Sandra yang merupakan anak ke 2, ia selalu saja merasa iri dengan Kakak sambungnya Naura.
Akankah mereka akan Baikan?
Buku ke 2 dari "Naura Abyasya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
" Memangnya apa yang salah dengan Naura?"
" Naura telah pergi menemui ayahnya tanpa persetujuan dari Kak Rangga dan kata permintaan maaf dari Sandra." ucap Reza dan tentunya membuat Karin terkejut.
" Aku sangat tidak menyangka kalau Naura bisa melakukan hal seperti itu, padahal sebelumnya ada orang tidak pernah melakukan hal seperti itu."
" Itu juga yang membuat aku dan juga Kak Reza sangat terkejut Kak Karin, entah keberanian dari mana yang membuat Naura berani untuk menentang perkataan Kak Rangga."
" Lalu apa yang kamu lakukan agar dia mau berkata jujur? karena aku yakin dia pasti akan menyembunyikan hal ini."
" Untuk saat ini kami hanya mengambil tindakan diam saja, kami hanya menunggu dia untuk berkata jujur kepada kami Kak. Kami ingin dia mengutarakan yang sebenarnya, walaupun kami tahu menunggu hal itu pasti memakan waktu yang sangat lama."
" Tidak ada tindakan yang ingin kalian lakukan, sebelum dia mengutarakan kebenaran itu?"
" Mungkin untuk sementara waktu kami hanya akan diam dan tidak menggubrisnya, dan mungkin setelah itu dia akan menyadari Apa kesalahan yang telah dia buat."
" Setelah dia mengakui hal tersebut, Apa tindakan yang akan kalian lakukan?"
" Mungkin Kakak juga telah mendengar tentang kesepakatan yang kami buat bersama dengan Naura, yaitu jika dia bertemu dengan ayah kandungnya tanpa persetujuan dari Kak Rangga dan permintaan maaf dari Sandra. Maka hubungannya dan juga Kevin harus putus, dan setelah itu Kak Rangga akan menjodohkannya dengan seseorang."
" Aku memang mengetahui hal tersebut, tetapi sampai detik ini aku sama sekali tidak mengetahui siapakah sosok pemuda yang akan dijodohkan dengan Naura itu."
" Namanya Carlos Kak."
" Jadi sosok pemuda yang ingin dijodohkan dengan Naura adalah dia, kalau begitu aku sangat setuju jika memang Naura akan dijodohkan dengan Carlos."
" Apa alasan Kakak setuju ketika Naura akan kita jodohkan dengan Carlos?"
" Aku sudah lama mengenal kepribadian Carlos, karena itu aku yakin kalau Carlos pasti akan bisa menjaga Naura dengan sangat baik."
" Tapi bagaimana jika nantinya Naura kecewa ketika kita menjodohkannya dengan Carlos, Karena kan dia tidak mengenal Carlos."
" dia bukan tidak mengenal Carlos. Hanya saja dia sudah lama tidak bertemu dengannya, dan mungkin nantinya memang ada sedikit rasa kecanggungan diantara keduanya. Tapi aku yakin perlahan-lahan mereka berdua pasti bisa menjalin hubungan yang baik."
" Kalau menurut Kak Karin memang seperti itu, aku yakin rencanaku dan juga Kak Rangga pasti akan berjalan lancar dan tidak akan ada pertentangan."
" Mudah-mudahan begitu, sekarang tinggal kita tunggu saja waktunya dia mengaku. Oh iya kak, kakak sudah memberiku informasi ini pada Carlos?"
" Sudah, dan dia sangat gembira." ucap Rangga.
...🦉🦉🦉...
" Maaf sebelumnya Tuan."
" Ada apa?"
" Kalau boleh tahu kenapa sejak tadi Tuan selalu saja tersenyum?"
" Aku baru mendapatkan kabar dari Kak Rangga, dia berencana menjodohkan ku dengan Naura."
' Pantas saja beliau tampak sangat bahagia, ternyata beliau akan mendapatkan pujaan hatinya.' batinnya
" Syukurlah kalau memang itu yang terbaik, semoga saja nona Naura mau bersanding dengan tuan."
" Amin... Dan tolong atur waktu secepatnya agar aku bisa berkunjung ke Indonesia."
" Mohon maaf tuan, kita tidak bisa berkunjung dalam waktu dekat. Kita harus menyelesaikan proyek yang memang kalau kita susun sejak lama dan pertemuan dengan klien dari luar negeri, mungkin sekitar 1 bulan lagi kita baru bisa pergi ke Indonesia."
" Sangat menyebalkan, tetapi Ya sudahlah. Usahakan secepatnya untuk menyelesaikan semua proyek-proyek yang telah kita bangun, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Naura."
" Baik Tuan, saya dan juga yang lainnya akan berusaha melakukan yang terbaik. Agar semua pekerjaan kita bisa selesai dalam waktu dekat, kemudian Tuan bisa bertemu dengan nona Naura." ucapnya yang kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut karena ia tidak ingin mendapatkan amukan, Sebab ia tahu setelah ini tuannya itu pasti akan marah sama besar karena tidak bisa segera pergi untuk bertemu dengan Naura.
Di tengah kesunyian itu tiba-tiba saja telepon genggam yang ditarik pun berdering, Iya pun langsung melihat siapakah sosok yang menghubunginya. Dan ternyata sosok yang menghubunginya adalah ayahnya, tentunya Ayah sempit hijau dengan ayahnya yang tidak bisa dihubunginya. Karena biasanya sang ayah tidak pernah menghubunginya, dan bila ingin menghubunginya pastinya hal itu adalah hal yang sangat penting.
" Halo tuan "
" Bisa tidak kau memanggilku dengan sebutan ayah!"
" Setelah kau menikah dengan istri muda mu aku tidak pernah bisa menganggap mu sebagai aku lagi."
" Baiklah terserah kepadaMu saja Carlos, tapi hari ini ada yang ingin Ayah sampaikan."
" Anda ingin menyampaikan hal apa kepada saya"
" Dua hari lagi adalah acara pertunangan dari Fazira."
" Fazira yang saudara kembarnya Fahira itu?"
" Iya benar sekali, Kau bisa datang di acara tersebut?"
" Tentu saja aku bisa datang ya cara tersebut, karena aku cukup mengenalnya dan tidak mungkin aku tidak hadir di acara bahagianya itu."
" Baiklah kalau memang kau bisa hadir di acara tersebut, Ayah ikut senang karena kau bisa hadir di acara ini. Kalau begitu sampai bertemu di acara tersebut ya, dan ayah harap kau bisa bertemu dengan sosok seorang pendamping di sana."
" Anda tidak perlu memikirkan mengenai urusan pribadiku, lagian aku juga telah menemukan sosok gadis pujaan hatiku yang sebenarnya. Jadi anda tidak perlu memikirkan mengenai urusan pribadi ku itu."
" Syukurlah kalau kau telah menemukan siapapun sosok wanita itu, jangan diharapkan agar kau selalu bahagia bersama dengan pilihanmu itu."
" Tidak usah memikirkan mengenai apa lagi lagian Anda sejak dulu kan hanya memikirkan istri muda dan juga anak dari anda itu." ucapnya yang kemudian langsung mematikan sama menelpon dari ayahnya itu karena ia sangat malas membahas mengenai ibu tiri dan juga saudara tirinya.
...🦜🦜🦜...
Di sebuah kamar tampak seorang gadis sedang memegang telepon genggamnya, Iya berusaha menghubungi seseorang yang paling ya sayangi. Dan tentunya Ia juga sangat merindukan sosok itu, sosok gadis yang membuatnya pulih dari rasa keterpurukannya selama ini.
" Halo assalamualaikum Naura."
" Waalaikumsalam Fazira."
" Maaf ya kalau aku mengganggu waktu istirahat mu."
" Aku sama sekali tidak menggangguku Fazira, tapi aku ngomong sama heran kau tumben nelepon aku di jam seperti ini."
" Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan padamu."
" Kau ingin menyampaikan apa?"
" Aku ingin menyampaikan sebuah kabar bahagia untukmu."
" Berbahagia Apa yang ingin kau sampaikan?"
" Dua hari lagi aku akan melangsungkan acara pertunangan."
" Yang bener aja dua hari lagi sama kamu langsungkan pertunangan?"
" Aku beneran Naura, dua orang yang bertunangan."
" Kau ingin berkenalan dengan siapa?"
" Namanya Afif, dia seorang pebisnis di Indonesia."
" Tunggu dulu, kalau begitu ada kenari kau akan pindah ke Indonesia?
" Benar sekali, Aku harap kita bisa lebih dekat Ya nantinya."