NovelToon NovelToon
Mantan Jadi Mertua

Mantan Jadi Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Balas Dendam / Mafia / Menantu Pria/matrilokal / Dosen
Popularitas:362.4k
Nilai: 5
Nama Author: IPAK MUNTHE

Terima kasih mantan sudah melahirkan jodoh ku.

Geli-geli sedap, rasa asam, asin, pahit jadi satu.

Apa jadinya jika kamu jatuh hati pada mantan kekasih Mama mu?

"Ingat Vano kau sudah pernah merebut miliki, dan kali ini aku bukan merebut milik mu. Tetapi aku meminta anak mu, wanita yang aku cintai sebagai pendamping hidup ku!" Papar Firman.

Zie terperangah ketika mendengar kenyataan besar.

"Firman mantan kekasih Bunda?"


Bertahan sulit, di tinggalkan pun sakit, kenapa harus mencintai mantan kekasih wanita yang melahirkan nya?

Dan bahkan hubungan nya sudah sampai di atas ranjang.

"Tinggalkan dia Zie!" Titah sang Ayah.

"Anak mu sedang mengandung anak ku!" Tandas Firman.

Degh!

Akankah Zie dan Firman bersatu dalam ikatan pernikahan dan mendapatkan restu dari kedua orang tuanya.

Lantas bagaimana dengan janji yang pernah Ziva ucapkan saat berpisah dari Firman beberapa tahun lalu?

Akankah Firman menangih janji itu.

Catatan : Yang anti 21+ tolong minggir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

"Zie siang kemarin kamu kemana sih, aku capek nyariin kamu," omel Alma.

Mulut Alma terus saja komat-kamit tanpa henti mencari tahu kemana hilangnya sepupunya itu.

"Siang kemarin kita ke kantor kan Al?" Zie terus menatap cermin besar di hadapannya sambil memoles wajahnya, melihat Alma dari pantulan cermin.

Alma juga menatap wajah Zie dari pantulan cermin, dengan tubuh duduk di sisi ranjang milik Zie.

"Iya, aku kan juga ke kantor, masalahnya kamu kemana, aku pulang sendiri, kamu di hubungin juga nggak' bisa?!"

"Oh, kemarin aku di suruh nemenin Pak Firman," Zie menutup mulutnya, takut Alma tahu jika dirinya di jadikan guling oleh dosen mesum dan cupu saat di kampus.

"Nemenin?" Alma masih butuh jawaban yang pasti.

Zie meletakan spon bedak di tangan nya pada meja hias, kemudian ia berjalan ke arah Alma dan duduk saling bersebelahan.

"Diem dan jangan kaget, jangan berisik," Zie mendekati telinga Alma kemudian berbisik, "gue, kemarin nemenin Pak Firman tidur siang."

"What's!!!!" Seru Alma dengan repleks.

"Huuuutts!" Zie menutup mulut Alma dengan kencang, "jangan mikir aneh-aneh, cuman jadi guling dan setelah kemarin siang gue yakin dia enggak normal," Zie melepaskan tangannya yang membekap mulut Zie.

***

"Zie, kenapa wanita itu malah mengundang panas dingin," Firman terus bermain solo di kamar mandi, sambil membayangkan wajah Zie.

Sejak kemarin siang Firman semakin gila, merasa tubuhnya terus saja panas dingin saat mengingat Zie menemaninya tidur siang.

Jika Zie terlelap maka lain halnya dengan Firman yang menegang.

Setelah terbangun dari tidurnya Zie langsung pulang dengan wajah segar sedangkan Firman pulang dengan wajah masam dan Rian yang menjadi amukannya.

"Sial!"

Firman segera keluar karena puncaknya tidak kunjung datang, akhirnya ia memutuskan untuk segera berangkat ke kantor.

***

Sampai di kantor Firman segera duduk di kursi kebesaran nya, sambil menunggu bocah ingusan yang bisa membuat tubuhnya panas dingin bahkan membuat fokus dalam bekerja buyar.

"Selamat pagi Pak!" Seru Zie tanpa ijin langsung berjalan masuk.

"Selamat pagi Pak," dengan suara pelan Alma mengikuti Zie ikut masuk.

"Selamat pagi," Niken juga masuk setelah Alma.

Jika Alma dan Niken hanya berdiri dan menatap Firman dengan menundukkan, tidak dengan Zie.

Zie langsung mendekati meja kerja Firman, matanya berbinar saat melihat secangkir kopi.

Perlahan ia mengambil dan meneguknya, tanpa perduli dengan tatapan Firman yang mematikan.

"Buatkan yang baru!" Titah Firman.

Zie duduk saling berhadapan dengan Firman, "Hehehe, haus Pak, kerongkongannya Zie kering," Zie tersenyum kikuk.

"Buatkan yang baru!"

"Iya-iya!, bawel banget sih, sedikit doang!" Gerutu Zie.

Dalam hati Firman tertawa melihat kelucuan Zie, entah sampai kapan bisa menahan gejolak cinta yang tidak juga tersalurkan.

Setelah membuat secangkir kopi Zie kembali ke ruangan Presdir, tapi netra nya tidak melihat Niken dan Alma.

"Pak, Niken dan Alma di mana?" Tanya Zie setelah meletakkan secangkir kopi di tangannya.

Firman tidak ingin menjawab pertanyaan Zie, ia lebih penasaran pada kopi buatan Zie.

Perlahan tangannya bergerak mengambil cangkir kopi dan meneguknya dengan hati-hati.

Setelah mencoba dan merasa cocok dengan lidahnya Firman kembali meneguknya dengan pasti.

"Bagaimana bos?" Rian hanya menatap saja, tapi saat melihat Firman santai meminum kopinya membuat Rian penasaran.

"Tumben kopi buatan mu benar," Firman menatap Zie penuh intimidasi, mungkin saja kopi itu buatan orang lain pikirnya sambil meneguknya kembali.

"Zie buat pakek kopi, gula, dan sedikit air ludah," jawab Zie santai.

"Mmmmfffffpp," Rian menutup mulut menahan tawa sambil berlalu pergi dari ruangan Firman, tahu akan ada keributan lebih baik pergi menemui Alma yang cukup membuatnya tertarik karena ke lambat otaknya.

"Maksudnya?!"

Firman mengambil tisu dan membersihkan mulutnya, penjelasan Zie sangat membuatnya kesal.

"Bapak santai dong," Zie duduk saling berhadapan dengan Firman dengan melipat kedua tangannya.

Lihatlah wanita itu, masih santai sekalipun dosennya akan segera mengamuk.

"Kau itu memang tidak sopan!!!"

"Duduk Pak," pinta Zie santai.

"Jelaskan dulu, apa benar kau memberi ludah di kopi ku barusan?!"

"Sedikit, tidak banyak, hanya penambah rasa," sebenarnya tidak ada air ludah seperti yang di katakan oleh Zie, itu hanya untuk membuat Firman kesal saja karena sudah menyuruhnya membuat kopi agar merasa menyesal.

Lihatlah sekarang, wajah Firman menyimpan emosi yang begitu dalam.

"Maksud mu apa?"

"Bapak apa sih, pantesan lapuk, tapi ngomong-ngomong soal lapuk berarti masih baru, belum terkontaminasi," celetuk Zie.

Sial.

Bocah ini benar-benar menjengkelkan tapi, baru Zie yang berani berbicara sesukanya tanpa rasa takut.

Gilanya lagi Firman sebenarnya mulai kehilangan nyali untuk berhadapan dengan Zie, takut Zie menjauh darinya.

Firman bisa gila bila itu terjadi, tapi Firman tidak menunjuk sisi lemahnya di hadapan Zie. Takut harga dirinya malah benar-benar hilang.

"Kau harus bertanggung jawab!" Mata Firman dengan tajam menatap Zie.

"Ahahahhaha," Zie malah tertawa terbahak-bahak mendengar kata tanggung jawab, "Bapak hamil kah?!" Seloroh Zie.

"Diam!" Sergah Firman dengan suara meninggi.

Zie tersentak dan segera diam, kali ini ia terlihat merinding melihat wajah Firman.

"Aku ingin menemui orang tua mu, kau itu tidak sopan, agar mereka bisa mengajarkan mu sopan santun!" Ancam Firman.

Firman sudah tahu, Zie kini tengah bebas dengan masa percobaan dan Firman pun bisa memanfaatkan nya.

Benar saja Zie langsung kalang kabut saat mendengar kata orang tua, Zie tidak akan setuju Firman menemui orang tuanya takut kebebasan nya malah di cabut.

"Pak?" Zie menangkup kedua tangannya memohon agar Firman tidak membuktikan ucapannya.

"Biarkan saja, kau itu tidak sopan," Firman tersenyum samar.

"Zie minta maaf, Zie tadi nggak bener-bener ngasih air liur di kopi Bapak," Zie menunjukan raut wajah penyesalan dan berharap Firman menarik ucapannya.

"Kau tidak mau aku menemui orang tua mu?" Ini kesempatan batin Firman, menyesal rasanya baru tahu perihal kelemahan Zie yang bisa di manfaatkan.

Baiklah lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali bukan?

"Pak, Zie minta maaf."

"Duduk di pangkuan ku!" Pinta Firman santai.

"APA?!" Pekik Zie.

Apa dosen gila itu tidak punya otak, sejak kapan ada dosen meminta mahasiswa nya di pangku.

"Kau bisa menolak!" Firman santai dan kembali meneguk kopi buatan Zie.

"Tapi Pak?"

"Aku tidak memaksa," Firman masih santai, seakan terlihat tidak pusing sama sekali, padahal dalam hati sudah tidak sabar menantikan Zie duduk di pangkuan nya.

"Pak?"

Firman mulai menatap laptopnya, seakan mengambil Zie.

Tidak ada pilihan lain, dengan perlahan ia berjalan mendekati Firman dan duduk di pangkuan dosen gilanya.

1
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
hellooooo
Triya Abdullah
sudah baca 2x..masih belum up thor. niat bikin cerita gk sie thor
ririnyulistiana
waahhh.... bener2 digantung nih,, sama kak author. kpan nih dilanjutnya 🤔🤔🤔
Fitriyanti Siregar
Luar biasa
Yantisejati
paling belum di apa2in,itu modusnya pak firman
Yantisejati
aduh zie,pak firman panas dingin lho
Yantisejati
zie2 bar2 🤣🤣🤣
Ntwr Tania
kok ndak ada lanjutannya y thor crita ini
Wati Frindiyadi
ngegantungggg.....semoga author di kasih sehat dan inspirasi buat lanjutin novel ini
Wati Frindiyadi
ceritanya tamat apa belom ya ini ??
Yani
Ngak ada kelanjutannya
Lavender twins
ya ampun thor
cerita nya seru banget
tp koq gag ada kelanjutannnya ya???
tolong la thor lanjut lagi cerita nya
pleeaseee 🙏🙏🙏
aq memohon ya thor....
penasaran banget soalnya
gmn zie selanjutnya dan gmn alma juga 😭😭😭😭
Lavender twins
mana oma" gesreknya
dan mana aran dan arman
Alya Yuni
Ak bls bca suka membuli orng aku pling bnci cukp ya tdi ingat gk pembulian e taunya ada
Liana Hermawan
ini blm di update lagi ya,kapan di update nya
Tiar 185
ini ko ga ad lnjutan nya sih udh lama bgt ak tunggu tunggu dlnjut nya
ig : linakrl2802
iniii kelanjutan nya dimana ya Thor
violet
menurutku lebih kasian zie, dia nggak tau apa-apa, Krn cinta sepihak dr firman jadi terjebak, membuat kecewa keluarga bahkan hrs menikah dgn orang yg tdk dicintainya.
Tha Ardiansyah
hello thorr.... kemana kah dirimu
Titik Subekti
lama banget up nya thor
kangen lanjutanya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!