Season 1 dan Season 2 sudah TAMAT
*****
Melanie atau yang biasa di panggil Lani anak dari pasangan Cindy dan Adrian (Novel Mencari Gadisku) sudah mulai memasuki dunia Kuliah bersama sahabat nya Bunga disana dia bertemu dan bertengkar dengan mantan senior bernama Gilang.
Lama kelamaan hubungan itu mulai berubah dari benci jadi cinta dan mereka pun jadian. Sampai pada hari itu mamanya merencanakan perjodohan untuknya. Pucuk dicinta ulam pun tiba keluarga Lani dan Gilang berteman dan saling menjodohkan anak mereka.
Beberapa tahun kemudian mereka menikah, kemudian setelah menanti lama Lani pun hamil. Ujian pun kembali datang menghampiri rumah tangganya, seorang wanita yang ternyata cinta pertama Gilang tiba-tiba muncul...
Setelah sebelumnya banyak kejadian yang mereka alami, Lani masih sanggup menghalau. Tapi kali ini... ditambah dirinya yang ternyata... harus mengikhlaskan suaminya...
******
Nah lohh gimana tuh jadi nya..?
Seperti apa kelanjutan nya, baca terus ya. Jangan lupa like, komen, share, dan yang penting Vote ya 🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Oh My God
Keluar dari pemakaman Bunga masih diam, hingga sampai di parkiran rumah sakit setelah berpamitan dengan ibu kepala mereka bergegas pergi. Diperjalanan Bunga diam menatap luar jendela.
"Bunga,,,?" panggil ibu
Bunga menoleh "kenapa Bu,,?"
"kalau kamu belum siap ketemu ayah, lain kali aja ya..!"
"gak pa pa Bu, sekarang aja, biar gejolak di hati Bunga reda.!"
ibu nya tersenyum.
Sampai di kantor polisi.
"ya Tuhan kenapa keluarga ku harus berakhir seperti ini, mama depresi hingga meninggal dan ayah di penjara,!" batin Bunga
"selamat pagi pak saya kerabat dari pak Handoko, ingin menjenguk.!" kata Susan
"oh iya Bu,, mari saya antar,,!"
Susan mengangguk. Mereka mengikuti polisi itu kedalam menuju ruang bertemu tahanan.
Sampai di ruang bertemu tahanan "ibu tunggu sini ya, saya panggilkan pak Handoko.!"
Polisi pergi, "hei Pak Handoko,, ada kerabat yang ingin bertemu dengan bapak, ayo ikut saya.!" ucap polisi
Handoko yang sedang duduk mendongak, dengan kening berkerut. Polisi membuka pintu sel dan kembali keruang tunggu dengan Handoko di depan nya.
"silahkan,,, saya permisi,,!" ucap polisi
Handoko menatap Susan, dan juga melihat gadis disebelah nya. "Susan kamu apa kabar,,?"
"baik,, maaf sudah lama aku tidak menjenguk mu,,!"
Bunga hanya diam mendengarkan ibu nya bicara "sayang, ayo cium tangan ayah mu..!" pinta ibu nya tiba-tiba
"San, ini Bunga,,,?" tanya Handoko
"iya, ini Bunga anak balita yang pernah menangis saat aku ajak kesini dulu.!"
"selama itu kamu tidak mengunjungi ku,,dan sekarang datang dengan Bunga yang sudah tumbuh besar.,!"
"iya begitulah, maaf aku belum ada waktu, karena harus antar jemput Bunga sekolah bahkan sampai sekarang pun masih.!" bela Susan
"ayo Bunga,,beri salam pada ayah mu.!" kata Susan lagi
Bunga menatap ibunya, mengulurkan tangannya Handoko melihat bagaimana Bunga walau terlihat ragu tapi dia tetap melakukan apa yang di perintahkan Susan.
"aku tau, kamu bisa merawatnya dengan baik.!" batin Handoko
Handoko menerima uluran tangan Bunga menggenggamnya "Bunga maafkan ayah Nak, maafkan ayah,!" hanya itu yang keluar dari mulut Handoko diiringi linangan air mata.
Susan ikut terharu melihat pertemuan ayah dan anak itu, "syukurlah Handoko bisa menerima Bunga.!" batin Susan
Bunga mengangguk ikut menangis sesenggukan, "ayah,, ayah,,!"
"sudah jangan menangis lagi, aku senang kalian bisa saling menerima.!" jawab Susan
Setelah tenang "berapa lama lagi kamu disini,,?" tanya Susan
"tak lama lagi, sekitar dua bulan lagi aku sudah bebas.!"
"oh syukurlah,,, apa yang ingin kamu lakukan setelah bebas,,?"
"belum tau, terimakasih ya sudah merawat Bunga sebaik ini.!"
"kamu jangan kuatir, Bunga sudah aku anggap anak ku sendiri.!"
"permisi, maaf waktu jenguk pak Handoko sudah habis, ibu bisa kembali lagi besok..!" kata polisi
"baik pak,,!"
"Handoko, kami pamit ya, baik-baik lah menjalani sisa hukuman mu. dan berubah lah menjadi laki-laki yang lebih baik.!" ucap Susan
"ayah, Bunga pamit ya, ayah baik-baik disini.!"
"iya nak, kamu nurut apa kata ibu ya,, jangan nakal.!"
Bunga mengangguk.
Mereka pergi keluar dari kantor polisi dan pulang.
******
Sore nya
"Lani, kamu sedang apa sayang..!" teriak mama
Tak ada jawaban.
Mama Lani membuka pintu kamar, lah ko ini kosong sih, mama masuk dan mendengar suara dari kamar mandi.
"Lani, gaun kamu mama taruh diatas kasur ya..!' teriak mama dari luar
"iya mah,,!" jawab Lani
Mama keluar. Tak lama Lani pun keluar berjalan ke lemari pakaian melirik kearah kasur sudah ada diatas nya sebuah gaun yang menurut nya sederhana tapi juga anggun. Lani mengambil gaun itu menggantung nya agar terlihat secara jelas.
"mama emang paling bisa deh, milih gaun, tau aja aku gak suka gaun yang ribet.!" gumam Lani
Gaun berwarna pink lembut yang manis, atasan berbahan brukat dengan tank top sebagai dalaman nya dan rok berbahan sifon dengan furing didalam nya. Lani memakai nya rambut gelombang nya dibiarkan tergerai dan hanya di hiasi dengan jepit rambut dan Menatap cermin lalu tersenyum.
"cantik juga nih gaun,, aku jadi keliatan cantik he-he-he,,,!" pikir Lani
Pukul 18:30
"Lani ayo sayang turun, mama tunggu di mobil ya..!" teriak mama dari bawah
Lani turun dengan pelan karena sepatu yang dikenakan nya tidak mengijinkan dirinya gubrak gubrak turun tangga. Lani masuk ke mobil.
"pah sebenarnya kita mau kemana sih,,? makan malam nya resmi amat.!" kepo Lani
"nanti juga kamu tahu.!"
*****
Di istana Gilang dia bingung mau pakai pakaian resmi nya, akhirnya pilihan terakhir jatuh kepada setelan jas yang tidak terlalu formal tapi masih tetap pas dipakai Gilang yang tampan.
Gilang mengambil kunci mobil dan keluar menaiki mobil nya dan segera meluncur kerumah mami nya.
"aduh ko gue deg deg an gini ya,, tenang Gilang ini tuh cuma kencan buta gak jelas..!"
"awas aja mami, kalau sampai bawain gue cewek yang gak jelas, gak mau lagi dah.!"
*****
Lani sampai dirumah mewah tak jauh beda dengan rumah nya, halaman yang luas dengan penjaga an yang selalu sigap. Pintu terbuka mobil pun masuk dan berhenti di depan pintu depan rumah itu.
"yuk, turun..!" kata mama
Mereka turun dan masuk kedalam "Adrian,,,apa kabar,,?!" suara berat dari dalam menyambut mereka
"Teguh,, Lo apa kabar,,?" balas Adrian
"mari masuk,,Bu Cindy,,!" ajak Sisil istri Teguh.
Mereka duduk di ruang keluarga disana tak ada yang lain, hanya ada keluarga inti saja. "ini pasti Lani ya,,,?" tanya Sisil
Lani mencium tangan kedua orang dewasa didepan nya yang seperti nya teman dari mama dan papa nya.
"iya Tante saya Lani,!" menganggukkan kepala.
"cantik sekali,, sudah besar ya..!"
"belum besar ko Tante, masih kuliah. masih minta uang saku sama papa ko Tante. he-he-he,,!'
"ha-ha-ha,,, anak yang humoris sekali,,!" kata Teguh
"anak mu mana jeng Sisil,,,,?"
"tunggu lah,,sebentar lagi juga dia datang, dia masih di perjalanan..!" jawab Sisil
"bukan nya Lani sudah kenal kan dengan anak om,,?" tanya Teguh
Lani bingung berkerut "siapa emang nya om,,?"
"masa kamu lupa,, dulu dia sering main kerumah mu, main sama kamu.!" jawab mama
"siapa sih ma,, temen Lani itu banyak mah,, siapa sih Bagus ya atau Aryo,, apa Sugeng,, atau si Opik ya,,?" jawab Lani
"wah Lani banyak sekali teman nya,,?"
"iya jeng dulu Lani agak tomboi dikit, jadi temen cowok nya lebih banyak dari temen cewek nya.!" jawab mama
"gak pa pa jeng,, banyak teman itu bagus ko. asalkan nanti bisa jaga jarak aja kalau sudah jadi ya,,!"
"jadi apaan sih,, maksudnya,,!"
Tak lama kemudian yang ditunggu datang.
"mami,,!!" teriak seorang pria di pintu masuk
Semua mata menoleh, seorang pria tampan berdiri di pintu masuk.
Lani melongo dengan mulut terbuka...
"Gilang akhirnya kamu sampai juga..!" teriak mami Gilang
jeng,,jeng,,jeng
Judulnya: NERAKA DALAM,RUMAH TANGGAKU
boleh kasih kritik dan saran
agar aku bisa kaya AUTHOR yang lain.
makasih 😘
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa