Kartini berparas ayu tapi gemuk bekerja sebagai perawat kakek jompo yang bernama Chandresh. Walaupun berbadan gendut, Kartini bekerja dengan gesit dan merawat kakek seperti orang tuanya sendiri. Ketulusan hati Kartini membuat Chandresh kakek kaya raya itu ingin menjodohkan Kartini dengan cucunya yang bernama Arga Dhiendra Chandresh.
Arga menolak tegas karena ia sudah mempunyai kekasih yang bernama Nadine, tetapi ancaman kakek akan menggantikan posisi jabatan Ceo yang Arga emban kepada saudara sepupunya bila tidak mau menikahi Kartini membuat Arga Dhirendra bingung untuk ambil keputusan.
Nah, apakah Arga akhirnya menerima Kartini sebagi Istri? Kita ikuti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"Allahu akbar, Allahu akbar."
Tidak ada yang mampu membangunkan tidur Kartini, termasuk Arga ketika terjadi drama sejak dini hari, kecuali adzan subuh walau terdengar agak jauh dari kediaman kakek. Kartini turunkan kaki dan tangan dari tubuh Arga yang ia sangka guling. Namun, betapa terkejutnya ketika duduk dan menoleh ke samping, Arga tidur dengan nyenyak.
"Hah? Gila! Apa yang aku lakukan?" Kartini panik lalu memeriksa pakaiannya, tapi tidak lama kemudian menarik napas lega, karena pakaiannya masih melekat, dan tidak ada organ tubuh yang terkoyak. Kartini seketika sadar, Arga tidak mungkin juga tertarik dengan tubuhnya karena ada tubuh ideal Nadine yang menjadi candu bagi Arga.
Namun, yang membuat Kartini bingung. Kok bisa-bisanya dirinya tidur memeluk Arga seperti itu. Dia ingat dini hari tadi ketika selesai ganti pakaian hanya ingin mencoba merebahkan tubuhnya di ranjang itu sebelum pemiliknya datang, toh malam sebelumnya Arga pernah menawarkan juga. Tetapi begitu tubuhnya merasakan kasur empuk langsung bablas ngorok tidak ingat lagi kapan Arga pulang.
Perlahan-lahan Kartini turun dari kasur kemudian mandi lalu shalat subuh, sebelum akhirnya membuat sarapan untuk Kakek dan juga Arga.
"Sekarang yang memasak jadi kamu terus Tin," kata bibi tidak enak hati. Padahal dulu Kartini hanya memasak untuk tuan Chandresh saja.
"Nggak apa-apa bi..." tulus Kartini, sekarang tentu saja berbeda. Walau hanya menjadi istri di atas kertas tapi apa salahnya berbakti kepada suami.
Kartini memasak sambil ngobrol bersama bibi hingga matang, kemudian sarapan. Di meja makan tidak sehangat biasanya. Karena kakek mendiamkan Arga. Sementara Kartini seolah menghindari bertatap mata dengan Arga, ia malu ingat saat tidur memeluk Arga tadi.
"Kakek kok makan hanya sedikit?" Kartini khawatir jika sakit lagi.
"Sudah kenyang Tini, kakek duluan ya..." ucap kakek padahal makanan di piringnya masih ada.
"Iya, Kek."
Kakek meninggalkan Arga dan Kartini ke kamar tanpa berkata-kata. Kartini membantu bibi membereskan piring kotor. Begitu kembali, Arga sudah tidak ada. Kartini yakin Arga hendak berangkat ke kantor, terpaksa menyusul ke kamar.
"Tidak ke kantor, Bos?" Tanya Kartini karena Arga justru duduk santai di sofa kamar sambil main handphone.
"Nggak, ngantuk!" Arga menjawab ketus.
Kartini hanya diam tapi dalam hatinya mengucap kata "kapok-mu, kapan" karena pacaran tidak ingat waktu.
"Gara-gara kamu malam tadi pulang sendirian, Kakek marah-marah sama saya tahu tidak?!" Ketus Arga, menatap Kartini tajam tapi cepat berpaling ketika Kartini membalas tatapan itu.
"Jangan apa-apa hanya bisa menyalahkan orang lain. Seharusnya kamu berpikir dulu," ucap Kartini, ketika kata 'kamu' keluar dari mulutnya itu artinya ia sedang marah.
"Kalau kamu malam tadi sabar menunggu saya, Kakek tidak akan marah!" Arga mana mungkin mau mengalah, justru menjawab seolah ia paling benar.
"Menunggu kamu pacaran hingga pagi? Emmm... Kok egois sekali kedengerannya. Asal kamu tahu! Saya menunggu kamu dari jam 9 sampai tengah malam, sedangkan kamu enak-enakkan pacaran! Sekarang pikir, siapa yang salah?!" Kartini menekan pelipis, masa bodoh karena sudah tidak sopan menganggap Arga tidak menggunakan otaknya untuk berpikir.
Arga tidak lagi menjawab, pria itu menunduk, jari-jarinya meremas rambut.
Sementara Kartini mengontrol napasnya yang ngos-ngosan karena marah. Tetapi hatinya yang lembut itu segera mencair, lalu duduk di pojok sofa yang sama dengan Arga tapi menjaga jarak.
"Maaf, kalau saya lancang. Tapi, gaya pacaran Bos dengan Nadine itu sudah di luar batas," Kartini mencoba untuk berbicara baik-baik.
"Kamu cemburu kan?!" Arga melempar tatapan cepat.
"Tidak! Sama sekali tidak," jujur Kartini, selama menikah hatinya tidak ada perasaan kepada Arga selain antara bos dengan pembantu. "Jika Bos ingin rencana kita lancar sampai 5 bulan kedepan seharusnya bisa menahan diri untuk tidak terlalu intim kepada Nadine," lanjut Kartini. Ia mengatakan jika sampai Nadine hamil lebih dulu kebohongan ini cepat atau lambat akan terbongkar.
Arga kaget, menatap Kartini tajam. "Enak saja kamu bicara!" Arga tidak terima dikatakan seperti itu.
"Jangan marah dulu Bos, mana ada kucing akan menolak jika disuguhi ikan? Pertama-tama kucing itu akan mencicipi sedikit, setelah terasa enak lama-lama ketagihan dan akhirnya tidak diberi pun mencuri. Sebaiknya Bos renungkan kata-kata saya ini," Pungkas Kartini lalu meninggalkan Arga di kamar.
Semenjak saat itu, Arga banyak diam, tapi setidaknya setiap hari pulang dari kantor tepat waktu. Hingga seminggu kemudian saatnya berangkat ke Maladewa.
"Hati-hati di jalan Tini, kalau sudah tiba jangan lupa kabari Kakek." ucap Kakek, beliau yang menyuruh tapi pria itu tampak cemas.
"Kakek jangan pikirkan aku, aku justru mengkhawatirkan Kakek," Kartini menatap Kakek berkaca-kaca. Selama satu tahun, baru kali ini meninggalkan kakek.
"Jangan khawatir Tini, Percayakan Kakek padaku," Milah yang menjawab.
"Ibu juga akan sering-sering datang kemari, Tini," Ibu Hana yang juga hendak mengantar kepergian putra dan menantunya saat ini berada di rumah kakek.
"Arga, jaga istrimu baik-baik," Kakek menatap cucunya penuh harap.
"Baik Kek."
Mereka berdua masuk ke mobil hendak diantar supir ke bandara, tapi belum sampai kendaraan itu berjalan, sebuah mobil lain datang.
...Bersambung...
lnjut kk👍
siapa.tuh yg datang jangan bilang itu Nadine yah
atau....gundik mu Arga...🤣🤣🤭🤭🤭 entahlah hy emak yg tau
kenzo?
nadine?
siapa sih thorr bikin penasaran aja 🤭
dia bisa...msk mobil kmu aj GK bisa...🤣🤣🤭