Namaku Arsyila Nadira
Keluarga ku masih utuh Namun retak.
Di rumah ini aku punya dua nama,
"beban keluarga"saat piring pecah karena Ayah melemparnya ke Ibu.
Dan "tidak ada"saat mereka berdua lupa, aku masih duduk di meja makan saat mereka bertengkar.
Ibuku yang punya banyak hutang membuat amarah ayah melonjak setiap hari.
Aku terpaksa terjun sebagai 'wanita malam '
untuk merubah ekonomi keluarga ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Nyonya Bella sudah cemas menunggu kedatangan Rey yang dari semalam tidak pulang ke rumah.Hari ini—hari Minggu,jadi adik perempuan Rey berada di rumah.Ia sudah tidak sabar bertemu dengan teman kakaknya yang di ceritakan oleh mamahnya.
"Mah mana kak Syila ? Kok belum datang ?"Tanya Laura yang ingin diajari menyelesaikan tugas sekolahnya.
"mungkin bentar lagi Laura,"ujar Nyonya Bella cemas sambil mondar mandir di depan pintu rumahnya.
Terlihat mobil milik Rey hendak masuk ke rumah,satpam dengan sigap membuka pintu gerbang.Nyonya Bella pikir,Rey datang sendirian ternyata ia bersama Arsyila.
"ya ampun Syila ! Kamu kemarin sakit ya... Rey menjenguk kamu atau tidak?"Tanya Nyonya Bella yang sedikit risau.
"saya sudah sembuh kok Bu.Hanya demam biasa,"ujarnya pelan.
"kak Syila ! Sini masuk... Laura sudah menunggu dari tadi,"Laura menarik tangan Arsyila dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Rey melihat ada kecocokan antara adik perempuan nya dengan Arsyila.Padahal dengan mantan istrinya dulu,Laura bersikap dingin dan tidak mau akur dengan mantan istri Rey dulu.
"Lihat itu ! Adikmu sudah cocok dengan Arsyila.Mamah senang lihatnya,"gumam Nyonya Bella sambil sedikit tersenyum.
Arsyila bersikap seperti biasa di rumah itu,seakan tidak ada kejadian semalam waktu ia menginap di penginapan milik Rey.Rey juga bersikap seperti biasa supaya mamahnya tidak curiga.
Namun kepala Arsyila masih sedikit pusing.Arsyila memegang kepalanya sejenak,Ia padahal harus fokus mengajari pr milik Laura.
"Kakak kenapa... Kakak masih pusing yah ?"Tanya Laura.
"tidak apa-apa kok.Ayo kita mulai belajar nya,"Arsyila mencoba menahan sedikit sakit di kepala nya.
Sambil mengajari Laura,Arsyila terus terbayang-bayang dengan perkataan Rey tadi yang menyuruhnya masuk ke kamarnya malam ini.Pikiranya sudah kemana-mana,ada sedikit deg-degan juga.
****************
Melly sangat marah karena tidak berhasil menggoda Rey,Padahal ia sudah mencoba membuat ke-perawan nan Arsyila di renggut malam itu.
"awas aja Syil... Suatu saat aku akan memberi tahu Rey kalau kamu tetap mendekati Rey,"gerutu Melly dengan wajah sinis.
Melly kini mengetahui kalau Arsyila bekerja di rumah Rey,itu yang membuat amarah nya semakin membara.Dan segan melakukan apa saja untuk menyingkirkan Arsyila.
...
Malam ini sedikit gerimis,angin agak dingin menurut Arsyila.Ia tapi sudah berjanji malam ini akan mulai menginap di rumah mewah milik Rey.Arsyila lupa akan janjinya untuk menemui Rey di kamarnya.
Hingga ia mendapatkan notifikasi pesan dari Rey.
"kamu gak lupa kan ?"Ujar Rey lewat pesan singkat.
"astaga ! oh iya... Aku hampir lupa perkataan Rey tadi pagi,"gumamnya dan langsung mengendap-endap ke kamar Rey karena takut ketahuan oleh Nyonya Bella.
Arsyila mengendap-endap melalui tangga yang menuju ke kamar Rey.Ia sedikit gemetar akan masuk ke kamar mewah milik Rey.
Ceklek...
Ketika ia baru saja membuka pintu kamar Rey,Udara di dalam ruangan terasa sejuk, diwarnai aroma samar wewangian parfum ruangan mahal yang khas. Aroma ini berpadu sempurna dengan dinginnya meja bar mini marmer putih. Di sana, sebotol minuman ber-alkohol menanti di samping dua gelas kecil.
Tubuh Rey terasa sixpack tanpa busana,hanya menggunakan celana tidur pendek.Membuat Arsyila tertegun dengan keindahan tubuh Rey.Arsyila menatap lumayan lama tubuh Rey dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Hey...,"Rey melambaikan tangan nya di depan mata Arsyila yang tengah melamun.
Arsyila langsung menundukan pandangan nya,matanya tertuju pada minuman ber-alkohol mahal yang berada di atas meja bar milik Rey.
"kamu minum-minuman sendiri Rey ?"Tanya Arsyila pelan.
"Tidak pernah,"jawabnya singkat sambil merangkul pundak Arsyila.
"Lalu apa itu ?"Arsyila menunjuk botol minuman ber-alkohol itu.
"ini untuk kita berdua,"Tiba-tiba saja Rey mencium pipi Arsyila hingga wajahnya memerah.
Arsyila grogi sekali,ini pengalaman pertama di ajak minum berdua di kamar Rey,namun Arsyila pasrah karena itu bagi Arsyila memenuhi keinginan Rey adalah keputusan nya.
Malam yang sunyi,suasana seperti di klub malam.Rey memutar musik DJ dan memulai menuangkan sedikit minuman ber-alkohol itu ke gelas sloki kecil.menikmati sebotol minuman berdua bersama Arsyila yang kini sudah kelihatan berani menenggak minuman ber-alkohol,padahal Arsyila pernah menolak ajakan Rey untuk mabuk bersama.
Malam itu terasa damai dan tenang,di bawah pikiran yang melayang.Efek dari minuman ber-alkohol itu yang memabukkan.Tidak ada lagi kecanggungan dalam diri mereka.
Tiba-tiba saja gairah Arsyila memuncak ketika ia sudah mulai mabuk,ia menatap tubuh Rey yang sixpack dan menggoda.Ia memberanikan diri duduk di pangkuan Rey.
Membuka sendiri kaos yang di pakainya,hingga hanya tersisa pakaian dalam nya saja.Mereka melakukan nya atas dasar suka sama suka,dalam keadaan mabuk—Rey tidak tahu kalau Arsyila sudah tidak pe-rawan lagi.Karena masih terasa sempit seperti gadis pe-rawan.
Keduanya tertidur tanpa busana di ranjang milik Rey,tidur berpelukan seperti suami-istri.Hingga pagi hari tiba, Arsyila terkejut melihat dirinya tanpa busana di samping Rey.
Ia segera bangun dan memakai pakaian nya,Rey sedikit sadar kalau ia telah berhubungan badan semalam dengan Arsyila.
"ma-maaf ya Syila... Aku sudah mengambil ke-perawan nan mu !"Rey meminta maaf sambil merasa puas.
"syukurlah... Rey tidak sadar akan hal semalam.Ia tidak tau kalau aku sudah tidak pe-rawan lagi,"ujarnya dalam hati.
Arsyila dengan gugup langsung mengendap-endap menuju kamar nya,takut nyonya Bella melihatnya keluar dari kamar Rey.
Pagi itu Arsyila bekerja seperti biasa,Rey memperlakukan Arsyila sedikit berbeda.Karena Rey sudah menikmati tubuh indah Arsyila semalam,yang membuatnya tambah jatuh hati pada Arsyila.
"aku menganggap dia bukan bekerja tapi kewajiban dia mengurus rumah sebagai istri yang belum sah,"gumam Rey pelan yang menatap Arsyila dari atas tangga.
Baru saja beberapa hari kerja di rumah Rey,Arsyila mendapat transferan yang bernilai tidak main-main.
"hah 1 M !"Matanya terbelalak melihat nominal angka yang baru saja masuk di rekeningnya.
Ia segera menelfon Rey,karena dia sedang berada di kamarnya.
"Rey kamu tidak salah kirim kan ?"ucap Arsyila pelan lewat panggilan telefon.
"itu buat kamu Syil... Makasih ya untuk semalam,"jawabnya singkat lalu mematikan telefon nya.
Arsyila tidak menyangka ia akan mendapat transferan begitu besar dari Rey,tangan nya gemetar melihat nominal angka di rekeningnya.Seperti sedang berkhayal,namun ini nyata terjadi.Uang itu bisa merubah hidup Arsyila menjadi lebih baik.