NovelToon NovelToon
Tetaplah Bersamaku

Tetaplah Bersamaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:540.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jingga Lestari

BACA PAS DI SEASON 2 YA GENGS. DI PART 116 TENTANG KISAH AMORA DAN RICHARD.


HAPPY READING, TERIMAKASIH SUDAH MENDUKUNG AUTHOR SELAMA INI
















Kisah ini dimulai dari seorang gadis kecil bernama Jihan. Jatuh cinta baginya adalah hal terindah, itu dulu, sebelum semuanya menjadi rasa trauma. Membuat dirinya terjebak bertahun-tahun oleh penyesalan dan rasa bersalah.

Cerita ini terjalin perlahan, mengalir begitu saja seiring kehadiran Viona yang menjadi sahabat baiknya. Juga seorang lelaki bernama Dama yang dinamainya Balada Cinta Bubur Ayam.

Lalu kesemua orang itu saling berhubungan, menciptakan sebuah temali kisah yang sulit ditebak. Bagaimana kesemuanya saling berhubungan? Yuk baca yuk! Tetaplah Bersamaku, karena tanpamu kuhanyalah bagian dari kisah yang tak ada artinya. Hehe.




#FIKSIREMAJA #HappytTeens

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jingga Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part. 27

"Woi bengong aja!"

Viona muncul begitu saja mengagetkan Dama yang sedang terpaku di atas jok motornya dengan tangan sebelah menopang dagu.

"Kamu itu kayak setan, datang tiba-tiba dan suka ganggu orang." Dama mendengus kesal ke arah Viona namun segera memalingkan wajahnya lagi.

"Kamu itu kayak pujangga lagi patah hati. Belum nembak sudah ditolak duluan. Dasar amatiran." Balas Viona tak mau kalah.

"Siapa bilang? Aku nembak, aku juga gak ditolak!"

"Kepedean. Kamu memang gak ditolak, tapi digantung kayak jemuran. Ha ha..."

"Ih dasar tukang ganggu."

"Lagian bukannya masuk kelas malah bengong di parkiran sendirian."

"Aku habis menemui Jihan di rumahnya. Banyak yang kami bicarakan, salah satunya tentang perasaanku sama dia."

"Terus, terus?" Mata Viona membesar, rasa penasarannya mulai bergejolak.

"Biasa saja responnya, gak usah dekat-dekat begini juga. Risih ah."

"Ih bawel banget sih. Aku kan sepupu kamu, masa risih."

"Risihlah, ini kampus. Lagian mana ada yang tahu kita sepupuan."

"Eh iya juga yah. Hihi. Ya sudah lanjutin ceritanya."

"Jihan bilang kalau aku gak boleh jatuh cinta sama dia, karena aku hanya akan terluka. Dia juga melarang aku menemui orang yang bernama Rio yang buat dia histeris di parkiran Mall dan masuk rumah sakit. Aku hanya bingung, bagaimana dia melarangku jatuh cinta tapi tak keberatan aku memegang tangannya dan dekat-dekat dengannya."

"Kamu sungguh jatuh cinta ya?"

"Memangnya apa Bambang! Iyalah jatuh cinta. Bahkan jauh sebelum kamu tahu perasaan aku ke dia. Aku tuh seakan ingin terus menjaga dia, dia di luarnya saja kelihatan kuat tapi dalamnya aku yakin dia sangat rapuh."

"Sok tahu!"

"Aku pitak juga kepalanya nih bocah. Serius ini, kamu malah bercanda."

"Yang ngomong bercanda siapa? Aku kan cuma bilang kamu sok tahu. Jangan-jangan Jihan memang orang yang kuat, siapa yang tahu. Buktinya selama ini dia bisa melewati masa-masa sulitnya."

"Ya masa kamu gak bisa bedain sih Viona Sandika Maryam."

"Oke, oke, aku nyerah. Kamu lanjut!"

"Bantu aku."

"Usaha sendiri. Lagian ini hanya persoalan waktu Dam, Jihan itu hanya butuh waktu untuk beradaptasi dengan orang-orang di sekitarnya setelah sebelumnya dia banyak menutup diri. Dia hanya kurang percaya sama orang, dia takut kejadian yang menimpa dia dulu kembali terulang. Jadi sebagai laki-laki kamu hanya perlu sabar. Kamu mencintainya, itu artinya kamu tidak boleh nyerah. Apalagi sinyal-sinyal cinta itu juga sudah ada dari Jihan. Dia hanya takut memulai hubungan lagi. Paham kan?"

"Kok pinter sih?"

"Aku emang pintar dari sananya, kamu saja yang bodoh. Apalagi soal perempuan, dasar amatiran."

"Dipuji sekali, menghinanya berkali-kali. Dasar sepupu tidak tahu diri."

***

Jihan terus memikirkan kata-kata Dama tadi pagi. Dama mencintainya, dia hanya merasa tidak pantas untuk menerima cinta itu. Walau dia tak memungkiri ada perasaan berbeda yang dia rasakan bila berdekatan dengan Dama.

Bagaimana aku harus menyikapinya? Dia bahkan terlalu baik, aku takut dia akan terluka. Rasa trauma ini belum sembuh, aku tidak mau saat bersama dia trauma itu kembali. Meski masa laluku tak ada hubungan dengannya. Tetap saja, bagiku laki-laki tidak lebih dari seorang pengacau. Aku pernah jatuh cinta pada seorang pria, tapi rupanya aku salah menempatkan cinta. Malah acuh pada orang yang ternyata mencintaiku dengan tulus. Andrea.

Jihan terus memikirkan Dama hingga dia tersadar kalau waktu sudah menunjukkan sore hari. Dia lupa kalau ada janji dengan Viona.

"Astaga! Aku lupa." Ucapnya setengah berteriak dan bergegas turun dari tempat tidurnya.

"Lupa apa?" Sebuah kepala menyembul begitu saja dari pintu kamarnya.

"Kamu ngagetin Vi."

"Hihi, Maaf. Udah siap belum?"

"Belum. Hehe. Lihat saja sendiri aku masih pakai kaos rumahan begini."

"Ya sudah aku tunggu di kamar kamu boleh?"

"Bolehlah, tunggu sebentar ya aku mandi dulu."

"Sip!"

Jihan bergegas ke kamar mandi, Viona duduk di kursi belajar Jihan sambil membolak-balik halaman majalah yang tadi tergeletak di meja belajarnya.

Viona melirik lagi ke arah foto di meja belajar Jihan. Cowok di sisi Jihan itu yang namanya Andrea, 'cakep juga' ucap Viona lirih.

"Hei kamu yang di foto, izinkan sepupu aku yang amatiran itu mendekati Jihan yah? Jangan khawatir dia juga baik, cinta sama Jihan dan walau dia tidak setampan kamu. Hihi." Viona berbicara sendiri, karena yang dia temani berbicara adalah hanya sebentuk figura foto.

"Bicara pada siapa? Tadi aku dengar kamu bicara sama orang." Jihan keluar dari kamar mandi mengagetkan Viona yang segera menyimpan foto itu di tempatnya semula.

"Ah tidak. Kamu salah dengar kali."

"Oh gitu. Pendengaran aku emang kadang-kadang kayaknya."

Viona tersenyum lirih, bukan pendengaran kamu yang kadang-kadang Jihan, tapi Viona yang sudah gila karena mengajak sebuah foto berbicara. Ha ha.

"Kamu suka baca buku ya? Koleksi buku kamu lumayan juga."

"Seperti itulah. Aku kan anak semata wayang di rumah ini. Tertutup dan tidak banyak bergaul. Jadi salah satu cara untuk mengatasi kesepian ya dengan baca buku. Kamu suka baca?"

"Nggak. Hehe."

"Ih dasar."

"Tapi Dama senang. Dia banyak koleksi buku juga di kamarnya. Bahkan lebih banyak dari punya kamu. Aku tahu karena aku pernah sekali nyelonong ke kamar dia saat dia tidur dan pintunya lupa dikunci."

"Dasar jail. Kalian itu sifatnya mirip."

"Tapi tetap manisan akulah ke mana-mana."

"Memangnya siapa yang ngomong manisan siapa? Aku cuma ngomong mirip. Ini nih salah satu kemiripan kalian, terlalu percaya diri. Haha."

"Iyah. Haha."

Tawa mereka berderai di kamar itu. Hari ini rencananya Jihan akan menemani Viona ke suatu tempat. Viona katanya tidak berani datang sendiri, karena lokasinya lumayan sepi. Walau Jihan sendiri belum tahu lokasinya di mana.

"Kalian itu beneran sepupuan ya?"

"Lah tahu dari mana?"

"Kan kamu sendiri yang cerita Vi. Masa iya aku dapat info dari tukang gosip. Ih nih anak suka lupa."

"Oh. Haha sorry!"

"Jadi kita akan ke mana hari ini Vi?"

"Ada. Suatu tempat. Aku ingin memberikan kejutan pada seseorang. Tapi aku takut datang sendiri ke sana."

"Kamu selalu bilang takut tapi tidak mau menjelaskan ketakutan kamu itu seperti apa."

"Nanti saja kalau kita sudah sampai sana. Kamu akan tahu sendiri."

"Okeh aku sudah siap."

Tak lama kemudian mereka pun pamit pada Ibu Jihan dan pergi ke tempat yang dimaksud Viona. Viona membonceng Jihan dengan motornya.

Jalanan tidak terlalu macet, Viona terus membawa motornya jauh ke arah Timur. Sekitar tiga puluh menit naik motor sampailah mereka di depan sebuah bangunan yang lumayan besar. Di depan pagar tertulis "Awas ada anjing galak".

Jihan tertawa melihat ekspresi Viona yang berubah suram.

"Jadi tulisan ini yang buat kamu takut Vi? Ya elah cuma anjing."

"Ada yang lebih seram dari anjing, asal kamu tahu."

"Apa?" Jihan mulai penasaran.

Tiba-tiba suara anjing menyalak mengagetkan mereka berdua. Jihan sampai memegangi dadanya. Lalu mereka kembali tertawa.

"Cari siapa?" Suara keras itu mendadak menciutkan nyali mereka berdua. Belum lagi saat Jihan melihat siapa sosok itu. Dia bergidik ketakutan.

*

*

*

Beraambung...

1
Fatiyah rrgfyrterrtfretuyy
karya y bagus skli
Siti Fatimah
lanjut lagi thor
Siti Fatimah
lanjut thor
Putrii Canzcerr
kok yesek banget siii😌😌
Arinaqeela
dama
Hartati Yaaoouu Part II
kayaknya dama agal letoii y thorr
Nabila Syarif
boom like utk novelmu kk
Fitry Resky 03
next
Mutia bee🐝
Jihan harus Kuat mnfhadapinya
Mutia bee🐝
sabar lah jaln trbaik utk mngahadapi masalh
Fitry Resky 03
suka
Daeng
like
Maulida greg Ma
suka
Fadila Bakri
sehatki selalu Mak Ji
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™
semua karya2mu author the best lah
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™
mak ji adli mkassarki??(
Fadila Bakri
katanya kk author asli makassar??
Fadila Bakri
boom like urk mu kk authot
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™
ceritanya bagus
Little Vins
akhirnya.. setelah sekian purnama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!