NovelToon NovelToon
Belaian Kakak Iparku

Belaian Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: syizha

Menumpang di rumah kakaknya sendiri seharusnya terasa aman.
Namun justru di sanalah semuanya berubah.
Di balik rumah tangga yang terlihat tenang, ternyata tersimpan jarak, kesunyian, dan luka yang tak pernah terlihat orang lain. Ia hanya berniat tinggal sementara… tapi semakin lama, ia mulai melihat sisi lain dari pria yang seharusnya tak boleh ia perhatikan.
Tatapan yang terlalu lama.
Perhatian yang terasa berbeda.
Dan debar yang muncul di waktu yang salah.
Ia tahu batasnya.
Ia tahu itu salah.
Tapi bagaimana jika hati justru tertarik pada seseorang yang tak pernah dimiliki siapa pun bahkan oleh istrinya sendiri?
Dan ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap…
hubungan terlarang itu perlahan menjadi sesuatu yang tak bisa lagi dihentikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syizha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

prank

Siang harinya ....

Aku rebahan santai di sofa ruang tengah. Tak ada kegiatan apa-apa. Aku hanya melihat televisi yang sebetulnya tak begitu kuperhatikan.

Suasana begitu tenang. Karena hanya ada aku di rumah ini. Liliana masih mengajar, sedang Alana ada di klinik membantu Rini.

Tetapi beberapa saat kemudian, samar-samar aku mendengar suara langkah kaki. Ternyata Alana. Mungkin dia sedang menikmati waktu istirahatnya dengan pulang kemari.

Gadis itu masuk ke dalam rumah. Sambil bersenandung lirih, ia berjalan ke dalam, sampai di ruangan yang saat ini aku tempati.

Langkahnya sepertinya terhenti. Mungkin karena melihat aku yang tengah berbaring miring di atas sofa. Tampak bosan. Tampak bingung karena tak ada kegiatan. Dan tampak kesepian.

"Mas!" Dia tiba-tiba memanggil. Aku melongok ke arahnya.

"Ya." Aku terduduk.

"Boleh minta tolong?"

"Minta tolong apa?"

"Gigiku sakit." Dia memegangi pipi kirinya.

Aku mengernyit, bukankah barusan dia bersenandung ceria. Rasanya tak mungkin jika sedang sakit gigi dia sanggup melakukan kegiatan itu. Apa dia berbohong? Tapi untuk apa?

"Tunggu, aku ambil alatku dulu." Aku beranjak berdiri. Alana cepat-cepat menghampiriku.

"Nggak usah, Mas. Gimana kalau dilihat dulu aja!" Dia memintaku seperti itu.

"Oke. Duduklah!" Alana duduk di sofa yang baru saja aku tempati. Sedang aku berjongkok di hadapannya. Kurogoh handphoneku dari saku celana. Aku ingin memanfaatkan fitur santer di benda pipihku tersebut.

"Di sebelah mana yang sakit?"

"Yang di kanan, Mas."

Aku tertegun. Karena sedari tadi ia memegangi pipi kiri. Tampaknya firasatku benar, dia sedang berbohong. Tapi biarlah. Tak enak jika aku jelas-jelas tak mau mempercayainya.

"Buka mulutmu!"

Alana membuka bibir mungilnya. Giginya yang berjajar rapi langsung terlihat di hadapanku. Tak ada yang bohong, bahkan giginya tergolong sehat.

"Gigi mana yang sakit?" tanyaku.

"Yang belakang, Mas."

Aku memperhatikannya lekat. Berbekal santer handphone yang kubawa. Posisiku jadi begitu dekat dengan-nya. Mungkin hanya berjarak sejengkal wajahku dari wajahnya.

"Sepertinya tak ada yang serius. Tapi nanti coba Mas akan_"

Cuppp .....

Ucapanku terhenti. Aku tertegun. Serasa tak percaya dengan apa yang baru saja Alana lakukan. Alana yang tiba-tiba mengecup bibirku. Dan tanpa perasaan berdosa, ia tersenyum nakal setelahnya.

"Hehehe ... Mas Juna kenak prank," celotehnya.

Aku buru-buru beranjak berdiri. Sangat canggung, sampai bingung harus bergutik seperti apa.

"Bercandamu kali ini nggak lucu, Alana. Mas nggak suka." Aku bergumam. Sedikit ketus. Lalu melenggang pergi dari hadapan Alana.

Gadis itu memanggil-manggilku, tapi aku tak menggubrisnya. Aku masuk ke kamarku.

Brakkkk....

Kututup pintu rapat-rapat.

Aku bersandar di permukaannya.

"Hufffff ....." Aku menghela nafas panjang. Lega, seolah aku usai terbebas dari bahaya yang mencekam.

"Sial! Bisa-bisanya dia seberani itu. Liliana yang Istriku aja, belum pernah kayak gitu. Apa aku sedang dikerjain dia ya!!!" rutukku. Refleks aku memegang bibirku. Membayangkan apa yang terjadi baru saja. Bibir Alana menempel ke bibirku.

Lembut, dan begitu__

"Lah, aku malah ngapain?"

Aku heran dengan pemikiranku yang ang baru saja, bisa-bisanya sama adik sendiri otakku hampir menjurus ke hal-hal cabul.

"Udah lah, aku mandi aja. Biar otakku nggak ngeres lagi." Aku melangkah ke kamar mandi. Aku masuk. Kulepas bajuku satu persatu. Lalu kuguyur tubuhku dengan air dingin, terutama kepalaku. Rasanya segar. Semoga saja pikiranku yang tadi sempat mengacau ikut terbawa oleh air yang saat ini jatuh ke lantai kamar mandi.

Lima belas menit berlalu, mandiku selesai. Kuambil handuk yang tergantung di dinding. Aku melilitkannya di pinggangku. Aku berdiri di depan cermin yang terpasang di hadapanku.

Aku mengibas-ngibaskan rambutku dengan tangan. Lalu kuperhatikan wajahku dengan saksama. Memastikan bahwa belum ada bulu-bulu yang tumbuh di sekitaran janggut.

Mataku malah terfokus ke bibir. Bibir yang tadi sempat dikecup Alana.

"Bibirnya dia tadi manis juga." Aku bergumam lirih.

"Ah, sial!!! Kenapa otak cabul muncul lagi!!!" Aku mengumpat. Kesal seperti tadi.

Karena rasanya percuma, aku barusan mandi. Otakku kembali ke stelan awal, tetep saja ngeres. Dengan kondisi yang masih basah, aku keluar dari kamar mandi. Ini salah satu cara untuk mengalihkan pikiranku.

Tapi_

"Astaga ....!!!" Aku terkejut.

Tubuhku refleks sedikit melonjak. Di hadapanku berdirilah Alana. Entah sejak kapan ia berdiri di depan pintu kamar mandi di dalam ruangan kamarku.

"Ng-ngain kamu di sini?" Suaraku terbata.

1
Anna leticia
baru mampir Thor, penasaran banget semoga aja ceritanya seru dan berkesan sampai keakhiir🌹🌹❤️😊
Anna leticia
penasaran mampir, penasaran banget, cuma kata plakor,itu merusak mata, cerita cinta dimulai dari kesalahan 🌹🌹🤔😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!