Kesalahan satu malam Arsenio Bagas Dharmendra (28 th) menyeret seorang gadis bernama Aileen Bela Cempaka (23 th) di dalam sebuah pernikahan tanpa cinta.
Arsenio tak sengaja menyeret Aileen untuk tidur bersama dengan dirinya saat gadis itu sedang bekerja di sebuah hotel di mana Arsenio mengadakan pesta. Dalam kondisi mabuk Arsenio membawa Aileen ke kamar hotelnya hingga keduanya melakukan hal terlarang yang hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami istri.
"Aku hamil!" gumam Aileen memberanikan diri untuk bertemu dengan seorang pria yang telah menidurinya dua bulan lalu.
"Baik! Kita akan menikah!" ujar Arsenio dengan datar.
Aileen pikir cobaannya telah berakhir setelah Arsenio bertanggungjawab tetapi ternyata ia mengantarkan nerakanya sendiri saat bersama dengan Arsenio yang tak pernah menganggapnya ada.
Mampukah Aileen bertahan dalam pernikahan tanpa cinta yang dilakukannya oleh Arsenio?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafitri wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 (Terimakasih Mas)
...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...
...Happy reading...
...****...
Aileen sangat bahagia ketika melihat bunga yang sangat ia sukai sudah tertata rapih di taman belakang rumah milik Arsenio. Tak henti-hentinya Aileen memandang bunga mawar itu dengan tersenyum bahagia.
Aileen melihat jam tangannya, ia tersenyum senang melihat jam sudah menunggu jam 5 sore itu artinya Arsenio sebentar lagi pulang. Aileen masuk ke dalam rumah, ia berjalan ke dapur.
"Bi, siapkan makan malam kesukaan mas Arsenio ya, Bi. Sebentar lagi mas Arsenio pulang," ujar Aileen sangat bersemangat.
"Iya, Nyonya! Nyonya ke kamar saja ya biar kami yang masak! Nyonya tidak boleh kelelahan," sahut bibi pelayan dengan tersenyum hangat.
"Aku mau bantu sebentar masa tidak boleh, Bi!" ujar Aileen sedikit memaksa.
Bibi pelayan menggelengkan kepalanya. "Tidak, Nyonya! Nyonya ke kamar saja! Nyonya Chintya sudah mewanti-wanti saya agar anda tidak boleh kelelahan sama sekali," ujar Bibi pelayan dengan tegas yang membuat Aileen cemberut.
Bibi pelayan terkekeh, ia memeluk Aileen dengan lembut. "Jangan cemberut, Nyonya! Ini semua demi kebaikan Nyonya dan anak Nyonya!" ujar Bibi pelayan dengan tersenyum.
"Iya deh, Bi. Aku ke kamar dulu ya, Bi!" ujar Aileen dengan tersenyum. "Eh Aku mau menunggu mas Arsenio pulang kantor saja deh, Bi. Aku ke depan ya, Bi!" ujar Aileen dengan terkekeh yang membuat bibi pelayan tertawa kecil.
"Iya, Nyonya!"
Aileen berjalan ke depan ia menunggu Arsenio dengan duduk di sofa depan, hingga tak lama Aileen mendengar suara mobil Arsenio yang memasuki perkarangan rumah. Aileen langsung berjalan kearah pintu utama, Aileen membuka pintu dan langsung memeluk Arsenio dengan erat. Arsenio mematung dengan hebat karena secara tiba-tiba Aileen memeluknya dengan erat.
"Terimakasih, Mas! Terimakasih karena Mas sudah membelikan bunga mawar yang sangat indah untukku," ujar Aileen dengan sangat gembira.
"Ekhem... Bisa lepas pelukannya?!" ucap Arsenio dengan datar.
Aileen langsung melepaskan pelukannya pada Arsenio, ia menatap canggung kearah Arsenio. "Maaf, Mas!" gumam Aileen dengan tersenyum.
"Sekali lagi terimakasih bunganya ya, Mas. Ayo masuk, Mas! Aku akan siapkan air hangat untuk, Mas. Setelah itu kita makan bersama ya!" ujar Aileen dengan tersenyum manis.
Arsenio sangat heran dengan Aileen. Hanya karena bunga Aileen bisa sangat sebahagia ini bahkan senyumannya tak pernah pudar sama sekali. Mata Arsenio tidak pernah lepas dari Aileen yang saat ini sudah berjalan ke kamar mereka.
"Hanya karena bunga dia bisa sebahagia ini? Ya Tuhan, dia benar-benar wanita aneh!" gumam Arsenio dengan pelan.
Arsenio berjalan kearah kamar mereka berdua dengan menaiki tangga, Arsenio juga mengawasi setiap langkah Aileen yang menurutnya sangat mengerikan karena Aileen sedang hamil dan perutnya juga sudah membesar.
"Aileen pelan-pelan! Awas saja jika anak saya kenapa-napa!" ujar Arsenio dengan tegas hingga Aileen langsung memelankan langkahnya.
Aileen bersyukur setidaknya Arsenio masih mau peduli dengan dirinya walaupun berdalih anak mereka. Dalam hati Aileen tersenyum dengan senang.
"Iya, Mas!" sahut Aileen dengan pelan.
Aileen membuka pintu kamar mereka, ia langsung kearah kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk Arsenio.
"Mas air hangatnya sudah siap!" ujar Aileen dengan tersenyum.
Arsenio baru sadar jika pakaian Aileen membuat miliknya ingin memberontak keluar, Arsenio langsung menarik tangan Aileen untuk masuk ke dalam kamar mandi kembali.
"Mas kenapa aku dibawa masuk? Aku mau menyiapkan baju untuk, Mas!" ujar Aileen dengan bingung.
"Layani saya disini, Aileen!" ucap Arsenio dengan nada penuh perintah.
Aileen terdiam, tetapi akhirnya ia tersenyum tidak menolak permintaan dengan nada penuh perintah itu dari Arsenio. Aileen yakin dengan menuruti semua keinginan Arsenio, lama-kelamaan Arsenio pasti akan mencintainya walaupun itu membutuhkan waktu yang sangat lama.
"Iya, Mas! Aku akan melayani, Mas di sini!" ujar Aileen dengan tersenyum yang membuat gairah Arsenio langsung naik.
Arsenio langsung menarik tubuh Aileen hingga merapat ke arahnya. Tidak ada jarak lagi diantara mereka hingga Aileen memejamkan matanya saat Arsenio mencium bibirnya dengan tak sabaran, Aileen sudah bisa mengimbangi ciuman Arsenio.
"Ahhhh..."
Aileen memejamkan matanya kembali saat tangan besar Arsenio menyentuh dadanya dan melepaskan pakaiannya dengan tak sabaran, dibawah guyuran air shower kini akhirnya mereka bercinta dengan sangat panas. Arsenio juga merasakan ada yang berbeda dengan Aileen kali ini karena Aileen bisa mengimbangi permainannya yang membuat Arsenio rasanya tidak ingin menyudahi percintaan panas mereka.
Setelah puas di dalam kamar mandi Arsenio menggendong Aileen menuju kasur mereka, dengan perlahan Arseni menidurkan Aileen disana. Arsenio kembali mengarahkan miliknya pada milik Aileen yang masih basah.
"Ouhh... Mas pelan-pelan!" ujar Aileen dengan merem*s seprei saat milik Arsenio yang besar menerobos miliknya kembali.
"Shitt ini gila! Saya suka kamu yang seperti ini, Aileen!" ujar Arsenio yang menggerakkan miliknya kembali dengan perlahan karena ia mengingat perkataan dokter yang tidak boleh bercinta dengan kasar karena bisa berakibat fatal dengan kandungan Aileen.
"Mas, aku mau di atas!" ujar Aileen dengan napas yang tersengal-sengal setelah mendapat kau pelepasannya.
Arsenio tercengang dengan apa yang Aileen katakan saat ini, tetapi ia langsung terlentang dan melihat apa yang akan Aileen lakukan.
"Ouhh Aileen!" gumam Arsenio dengan tertahan saat Aileen sudah berada di atasnya hingga miliknya terbenam dengan sempurna.
Sore ini mereka benar-benar melakukan percintaan yang sangat panas hingga Aileen merasa lapar barulah keduanya keluar kamar dengan rambut yang basah, setidaknya hari ini Aileen benar-benar sangat bahagia karena Arsenio memperlakukan dirinya dengan sangat baik sekali.
Setelah selesai makan malam Arsenio langsung kembali ke kamar diikuti oleh Aileen yang tampak terlihat kelelahan.
"Kamu tidur duluan saya mau kerja sebentar!" ujar Arsenio dengan tegas.
"Iya, Mas!" jawab Aileen dengan tersenyum.
Aileen merebahkan dirinya di kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut, tak lama Aileen langsung memejamkan matanya karena kelelahan karena digempur berjam-jam oleh suaminya.
Arsenio melihat kerah Aileen yang sudah tertidur, ia yang ingin keluar dan masuk ke ruang kerja langsung mengurungkan niatnya. Arsenio mengambil laptopnya dan berjalan ke kasur, ia naik ke kasur dan duduk di samping Aileen. Entah mengapa ia tidak ingin meninggalkan Aileen begitu saja, malam ini setelah melihat perbedaan Aileen. Arsenio sama sekali tidak ingin berjauhan dengan Aileen.
"Ada apa dengan hatiku?" gumam Arsenio dengan lirih tetapi ia tetap fokus bekerja bahkan tangannya sesekali mengelus perut Aileen dengan lembut.
Arsenio tidak sadar jika jam sudah menunjukkan jam 11 malam, ia mematikan laptopnya setelah menyimpan file penting miliknya. Arsenio kembali meletakkan Laptop miliknya ke atas meja dan ikut tidur di samping Aileen, ia juga memeluk Aileen dari belakang dengan mengelus perut Aileen dengan lembut.
Dalam tidur Aileen tersenyum bahagia, ia merasa semua ini hanyalah mimpi tanpa ia sadari Arsenio benar-benar bersikap lembut kepadanya malam ini. Dan semoga saja sikap Arsenio tidak pernah berubah kembali.
semangat ya nulisnya😍😍