NovelToon NovelToon
Nikah Muda

Nikah Muda

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Teen School/College / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:780.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: dianshen

Kisah ini menceritakan tentang pernikahan dini antara dua remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas


Keyra Ramadhani anak kedua dari pasangan suami isteri Rama dan Shinta yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas, gadis periang dan mudah bergaul ini memiliki seorang kakak laki-laki bernama Ramdhoni yang akrab dipanggil Doni, dia bekerja di sebuah cafe yang letaknya tidak jauh dari tempat ayahnya bekerja.

Rama bekerja di perusahaan milik keluarga Arman Prayoga sahabatnya. dan demi membalas budi kepada keluarga Prayoga dengan terpaksa ia pun menerima permintaan sahabatnya itu yang menginginkan putrinya Keyra sebagai menantunya.

Arman memiliki putra yang bernama Elvan Rafindra Prayoga, sosoknya yang pendiam dan dingin terhadap orang lain membuat Arman sedikit khawatir dengan putranya itu.

Arman berharap dengan menikahkan Elvan dengan Keyra bisa membuat Elvan berubah. dapatkan Keyra menerima perjodohan itu? dan mampukah Keyra mencairkan hati Elvan yang sedingin es?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianshen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berpelukan

" Astaghfirullahaladzim!" Seorang pria masuk ke dalam sebuah ruangan dengan bertolak pinggang dan menggeleng-gelengkan kepalanya

Pagi-pagi setelah mengetahui kabar tentang Keyra ia langsung bergegas pergi ke rumah sakit sampai mengabaikan sarapannya karena begitu mengkhawatirkan keadaan gadis yang sangat ia sayangi itu

Namun sesampainya di rumah sakit ia malah dikejutkan dengan pemandangan yang membuat jiwa kejombloannya meronta-ronta , pemandangan dimana dua insan yang masih asik bergelut dengan alam mimpinya, karena terlalu nyaman sampai membuat keduanya tidur begitu nyenyak dengan saling berpelukan.

" Ekhem!" Doni berdehem berharap dua manusia yang tidak tau tempat itu segera bangun, sudah berkali-kali berdehem namun hasilnya nihil mereka masih tetap terlena dengan kehangatan satu sama lain

Karena merasa jengah akhirnya Doni memilih untuk keluar dan pergi ke tempat kerjanya, setidaknya ia sudah tahu adik kesayangannya dalam keadaan baik-baik saja

" Loh kak mau kemana kok udah mau pergi aja?" tanya bunda Shinta yang baru saja menyusul bersama ayah Rama dan mendapati putranya keluar dari kamar rawat Keyra

" Mau ke cafe aja bun, percuma disini juga udah capek-capek khawatir setengah mati sampai enggak sempat sarapan eh setelah sampai di sini_!" Doni tidak melanjutkan kata-katanya

" Sampai disini kenapa kak?" tanya ayah Rama yang jadi penasaran kenapa putranya sepertinya sedang kesal

" Ayah sama bunda liat aja deh sendiri, Doni mau berangkat kerja aja, salam aja buat Key" Doni menyalami punggung tangan bunda dan ayah Rama sebelum pergi

" Bun ada apa sih sama anak itu?" tanya ayah Rama sambil menatap punggung Doni yang pergi meninggalkan rumah sakit tersebut

" Bunda juga enggak tahu yah, yaudah yuk kita masuk aja biar tahu jawabannya" ajak bunda Shinta

Ceklek

Bunda Shinta dan ayah Rama masuk ke dalam kamar rawat inap Keyra dan setelah masuk barulah mereka tahu penyebab kepergian putranya tadi

" Pantas aja si kakak langsung pergi bun, yang dikhawatirkan malah lagi asik peluk-pelukan begitu. untung udah halal ya bun kalau belum udah ayah seret tuh anak" ucap ayah Rama sambil terkekeh

" Ya kalau belum halal enggak mungkinlah yah bunda tinggalin mereka berdua di sini" ucap bunda Shinta

" Eh iya ya bun" ayah Rama menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

" Bun bangunin nak El, bukannya dia harus berangkat ke sekolah ya!" ayah Rama menyenggol lengan bunda

" Ayah aja ya yang bangunin!" bunda Shinta balik mendorong punggung ayah

" Bun kalau ayah yang bangunin nanti pas nak El buka mata bisa jantungan saking kagetnya melihat ayah mertuanya ada di depan mata, bunda aja gih!"

" Ih ayah bisa aja nih alasannya" Ayah Rama terkekeh lalu memilih berjalan ke arah sofa

" Nak El bangun!" bunda Shinta mengguncang bahu El pelan

El menggeliat lalu membuka matanya " Eh bunda!" El terkejut sekaligus malu terciduk tidur satu ranjang dengan Keyra.

El bangun dengan gerakan sangat perlahan karena tidak mau membangunkan Keyra

" Nak El berangkat ke sekolah kan?" tanya bunda

" Iya bun" sahut El setelah beranjak dari tempat tidur

" Bunda datang sendiri?" tanya El karena tidak melihat ayah Rama bersama bunda

" Itu sama ayah!" tunjuk bunda ke arah ayah Rama yang sedang berjalan ke arah mereka

El menggaruk tengkuknya yang tidak gatal merasa malu karena ketahuan sudah tertidur di ranjang Keyra

Ayah tersenyum melihat ekspresi wajah menantunya yang tengah nampak merah karena malu.

" Udah enggak usah malu El ayah ngerti kok kan ayah juga pernah muda" Ucap ayah Rama sambil tertawa

" Ayah!" tegur bunda karena El nampak jadi salah tingkah

" Kenapa memangnya bun,ya kan wajar aja kalau mereka tidur bersama sambil berpelukan lagi udah halal ini kecuali belum halal bisa ayah tarik kamu El terus ayah lempar deh ke bawah" ucap ayah Rama

" Sadis banget yah!" ucap Keyra yang sudah terbangun karena mendengar suara berisik sang ayah

" Dih tumben udah bangun, biasanya di teriakin berkali-kali juga susah bangunnya" Ledek ayah Rama

" Ihh... apaan si ayah, enggak segitunya juga kali yah!"

" Sudah-sudah, ayah sama Key jangan ribut pagi-pagi berisik, nak El sebaiknya sekarang mandi aja dulu gih, ini baju seragamnya setelah itu kalian sarapan dulu tadi bunda udah buatin sarapan untuk kalian" ucap bunda Shinta

" Iya, terima kasih ya bun!" El mengambil baju yang diberikan bunda Shinta lalu masuk ke dalam kamar mandi

________

Sementara di sekolah kecemasan dan kekhawatiran begitu kentara di wajah-wajah para sahabat Keyra

Pasalnya sudah dari kemarin mereka mencari tahu tentang keberadaan Keyra yang menghilang begitu saja tapi belum juga ada titik terang, mereka sudah mengikuti Remon sepulang sekolah tapi ternyata Remon langsung pulang ke rumahnya lalu dilanjut mendatangi rumah Keyra tapi rumah itu nampak sepi dan pagi tadi pun Malik dan Dodot kembali mendatangi rumah Keyra dan lagi-lagi rumah itu pun sepi.

Sesampainya di sekolah mereka berharap Keyra akan datang tapi ternyata harapan mereka tidak sesuai dengan keinginan.

" Malik loe tadi udah ke rumah keyra lagi belum?" tanya Inka

" Udah, tadi gue sama Dodot udah ke rumahnya tapi sama seperti kemarin sepi banget" sahut Malik

" Apa jangan-jangan Key pulang kampung mendadak ya sama keluarganya? ya siapa tau aja ada keperluan mendadak gitu" ucap Bila

" Gue sependapat sama loe Bil" ucap Amel

" Tapi kenapa dia enggak ngabarin kita dan hp nya juga enggak aktif dari kemarin" sahut Bunga

" Duh tuh anak kenapa bisa ngilang gitu aja sih?" ucap Inka khawatir

" Apa kita tanya ke pihak sekolah aja, ya siapa tahu Key menghubungi pihak sekolah?" ucap Dodot

" Ide bagus tuh!" timpal Malik

" Iya gue setuju, yuk cuz!" ucap Inka dan diikuti oleh yang lain

Mereka berjalan ke ruangan kepala sekolah, sampai di ruangan tersebut nampak begitu sepi " Kalian sedang apa disini?" tanya seorang guru yang kebetulan melintas

" Emmm... maaf pak kami ingin bertemu dengan bapak kepala sekolah, apa beliau ada di dalam?" tanya Malik mewakili teman-temannya

" Ada keperluan apa kalian mencari pak kepala sekolah?" tanya guru yang bernama pak Heru

" Kami hanya ingin bertanya tentang teman kami Keyra pak, dia kemarin menghilang setelah jam istirahat dan sekarang juga tidak masuk sekolah, mungkin dia mengabari pihak sekolah?" tanya Amel

" Menghilang? apa kalian sudah mencari ke rumahnya?" tanya pak Heru

" Sudah pak, tapi rumahnya sepi" jawab Amel

" Setahu saya bapak kepala sekolah tidak mengatakan apa-apa mengenai teman kalian yang bernama Keyra itu dan sekarang pak kepala sekolah juga kebetulan tidak berada ditempat di karenakan hari ini beliau ada keperluan dengan pemilik yayasan " ucap pak Heru menjelaskan

" Ada keperluan dengan pemilik yayasan?" beo Amel lalu menoleh ke arah teman-temannya

" Bukankah pemilik yayasan itu orang tuanya Elvan ya?" ucap Amel yang diangguki oleh yang lain

" Apa ada hubungannya dengan dia ya?" Inka menebak-nebak

" Kalian sedang bicara apa?" tanya pak Heru yang mendengar mereka menyebut-nyebut nama Elvan

" Ah tidak ada pak, kalau begitu kami pamit dulu pak terima kasih!" ucap Amel

Setibanya di kelas mereka belajar seperti biasa walaupun ada yang terasa kurang karena tidak adanya Keyra. Suasana kelas nampak sepi tidak ada celotehan Keyra yang selalu menghangatkan suasana di kelas.

" Key loe di mana sih?" gumam Inka menatap bangku kosong yang ada di sebelahnya

Pada saat jam istirahat tiba Inka dan teman-temannya seperti biasa akan pergi ke kantin

" Sepi banget ya hari ini bikin gue enggak semangat enggak ada Key!" ucap Inka sambil mengaduk-aduk bakso pesanannya

" Iya rasanya ada yang kurang tanpa Key" Amel menimpali

" Nanti pulang sekolah kita cari Key lagi yuk" usul Bila

" Yahh hari ini gue enggak bisa, nyokap gue ngajak gue pergi ke rumah nenek gue " ucap Bunga

" Yaudah enggak apa-apa, nanti kalau ada kabar gue bilangin" Ucap Bila

" Sorry ya!" ucap Bunga tak enak hati

" Udah santai aja " ucap Bila yang diangguki oleh teman yang lainnya

" Yaudah nanti kita ke rumah Key dulu semoga aja Key sudah ada di rumah setelah itu kita ke rumah sakit bagaimana? kita belum tahu keadaan Bintang sekarang, kemarin karena Key menghilang kita tidak jadi datang kesana" ucap Malik

" Iya gue setuju" Ucap Bila

Pulang sekolah mereka sudah sepakat akan pergi ke rumah Keyra dan mereka pun melanjutkan kembali makannya

" Mel itu si manusia kulkas, dia masuk sekolah" tunjuk Bila ke arah El yang sedang makan bersama Remon

" Iya, dia masuk tapi key kok gak masuk ya, apa pak Imran kemarin salah lihat orang kali ya" ucap Amel

" Apa kita tanyain aja ya ke orangnya langsung?" usul Inka

" Tapi setahu gue Key dan Elvan itu kan musuh bebuyutan kalau ketemu mereka pasti berantem, enggak mungkin banget kayaknya kalau mereka sampai pergi bareng" ucap Malik

" Masa sih mereka sering berantem?" Amel mengerutkan keningnya pasalnya dia tidak pernah melihat interaksi antara Keyra dengan Elvan kecuali saat kejadian Keyra yang tidak sengaja menumpahkan soto ke baju El

" Memangnya mereka sering ketemu?" tanya Amel yang merasa penasaran

" Sering kalau di parkiran pas mau pulang sekolah" jawab Malik

" Kok bisa?" Inka heran

" Ya bisa karena Elvan parkir mobilnya di sebelahan dengan motor Key" terang Malik

" Tapi tetap aja gue penasaran, bisa aja tuh anak senga menculik Keyra terus dikurung di suatu tempat, bisa aja kan?" ucap Bunga dengan segala pikirannya yang sudah melalang buana kemana-mana

" Terus kalau ternyata dugaan kita salah dan tuh anak enggak terima dituduh menculik Key, yang ada tuh bisa kita yang kena imbasnya di keluarin dari sekolah" ucap Malik

" Iya juga sih!" ucap Bunga yang seketika menciut

" Untuk sementara kita fokus dengan keluarga Key aja dulu, kalau masih belum ada perkembangan tentang keberadaan Key sampai besok baru kita minta cek cctv yang ada di sekolah ini pada kepala sekolah!" usul Malik

" Oke kita setuju!"

___

" El kemarin teman-teman cewek yang loe bawa ke rumah sakit itu nyariin" ucap Remon

" Terus?" tanya El sambil memakan makanannya

" Salah satu diantara mereka nanyain ke gue, mereka curiga loe yang bawa temannya itu pergi" El menoleh dan menaikkan satu alisnya

" Terus loe jawab apa?" tanya El

" Ya gue jawab aja gue enggak tahu" El mengangguk

" Bagus, Loe memang sahabat yang bisa gue andalkan Mon" El menepuk-nepuk bahu Remon

" Sebenarnya ada hubungan apa sih loe sama tuh cewek sampai loe segitunya banget buat ngelindungi dia?" tanya Remon dengan kekepoannya

" Elo akan tahu sendiri nanti, bukannya hari ini ada pertemuan dengan keluarga tuh anak berengsek?"

Remon mengangguk " Iya, bokap gue juga tadi pagi bilangnya begitu!"

" Apa loe suka ya sama tuh cewek?" tebak Remon

" Jangan banyak tanya deh loe, nanti loe juga akan tahu dengan sendirinya kenapa gue melakukan hal ini "Sahut El membuat Remon mendengus kesal karena El tidak mau memberitahunya

" Ahhh... enggak asik loe"

Sepanjang jam pelajaran entah kenapa membuat El tidak bisa konsentrasi seperti biasanya, rasanya ia ingin cepat-cepat pergi ke rumah sakit untuk menemui isterinya.

" El loe kenapa sih, dari tadi kayak enggak konsen gitu?" tanya Remon

"Enggak ada apa-apa" jawab El datar

" Mobil loe udah beres bro?" tanya Remon lagi

" Udah, nanti sopir gue yang ngambil sekalian ngejemput" sahut El

Pas bel berbunyi El segera bergegas keluar kelas mengabaikan Remon yang terus berteriak memanggil namanya, saat ini yang ada di benak El hanya ada Keyra ia sudah tidak sabar ingin bertemu pujaan hatinya.

Sesampainya di depan gerbang sekolah sopir yang ditugaskan menjemputnya pun sudah menunggunya dan tanpa berlama-lama El pun langsung meminta sang sopir untuk mengantarkannya ke rumah sakit

Keyra hari ini sudah di izinkan pulang dan sebelum pulang Keyra meminta izin kepada bunda Shinta untuk menemaninya menjenguk Bintang terlebih dahulu

Berhubung rumah sakit tempat Keyra di rawat adalah milik mertuanya yaitu pak Arman Prayoga otomatis ia bisa pulang dengan bebas tanpa mengurus administrasi terlebih dahulu.

Bahkan biaya rumah sakit Bintang pun sudah ditanggung oleh pihak rumah sakit atas perintah pak Arman, karena dia merasa tersentuh dan terharu dengan sikap mulia yang sudah dilakukan oleh menantu kesayangannya itu.

Sebelum pergi pak Arman sempat menghampiri Bintang dan keluarganya. Bu Asih banyak bercerita kepada pak Arman tentang kehidupannya sehari-hari sampai akhirnya anak-anak mereka bertemu dengan Keyra dan bahkan Keyra yang membawanya ke rumah sakit tersebut bersama teman-temannya dan dia pula yang mengurus biaya rumah sakit tersebut.

Pak Arman merasa sangat terharu dan bangga mendengarnya jadi dia pun memutuskan untuk membantu keluarga Lintang dan Bintang termasuk biaya berobat Bintang sampai sembuh.

Ceklek

Pintu kamar rawat Keyra terbuka dari luar bertepatan dengan Bunda Shinta yang baru ingin meraih hendle pintu

" Loh bun, Key sudah mau pulang sekarang... Hos... Hos...?" tanya El dengan napas yang masih tersengal-sengal karena tidak sabar ingin segera bertemu Keyra dia sampai berlari

" Kamu habis lari El?" bukan menjawab Keyra malah balik bertanya

El menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil menyengir.

" Kenapa harus pakai lari segala sih?"

" Ya kalau aku enggak lari mungkin kamu sama bunda sudah pulang!" sahut El

" Ya enggaklah, aku sama bunda itu rencananya mau menjenguk Bintang dulu sebelum pulang, lagipula ayah kan sedang sibuk tidak bisa menjemput jadi otomatis aku pasti akan meminta kamu untuk menjemput" ucap Keyra

" Bagaimana meminta jemputnya ponsel kamu aja ada sama aku" ucap El

" Ponsel aku? ah iya aku bahkan sampai lupa memberi kabar pada teman-teman aku pasti mereka sangat khawatir" Ucap Keyra yang begitu terkejut saat teringat dengan ponselnya dan teman-temannya

" Sudah, urusan itu belakangan aja nanti kamu bisa chet teman-teman kamu setelah pulang dari sini, yang terpenting tidak mengganggu waktu istirahat kamu" ucap El terdengar tegas

"Iya... iya .." ucap Keyra sambil mengerucutkan bibirnya

Bunda Shinta yang melihat interaksi putri dan menantunya hanya senyum-senyum sendiri, apalagi terlihat dengan jelas Keyra begitu patuh dengan perkataan El

" Yaudah yuk kita ke ruangan Bintang dulu aku ingin melihat keadaannya sekarang!" ajak Keyra yang menggandeng tangan bunda Shinta

" Kenapa tidak pakai kursi roda aja sih?" El merasa kasihan melihat Keyra yang berjalan menggandeng lengan bundanya apalagi masih terlihat wajah pucat Keyra

" Aku ini masih bisa jalan, lagi pula aku kan udah sehat kenapa harus pakai kursi roda?" sungut Keyra dan El tidak lagi menimpali

Keyra terus berjalan dengan dibantu bunda Shinta

Melihat Keyra yang masih sedikit lemas dan wajahnya pun masih nampak pucat El yang merasa tidak tega pun langsung mendekati Keyra

" Aaaa...!" Keyra terkejut bukan main saat merasakan tubuhnya melayang ke udara

" El turunkan aku, aku masih bisa berjalan sendiri!" Keyra memberontak tapi El tidak peduli dan masih terus menggendongnya sambil berjalan menuju lift, bunda Shinta hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat ke uwuwan putri dan menantunya itu

" Jangan banyak bergerak kalau tidak mau aku cium disini!" ancam El yang seketika berhasil membuat Keyra terdiam

...** *J*angan lupa tinggalkan jejak like, vote dan komentarnya ya **...

...🙏🤗...

1
Qaisaa Nazarudin
Haih gak sadar KAMU ITU UDAH TUIR,kayak gak ada lelaki dewasa aja,MALU DONG SAMA UMUR, MASA IA BOCAH DIPACARIN,BILANG AJA KAMU NGINCAR HARTANYA..DASAR JALANG..
TokoFebri: Hai kak. mohon izin. jika berkenan, yuk mampir di karyaku. judulnya "Terjebak menikah karena wasiat." terima kasih.
total 1 replies
Koni Dwi N
mantapp karyamu thor, sukses terus ya thor
Koni Dwi N
lanjut thor
Koni Dwi N
Nabila jodohnya doni
Koni Dwi N
semoga selamanya El dan key bahagia selalu
Koni Dwi N
Luar biasa
Koni Dwi N
lanjut thor
Koni Dwi N
mulai jatuh cinta
Koni Dwi N
awalnya sebel nti jadi kangen
Koni Dwi N
lanjut thor
Koni Dwi N
suka cita jaman pake seragam abu2 mang kyk gt ya
Asyifa Agustin
keren kk aku langsung suka banget
Mala Ibu'a Raline Nabila
Luar biasa
Alfian Fahmi
Kecewa
Alfian Fahmi
Buruk
Erna Ningsih
bagus banget thor crtanya,tp Elvan terlalu cuek sifatny
Anneke Saralaa
kok thor di tulis Dika yg sebarkan bahwa el Dan keyra hamil Dan sudah menika... Khan di bab SEBELUMNYA dika sudah meninggal ketika di tembak waktu keyra di culik
Dhiana Wiyanshena: Itu Dika lakukan bertepatan dengan penculikan Keyra, jadi sebelum dia tertembak dia sudah menyebarkan berita tersebut 🙏🤗
total 1 replies
Supi
sebenarnya Bagas itu siapa nya Nabila 🤔
YuMi: Aku jg penasaran /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
Haryani Yuliwulansih
kok ga ngerti maksudnya ya thor🤭
Anie Jung
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!