Pernikahan atas dasar cinta adalah pilihan setiap umat manusia, tetapi bagaimana jadinya jika di dalam kata cinta dan pernikahan itu ada orang ketiga?
Begitulah kisah Bima dan Nadia, kehidupan rumah tangga yang sangat harmonis telah mereka rasakan hingga pada akhirnya Bima memutuskan untuk mendua lalu membuat pernikahan mereka berujung perceraian.
Disaat sedang patah hati, Nadia di pertemukan oleh seorang pria dewasa dan karena kebersamaan mereka akhirnya benih-benih cinta pun mulai tumbuh. Namun, sebuah kejutan mengangetkan Nadia yang mana ternyata pria itu adalah Ayah dari selingkuhan Bima.
Bagaimana kisah Nadia selanjutnya?
So Stay Tune 🥰
Follow Ig: ningsihartono ❣️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Pembalasan Untuk Suamiku
Nadia ingin melangkah pergi tetapi dirinya berhenti karena tidak sengaja mendengar perbincangan antara pria yang di tolong nya tadi dengan seseorang di seberang telepon.
"Apa dia memang positif mengundurkan diri?"
"Baik, katakan pada satpam untuk meletakkan papan lowongan kerja di depan kantor. Barangkali ada yang berminat untuk melamar dan menggantikan posisi Sukma."
Panggilan pun langsung terputus dan pria itu bergegas menuju mobilnya.
"Pak, tunggu!" Nadia memanggil dan pria itu menghentikan langkah seraya berbalik badan.
"Loh, Anda masih disini?"
Nadia hanya tersenyum tipis. "Maaf, Pak. Bukan bermaksud lancang atau tidak sopan, tadi saya tidak sengaja mendengar perbincangan Bapak ditelepon. Apa benar Bapak sedang mencari seorang karyawan? Maksud saya, apa benar ada lowongan kerja di kantor Bapak?" Nadia bingung harus berbicara bagaimana.
Pria itu mengangguk.
"Ya, saya sedang mencari sekertaris untuk menggantikan sekertaris saya yang sudah mengundurkan diri karena akan segera menikah dan suaminya melarang dia bekerja."
Senyum lebar terbit di kedua sudut bibir milik Nadia.
"Kebetulan sekali saya sedang mencari pekerjaan." Nadia menyodorkan map cokelat ditangannya. "Ini surat lamaran kerja saya, Pak. Siapa tahu saya bisa di terima bekerja di kantor milik Bapak." lanjutnya dengan banyak berharap.
"Saya akan baca nanti setelah sampai di kantor." ujar pria itu sambil merogoh saku celana. "Ini kartu nama saya, Anda bisa datang ke kantor itu besok pagi pukul delapan." sambungnya sambil menunjuk alamat yang ada pada kartu.
Nadia mengangguk cepat. "Terima kasih, besok saya pasti akan datang tepat waktu.''
Pria itu segera melangkah pergi karena hari ini dirinya ada meeting penting.
Setelah pria tersebut pergi, Nadia segera membaca nama yang ada di kertas kecil itu.
"Heru Herlambang, nama yang bagus." Nadia tersenyum tipis dan memasukkan tas ke dalam tas.
Dia berniat pulang untuk merilekskan badan karena dia sudah memasukkan surat lamaran kerja di kantor milik Heru, Nadia sangat berharap semoga dia bisa diterima bekerja disana.
🌺🌺🌺
Bima dan Aira telah resmi menjadi pasangan suami istri tiga minggu yang lalu, hati mereka sangat bahagia saat ini tetapi entah ke depannya. Mereka masih tinggal bersama dengan Heru karena Heru belum ingin ditinggal oleh putrinya, Bima sendiri tidak mempermasalahkan itu yang penting dia tetap bersama dengan Aira.
Bima masuk ke dalam kamar dan dia melihat Aira yang sedang berbaring di atas ranjang dengan membaca majalah dan juga memakai masker wajah.
Aira menoleh ke pintu dan seketika senyumnya terbit saat tahu suaminya sudah pulang.
"Mas, kamu udah pulang? Pasti capek ya karena setiap hari kamu harus pulang pergi ke kota B dan S." Aira berbicara dengan pelan karena takut masker wajahnya rusak.
"Gak pa-pa, Sayang. Demi kamu apapun akan aku lakukan." ujar Bima yang sudah sangat bucin terhadap Aira.
Aira memeluk tubuh Bima dengan manja.
"Apa kamu sudah menyiapkan aku air hangat?" Bima mengelus pucuk kepala Aira.
Aira melepaskan pelukan itu. "Kenapa harus aku? Kamu 'kan bisa sendiri, Mas. Apa kamu tidak melihat jika aku masih memakai masker seperti ini?" Aira menjadi bete.
"Baiklah, maafkan aku." Bima beranjak dari ranjang dan dia bergegas pergi ke kamar mandi.
Semenjak pernikahan mereka ini, Aira tidak pernah melayani Bima seperti membuatkan sarapan, menyiapkan air hangat dan kopi. Tetapi Bima hanya diam saja, dia tidak ingin menceramahi Aira karena takut jika Aira akan sakit hati.
•
•
**TBC
HAPPY READING
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGAN. TERIMA KASIH BANYAK 😘
🏵️🏵️🏵️🏵️
MAMPIR DI NOVEL TEMAN OTHOR YUK 🤗**
**Blurb:
Menjadi Madu Sahabatku
Author: Ayu Andila
Dia tidak menyangka kalau akan menjadi pemeran antagonis dalam kehidupan sahabatnya.
Viola Rinjani, seorang gadis muda berusia 23 tahun harus terpaksa menikah dengan seorang pria yang merupakan suami dari sahabatnya sendiri.
Awalnya, Viola menolak tawaran pernikahan itu. Namun, keadaan yang terus memburuk terasa mencekik leher Viola hingga membuatnya harus mengambil keputusan untuk menjadi istri kedua.
Biduk rumah tangga pun dimulai, akankah Viola berhasil melewatinya ?
Atau terpuruk dengan segala siksaan dan hinaan yang dilayangkan oleh semua orang** ?