NovelToon NovelToon
Gadis Cantik Vs Tentara Tampan

Gadis Cantik Vs Tentara Tampan

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:42.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cut Syifa R

Kehidupan perdesaan yang asri dan sejuk jauh dari perkotaan, di sanalah Kanaya Salsabila hidup bersama dengan kedua orang tuanya yang merupakan seorang kepala desa dan termasuk orang terpandang.

Kanaya hidup serba berkecukupan walaupun hanya di desa, dia juga gadis yang begitu anggun dan cantik. Polesan wajah yang masih natural membuatnya terlihat semakin cantik.

Kehidupan sederhananya berubah ketika dia di pertemukan dengan seorang tentara yang berhasil membuatnya tertarik untuk menjalin asmara.


Akankah hubungan mereka berlangsung hingga ke jenjang yangebih serius??



Happy reading 🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut Syifa R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jesika Dan Vincent.

Masih di ruangan Vincent mereka masih melakukan pemanasan yang banyak mengeluarkan keringat, Jesika sangat menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Vincent. Sama sekali tak terpikirkan olehnya jika tubuhnya hanya dijadikan sebagai pelampiasan oleh dosennya itu.

Jesika sangat terbuai akan rasa nikmat yang dia rasakan saat bercumbu dengan Vincent, dia sama sekali tidak memikirkan jika ini adalah kampus tempatnya menuntut ilmu.

Drrrttttt. . .

Ponselnya berbunyi ternyata kedua temannya yang menelpon, Jesika menghentikan aksi Vincent yang akan menggila. Ternyata kanaya dan teman temannya juga sedang mencari Vincent untuk menyerahkan tugas.

"Ngapain pada di sini, kamena wewek gombelnya." Tanya loli pada kedua temannya Jesika.

"Apa sih gak jelas."

"Tau tuh, Jesika lagi di hukum sama pak Vincent karena gak ngerjain tugas yang dia kasih."

"Oh." Clara hanya ber oh ria saja

Tapi tidak dengan Kanaya, dia merasa seperti ada sesuatu yang janggal di sini. Tidak mungkin jika Jesika di hukum kedua temannya berada di luar, apalagi ruangannya juga tertutup. Memangnya hukuman seperti apa yang di berikan oleh dosen mereka, Kanaya menjadi curiga melihat gelagat mereka.

"Pasti hukumannya dia sendiri yang mintak." Ucap Kanaya membuat kedua temannya Jesika melotot.

"Apa maksud kamu, jangan asal menuduh ya." Vivi tak terima jika Kanaya menyalahkan temannya.

"Bukan menuduh lebih tepatnya mengatakan yang sebenarnya, kalau gak percaya liat aja ntar."

Vivi dan salsa meremas jari mereka karena tatapan Kanaya begitu mengintimidasi, Jesika juga belum keluar dari ruangan tersebut. Akhirnya salsa dan Vivi bisa bernafas lega setelah melihat Jesika keluar dan di ikuti oleh Vincent dengan memegang beberapa buku di tangannya.

"Lain kali jangan lupa di kerjakan, atau jangan masuk ketika jam pelajaran saya."

"Baik pak." Jawab Jesika membungkukkan badannya dengan ekspresi bersalah.

Kanaya tersenyum simpul melihat akting mereka yang tidak seberapa, hanya orang orang bodoh saja yang tidak bisa menilai. Apalagi melihat baju Jesika yang tampak kusut tak seperti tadi saat bertemu dengannya.

"Pak ini tugas yang bapak kasih kemarin." Kanaya memberikan tugasnya pada Vincent.

Vincent ingin meraih tangan Kanaya namun tak berhasil karena Kanaya lebih dulu menarik kembali tangannya. Seperti dugaannya jika dosennya yang ini benar-benar seperti dugaannya, pasti mereka habis melakukan sesuatu yang terlarang.

"Em baiklah kalau begitu, kalian boleh kembali kekelas." Kanaya mengajak kedua temannya segera pergi dari sana karena dia merasa tidak nyaman.

Jesika juga mengikuti mereka dari belakang karena mereka juga akan kembali ke ruangannya. Sepanjang koridor Jesika sama sekali tidak mengganggu Kanaya karena perasaannya sedang berbunga bunga. Apalagi jika membayangkan kejadian tadi, rasanya dia ingin kembali menemui Vincent.

"Jes tadi ngapain aja di dalam." Vivi mulai tidak tahan untuk menanyakan.

"Yang pastinya bikin kalian iri hihi."

"Ih dasar, tapi besok besok mending jangan samperin ke ruangannya deh Jes."

"Loh emangnya kenapa."

"Anak baru itu kayaknya tau sesuatu, bahaya kalau sampai ketahuan." Jesika tersenyum remeh dan tidak percaya.

"Kalian mau aja di bodoh bodohin sama tu anak, udah lah jangan di bahas lagi bikin bad mood aja."

Jesika sebenarnya cantik hanya saja sifatnya membuat anak anak tidak menyukainya, semua cowok tampan yang berada di kampus serasa ingin untuk di milikinya.

Dia sama sekali tidak memikirkan imagenya di kampusnya, karena setaunya dia sudah cantik dan juga tajir. Masa bodoh dengan kepintaran dia hanya mengandalkan wajahnya untuk memikat hati para cowok cowok tampan.

Namun sekarang rasa percaya dirinya sedikit berkurang karena kehadiran Kanaya, banyak yang membandingkan dirinya dengan Kanaya. Bahkan Chris cowok yang selama ini mengejarnya juga ikut berpaling menyukai Kanaya, dia sama sekali tidak meliriknya lagi.

"Tugas kelompok kemarin udah siap belum." Tanya Chris yang menghampiri Jesika.

"Tau tuh tanyak aja sama yang lain." Jesika bersikap cuek.

"Yaudah." Chris juga tidak ingin perduli.

Dia menghampiri Vivi dan juga salsa untuk menanyakan tugas yang di berikan oleh dosennya. Namun kedua anak itu asik dengan ponsel dan kuas make up mereka, Chris rasanya ingin berteriak dan memaki mereka.

"Akhhh kenapa aku harus satu kelompok sama kalian sih." Kesalnya.

"Tanyak aja sama dosen, kita juga ogah satu kelompok sama kamu."

"Taunya make up aja, otak pada kosong semua. Kalian pikir udah cantik apa! muka kayak Tante Tante kok di Banggain." Ketusnya tidak memperdulikan tatapan teman temannya yang lain.

"Uuu gak ada urusan enyah sana." Salsa mendorong Chris karena kesal di ejeknya.

Chris pun keluar dari ruangannya untuk menemui dosen pembimbing, dia benar-benar kehabisan akal jika harus di satukan dengan mereka. Dia akan gila menghadapi sikap mereka yang sama sekali tidak ingin perduli dengan nilai.

"Mereka di sini untuk apa sih, bukannya fokus kejar nilai malah asik sama diri sendiri." Chris berceloteh sepanjang jalan.

Vincent mengirimkan pesan untuk Jesika agar menemuinya di gudang belakang kampus, dengan senang hati dia langsung keluar dari ruangannya dan menemui sang pujaan hati. Jesika sudah paham maksud dan keinginan Vincent, pasti mereka akan sama sama merasakan kenikmatan.

Tok tok tok. . .

"Sayang buka ini aku." Ucapnya dengan suara yang di pelankan.

Ceklek. . . .

Tanpa aba aba Jesika langsung di tarik oleh Vincent, dia melumat kasar bibir gadis itu Vincent sama sekali tidak bisa mengontrol nafsunya. Bayangan wajah Kanaya selalu terbayang di pikirannya Jesika hanya di jadikan sebagai alat untuknya berfantasi membayangkan Kanaya.

Setiap apa yang dia lakukan, wajah Kanaya lah yang ada di pikirannya. Jesika sangat menikmati cumbuan Vincent sampai area bawahnya menjadi basah.

"Emm sayang aku tidak tahan."

"Aku kamu ingin aku masukin." Jesika mengangguk dan menyingkap rok pendeknya ke atas.

Vincent berhasil memasuki Jesika, namun alisnya berkerut dan merasa bingung. Jesika sangat mudah untuk di masuki bahkan tanpa ada kendala. Vincent tersenyum sinis ternyata gadis ini memang bukanlah gadis baik baik.

Terlihat jelas dia sangat mudah untuk di ajak bermain-main, dia sama sekali tidak memikirkan posisinya. Yang dia pikirkan hanya kepuasan sama seperti dirinya, Vincent tidak ragu ragu lagi untuk memanfaatkannya.

Mungkin setelah ini dia akan selalu menggunakan Jesika untuk memuaskan dirinya yang masih jomblo. Jesika adalah gadis bodoh yang tidak bisa menjaga harga dirinya, bahkan dia tidak dapat membedakan mana yang tulus dan juga modus.

'Dasar gadis bodoh mau aja aku kadalin.' Ucap Vincent dalam hati.

"Akhh Emm sayang Emm kamu memang hebat." Vincent semakin melajukan temponya dan akhirnya mereka mencapai kepuasan dan klimaks.

Vincent langsung mendorong Jesika agar menjauh darinya, dia ingin membenarkan pakaiannya yang terlihat acak acakan.

"Keluar lah aku akan membereskan ini dulu." Jesika mengangguk dan menciumi pipi Vincent sebelum keluar.

"Iya sayang, aku ke ruangan dulu muach."

"Dia bahkan tidak perduli saat aku mendorongnya, dasar bodoh." Ucapnya setelah Jesika meninggalkan gudang.

1
Blueberry Solenne
Padahal di taksir cowok, dia malah pusing, ah gak peka ni😁
Blueberry Solenne
bisa2 di tikung temen ya wo.. m
Blueberry Solenne
setampan apa sih si Glen, jadi penasaran. apa sesuai cover kek song joongkinya? hahahah
Blueberry Solenne
Ih keren dong kalau warganya kompak
Blueberry Solenne
Jangan ampe berantem ni kalian bersua, mana suka sama cewek yang sama lagi
Blueberry Solenne
Gak apa2 si lihatin, yang penting cowoknya cakep Nay...
mama Al
cantik tapi ga mahal percuma
mama Al
Pinter Kanaya
mama Al
aduuhhh
Xia
duh... kayaknya bakal susah di restuin nih
Xia
ke-kenapa gak ngawasin langsung dari desa sih? baru lihat tuh CCTV sekrang!
Xia
Huh😒 Jesika kamu bodoh banget! mau aja jadi pemuas nih cowok!
Xia
ih katanya mapan, kok gak mampu nyewa hotel! 😒
Xia
ih najisnyo kakak adik ini😒
mochachino
🙄kan takut nya pada punya pasangan masing-masing ikh
mochachino
🙄kenapa di jodohkan
⧗⃟☕︎⃝❥Lou Yi
Untung lu tentara yak.. jadi punya alasan buat silaturahmi ke rumah pak desa🤣
⧗⃟☕︎⃝❥Lou Yi
Namanya kek penyanyi gak sih🤭
Cut syifa: banyak yang bilang 🤣🤣
total 1 replies
🦋Rosseroo🦋
mama Crish, dihh pen tek cubit boleh?
🦋Rosseroo🦋
Dihh, kok aku sebel sama temen mu ya pak. Emang dia presiden ya, sampe susah nolaknya 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!