Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.
Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.
Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.
Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!
Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28.
Chief Han seperti mendapatkan teka-teki lain dari ucapan Jaehyun.
"Jae, kau...kau tidak serius menganggap bahwa apa yang terjadi selama ini adalah ulah dari DECC itu, kan?"
Jaehyun hanya menghela napas pelan dan berkata, "Aku bilang kalau mereka membuat indera keenam-ku tertarik. Hanya kemungkinan saja, tapi hal ini tidak bisa diabaikan dengan mudah, kau tau?"
"Aku bahkan mendengar kalau hubungan kalian itu tidak baik sebelumnya. Meskipun sejujurnya aku sama sekali tidak mengingat kejadian apa yang dialami MYTH dan agens itu sebelum aku jatuh dari tangga, tapi aku merasa ini pantas untuk dicari tau."
"Aku sarankan kau harus mendukungku sebisa mungkin, Han Yeon. Ini demi hidupmu dan para hyung. Tentu saja demi keinginanku untuk hidup kaya tanpa berurusan dengan okultisme seperti ini lagi."
Han Yeon tidak mengerti dengan ucapan Jaehyun dan mengubah pertanyaannya.
"Kesampingkan dulu soal DECC, aku ingin bertanya serius soal lokasi syuting ini."
"Tentu," jawab Jaehyun santai.
"Kau tidak berpikir bahwa tempat ini...memiliki hal yang bisa mengutuk kita semua, kan?"
"Mengutuk kalian semua? Siapa yang dimaksud kalian semua dalam konteks ucapanmu itu?"
Han Yeon mempertegas kembali kalimatnya, "Katakan saja, tempat ini berhantu atau dikutuk, kan?"
"..." Jaehyun hanya diam.
Mungkin sudah ada yang diketahui olehnya, namun sejauh ini, remaja itu hanya diam tanpa mengatakan apapun dan tersenyum, "Kenapa? Kau takut?"
"Jelas takut! Pertanyaanmu itu sangat aneh!" jawab Han Yeon dengan tegas.
Jaehyun perlahan berjalan mendekati Han Yeon dan berbisik, "Dengar, Han Yeon. Aku akan tetap mengurus sisanya sendiri, jadi sebisa mungkin kau harus percaya padaku dan menjauhkan para hyung dengan DECC."
"Siapapun orang DECC itu, aku yakin mereka harus diawasi. Setidaknya, sekalipun bukan mereka yang berhubungan langsung dengan sumber masalah, maka ada sumber masalah lain yang ingin membuat MYTH dan DECC berseteru."
"Tidak ada yang pasti di sini, tapi aku butuh waktu untuk mencari tau jawabannya. Bersikaplah apa adanya, anggap kita tidak tau apapun dan tidak pernah ada masalah antara MYTH dan DECC."
"Kau paham sampai di sini, kan?"
"Glek," Han Yeon hanya bisa mengangguk cepat dan menelan ludahnya.
Ketika keduanya keluar, Shihan dan yang lain terlihat sedikit dalam masalah. Masalah? Kenapa bisa ada masalah?
Ini terjadi saat sutradara ingin mengenalkan Shihan dan yang lain kepada para staff. Jelas terlihat Sagan sama sekali tidak menyukai keputusan Jaehyun yang seenaknya, tapi dia juga sangat menyukai MYTH. Melihat kesempatan yang bagus seperti kata Jaehyun, Sagan hanya bisa mengesampingkan egonya.
Sutradara mulai memperkenalkan mereka pada yang lain. Para staff tampaknya menyukai MYTH. Sebagai idol terkenal yang sedang naik daun, tentu saja para staff, khususnya wanita, meminta untuk diajak berfoto dan tanda tangan.
Beberapa dari staff di sana bahkan ada yang meminta Shihan dan yang lain menyanyikan lagu mereka. Apakah itu ditolak? Tentu saja tidak.
Fan service itu nomor satu, ego nomor sekian. Itu adalah peraturan dalam dunia entertaiment dan MYTH tau apa itu profesionalitas.
Hanya sedikit menampilkan penampilan sederhana dari suara merdu para remaja tampan itu, para staff mulai terlihat senang.
Bak angin segar yang bertiup setelah masalah panjang yang terjadi akhir-akhir ini, sutradara Choi tampaknya terharu dan nyaris menangis.
"Aku harap semua akan baik-baik saja kali ini," pikirnya.
Kang Hajin yang selesai dengan waktu istirahatnya mulai berjalan untuk menyapa MYTH saat melihat ketiga remaja itu keluar.
Tentu saja terbesit pertanyaan kenapa hanya Jaehyun yang tidak terlihat. Namun, waktu menyapa milik Kang Hajin harus menunggu saat seseorang datang lebih dulu mendekati mereka tanpa undangan.
"Jadi ini, sumber kebisingan yang terjadi di pagi hari?"
Para staff mulai melihat siapa yang berkata demikian dari belakang kerumunan yang mengelilingi MYTH dan itu adalah Song Namgung.
Inilah sosok yang membuat MYTH dalam masalah dan bisa saja, ini adalah sosok yang akan membuat MYTH terlibat masalah. Apakah mungkin?
Song Namgung berjalan mendekati kerumunan tersebut dan tentu saja, dari ucapannya barusan, terlihat ekspresi tidak suka yang tampak terlalu jelas untuk disembunyikan.
"Kenapa kalian berisik sekali saat ada anak-anak yang baru terkenal sedikit mencoba menjual fan service? Kampungan sekali," ucapnya dengan nada ketus dan senyum sinis penuh rasa dengki. Setidaknya itu yang paling tepat untuk menggambarkan sosok Song Namgung saat ini.
Apakah MYTH akan diam saat dihina seperti itu? Oh, maaf. Ada satu orang yang sedang emosi di sana dan tentu saja orang itu yang membalas ucapan tamu tak diundang barusan.
"Aku tidak tau kalau ada artis yang bisanya menggoda perempuan di sini. Halo, lama tidak bertemu, Namgung? Bagaimana rasanya diabaikan oleh orang yang kau suka? Dia sampai masuk rumah sakit karena diguna-guna olehmu ya?"
Benar, itu adalah Sagan. Darimana ia bisa berkata demikian?
Tentu saja hanya karangan yang dia ciptakan. Semua bersumber dari cerita sutradara soal kedekatan artis dari agensi DECC dengan Kim Soo-jin.
Soal kedekatan itu belum tentu benar, tapi emosi Sagan itu sungguhan. Dia hanya menyusun kalimat bermakna provokasi tanpa memikirkan apakah itu benar atau tidak demi meluapkan kekesalannya.
Tapi apakah kalimat provokasi itu akan berakhir di situ saja? Oh, tentu tidak. Masih ada lanjutan dari kalimat penuh kekesalan milik Sagan.
"Kalau kau merasa kurang terkenal, tolong jangan limpahkan ketidakberuntunganmu pada kami, Namgung."
"Berkaca sebelum bicara. Ini masih pagi, sarapanku belum selesai aku cerna dan emosiku sudah nyaris terisi lagi. Ya ampun, sial sekali hari ini."
Dan mungkin, inilah alasan lain kenapa Jaehyun melihat Shihan dan yang lain dalam masalah, tidak lama setelah dirinya dan Han Yeon keluar dari ruang rapat.
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!
/Scream//Scream//Scream/
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/