NovelToon NovelToon
Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Naik Kelas / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Dikala aku sudah memulai hidup baruku tanpamu, kenapa kau kembali lagi. Beredar terus di sekitar, membuatku kesal.

Pergilah kau, pergi dari hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

"Apa-apaan orang itu. Beraninya menghina putra bungsu keluarga Santoso. Apa dia tidak tahu hukuman karena menghina salah satu keluarga Santoso? Dan apa tadi yang dikatakannya? Arya hidup dari seorang wanita? Sungguh sulit dipercaya" gerutu ayah Arya yang baru kembali dari luar.

"Apa yang ayah bicarakan?" tanya Arya tak mengerti dengan kata-kata ayahnya.

"Kau!!! Katakan sejujurnya padaku!! Apa benar kau seperti pengemis ketika datang ke negara ini?!"

Meski tidak mengerti kenapa ayahnya marah dan bertanya sesuatu yang tidak penting, tapi Arya berusaha menjawab.

"Kalian mengusirku pergi hanya dengan sedikit uang. Kupergunakan semua uang itu untuk mendaftar kuliah. Jadi pastinya, aku tidak punya uang lagi untuk membeli baju dan makanan yang layak. Darimana ayah tahu? Kak Arga?"

Ayah Arya tidak segera menjawab tapi melayangkan pandangan ke arah lain. Kemudian menjawab singkat,

"Kau menyedihkan!"

"Apa?!"

Arya tentu saja tidak terima karena diejek seperti itu oleh orang yang mengusirnya dulu.

"Lusuh, pengemis, tidak tahu diri, tidak tahu malu, brengsek, pengkhianat, pembohong. Bisa-bisanya satu orang mendapatkan gelar buruk sebanyak itu dari orang lain"

Arya mendengar semua ejekan itu dan mulai merasa kesal.

"Ayah menghina aku?"

"Segera bereskan semuanya. Aku dan ibumu harus bertemu dengan menantu kami!" desak ayahnya tidak tahu kalau Arya juga mengusahakan hal sama. Namun sekarang ada sedikit kendala.

"Baiklah. Aku akan segera menyelesaikannya" janjinya tidak mau mundur lagi. Dia memang harus menyelesaikan masalah ini dengan Luna. Dia tidak sabar terus bersama istrinya itu. Baik tubuh dan hatinya membutuhkan Luna.

Jadilah Arya sekarang berdiri di depan apartemen Luna. Dia memantapkan hati dan jiwa sebelum mengetuk pintu.

"Siapa kau?!" tanya seseorang persis seperti tangan Arya mengetuk pintu. Dia berbalik dan segera membuat tubuhnya tegap.

"Ayah!" sapanya pada ayah Luna.

"Kau!!! Kau anak tidak tahu malu!! Mau apa kau kemari?!" teriak ayah Luna menggema di lorong apartemen. Segera saja pintu kamar Luna terbuka dan ternyata tidak hanya ayah. Bahkan ibu Luna ada disini.

Sebelum menyebabkan keributan yang semakin besar. Arya memutuskan untuk membawa istri dan keluarganya ke lantai enam belas. Dan baru kali ini, Arya seperti kura-kura dalam tempurung.

Baru saja ketiganya masuk, orang tua Arya ternyata siap menyambut. Ketika Arya mengkhawatirkan ada pertempuran besar, ternyata ...

"Tuan Budi dan Nyonya Aida?!" seru Luna

"Luna!!" balas kedua orang tuanya.

Arya terkejut karena Luna mengetahui nama ayah dan ibunya.

"Bagaimana?!"

"Jadi Anda berdua ... " kata Luna ke arah orang tuanya mengabaikan Arya.

"Kau juga ... " balas ibu Arya juga mengabaikannya.

Dan pertemuan yang dikhawatirkan Arya menjadi pertempuran yang kacau berubah menjadi perbincangan penuh keakraban. Diantara keluarganya juga Luna. Hanya saja, semua orang sepakat untuk mengeluarkannya dari bahan obrolan.

"Ayah, ibu, bagaimana kabar kalian?" tanyanya pada orang tua Luna. Agus Susilo dan Susi. Tapi keduanya mengabaikan kata-kata yang keluar dari mulut Arya. Dia bahkan dianggap tidak ada disana.

"Jadi ... "

Tiba-tiba saja semua mata tertuju pada Arya. Bukan cara melihat yang ramah namun mengancam. Dia memang terbiasa dengan tatapan seperti ini. Tapi kali ini, dia tidak bisa melakukan apa-apa. Apalagi melawan semuanya.

"Apa?" tanyanya.

Segera saja semua kata-kata tuduhan menyerangnya. Mulai dari ayah ibunya juga orang tua Luna. Dan istri tercintanya, hanya duduk di belakang seperti ratu yang mengerahkan semua pasukan ke arah Arya. Membuatnya tak bisa berkutik dan kemudian mengaku salah.

"Maafkan aku karena telah berbohong. Maaf karena aku telah mengkhianatimu, walau semua itu benar-benar tidak terjadi seperti yang kau bayangkan. Maafkan aku karena pergi begitu saja tanpa kabar selama tiga tahun. Dan hanya meninggalkan surat cerai palsu" katanya menghentikan semua penyerangan.

"Luna, Arya memang bersalah. Dan kalau jadi dirimu, aku tidak akan pernah memaafkannya. Tapi aku sangat senang mengetahui kalau kau adalah menantuku. Mulai sekarang, kami berjanji akan mengawasi Arya secara ketat. Tidak akan pernah membiarkannya menyakitimu lagi" dukung ibunya, berusaha membela Arya yang ingin bersama lagi dengan istrinya.

"Tiga tahun ditinggalkan begitu saja. Meski memang keduanya belum resmi bercerai secara hukum. Tapi semua syarat untuk perceraian otomatis telah terpenuhi. Saya ingin Luna menjalani kehidupan baru yang lebih bersih dari kebohongan dan bahagia. Dengan orang baru yang benar-benar menyayanginya" jawab ayah Luna menutup pintu perdamaian.

"Kami benar-benar mohon maaf untuk waktu tiga tahun itu. Tapi saat itu, ayah Arya mendadak terkena serangan jantung. Kalau saja Arya tidak pulang untuk menemani merawat ayahnya. Mungkin keluarga kami tidak akan bertahan. Aku tidak akan bertahan. Tapi kami tidak tahu kalau ternyata anak nakal itu meninggalkan Luna begitu saja karena kami. Karena itu ... "

Arya menjadi tidak bisa bicara apa-apa. Dia memang merasa bersalah tapi juga merasa apa yang dilakukannya benar. Ada perdebatan di batinnya sekarang.

Yang paling dia pentingkan saat ini adalah Luna, akan kembali tinggal bersamanya. Tidak peduli apapun yang kedua keluarga mereka pikirkan, dia hanya ingin bersama istrinya.

"Kami sudah bercerai" kata Luna menghancurkan pemikiran Arya

"Luna, sayang!!"

"Berhenti disitu Arya!!"

Arya tidak diperkenankan mendekati Luna. Bukan oleh ayah mertuanya, melainkan ayahnya sendiri.

"Kami akan menunggu surat cerai yang resmi. Dan mulai saat ini, saya harap putra Anda juga Anda berdua tidak mendekati Luna lagi. Atau saya akan memanggil polisi"

Luna beserta kedua orang tuanya hendak keluar dari apartemen. Tapi Arya tidak ingin merelakan semuanya begitu saja. Dia menahan Luna.

"Kau masih mencintaiku. Kita masih saling mencintai. Apa kau akan mengabaikan perasaan ini dan jatuh cinta pada pria lain?" tanyanya lalu berhadapan dengan mata paling cantik namun sedih milik Luna. Dia tidak pernah melihat kesedihan seperti ini dari mata istrinya. Karena Luna selalu bahagia ketika bersamanya.

"Kalian sudah selesai tiga tahun lalu. Untuk alasan apapun kau meninggalkan Luna. Meninggalkan seorang wanita dengan status yang tak pasti adalah hal paling buruk yang pernah aku tahu. Dan lagi, keadaan Luna baik-baik saja sekarang" jawab Tuan Agus dan menyeret putri serta istrinya pergi. Tak memberi kesempatan sama sekali pada Arya.

1
falea sezi
MC nya oon harga diri. di injak dia diem. aja males
falea sezi
Luna lemah di selingkuh in ttep mau goblok😒 skip lah g jelas. ne novel
falea sezi
🤣g tau malu drama katanya tp mesra ma tidur bneran munafik. lu anjing
falea sezi
g tau malu🤣 si Arya lali. tukang zina
falea sezi
🤣🤣 pura2 tp nganu beneran yee munafik. najis😒
Joice Posende
mantap dibaca saat istirahat🤗
Joice Posende
😍😍
Joice Posende
lanjut dong
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
heran aku dengan arya...thor jangan bagi mereka berbaik kembali... dia dah celup orang lain tu...
tahi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!