NovelToon NovelToon
Diandra

Diandra

Status: tamat
Genre:Romantis / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:21M
Nilai: 4.9
Nama Author: NadiraBee

Follow Instagram Author @tulisan_bee 😘

Musim satu dan dua sudah tamat ❤️

~ Perjalanan seorang gadis bernama Diandra Lee, dipertemukan dengan dua lelaki luar biasa, Bram Trahwijaya dan Gionard Butcher.

Ketika keduanya sama-sama menawarkan tempat bersandar, sisi mana yang akan Diandra pilih? ~

Terima kasih sudah mampir dan membaca cerita ini, semuanya. Semoga suka 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NadiraBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Perasaan

"Bukan kau yang mengontrol cinta. Tetapi dia yang menuntun arahmu." ~Diandra Lee.

.

.

.

Gionard menekan sebuah nomor di ponselnya dan menunggu beberapa saat hingga teleponnya tersambung.

"Apa kau yakin itu dia?" tanyanya tegas.

"Aku sangat yakin itu dia," jawab sebuah suara di sebrang, Leonard.

"Dimana dia sekarang?" rahang Gionard mengeras.

"Di Lyon. Mungkin akan kembali ke Paris dalam waktu dekat," Leonard kembali menjawab.

Gionard mengepalkan tangannya. Meredam emosi yang perlahan merasukinya.

"Kenapa dia muncul lagi?" pria itu menyeringai kesal.

Leonard tertawa kecil.

"Mana aku tahu," katanya asal-asalan.

"Terus awasi dan beritahu kabar tentang dia. Jangan sampai lengah," pesan Gionard, nada suaranya berubah berat.

"Baiklah,"

"Ah, mungkin saja...," Leonard menggantung kalimatnya.

"Apa yang kau fikirkan?" Gionard mendelik.

"Mungkin saja dia ingin mengambil kembali Diandra. Apa lagi alasannya muncul?" kata Leonard lagi.

Gionard meninju sofa yang berada di dekatnya. Amarahnya memuncak bahkan hanya karena mendengar kata-kata Leonard barusan. Rahangnya mengeras dan matanya menajam.

"Kau baik-baik saja, Bang?" Leonard mendengar suara tinju di sebrang, khawatir abang semata wayangnya itu menghancurkan sesuatu.

"Jaga bicaramu, kau membuatku kesal!"

Leonard terkikik pelan.

"Kau terlalu lamban. Jika aku jadi kau, telah kubawa dia ke Paris secepatnya," ujar Leonard lagi, mematikan sambungan telepon.

Belum sempat Gionard memaki adiknya itu, suaranya telah menghilang. Telepon itu telah terputus. Sialan. Brengsek. Leonard kadang benar dalam beberapa hal. Apakah dia terlalu lamban menangani ini?

Gionard menarik napas panjang. Menyesap birnya. Minum bir di tengah hari seperti ini tidak nikmat, namun tubuhnya perlu peralihan dari emosi yang kian membara. Dia perlu menenangkan diri sejenak.

***

Diandra menatap layar laptopnya dan melakukan approve untuk beberapa dokumen. Dia telah piawai dalam mengurus perusahaan, semuanya karena bimbingan Bram.

Di sela aktivitasnya, fikirannya melayang pada buku kanvas merah muda dan pensil-pensil yang kemarin dibelinya saat kencan bersama Bram. Tunggu, kencan? Hati Diandra panas memikirkan kata itu. Kencan mungkin belum tepat. Mereka hanya pergi ke mall, berkeliling dan makan di sebuah restoran. Itu saja. Apakah itu dapat disebut kencan? Diandra menggeleng cepat, mengusir semua fikiran tentang Bram dan kencannya kemarin.

Dia sudah lama tidak menorehkan pensilnya. Setelah pernikahannya dilangsungkan, Diandra belum lagi melukis. Dia meninggalkan semua draft dan hasil design-nya di Paris, yang masih tersusun rapi di dalam lemarinya. Madam Moina pasti membersihkannya secara berkala, hingga Diandra tidak perlu khawatir. Mungkin saja dia akan kembali ke Paris dalam waktu dekat?

Diandra memikirkan Paris untuk sesaat. Kota dimana dia merajut impiannya menjadi seorang designer. Kota dimana dia menghabiskan waktunya untuk mengejar mimpinya. Diandra menyandarkan kepalanya di kursi. Mengingat semua kenangan tentang kota romantis itu. Masa-masa kuliahnya, masa-masa club-nya, waktu yang berlalu bersama George dan Madam Moina, waktu yang dia lalui bersama Gionard, dan waktu dimana dia merasakan jatuh cinta untuk yang pertama kalinya.

Bibirnya bergetar saat fikirannya dengan cepat beralih pada lelaki itu. Lelaki yang telah dicintainya, menjadi cinta pertamanya, sekaligus lelaki yang menorehkan luka mendalam pada hati Diandra.

Semakin jauh dia berfikir, semakin sakit rasanya, perasaan yang bergemuruh dalam hatinya. Perasaan yang didominasi rasa benci, luka, namun menyimpan cinta.

Diandra telah mengubur lelaki itu dalam-dalam, hingga tidak ada lagi ruang yang tersisa. Dia belum bisa menceritakan apapun mengenai itu, karena membuka kisahnya masih terasa terlalu berat untuknya.

Dua tahun berlalu begitu saja. Diandra menyepi dari cintanya, setiap hari menguatkan diri untuk terus bangkit dan hidup tanpa hadir lelaki itu lagi.

Diandra tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Dia sungguh tidak ingin jatuh cinta pada lelaki yang salah, lagi. Cukuplah cinta pertamanya yang menorehkan luka mendalam, sebaiknya cintanya yang sekarang tidak.

Diandra membenci lelaki itu. Dia berharap agar lelaki itu musnah dan tidak pernah muncul lagi di hadapannya. Dia tidak ingin goyah.

Diandra melirik Bram yang masih memandangi layar laptopnya di kursinya, fokus mengetikkan jari-jarinya pada tuts keyboard, tidak menyadari sepasang mata indah Diandra mengawasinya sejak tadi.

Diandra tersenyum kecil. Bram semakin tampan dari hari ke hari. Dia sadar dan paham betul perasaannya yang semakin hari semakin jelas. Bram telah memiliki ruang tersendiri di hati Diandra. Dia tidak ingin mengakui itu, karena mencintai Bram berarti dia siap untuk memiliki akhir yang sama seperti cinta pertamanya.

Diandra menghela napas panjang. Dia tidak tahu bagaimana kisahnya dengan Bram akan berakhir. Toh mereka akan berpisah, hanya tinggal menunggu waktu. Bila itu terjadi, apa yang akan terjadi pada Diandra? Dia akan kembali sendirian. Meratapi nasibnya yang sungguh mengenaskan soal asmara.

Dia tidak mau jatuh terlalu dalam. Namun, bukan kau yang mengontrol cinta, tetapi cinta yang mengontrolmu.

.

.

.

🌾Bersambung🌾

~Support Like & Comment nya ya.. Makasih banyak masih ngikutin sampai sekarang💕~

1
Sintha Zhenaque
definisi dicintai ugal"an 😍
Sintha Zhenaque
aku balik lg thor. entah baca taun berapa. tp kangen baca novel" lama yg udah kubaca. skrg kubaca ulang
Ira arif
padahal dia punya pacar yang pasti cantik dan seksi juga
salie
😂😂😂😂.. ada humor2nya nih kalian
salie
impas kaaan?😅
salie
ini udah direvisi ya thor?
salie
apakah ini gioo ?? lupa2 ingat😅
salie
bram kayaknya cool bgt dlm imajinasiku🤭
salie
ntah kenapa tokoh diandra dan bram ini buat canduu,, baca berulang pun vibes nya masih sama sweet n romantis tp juga bikin baper lika liku kisah cinta mereka
reader's cute
pas dulu blm pernah baca,nyesek bgt jadi bram🤣🤣🤣 tp udah tau endingnya.

AQ mmpir again kesekian kalinya bee😍
Dewa Nara
sukurin
Dewa Nara
rasain lu bram, makanya jadi laki-laki harus tegas
Dewa Nara
makanya kamu harus tegas, bram
Dewa Nara
sebenarnya masing-masing udah ada rasa
Dewa Nara
kasian diandra
Dewa Nara
lanjut thor
Dewa Nara
baru baca thor, semoga ceritanya bagus
vina argani
hai kaaakk.. aku balik lagi.. baca ulang ke 3 kalinya.. gak bosyenn.. rinduuu sm Bram
Ari_Jiu
kenapa makin kesini,q makin salut pada gionard
Ari_Jiu
lavaroz,adik julian kah?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!