NovelToon NovelToon
HAMIL SEBELUM MENIKAH

HAMIL SEBELUM MENIKAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Panda Sweety

Follow Ig : @panda.sweety10

Kanaya mengetahui dirinya hamil seminggu sebelum acara pernikahannya, dan ayah dari calon anaknya dia pun tidak tau hingga pernikahan dengan kekasihnya harus batal karena kehamilannya.

Apakah Kanaya akan bersama dengan ayah dari anak? Dan siapa pri itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Sweety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Mobil Devano berhenti di depan rumahnya, Riko langsung keluar dari mobil dan meninggalkan Devano yang masih duduk di kursi pengemudi.

"Apa benar Riko adalah Kavin? Tapi bagaimana bisa, tidak mungkin mommy dan kakek yang menculiknya." Gumam Devano.

Devano keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah, Evelyn menghampiri putranya "Sudah pulang sayang."

Devano menatap mommynya yang tengah tersenyum hangat padanya "Tidak mungkin orang sebaik mommy menculik cucu Keluarga Handoko." Batin Devano.

"Sekarang istirahatlah sayang, kayaknya Riko juga sudah masuk kekamarnya." Devano hanya mengangguk lalu meninggalkan Evelyn.

"Devano." Panggil Evelyn.

"Ya mom." Devano berbalik.

"Bagaimanna hubunganmu dengan Adara? Apa kamu sudah pacaran dengannya?" Devano menggelengkan kepalanya.

"Kita harus bergerak cepat, jangan sampai Keluarga Handoko mengetahui rencana kita sayang." Devano hanya mengangguk mendengar perkataan mommynya.

"Devano ke kamar dulu mom."

"Pergilah, istirahat yang cukup." Evelyn mengusap punggung anak tirinya.

Devano meninggalkan Evelyn yang masih berada di ruang keluarga, Tuan Sanjaya menghampiri putrinya, "Apa Devano belum juga menjalankan rencana kita?" Evelyn mengangguk.

"Pion kita hanya Devano, kita tidak bisa membiarkan rencana yang sudah kita susun dari 20 tahun lalu menjadi berantakan." Ujar Tuan Sanjaya.

"Papa benar, aku akan menyuruh Devano untuk segera menjalankan rencana kita." Evelyn tersenyum licik.

*****

Di rumah utama Keluarga Handoko, Adara tampak murung. Pikirannya masih membayangkan mata Riko, "Hey, kau melamun?" Kira menepuk punggung Adara.

Adara hanya tersenyum lalu mengabaikan Kira kembali. "Apa yang sedang kamu pikirkan? Hanya kamu yang tidak menikmati kebersamaan ini." Kira memasukkan potongan cake ke dalam mulutnya.

"Aku masih memikirkan adiknya Devano." Ucap Adara.

"Uhuk.uhuk." Kira tersedak cake yang masih memenuhi mulutnya. "Apa? Kamu memikirkan adiknya Tuan Devano? Apa kamu nenyukai adiknya bukan kakaknya?" teriak Kira, semua orang yang berkumpul di ruang keluarga melihat Adara dan Kira.

"Kakak menyukai seseorang?" Kenan menghampiri Adara yang duduk di sofa.

"Ti-tidak, Kira hanya bercanda dan menebak saja." Adara melirik sepupunya yang sudah tersenyum tanpa dosa.

"Ya bagus sih kalau kakak sudah punya pacar, dengan umur kakak yang sudah tua sudah seharusnya menikah." Ucap Kenan dan mendapatkan ketukan keras di kepalanya.

"Awww, sakit bunda." Pekik Kenan saat merasakan sakit di bagian kepalanya.

Kanaya menatap putrinya, dia menggesar putranya dan duduk di samping putrinya. "Ada apa sayang?" Tanya Kanaya.

"Bunda aku sudah menemukan kak Kavin." Jawab Adara membuat semua orang kembali menoleh kearah Adara dan Kanaya.

"Apa? Kamu sudah menemukan Kavin? Dimana dia sekarang." Kanaya memegang kedua bahu putrinya.

"Kakak tidak mengingatku dan semuanya, dia menjadi adik Devano." Ucap Adara dan menitikan air mata mengingat pertemuannya beberapa jam lalu.

"Sayang apa itu sudah pasti Kavin?" Adara menoleh ke arah Omanya. "Matanya sama dengan mata kakak Oma, dan hati Adara mengatakan dia adalah kakak." Ucap Adara.

"Ayah akan memastikannya, jadi jangan menangis lagi sayang." Alex mencium pucuk kepala putrinya.

Riko yang sudah membersihkan dirinya keluar dari kamar mandi, dia kaget melihat kakaknya sedang duduk di pinggir kasurnya dengan melipat kedua tangannya.

"Kau membuatku kaget kak." Ujar Riko.

"Apa kamu tau masa lalumu sebelum mommy dan papi menikah?" Tanya Devano.

Riko yang masih mengenakan handuk duduk di sofa, dia tampak berfikir keras tapi tidak bisa mengingat apa-apa. "Aku melupakannya, yang aku ingat mommy bilang aku pernah kecelakaan." Jawab Riko.

"Apa benar kamu cucu dari Keluarga Handoko?" Devano melihat Riko yang masih santai memainkan poselnya.

"Hei, kalau memang aku dari Keluarga Handoko aku tidak akan membiarkan adikku dekat denganmu." Riko melempar bantal sofa dan mengenai kepala Devano.

"Dan itu tidak mungkin, mommy pernah mengajakku ke makam papi kandungku." Ucap Riko saat mengingat Evelyn mengajaknya kesebuah makam.

"Ini sangat membingunkan." Batin Devano.

Semua keluarga Hanendra sedang sarapan, Tuan Raka memulai percakapan. "Devano papi tidak ingin perusahaan kita bekerja sama dengan perusahaan Handoko Group."

"Ingat Devano perusahaan kita dan perusahan Handoko tidak akan pernah sejalan. Dan satu lagi jangan berhubungan dengan Keluarga itu lagi." Ucap Tuan Raka kembali.

"Mas, anak-anak saling mencintai satu sama lain kenapa kita tidak."

"Tidak Evelyn. Keluarga Hanendra tidak akan pernah bersatu dengan Keluarga Handoko, jangan ada yang berhubungan dengan Keluarga itu lagi." Devano mengepalkan tangannya mendengar ucapan papinya.

Tuan Raka meninggalkan meja makan begitu pun dengan Devano kini hanya tinggal Riko, Evelyn dan Tuan Sanjaya.

"Apa mommy sengaja membuat papi marah kepada kakak?" Tanya Riko.

"Kenapa kamu berfikiran seperti itu kepada mommy." Evelyn menatap tajam ke arah Riko.

"Karena sampai sekarang rencana balas dendam mommy belum kakak laksanakan, apa aku salah menebaknya mom?" Riko menyeringai. "Aku akan berangkat mom, " Rio pun berdiri lalu meninggalkan mereka berdua yang masih berada di ruang makan.

"Kalau mas Raka melarang Devano dekat dengan Keluarga Handoko rencana kita bisa gagal pa." Ucap Evelyn.

"Kamu benar sayang, kita harus membuat Devano menjadi pembangkang untuk menjalankan rencana kita." Evelyn mengangguk mendengarkan ucapan papanya.

*****

Ponsel Adara berdering, Adara melihat siapa yang masih pagi sudah menghubunginya. "Devano?" Gumamnya.

"Halo Dev."

"........"

"Apa sepenting itu sehingga kita ketemunya sekarang?"

"......."

"Oke, aku akan segera kesana."

Adara mengambil tas dan kunci mobilnya lalu meninggalkan ruangannya, dia mengendarai mobilnya menuju ke restauran dekat butiknya.

Adara masuk ke dalam restauran, Devano melambaikan tangannya agar mempermudah Adara menemukannya.

"Dev, ada hal penting apa mengajakku ketemuan di pagi hari?" Tanya Adara saat dirinya sudah duduk di depan Devano.

Devano menggenggam tangan Adara "Aku kesini untuk memastikan sesuatu. Apa kamu menyukaiku Adara?" Adara menatap mata Devano, pandangan mereka bertemu satu sama lain dan Adara menganggukkan kepalanya.

"Mungkin menurutmu secepat ini aku memintamu menjadi wanitaku, karena aku tidak bisa menunggu lama lagi." Ucap Devano.

"Ya ini sangat memdadak." Ucap Adara.

"Keluarga kita sudah dari dulu menjadi rival bisnis, untuk menyatukan kedua Keluarga kita harus bersama."

Adara berfikir apa yang di katakan Devano memang benar, sudah bertahun-tahun Keluarganya dan Keluarga Devano menjadi rival dalam bisnis. Dia tidang menyangka secepat ini Devano memintanya menjadi kekasihnya.

"Apa kamu masih ragu?" Tanya Devano.

"Tidak, untuk mempersatukan Keluarga kita, kamu benar Dev kita harus bersama." Jawab Adara.

"Jadi kamu menerimaku?" Adara mengangguk.

Devano tersenyum melihat anggukan kepala Adara, tapi berbeda di hatinya ada rasa sakit yang Devano rasakan entah apa itu. Mereka pun memesan minuman dan melanjutkan obrolannya.

"Aku akan mengantarmu kembali ke butik." Ujar Devano.

"Aku bawa mobil, kamu langsung ke kantor saja." Adara tersenyum.

"Baiklah." Devano dan Adara keluar dari restauran bersama menuju parkiran. "Mobilmu dimana?" Tanya Devano.

"Di sana." Adara menunjuk mobil berwarna putih.

"Aku akan mengantarmu sampai di mobil." Devano berjalan mendahului Adara. "Kenapa kamu diam? Apa ingin pulang bersamaku?"

Adara menyusul Devano yang sudah sampai di depan mobilnya "Terima kasih." Ucap Adara.

"Untuk apa?" Tanya Devano.

"Karena kamu sudah menyukaiku." Jawab Adara dengan wajah bersemu merah.

CUP.. sebuah ciuman Devano mendarat di bibir Adara, wajah Adara kembali memerah malu.

"Sekarang masuk kemobil, aku akan mengikutimu sampai ke butik." Adara mengangguk.

Devano masuk kedalam mobilnya dan mengikuti mobil Adara sampai ke butiknya, setelah memastikan mobil gadis yang belum sejam menjadi kekasihnya itu berhenti di depan butik miliknya, Devano melanjutkan perjalanan ke perusahaannya.

"Dia sudah menjadi kekasihku mom." Devano mengirim pesan kepada Evelyn.

Tidak lama balasan dari Evelyn masuk di ponsel Devano "Putra mommy memang yang terbaik." Devano tersenyum saat membaca balasan dari mommynya.

Bersambung....

*Jangan lupa Like, Komen dan Vo*tenya...

1
Linee Alice
Loh
Linee Alice
Sudah 2025
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Linee Alice
Next thor sdh 2024🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
Yani Anwar11
Luar biasa
Sri Ujji
Aduh...
dah bertahun2 ....
dad Al..kenapa lom ktmu jg..
nella juli
next thorrr
Nadia Binti Umar
knp g ada lanjutan nya lagi thor
Dia Jeng
digantung lagi 🙄🙄🙄
Mariani Mohamad
menarik bangat...
Windy Lyana
udah sampai bab 64 tp konflik nya mengalir n bermunculan musuh baru.
Windy Lyana
hmmm alur cerita nya udah di hancur kan sampai demikian seolah" kluarga Alex gak bs mengatasi n seolah melupakan harga diri dgn minta bantuan Devano buat klarifikasi.
Windy Lyana
mgkin kl sejak kejadian Kanaya blg kl di perkosa omongan calon mantan mertua bs di antisipasi setidak nya blg sebelum hamil .udah hamil nikah kurang bbrp hari br blg pasti nyinyiran tetangga lbh parah.
Eli Winarti
allur nya lompat2 gx jelas
Dedek Afrida
next
Dedek Afrida
up
mongky buruk rupa
aq abnrx lbh ska anDra ma doktr syrif...cz kslhanx devano ma ortune udh fatal...jka ma syrif kan bsa buat devano mnyesal dan kdpan bsa mnghrgai sesuatu...tp authorx maux andara ma devano trus aq bsa apa donk
Eny
lanjutkan
Wiwik Daniati
kog kek nya pernah baca cerita kek gini juga ya...bahkan sama persis ceritanya cuma bedanya di status si cewek aja.klo ini housekeeping hotel klo yg satu lagi judulnya bosku ayah dari anak ank ku judulnya.sam bgt ceritanya
💫✰✭𝓜𝓾𝓻𝓽𝓲𓅓 𓆊 𝕽𝖈⃞⃟〠
update'a terlalu lama
Fitri Kurnia Sari
lanjuttt thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!