NovelToon NovelToon
Driver Ojek Online Itu Ternyata Ceo

Driver Ojek Online Itu Ternyata Ceo

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:254.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: chibichibi@

Meninggalkan kemewahan dan lebih memilih menjadi driver ojek online membuat hidup, Ghazali penuh dengan perjuangan.


Ghazali berhasil menemukan kehangatan yang lama tak ia dapatkan di tengah keluarga sederhana, Zahra. Hingga, ia memutuskan untuk menikahi gadis muslimah itu.

Ghazali pulang demi meminta restu kepada kedua orangtuanya. Namun, ia hanya mendapat hinaan dari sang papa.



Hingga akhirnya Ghazali masuk ke dalam lingkungan underground demi menyelamatkan adik perempuan dan juga istrinya dari penculikan seorang mafia musuh bisnis Arkhan Sanjaya.

Akankah, seorang Arkhan menerima kembali Ghazali dan bertobat dari usaha ilegalnya itu?
Lalu, bagaimana tanggapan keluarga Zahra setelah mengetahui latar belakang hidup Ghazali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28. Topeng Sahabat Terkutuk.

Sisca nampak terlihat senyum-senyum sendiri sambil memainkan rambutnya, sesekali ia melirik pria di seberang sana yang sedang menyeruput es nya, sambil merokok.

Sengaja, Zahra menyuruhnya untuk duduk berjauhan, selain risih ia juga tidak tahan terhadap asap dari benda panjang kecil berisi tembakau yang di bakar pada ujungnya itu.

"Jadi gimana? Tertarik? Pokoknya, nanti kamu temuin aja dulu bosnya temen aku itu. Biar nanti kamu nego sendiri aja sama dia. Gimana?" tawar Sisca pada Zahra, seakan bersemangat sekali mempertemukan sahabat lamanya itu dengan bos yang katanya dari kawannya itu.

"Bos-nya kawan kamu itu pria atau wanita, Sis?" tanya Zahra memperjelas. Ia sekali melirik ke arah Reva yang memang sengaja di ajak Zahra untuk menemaninya ketemuan dengan Sisca.

"Emang kenapa kalo laki-laki? Klo kata aku sih, lebih enak bos nya laki-laki, gak cerewet kayak perempuan," jawab Sisca.

"Kalau begitu, aku harus ditemani saat menemui dia. Mungkin, nanti aku pergi sama Reva pas kesana. Kamu kirim aja alamatnya," jelas Zahra. Ia yang memang membutuhkan pekerjaan mereka bak menemukan telaga di tengah padang yang tandus. Ia pun menerima pekerjaan yang menurut Sisca adalah pelayan di sebuah kafe.

"Kan aku yang bawa, jadi aku yang nemenin nanti. Jadi, kamu tenang aja," ucap Sisca dengan senyum.

"Tapi, aku tetap akan mengajak, Reva. Siapa tau ada kerjaan juga buat dia nanti," tukas Zahra tetap bersikeras dengan pendiriannya yang ingin mengajak Reva kemanapun ia pergi.

"Okelah! Terserah kamu aja. Satu hal yang terpenting tuh, kamu dateng." Sisca pun menyerah, terbaca dengan senyum yang terlihat di paksakan olehnya.

Kenapa perasaanku begini? Perasaan ini gak enak dan curiga. Apa ini termasuk s*u***udzon?

Zahra menelisik bagaimana cara Sisca berdandan. Siapapun akan curiga dengan pekerjaan yang ia tawarkan. Tapi sekali lagi kita tidak boleh beranggapan hanya dari visual yang kita lihat.

"Yaudah, aku balik ya! Besok aku jemput jam sebelas. Gak boleh nolak!" ancam Sisca tegas.

Ia pun berlalu setelah mencium sekilas pipi Zahra, kanan dan kiri. Sungguh Zahra merasa tak nyaman dengan pandangan yang di berikan oleh Gilbert.

"Ra, elu harus mempersiapkan diri.

Karena, kita gak tahu akan menghadapi manusia-manusia seperti apa nanti. Entah pekerjaan apa yang ditawarkan. Maksudku, kafe seperti apa?" ucap Reva curiga. Memang kita tidak boleh memberi lebel buruk hanya dari bagaikan cara orang itu berpenampilan. .

Tapi, satu hal yang pasti. Jika dia adalah wanita baik-baik, dia pasti akan mencintai dan menyayangi tubuhnya sendiri. Sehingga, tidak mungkin jika di obral semurah itu. Hingga siapapun dapat menikmatinya dengan mudah.

"Iya, Re. Kita harus mempersembahkan diri dari kemungkinan terburuk. Semoga, apa yang kita pikirkan tidak sesuai kenyataan," harap Zahra. Karena selama ia mengenal Sisca gadis itu adalah anak yang pendiam dan baik. Bahkan, sempat dia tahun mengenyam pendidikan di pondok pesantren.

Lama mereka kehilangan komunikasi. Entah kenapa penampilan Sisca berubah menjadi tiga ratus enam puluh derajat.

Ketika sampai di dalam mobil Gilbert.

"Bagaimana menurut kamu, Honey?" tanya Sisca sambil bergelayut manja di lengan pria berwajah asia yang mulai menghidupkan mesin mobil tersebut.

"Apanya yang bagaimana?" tanya Gilbert dengan tetap memfokuskan pandangannya ke depan.

"Ya, sahabat aku tadi. Menurutmu apakah uncle Roger akan menyukainya?" tanya Sisca dengan memiringkan tubuhnya.

"Tentu saja. Dia cukup cantik dan menarik. Meski dengan pakaian yang menutupi semua lekuk bagian tubuhnya. Apalagi,jika berpakaian terbuka." Gilbert menjawab sambil menerawang dan tersenyum.

Puk!

"Ish, kau ini! Kenapa mengatakan nya sambil tersenyum seperti itu! Apa kau terus memandanginya tadi!" marah Sisca sedikit kesal.

" Memang kenapa? Jangan bilang kalau kau tengah cemburu dengan gadis seperti itu? Ck, itu kau jauh lebih seksi, Honey," kilah Gilbert sambil mengusap gemas paha polos wanita disampingnya ini dengan satu tangan.

Sisca pun menyeringai dan membalasnya dengan cengkraman kuat di benda keramat milik Gilbert. Membuat pria itu memekik, dan menginjak rem mendadak. Untung saja tidak ada mobil di belakang mereka.

"Oh shitt! Crazy girl!"

"Jangan lakukan itu ketika aku sedang menyetir, Honey!" pekiknya gemas sambil melirik sekilas Sisca yang sedang terkekeh sampingnya.

"Biar adrenalin terpacu dong, Honey. Anggap saja ini pemanasan sebelum kita sampai di mansion milik Richard," ucap Sisca sambil mengerling nakal dan sedikit mengeluarkan suara seksi ketika tangannya kembali menjahili Gilbert.

"Lakukanlah, kalau kau ingin kita sampai ke rumah sakit." Gilbert berkata dengan pelan tapi bernada ancaman.

"Ck! Honey gak asik!" Sisca melempar pandangannya ke luar jendela mobil.

"Aku tau kau, kau sudah sangat tidak sabar merasakan keganasan torpedoku. But, Honey, tunggulah sampai kita di tempat yang semestinya, okey!" bujuk Gilbert pada wanita disebelahnya yang sudah mengubah bentuk bibirnya menjadi kerucut itu.

"Ya udah, cepetan bawa mobilnya. Mobil sport kok jalannya kayak keong?" gerutu Sisca.

Mobil mewah itu pun kembali melaju, setelah beberapa kali mendapat klakson dari kendaraan yang berada di belakang mereka.

Mereka berdua sudah sampai di sebuah mansion kecil milik sahabat Gilbert yang sekarang sedang berada di Hongkong Kebetulan, Gilbert pun berasal dari negara yang juga di kenal sebagai Las Vegas-nya Asia itu.

Gilbert bergegas mengajak Sisca ke atas menggunakan lift. Bukan hanya wanita-nya yang tidak tahan. Ia juga sudah hampir meledak sejak tadi. Mati-matian, Gilbert menahan hasratnya berkali-kali. Karena kelincinya ini begitu menggoda dan menggairahkan.

"Uncle Roger menelepon." Sisca menahan bibir Gilbert yang sejak tadi menjelajahi lehernya.

"Halo, Uncle! Barangnya besok Sisca bawa ya. Inget loh janjinya," ucap Sisca dengan nada mendayu menggoda. Dasar rubah!

[ Anak pintar! Good Job! Uncle tunggu ya. ]

Sisca tersenyum kerena sebentar lagi pundi-pundi uang akan menggemukkan rekeningnya. Persetan dengan persahabatan. Karena hubungan itu tidak akan membuatnya kenyang.

Ketika pintu lift tertutup, Gilbert langsung menarik Sisca. Ia yang sudah berada di puncak gairah melingkarkan tangan di pinggang ramping kekasihnya itu, kemudian menahan tengkuknya agar leluasa menjelajahi bibir merah merekah yang membangkitkan gelora kelelakiannya.

"Kau ingin pemanasan kan? Aku akan memberikan yang terpanas untukmu, Honey!" seru Gilbert di sela pagutannya, tentu dengan suara serak pertanda diri yang sudah diliputi hasrat dan gelora yang membuncah.

"I'm ready!"

Sisca pun mengalungkan tangannya di leher Gilbert dan merapatkan tubuhnya hingga tak bersisa celah bahkan untuk sekedar angin lewat sekalipun. Ia membalas permainan dengan sama beringasnya. Memang pasangan yang tak bermoral. Mereka benar-benar cocok.

Pintu lift terbuka, Gilbert mengangkat tubuh ramping dalam gendongannya. Dengan tak menghentikan kegiatan mereka yang katanya pemanasan itu.

Keduanya masih terus bertautan dalam suara kecapan yang nyaring terdengar, bahkan para cicak-cicak di dinding pun sampai menutup mata. Malu katanya. Tapi dua manusia ini. Nyatanya tidak sama sekali.

Mereka melanjutkan kegiatan panas mereka di dalam kamar mewah dengan lenguhan dan lengkingan yang tak tau henti. Melepas hasrat terlarang dari gelora yang berasal dari rayuan setan yang terkutuk.

...Bersambung...

1
Mama Gezkara
akhirnya ... kangen jg Zahra sama babang Al.... makasih kak Othooorr
Ca
aaaaa begitu
Mazree Gati
banyak bacot tukang ojek,,,end,,
Wulan Sari
Luar biasa
Wulan Sari
Lumayan
Wulan Sari
wah critanya semakin menarik lanjut lah
Wulan Sari
kayaknya critanya menarik buat penasaran lanjut thor
Dyah Oktina
ceritanya hampir sama dgn tukang ojek jodohku.. cuma peda pemerannya aja✌️
Kasiyati
Luar biasa
Yenni Rasyid
suka dgn bukunya ..
LENY
ROGER BENAR2 IBLIS BIADAB DAN SISCA DAN GILBERT SDH MENERIMA HUKUMAN ATAS PERBUATAN JAHATNYA DARI BOSS NYA SENDIRI YG GILA😡
LENY
TUH SYUKURLAH GHAZALI BERHASIL DPT NO HP ZAHRA.
LENY
MAKANYA ZAHRA NO HP GAK DIKASIH KE GHAZALI TERLALU SOMBONG JG. KAYAKNYA DIA PUNTA FIRASAT TDK BAIK DGN KEADAAN ZAHRA. SMG MSH DILINDUNGI ZAHRA DARI LAKI2 IBLIS ROGER DAN SAHABAT DURJANA SISCA😡
LENY
DASAR WANITA JALANG DAN LAKI2 BIADAB. MAU JEBAK SAHABAT PULA SMG ZAHRA DILINDUNGI TUHAN
LENY
AH ZAHRA TERLALU SOMBONG DAN NEGATIF THINKING SAMA GHAZALI. BELUM TAHU GHAZALI ORANG BAIK2.
LENY
KOK BBRP KALI SALAH KETIK GHAZALI JADI GIBRAN THOR🙏
Edy Sulaiman
thor penulisan nama pemain dinovel ini yg betul Azura po Zahra,yg benar nulisnya bikin gk mod aj..
Edy Sulaiman
coba2dulu kalu bagus lanjut, takutnya nanti ceritanya menggantung...kebiasaan author ingin promosi novel barunya sdgkan yg lama aja gk ditamatkan...
Yurniati
tetap semangat terus thorr
Yurniati
kok tamat thorr, extra part nya,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!