusan jaket, itu urusan lo. Jangan bawa-bawa gue.”

“Lo jahat,” ucap Jolina lirih.

Jeremy terdiam sesaat, lalu berkata pelan, hampir tak terdengar, “Lo juga.”

Ia pergi begitu saja, meninggalkan Jolina berdiri sendiri di parkiran dengan dada sesak dan pikiran yang makin kacau.

Jolina menarik napas panjang.

Kalau bukan Jeremy… terus siapa?

1
Sasya
Ditunggu crazy up nyaa thooooorrrr 😍😍
Sasya
Bisa langsung 5 part sekaligus ga Thor?? 🤣🤣
Chuyoung56
Lanjut author 💪💪💪
Parkhanayaa
lanjut min cepetan
Parkhanayaa
Jeremy tuh pelakunya, yakin gue
Cewenya Sunghoon
Wkwk makin kacauu ini masalah merek, dari gitar yg belum kelar, ini jaket orang juga jadi korban
Choiwonhee
Ini si Jeremy balas dendam nya, malah jaket orang yg di rusakin
Choiwonhee
Ada udang di balik batu, Jeremy pura-pura ga tauuuu
Rossa
Wkwk ga seruuu Thor kalau mereka berantem kek gini🤭
Rossa
Hahah kayaknya aku tau, siapa pelakunya 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!