Arc 1. Pengusaha Muda Dengan Sistem, bab 1 - 65.
Arc 2. Luke Lawrance in the Multiverse of System, bab 66 - ** ongoing.
~~~~~~~
Menceritakan kisah hidup Luke Lawrance, seorang anak miskin yatim piatu yang harus menghidupi kedua adiknya sendirian.
Sampai suatu hari ia mendapatkan sebuah sistem yang akan mengubah hidupnya dan seluruh dunia.
Bill Gates, Ellon Musk, Jeff Bezoz, Keluarga Rostchild siapa itu...
Nikola Tesla, Albert Einstein apakah mereka layak di sebutkan?...
Mereka semua tak bisa di bandingkan dengan nama besar seorang Luke Lawrance.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haoyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.28
Nampak setelah bel pulang berbuyi Luke menerima pesan alamat rumah Ange dari Fuka dan langsung bergegas pergi.
Nampak ia langsung tancap gas dan dalam sekejap ia telah tiba di rumah sang pacar.
Rumah Ange sendiri termasuk rumah yang sangat mewah walaupun tak sebesar rumah yang nantinya akan di beli oleh Luke.
Luke yang sampai langsung membunykan bel dan nampak tak ada orang yang keluar.
“Mana sih, kok gak ada yang dateng.”
Nampak Luke yang kesal terus membunyikan bel rumah itu dan akhirnya dari kejauhan keluar seorang pria dan menghampirinya. Nampak pria tersebut masih sedikit mengantuk.
“Cari siapa mas?.”
“Ange nya ada?.”
“Ohh, mas temenya ya?.”
“bukan pak, saya pacarnya.”
“Ehhh...jadi gini mas, neng Ange lagi cuci darah di rumah sakit.”
“Haaa...cuci darah?... emang dia sakit apa pak?.”
“Lahh...mas tapi pacarnya masa gak tau?.”
Mendengar perkataan bapak itu akhirnya semua kecurigaan Luke benar benar terjadi.
“Jadi dia sakit apa pak?.”
“Saya juga kurang tau...tapi yang jelas neng Angel punya penyakit yang sama kayak ibunya.”
“Yaudah dia sekarang di rumah sakit mana pak?.”
“Kalo gak salah di RS Awal Bros yang deket Jl. Jendral Sudirman.”
“Yaudah makasih pak.”
Nampak Luke langsung menuju mobilnya dan pergi ke rumah sakit. Di sana ia bertanya ke bagian admin tentang Pasien yang bernama Angelise Anatasya.dan nampak sang admin memberikan lokasi kamar tepat ia di rawat.
Luke yang sudah mengetaui tempatnya langsung datang ke sana. Sampai iapun tiba di depan kamar tersebut dan mengetok pintunya.
Lalu seorang pria datang membuka pintu dan ia tak lain adalah ayah sang pacar yaitu Sony Erikson.
“Heh...nyari siapa ya?.”
“Saya nyari Ange pak, saya pacarnya."
Mengetahui kalau pria muda di hadapanya adalah kekasih sang anak bapak itupun mengizinkanya masuk.
“Yaudah masuk, tapi jangan berisik dia baru aja minum obat, trus tidur.”
Akhirnya Luke dapat melihat jelas sang kekasih yang tengah terbaring di kasur rumah sakit. Ia hanya melihatnya dari kejauhan dan langsung bertanya pada sang ayah.
“Pak, sebenarnya Ange sakit apa sih?.”
“Heeemmm...yaudah kita bicara di luar aja yuk."
nampak ayah Ange mengajak Luke mengobrol di luar ruangan. Luke mengikuti ayah Ange dan mereka duduk di sebuah kursi tunggu.
“Sebelumnya perkenalkan, saya Sony Erikson, ayah Ange.”
“Saya Luke pak.” Nampak mereka bersalaman.
“Jadi gini dek, si Ange emang dari kecil udah sakit sakitan.”
“kayaknya dia punya penyakit yang sama dengan alm ibunya.” Nampak Pak Erik menjelaskan pada Luke.
“Emang sakit apa pak?.”
“Bapak juga gak tau, pokoknya darah mereka ada kelainan dan karna itu sel darah putih di pembuluh darahnya menjadi terganggu dan mengakibatkan kondisi tubuhnya gampang drop.”
“Emang dokter gak tau dia sakit apa pak?.”
“Bapak dah coba tanya ke semua dokter, tapi tetep percuma...kata dokter penyakitnya tidak di ketahui dengan jelas dan obatnya juga belum ada.”
“Mangkanya tiap 2 minggu sekali dia harus cuci darah, biar kondisi tubuhnya membaik.”
Mendengar penjelasan si bapak Luke hanya bisa menghela nafasnya. Ia selama ini tak mengetahui penyakit sang pacar karna di mata Luke sang pacar nampak baik baik saja dan tak pernah mengeluh sakit.
“Jadi kondisinya sekarang kayak gimana pak?.”Nampak Luke mencemaskan pacarnya itu.
“Kata dokter sih masih normal, asalkan rutin cucih darah dan cek kesehatan dia baik baik aja. Tapi beberapa minggu nih kayaknya emang lagi kumat kumatnya."
“Yaudah pak saya boleh gak lihat dia sekali lagi sebelum saya pulang.”
“Ya...gpp.”
Lalu kedua orang itu kembali ke ruangan kemudia luke langsung bertanya pada sistem.
“Sistem sebenarnya pacarku ini sakit apa?.”
[Ting]
[Sistem tak bisa mengedentifikasi penyakit pacar tuan]
[Ting]
[Tapi Sistem memiliki obat yang dapat menyembuhkannya]
“Huh...serius obat yang mana?.”
[Ting]
[Sistem menyarankan tuan membuka toko bagian Medicine dan mencari obat GD-117]
Lalu luke mulai mencari satu persatu dan tak lama kemudian ia melihat ada sebuah obat yang di jual dengan harga 1.000.000CP.
{Obat GD-117, sekali konsumsi dapat menyembuhkan segala macam penyakit yang ada]
{harga 1.000.000CP}
Meliat harga yang sangat mahal Luke hanya bisa menunduk dan melihat ke arah pacarnya.
“Sistem, bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan Poin lebih banyak?.”
[Ting]
[Di sarankan Tuan mengupgrade Sistem ke versi S-213 V1 dengan begitu Sistem akan memiliki lebih banya fitur dan dapat membuka lebih banyak misi untuk di jual]
{Jadi nih sistem masih versi beta ceritanya ^_^}
Mendengar harapan yang di berikan sistem Luke mulai mengangkat kepalanya kembali.
“Bagaimana caraku mengupgrade sistem?.”
[Ting]
[Di sarankan tuan lebih rajin lagi menyelesaikan misi sampai naik ke level 30]
“Apa saat level 30 aku bisa mengupgrade sistem?.”
[Ting]
[Jawabanya bisa, tapi tuan harus memenuhi beberapa kondisi yang di perlukan]
“Apa saja kondisinya?."
[Ting]
[Tuan akan mengetahuinya setelah mencapai level 30]
Mendengar jawaban sistem Luke langsung mengerti. Jadi intinya dia harus naik terlebih dahulu ke level 30 baru semua pertanyaan akan terjawab.
Akhirnya Luke yang sudah mengetahui rahasia sang pacar pamit pulang. Di perjalanan Luke sedikit melamun.
Nampak ia menyetir sambil mengerjakan misi kecerdasan. Sampai akhirnya ia sampai di rumah lalu berganti pakaian dan bergegas pergi ke Gym.
Sesampainya di tempat Gym ia langsung membeli misi kekuatan tingkat tinggi.
[Ting]
[Berhasil membeli misi kekuatan tingkat tinggi]
{melakukan latihan otot bahu}
{waktu 1 jam}
{hadiah 500CP}
Sambil mengerjakan misi kekuatan nampak Luke yang memegang Dumbell/Barbell mengambil misi kecerdasan tingkat tinggi dan mengerjakan keduanya sekaligus.
[Ting]
[Membeli misi kecerdasan tingkat tinggi]
{Grafik fungsi f(x) \= ax3 - bx2 + cx + 12 turun jika?}
{Ayo author tantang buat yang jago matematika silahkan komen jawabannya ...wkwkwkw ^_^}
{waktu 5 menit}
{hadiah 500CP}
Sambil mengangkat dua buah barbel Luke juga mulai mengerjakan misi kecerdasan tingkat tinggi.
[Ting]
[Berhasil menyelesaikan misi kecerdasan tingkat tinggi]
Akhirnya dari siang hari itu Luke mulai farming poin. Sambil menelepon Rudy ia menyuruh Rudy untuk pergi menemui Yuda dan menandatangani berkas berkas pembelian rumah.
Sampai waktupun menunjukkan jam 6 sore lalu Luke pergi mengambil baju ganti di mobilnya dan pergi ke toilet dan bersiap siap menghadiri rapat anggota OSIS.
“Ehhh..tumben sore dah balik?.”
“Hehehe iya bang Tom, saya mau ada rapat OSIS.”
“Ohhh...yaudah sana cari cewek, kalo dah dapet kenalin ke abang ya.” Nampak bang Tomi kenalan barunya di tempat Gym mengobrol sambil bergurau pada Luke.
Sampai Luke kembali ke mobilnya dengan pakaian rapi dan bersiap pergi ke Villa pribadi keluarga Darko.