NovelToon NovelToon
Crush Landing On You

Crush Landing On You

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Tamat
Popularitas:352.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: moon

JIKA TIDAK TERTARIK, AUTHOR MOHON DENGAN SANGAT UNTUK TIDAK MEMBACANYA.

SILAHKAN SKIP SEJAK SAAT INI JUGA, KARENA AUTHOR TAK MEMAKSA KALIAN BACA.

TAPI JIKA KALIAN MENIKMATI ISI DARI CERITA INI, AUTHOR SANGAT BAHAGIA.

Pendaratan darurat membuat Daniel terpaksa menikahi seorang gadis.

Padahal niat hati masih ingin menanti cinta pertamanya, yang menghilang tanpa jejak.

Tabir misteri yang telah lama terkunci rapat, mulai terbuka perlahan, dan satu demi satu teka-teki mulai terpecahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

#28

Legam warna matanya, tajam mengawasi musuh yang berkeliaran di sekitarnya, perhitungan akurat layaknya sebuah mesin berhitung, instingnya tajam tak pernah mengecewakan. Terbiasa mengandalkan diri sendiri, ia tak membutuhkan senjata ketika beraksi, senjata hanya ia gunakan di saat situasi genting dan sangat mendesak. 

Dialah Nick … Profesor Hardiman memberinya julukan anjing pemburu, karena Nick memiliki insting yang tajam, selalu tepat sasaran sesuai keinginan Profesor Hardiman. 

Pekerjaan puluhan orang selama berbulan-bulan gagal total setelah Daniel dan para pengawalnya menghajar mereka tanpa ampun, namun mampu Nick selesaikan dalam beberapa hari saja. Maka tak salah jika kemudian Profesor Hardiman menjadikan Nick sebagai anak buah yang paling diandalkan. 

Selama beberapa hari Nick meminta anak buahnya mengawasi di sekitar bangunan sekolah, bukan dengan pakaian serba hitam seperti layaknya para penjahat di film, melainkan dengan pakaian biasa seperti para warga di sekitarnya. Seperti yang ia kenakan saat ini. 

Dengan menyamar seperti warga kebanyakan, Nick berhasil menyelinap, melewati para pengawal yang mengawasi Naya dari kejauhan, termasuk Jupri yang menunggu Naya di tempat parkir sekolah.

“Jupri … Ibu balik ke kantor dulu ya, ada buku yang tertinggal.” pamit Naya.

“Iya, Bu …” jawab Jupri, sedikit mengalihkan pandangan dari gawai dalam genggamannya.

Sepertinya Dewi Fortuna tengah memayungi Nick, dari jarak aman ia mengikuti langkah Naya, sementara tangan kanannya terkepal di Dalam saku celana yang ia kenakan.

Gerakannya begitu cepat, lincah, dan gesit, terlebih yang ia hadapi seorang wanita.

“Aww … “ Naya tak sempat berteriak, karena Nick sudah membekap mulutnya, bahkan melawan pun tak bisa, tenaganya tak sekuat Nick yang terbiasa melatih ototnya. Setelah berhasil mengunci kedua tangan Naya,

Nick menancapkan jarum suntik ke leher Naya, hingga Naya seketika lemas kemudian terpejam akibat pengaruh obat bius. 

Setelah Naya lemas terpejam dalam pelukannya, Nick keluar dari ruang Guru, ia berjalan santai sambil menggendong Naya dalam pelukannya, suasana sekolah yang sepi memudahkan setiap pergerakannya, ia berjalan cepat keluar melalui gerbang belakang, karena mobilnya sudah menunggu di sana. 

Nick selalu merasa, jika keberhasilannya selama ini, bukan karena skillnya yang luar biasa, melainkan karena faktor keberuntungan yang entah berasal dari doa siapa. Karena yang Nick tahu, orang tuanya sendiri yang membuangnya, kerabat atau saudara kandung pun sudah jelas tak ia miliki.

Setelah membaringkan tubuh Naya dengan aman di kursi belakang, Nick memacu kencang mobilnya, dengan santai melalui para pengawal yang belum menyadari jika seseorang yang mereka jaga telah menghilang.

.

.

Usai mengakhiri panggilan, Danesh menghembuskan nafas berat. 

Rumah Daniel kini berubah jadi markas para agen, Papa Dika dan Mama Miran sudah berada di sana, sejak berita hilangnya Naya mereka dengar. Sementara Jupri bahkan belum pulang ke rumahnya sejak ia kehilangan jejak Ibu gurunya, entah omelan seperti apa yang nanti ia terima dari Mak Susi, yang jelas saat ini ia menyesal, karena tak menjaga apa yang menjadi amanahnya selama Daniel ke Jakarta.

“Bagaimana? Daniel bilang apa?” Tanya Papa Dika khawatir.

“3 jam lagi Daniel tiba,” jawab Danesh santai.

“Jam segini, mana ada penerbangan lokal?” tanya Papa Dika.

“Iya … dia menggunakan pesawat pribadi.” 

Papa Dika manggut-manggut, tahu bahwa keluarga Geraldy adalah Milyuner, karena itulah ia tak terlalu terkejut.

Tapi tidak dengan Jupri, yang sejak sore tadi menjadi pengawas di ruangan tersebut, kini semakin dibuat kagum dengan pesona seorang Daniel. bermula dari uang jajan yang tidak wajah, perangkat gadget, rumah mewah, hingga pesta pernikahan singkat yang memukau. Dalam kepalanya Jupri terus memikirkan sekaya apakah gerangan keluarga Geraldy, hingga mampu membeli sebuah pesawat pribadi.

“Zaki … sudah terlacak singnalnya?”

“Belum, Tuan, sepertinya mobil yang dinaiki pelaku memiliki teknologi khusus, hingga sinyal ponsel dan alat pelacak apapun yang ada didalamnya tak mudah terdeteksi.” Zaki terus melapor, padahal tim hacker sudan berjam-jam berusaha meretas bahkan melacak sinyal, namun belum membuahkan hasil. Di saat seperti ini, Danesh merindukan ketrampilan Rara, hacker yang biasa bekerja satu tim dengannya, sejauh ini hasil pekerjaan Rara tak mengecewakan.

Sungguh … menunggu adalah pekerjaan yang paling Danesh benci, rasanya sudah gatal ingin beraksi, tapi harus menahan diri karena tak tahu harus melakukan apa. Danesh menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa, jika urusan berkelahi ia ahlinya, tapi memikirkan strategi musuh bukanlah keahliannya, karena itulah ia sangat membutuhkan bantuan anak buahnya.

“Maaf Bang … Abang anak buahnya Bang Daniel?” tanya Jupri yang tak bisa lagi membendung rasa penasarannya.  

Danesh yang baru memejamkan mata, kembali membuka matanya, disaat-saat tegang begini ada seseorang yang menanyakan sesuatu yang tidak penting. “Bukan.”

“Jika bukan, kenapa Abang ada di sini?” 

“Karena Daniel memintaku mengawasi Istrinya, selama ia berada di Jakarta.” 

“Atau jangan-jangan Abang adalah adiknya bang Daniel?” tak kenal lelah Jupri bertanya, walau Danesh menjawab nya dengan ogah-ogahan. 

Danesh menegakkan kembali punggungnya, “Lebih tepatnya dia Abang sepupuku, Papa nya Daniel dan Daddy ku adalah saudara kembar, karena itulah masing masing dari kami juga memiliki saudara kembar.”

Jupri mengangguk anggukkan kepalanya, “aaa … pantas saja Abang juga kelihatan mirip dengan bang Daniel, jika Abang hanya saudara sepupunya, maka saudara kembar bang Daniel adalah …” Sebelum Jupri sempat menyelesaikan kalimatnya ia sudah membekap mulutnya sendiri.

“Iya … tebakanmu benar sekali, Adik kembar Daniel adalah Darren … begitu kan yang ingin kamu tanyakan?” 

Jupri mengangguk, “Tapi kenapa Bang Daniel seperti menolak mengakui nya.”

“Bukan menolak, ini semacam syndrome saudara kembar, kami hanya ingin menjadi diri kami sendiri, bukan harus menjadi sama dengan saudara kembar kami.” 

“Lalu saudara kembar Abang ada di mana?”

“Masih di London menyelesaikan pendidikannya sebagai dokter spesialis bedah.”

“Semirip apa Abang dengan saudara kembar Abang?” 

Danesh terkekeh mendengar pertanyaan Jupri, yang keponya sudah di tingkat maksimal. “Sangat mirip, tapi jika bertemu kami berdua, kamu bisa menebaknya dari warna mata kami, mataku berwarna hijau, kakak kembarku bermata biru seperti Daniel.”

Tanpa terasa, obrolan ringan Jupri dengan Danesh membuat waktu cepat berlalu.

“Tuan … kami mendapatkan sinyalnya.” Lapor Zaki.

Danesh berdiri dan berjalan cepat mendekati Zaki dan anak buahnya. “Ini sudah cukup jauh dari lokasi kita saat ini,” gumam Danesh yang masih terdengar di telinga Zaki.

“Benar sekali tuan …”

“Ini kan sudah dekat dengan Surabaya,” celetuk Papa Dika, yang sudah sangat mengenali kota tempat ia lahir dan dibesarkan.

“Ayo … kita bergerak, bagi menjadi 3 tim … 1 tim menjemput Daniel di Airport, 2 tim ikut denganku.” Dengan cepat Danesh membagi para pengawal menjadi beberapa tim. Dan para agen pun segera bergerak menuruti perintah Danesh, tak lupa dengan perlengkapan canggih untuk mendeteksi alat pelacak sinyal. 

“Bang … aku ikut.”

Danesh menatap Jupri, “Sebaiknya kamu disini saja, kita tak tahu bahaya seperti apa yang akan kita hadapi nanti,”

“Iya … Jupri … kamu temani tante Miran saja di sini.”

Dengan wajah lemas, Jupri mengangguk pasrah. 

Semua orang bergerak, dengan posisi dan tugas masing-masing, dan dalam waktu sekejap saja tiga buah mobil yang membawa tiga tim bergerak cepat memburu waktu, agar sesuatu yang tak diinginkan tak sampai terjadi. 

.

.

Sementara itu … Nick yang tengah berhenti di sebuah minimarket guna membeli makan malam, tampak duduk santai menikmati dua porsi mie instan seduh dengan satu cup kopi panas, pria itu makan dengan lahap, karena sejak siang belum makan apapun demi bergerak cepat menyelesaikan misinya, agar bisa segera kembali bertemu dengan sang kekasih hati.

Ditengah aktivitas makan malamnya, ia teringat sandera yang ia bawa di dalam mobil, walau ia dalam keadaan pingsan, gadis itu pasti lapar, karena seperti dirinya ia pun belum makan, Pikir Nick.

Tak ingin membuang banyak waktu, Nick pun mempercepat acara makannya, usai menghabiskan semua makanannya, Nick masuk kembali ke minimarket, membeli beberapa jenis roti dan snack, ia ingat Carissa suka beberapa camilan merk tertentu, maka Nick membeli samua yang Carissa sukai.

Sreeekk … bunyi gesekan kantong plastik, ketika Nick meletakkan kresek berisi roti, snack, dan air mineral untuk sandera yang saat ini ia bawa.

Nick tak membangunkan Naya karena masih harus melanjutkan perjalanan menuju markas. Setibanya di markas nanti barulah ia akan membangunkan sandera nya, dengan demikian selesai sudah tugasnya.

Sesaat sebelum mobil bergerak, Nick melihat kelap kelip berwarna merah di gelang yang Naya kenakan, alih-alih menjalankan mobil, Nick justru meraih pergelangan tangan Naya, memeriksa benda pipih melingkar tersebut.

“Oh … Sh11t …” umpat nya, ketika menyadari bahwa kelap-kelip merah tersebut adalah sinyal pelacak, yang berarti saat ini keberadaannya sudah diketahui.   

Dengan kasar Nick menarik gelang tersebut hingga kaitannya terlepas, kemudian melemparnya keluar jendela.

.

.

Flashback 

Hiruk pikuk, para petugas pemadam kebakaran serta polisi melakukan tugas mereka, ada yang menyingkirkan sisa reruntuhan atap bangunan, ada pula yang sudah mulai melakukan evakuasi. 

Sementara itu dari jarak tak begitu jauh, sepasang suami istri itu terduduk lemas di tanah, air mata membanjiri kelopak mata keduanya, di saat pencarian putra kecil mereka menemukan titik temu, kini mereka kembali dihadapkan pada fakta menyakitkan, mengiris dan mencabik hati mereka sebagai orang tua yang kehilangan anaknya.

“Kiki … maafkan Mami naak …” Raungan itu terdengar kembali, sedih, pilu, dan sesal memenuhi rongga dadanya, seorang ibu yang kehilangan anaknya, sama seperti raga yang kehilangan nyawa, karena tak akan pernah ada tawa bahagia menghiasi hidupnya.

“Kami sangat menyesal Tuan,” lapor seorang penyidik.

Baru dini hari tadi mereka mendapat kabar keberadaan Kiki, namun Panti Asuhan yang diduga tempat Kiki berada mendadak terbakar, lebih mengenaskan seluruh penghuni panti asuhan termasuk pengasuh anak-anak disana dinyatakan meninggal.

Sesak itu kian terasa, karena mereka masih harus melanjutkan hidup demi seorang anak mereka yang masih bayi. Hidup dengan penuh sesal dari hari ke hari. 

Flashback end

1
Alfandy Giofani mekka
pasti ini di nick..
imoe nawar
👍
Hariyanti
ceritanya keren Thor👍👍👍👍
Meriam Tehupelasury
🥰
Sri Widjiastuti
mewek nii 😇😇
aroem
bagus
Nur Maidah
terimakasih thor semua karyamu aq lahab habis tiada terlewat 👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm.... bener Nick kakaknya Naya, ayolaahh Nick sadar dan ingat semua sebelum kamu terlambat kehilangan adikmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kok aku jadi nerka kalau Nick kakanya Naya ya... Alnya Nick sering mimpiin ibunya saat sebelum menghilang saat ibunya mengambil adiknya di dalam rumah... apa saling berhubungan ya.🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nick itu sebenarnya siapa siihh Thor bikin penasaran saja.🤔👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hayoo... Anak Durhakim kami Niel, sampe ortu mu ga dikasih tau kalau kamu nikah.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mingkemm.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
selamat jadi manten Daniel Naya... di tunggu kalian versi Sachetnya.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya terjawab sudah rada penasaran kamu ya Niel.. 👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pada zama dahuluuu...... jeng jeng jeengng... ternyata Mila adalah Naya yang kamu cari Daniel.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waduuhh siapa tuh, mudah²an mah Danesh atau keluarganya sih biar laporan langsung sama ortunya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ternyata emang mau sejauh apa pun pergi kalau jodoh ketemu lagi Daniel Naya/Mila
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Apa Mila itu Naya ya.. bukannya Naya dulu di bawa pamannya pergi.... terus kemana tuh si borokokok..

eehh tapi jangan² pamannya Mila /Naya itu Profesor Hardiman ya Papahnya Clarissa lagi setelah mendapatkan semua harta Ortunya Mila/Naya dia di buang waktu kecil dan Lupa semuanya.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
jadi mingkem di sleding Omongan bu guru Mila kaann... Daniel.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mila Oh Mila.. jangan jutek² ntar lama² juga kesemsem.🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!