NovelToon NovelToon
Cinta Posesif Arlan

Cinta Posesif Arlan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dark Romance / Posesif
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Voyager

"Jangan pernah berpikir untuk melangkah keluar dari bayanganku, Mika. Karena sedetik saja kamu menghilang, aku akan pastikan dunia ini mencarimu dengan cara yang tidak akan pernah kamu lupakan."

Mikaela siswi SMA cantik dari keluarga yang biasa. Suatu malam mengubah segalanya. Menyaksikan dan bertemu dengan Arlan Gavriel—pria berkuasa di Kota Glazy, menghabisi nyawa seseorang dan membuatnya menjadi tawanan yang harus dimiliki Arlan sepenuhnya. Terjebak dalam keadaan yang tidak menguntungkan, perlahan ada rasa tumbuh di benak Mika setelah mengetahui sisi lain dari Arlan. Arlan adalah monster berdarah dingin, tapi juga penyelamat bagi Mika.

Ada apa dengan Mika dan Arlan? Kenapa Arlan membuatnya sebagai Tawanan? Apakah hanya karena melihat kejadian malam itu? Atau ada sesuatu yang harus Mika bayar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Voyager, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Lagi Tahanan

Buk!

“Kuperingatkan sekali lagi! Dia udah jadi milikku, dan nggak ada orang yang berhak menyentuh dia!”

Arlan pun pergi. Ia kembali menuju ke rumah sakit. Namun, ketika sampai di ruang rawat Mika. Mika tidak ada di tempat.

“Mika mana?” tanyanya pada Dokter Hendra.

“Astaga, baru aja aku tinggal!” sahut Dokter Hendra yang juga bingung. “Aku akan cari ke sana!” lanjutnya bergegas.

Arlan pun tak tinggal diam. Ia juga pergi mencari Mika. Tiba-tiba Arlan menemukan bercak darah di tangga darurat. Ketika mengikuti jejak itu, ia menemukan stan infusan tergeletak di sana.

Namun, darah masih ada menetes di tangga darurat yang ia lewati.

“Apa jangan-jangan?” Arlan langsung mempercepat langkahnya.

Dugaan Arlan ternyata benar. Mika berada di rooftop. Di pinggir gedung, seakan ia ingin terjun dari atas.

“Hentikan!” Arlan teriak yang membuat Mika berbalik.

Sangat terlihat jelas di mata Mika yang sembab bahwa dirinya sedang dalam fase tersulitnya.

“Apa benar dia begitu?” batinnya, mempertanyakan penjelasan Tristan dengan sebuah kenyataan.

“Berhenti!” Mika teriak dengan kencang. “Jangan mendekat.”

Arlan berusaha jalan pelan mendekatinya. Mika benar-benar berbeda hari itu.

“Kalian semua jahat! Apa yang kalian mau dari aku?! Kenapa harus aku?!” teriaknya kembali sambil meneteskan air mata.

“Apa salahku?!”

Mika benar-benar hancur. Sejak kecil hingga sekarang, hidupnya hanya menjadi permainan. Keluarga yang ia punya, justru menjadi andil dalam penyiksaan yang terjadi selama ini.

“Aku hanya mau hidup tenang!”

Teriakan Mika sangat miris dirasakan Arlan. Jelas Arlan kembali berpikir bahwa Mika memang benar butuh perlindungan.

Namun, ia juga merasa bukan suatu pelindung yang bagus untuk Mika.

Semua ungkapan Mika dan reaksinya sangat tidak pernah Arlan sadari. Ketika Mika lengah, Arlan menarik tangan Mika dan memeluknya.

“Lepasin aku!” Mika memberontak sambil memukul dada Arlan. Tapi dekapan Arlan yang erat, perlahan membuat ego Mika mengendur.

Air mata tak henti-hentinya mengalir di pipi Mika.

“Lepasin aku, Tuan Arlan!” Suaranya sangat lemah. Arlan memegang pipi Mika dengan lembut.

Tatapan Arlan seperti seorang yang jatuh cinta. Ekspresi Mika yang lesu membuat Arlan tak bisa menahan diri.

“Aku mohon Tuan Arlan, cukup sakiti aku!”

Arlan tak menjawab sepatah kata pun. Ia langsung mencium bibir mungil itu. Mulut Mika terbungkam. Mika memejamkan mata dengan tetesan air mata terakhirnya.

“Kali ini kamu benar-benar jadi milikku!” ucap Arlan sambil memeluk Mika.

Ketika Mika lebih tenang. Arlan menggedongnya turun. Saat sampai di ruang rawatnya, Dokter Hendra datang.

“Mika kamu dari mana?”

Mika hanya tersenyum tipis dengan kode mata yang menandakan ia baik-baik saja.

Sementara Arlan yang duduk di samping Mika, juga memberikan reaksi yang hampir sama.

Dokter Hendra mengerutkan keningnya. “Tunggu sebentar! Kalian—” Hendra menyipitkan matanya, berusaha membaca situasi diantara mereka. “Astaga! Apa kalian?” Keterkejutan Hendra membuatnya melakukan ekspresi yang sangat konyol.

Gerakan cepat Dokter Hendra mendekati Arlan. Ia berbisik, “Tuan, apa kamu jadian sama gadis ini?!”

Arlan tidak menjawab. Tapi pergerakan tangannya yang mempererat genggaman ke tangan Mika, membuat Hendra mengetahui jawabannya.

“Tuan, yang benar aja! Aduh, gimana aku harus bicara sama kakek Anda!” kata Dokter Hendra.

“Hei, apa yang kamu pikirkan?!” tanya Arlan ketus.

Dokter Hendra seketika gagap. “Em, itu ... kalian.”

Mata Arlan menatap Hendra dengan tajam. Sebelum Arlan mengeluarkan kata-kata indah yang bisa membuatnya kehilangan pekerjaan, Hendra langsung tidak melanjutkan ucapannya. Ia pergi dengan seribu langkah cepat.

Sementara Arlan melepaskan genggamannya. Ketika ingin pergi, ia ditarik oleh Mika.

“Tuan, temanku Nurma gimana?”

Arlan melirik sejenak. “Lihat besok!” Ketika langkahnya telah diambang pintu, ia kembali berkata pada Mika. “Nanti kamu dijemput sama asistenku! Pulang dan istirahat.”

“Em—” Mika hanya mengangguk.

Lima jam berlalu, saat matahari sudah turun dan langit mulai terlihat gelap. Mika bersiap untuk pulang.

“Nona, apa udah siap?”

Mika mengangguk. “Udah.”

Mika pun naik mobil mewah milik Arlan. Tak beberapa lama kemudian, telepon masuk.

Klik!

“Siap, segera antar.” Begitu yang dikatakan asisten. Lalu, Asisten Arlan melihat ke kaca spion.

“Nona Mika, Tuan Arlan meminta kita untuk ke apartemen.”

“Untuk apa?” tanya Mika, penasaran.

“Sepertinya Tuan ada yang mau dibicarakan!”

 Mika hanya mengangguk. Mobil pun lebih laju dari sebelumnya. Tak butuh waktu lama, mereka tiba di depan apartement Arlan.

Beberapa pengawal menyambut Mika. “Nona, Tuan udah menunggu.”

Saat mereka bertemu, Arlan duduk di ruang tamu. Di depannya jelas ada sebuah kertas putih dengan pena.

“Apa dia mau menambah utangku!” pikirannya buruk.

“Duduk,” kata Arlan singkat.

Mika pun duduk dengan perlahan. Mempersiapkan diri apa yang akan dilakukan Arlan untuk kesekian kalinya.

Sreeek!

Kertas itu tiba-tiba dirobek oleh Arlan. “Utangmu ku anggap lunas!”

“Haaa, apa?”

“Kenapa? Ini yang kamu mau ‘kan? Sekarang kamu udah bukan tahananku lagi. Jadi, kalau kamu mau pergi silakan!” ujarnya.

Mika tak bisa berkata apa pun. Ia terperangah dengan tindakan Arlan. Apa dan kenapa itu yang berputar di kepalanya.

“Satu lagi. Untuk temanmu di sekolah baru, aku akan bereskan, dan setelah itu urusan kita selesai!”

“Gi—gimana maksudmu?” Ada rasa yang aneh di hati Mika. Dihadapannya seperti bukan Arlan yang jahat dan kejam.

“Uhuk—” Arlan berdiri sambil tangannya dimasukkan ke dalam saku. “Sepertinya itu aja yang mau aku katakan. Tenang aja, asistenku akan antar kamu pulang!”

Arlan pun meninggalkan Mika sendiri. Tidak ada kata yang terucap lagi dari mulut Mika. Ia benar-benar terpaku, tercengang, dan segala perasaan yang bercampur jadi satu.

Tatapannya pun terasa kosong. Saat kembali ke dalam mobil, Asisten Arlan melihat jelas ekspresi Mika.

“Nona Mika Anda nggak apa-apa?”

Mika terdiam sejenak. Matanya tak berkedip beberapa detik. Tetapi setelahnya ia menatap asisten penuh tanya.

“Apa dia selalu bersikap begini? Apa dengan Nona Kamalia dia sangat manis?”

“Em, gimana, ya!” Asisten ragu menjawab. Ia menggaruk kepalanya. “Justru aku melihat Tuan lebih manis kepada Nona dari pada Nona Kamalia.”

“Haa, benarkah? Dia ... kenapa?” tanya Mika, sepertinya ia mulai tertarik dengan kepribadian Arlan.

Asisten melihat lurus ke depan sambil mengemudi. Sesekali ia melirik Mika yang berada di belakang dari kaca spion. “Saya nggak pernah lihat Tuan segini peduli sama orang!”

“Peduli? Apa maksudnya?” tanya Mika.

“Em, nggak apa-apa,” ujar Asisten ragu.

Tanpa terasa mereka sampai di depan kontrakan Mika. Ia pun segera masuk dan melihat ada beberapa kantung berisi pakaian dan gaun.

“Heh, ini dari siapa?”

Ada sepucuk surat kecil di dalam kantung tersebut. Itu adalah sebuah pesan.

Hotel Pogan pukul 20.00, ada gaun di dalam gantung, pakai dan datang ke sini, kamu akan tau semuanya.

-Arlan-

Begitulah isi dari pesan itu. Mika langsung melihat gaun yang diberikan oleh Arlan.

Ternyata itu gaun yang sempat hilang ketika pesta ulang tahun Arlan.

“Kenapa dia suruh aku datang ke sana?” tanyanya pada diri sendiri.

Namun, Mika langsung melihat jam yang dua jam lagi akan tepat pukul delapan malam.

Mika secepat kilat mandi dan berdandan. Ia terlihat seperti bidadari kayangan. Wajah yang cantik semakin menawan ketika berhias.

Duk! Duk!

“Nak, Mika ada yamg mau ketemu!” Suara ibu kontrakan terdengar.

“Siapa?” bisiknya. “Ya, Bu ... tunggu sebentar!”

Secepatnya Mika keluar dan melihat siapa yang sedang menunggunya. Ternyata Tristan berada di sana.

“Kamu ngapain?”

“Kamu mau ke acara Arlan ‘kan?” tanya Tristan.

“I—iya. Tapi aku udah pesan taksi!” jawab Mika beralasan.

Begitu Tristan ingin menjawab. Sebuah mobil hitam mewah berhenti.

Asisten Arlan keluar dan meminta Mika untuk masuk.

Tristan tersenyum pura-pura. “Oh, ini taksinya?!”

Mika pun heran. Ia mendatangi Asisten Arlan. “Kenapa ke sini?” bisiknya.

“Silakan masuk, Non. Kita akan segera berangkat.” Asisten menjawab dengan lantang.

Mika beberpa kali menatap kanan dan kiri di keduanya.

“Lebih baik aku ikut Pak Asisten daripada dia!” batinnya.

Mika langsung segera mengambil tas-nya dan masuk ke dalam mobil tanpa berbicara sepatah katapun dengan Tristan.

Namun, di dalam mobil Mika kembali terkejut. Arlan telah duduk di sisi kursi sebelahnya. Mengenakan pakaian yang membuat ketampanannya bertambah.

Mika sampai lupa untuk berkedip ketika melihatnya.

“Aku memang tampan. Nggak perlu dilihatin seperti itu,” ujarnya percaya diri.

1
Moon
baju linger siapa anjing? 😄 💪😤Kamalia? pemain memang Arlan ini.
Voyager: Eh, mulut kau ya, perlu di peteng ini anak 😤😄
total 1 replies
Moon
ish pundungan si arlan nih. 😤 tpi aku kalau jadi arlan udh di gtukan ya ga mau bantuin sih
Moon
emang sekali" setan begni harus di bentak memang
Moon
eh iya Kamalia gimna tuh? apa dia pelaku tabrak lari itu kah kah kalau di lihat dari bab sebelumnya sepertinya bgtu. Thor gimnq tuh Kamalia wanita iblis. aiiihh pembaca kecewa nih 💪
Voyager: makanya baca aja. sabar nanti juga di bahas 😄
total 1 replies
Moon
😤 Hajar habisin!
Moon
Hmm, Mati aja lah Mika dari pada banyak yang begitukan 😤
Voyager: Eh, lu ada masalah ape bro. sini yuk ngobrol empat mata. 😄
total 1 replies
Lovetu
Emm, Menurutku alurmya kayak bikin orang kesel terus greget dan apa ya??? ya bgtu lah campur aduk kaya es campur. Cerita aku rekomendasikN banget nih. cocok para wanita yang kesel ama laki" hahaha /Drool//Facepalm/
Lovetu
Kepedean tingkat dewa 🤣
Lovetu
Thor Kenapa haris ada karekter baru.🤭 tak suka
Lovetu
mampus lah kau 😤
Lovetu
Pasukan Wibu ayo serbu bab ini 🤣😄
Voyager: Heh, jangan mcam" 😄 jngn pangil mereka ke sini ribet
total 1 replies
Lovetu
Eeeeaaaaa🤭
Lovetu
Aih nasib nasib
Lovetu
Barra anj ....
Lovetu
Bener" keluarga eek. 😤
Lovetu
Kok ada keluarga begitu, ya. apa mereka benar keluarga apa samuel benar ayh nya mika? kok bgtu
Moon
ak jdi mika langsung ku tonjok itu
Voyager: sabar bro jangan emosi ah, nggak jelas kali kau. ayo serbu yang di sebelah
total 1 replies
Moon
model!????
Moon
entah kenapa Arlan ini aku bingung sama sifatnya. lanjut Thor. apa nanti si Mika ketemu lagi dg Arlan ? soalnya Arlan itu kn sangat berkuasa! eh iya Thor sepertinya belum di Spil perlkerjaab Arlan pngen tau
Moon
hm, knp ya orang kyak Mika gini selalu digituin dlm novel cba Thor karakter Mika jadi tangguh aj gtu biar nggk di tindas orang. sih Kamalia juga cewek lenje 😤😤😤
Moon: haha GG bxa sbr ak. tau NDRI kesabaranku setipis tisu
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!