Audri, seorang gadis manis yang jatuh cinta dengan Eric yang merupakan anak seorang konglomerat terkenal.
Apakah Audri akan mampu untuk mendapatkan hati Eric? Atau ia akan mendapat kebencian?
Apakah Audri mampu bertahan dengan status sosial yang dimiliki Eric? Atau ia akan terhalang restu dari kedua orang tua Eric?
Atau mungkin ia harus melupakan cinta pertamanya? Dan memilih orang lain?
Ikuti terus kisahnya jika ingin mengetahui lebih lanjut. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kumala Pundarika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eric Sarapan Bersama Dengan Keluarga Audri
Setelah flashback selesai, Kak Eric memastikan lagi apakah boleh untuk menjemput Audri.
“Dri, gimana besok boleh gak aku jemput kamu?” tanya Kak Eric.
“Aku, gak enak sama kakak kalau harus jemput aku dulu,” jawab Audri.
“Gak enak kenapa Dri?” tanya Kak Eric.
“Kan kita juga udah deket dari lama Dri,” lanjut Kak Eric.
“Soalnya rumah kakak dengan rumah aku kan jauh,” ucap Audri.
“Kakak kan nanti harus bangun lebih pagi untuk jemput aku,” sambung Audri.
“Gak apa-apa Dri. Kamu santai aja ya,” ucap Kak Eric.
“Ya udah deh kak,” ucap Audri.
“Ya udah apa nih Dri?” tanya Kak Eric.
“Ya udah jemput aku besok kak,” jawab Audri.
“Ok deh Dri,” ucap Kak Eric.
“Besok aku akan sampai di rumah jam 6 pagi ya Dri,” lanjut Kak Eric.
“Ok deh kak,” ucap Audri.
“Kak, aku tidur dulu ya. Selamat malam dan have a nice dream ya kak,” ucap Audri sambil pamit kepada Kak Eric.
“Iya Dri. Good night and have a nice dream ya,” ucap Kak Eric.
Setelah Audri selesai dengan percakapan singkat bersama Kak Eric, dia memutuskan untuk langsung segera tidur. Karena besok pagi Kak Eric akan datang ke rumahnya untuk sarapan bersama dan menjemputnya.
Tapi sebelum Audri pergi tidur, dia segera memberitahukan kedatangan Kak Eric pada besok pagi kepada orang tuanya.
“Tok…tok…tok…Ma, Pa, Audri boleh masuk gak,” ujar Audri sambil mengetok pintu kamar orang tuanya.
“Boleh sayang,” jawab Mama Audri.
“Ada apa Nak?” tanya Papa Audri.
“Ma, Pa besok pagi Kak Eric mau sarapan bareng dan menjemput aku kuliah,” jawab Audri sambil menatap orang tuanya.
“Wah Nak Eric mau main lagi sayang,” ucap Mama Audri dengan suara yang terdengar gembira.
“Iya Ma,” ucap Audri.
“Memangnya Nak Eric kapan main ke sini Ma?” tanya Papa Audri kepada Mama Audri.
“Kalau tidak salah ya Pa kemarin lusa deh,” jawab Mama Audri.
“Soalnya kemarin lusa Nak Eric itu sekalian jemput Audri kemari Pa,” sambung Mama Audri.
“Ya sudah sayang kamu langsung tidur ya. Besok jangan telat bangunnya,” ucap Mama Audri sambil memberikan nasihat kepada Audri.
“Siap Ma,” ucap Audri.
“Selamat malam ya Pa, Ma,” sambung Audri kembali sambil mencium pipi orang tuanya.
“Selamat malam juga sayang,” ucap orang tua Audri berbarengan.
Setelah Audri keluar dari kamar orang tuanya, dia pun langsung segera masuk ke kamarnya dan tidur.
Keesokan paginya …
Audri menghidupkan alarm ponsel pada pukul 04.30. Jam sekarang masih subuh dan terasa sangat dinginnya. Banyak orang-orang yang masih beristirahat. Tetapi Audri harus segera bangun dikarenakan hari ini dia ingin memasak makanan untuk keluarganya dan Eric. Mungkin untuk sebagian orang ini masih terlalu pagi untuk memasak. Tapi bagi Audri tidak dikarenakan Eric akan sampai di rumahnya pada pukul 06.00. Jadi mau tidak mau Audri harus segera bangun untuk bisa menyelesaikan masakan untuk sarapan.
Hari ini Audri akan memasak nasi goreng Hongkong, mie goreng seafood ala Chinese food sama roti bakar aja. Tak lupa dia menyediakan susu untuk keluarganya. Audri hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk memasak serta menyediakan makanan serta menyiapkan susu sebagai minuman ke ruang makan.
Setelah Audri menyiapkan makanan masih ada waktu 30 menit untuk mandi dan beres-beres rumah sebelum Eric tiba di rumahnya. Waktu berjalan dengan sangat cepat. Tiba saatnya Eric tiba di rumahnya Audri dan mengetuk pintu rumahnya Audri.
“Tok…tok…tok…,” Eric mengetuk pintu rumah Audri.
Tak lama Papa Audri keluar dan membuka pintu rumahnya.
“Selamat pagi Om,” sapa Kak Eric kepada Papa Audri.
“Selamat pagi Nak Eric,” ucap Papa Audri sambil tersenyum.
“Nak Eric silahkan masuk,” ucap Mama Audri sambil mempersilahkan Eric untuk masuk.
“Terima kasih tante,” ucap Kak Eric.
“Silahkan duduk dulu Nak Eric, Audri sedang bersiap-siap sebentar,” ucap Papa Audri.
“Iya Om,” ucap Kak Eric.
“Eko, panggilkan adik kamu suruh ke ruang tamu sekarang!” perintah Papa Audri.
“Iya Pa,” jawab Kak Eko.
Eko langsung memanggil Audri ke dalam kamarnya.
“Dek, ada Eric di ruangan tamu. Kamu diminta Papa untuk ke ruang tamu sekarang,” ucap Kak Eko.
“I…iya kak. Sebentar adek masih merapihkan buku-buku buat kuliah,” ucap Audri.
“Kakak ke ruang tamu dulu aja. Nanti adek nyusul kok,” sambung Audri kembali.
“Ok deh dek. Tapi kamu jangan lama-lama ya,” ucap Kak Eko.
“Iya kak. Bentaran lagi juga selesai kok kak,” ucap Audri.
Setelah itu Eko langsung kembali ke ruangan tamu untuk menemui kedua orang tuanya dan Eric.
“Mana adik kamu Ko?” tanya Papa Audri.
“Masih beres-beres Pa di dalam kamar,” jawab Kak Eko.
“Nanti juga kan nyusul kemari kok Pa,” sambung Kak Eko.
Beberapa menit kemudian, Audri langsung datang ke ruang tamu.
“Nah ini yang ditungguin dari tadi datang juga,” ujar Kak Desi.
“Ya maaf kak. Kemarin adek kelupaan beres-beres alat tulis buat kuliah,” ucap Audri.
“Kak Eric udah lama sampai di sini?” tanya Audri.
“Belum kok Dri. Baru kira-kira 5 menitan lah,” jawab Kak Eric.
“Nak Eric kamu sudah sarapan belum?” tanya Mama Audri.
“Aku belum sempet sarapan tadi Tante,” jawab Kak Eric.
“Ya sudah gimana sekarang kita sarapan saja,” ajak Papa Audri.
“Iya Pa. Kita sekarang sarapan aja,” ucap Kak Desi.
“Ma, Pa, tadi aku udah masakin nasi goreng, mie goreng sama roti bakar serta susu,” ucap Audri.
“Wah tumben dek kamu pagi-pagi udah masak?” tanya Kak Eko.
“Lah kak adek kan kadang-kadang emang suka masak,” jawab Audri.
“Sudah…sudah kalian jangan bertengkar. Malu dengan tamu,” ucap Mama Audri.
“Iya Ma,” jawab serempak Kak Eko dan Audri.
Setelah itu mereka langsung pergi ke ruang makan untuk makan bersama-sama. Butuh waktu hampir 30 menit untuk sarapan bersama dengan keluarga Audri. Setelah selesai sarapan Papa Audri dan Eko pergi ke tempat bekerjanya masing-masing. Sedangkan adiknya Audri langsung pergi ke sekolah.
Aku masih berada di rumahnya Audri dan menunggu sekitar jam 07.00 untuk berangkat kuliah. Terasa sangat nyaman ketika aku harus berada di keluarganya Audri.
Aku masih belum tau soal perasaanku ke Audri bagaimana. Yang jelas aku merasakan deg-degan ketika berada di dekatnya. Aku juga merasakan nyaman ketika berada di samping Audri. Aku bener-bener ingin melindungi Audri dari siapapun yang menyakitinya. Aku juga tidak ingin melihat Audri menangis karena tidak bahagia. Yang pasti aku ingin sekali melihat dan membuat Audri bahagia. Audri hanya boleh menangis karena tangisan bahagia bukan tangisan kesedihan.
Waktu terasa sangat cepat sekali. Sudah pukul 07.00 maka Eric dan Audri harus berangkat kuliah. Tapi sebelum berangkat kuliah, mereka langsung meminta ijin ke Mama Audri dan kakak keduanya.
“Ma, Kak Desi, aku pamit pergi kuliah dulu ya,” ucap Audri sambil mencium pipi Mamanya.
“Iya sayang. Kamu hati-hati di jalan ya sayang,” ucap Mama Audri.
“Pasti Ma,” ucap Audri kembali.
“Tante, Kak Desi, aku pamit pergi ke tempat kuliah ya,” pamit Kak Eric kepada Mama dan Kak Desi.
“Iya Nak Eric. Kamu bawa mobilnya hati-hati ya,” ucap Mama Audri.
“Tante juga titip Audri ya Nak,” sambung Mama Audri kembali.
“Baik Tante,” jawab Kak Eric.
“Tenang Tante aku pasti akan jagain Audri kok,” sambung Kak Eric.
“Ya sudah kalian berangkat kuliah sekarang aja!” perinta Mama Audri.
“Iya Ma. Kami berangkat kuliah sekarang ya,” ucap Audri.
Setelah itu aku dan Eric langsung masuk ke dalam mobil untuk berangkat kuliah. Di dalam perjalanan menuju tempat kuliah Eric bertanya kepada Audri tentang rencana liburan yang kemarin di bahas.
“Dri, kamu mau ada rencana pergi liburan ke mana?” tanya Kak Eric.
“Aku ngikut aja lah kak,” jawab Audri.
“Loh kok ngikut aja sih Dri,” ucap Kak Eric.
“Iya kak. Soalnya aku tadi ada rencana untuk kerja part time buat biaya tambahan uang jajan,” ucap Audri.
“Oohhh begitu ya Dri,” ujar Kak Eric.
“Iya kak. Makanya kalau aku ditanya mau liburan ke mana ya jelas aku bingung kak,” ujar Audri.
“Ya sudah nanti aja deh kita putuskan ya Dri,” ucap Kak Eric.
“Iya kak,” ucap Audri.
Setelah percakapan singkat itu, kami terdiam dengan pikiran masing-masing. Jalanan hari ini sedikit padat tapi tidak padat sekali. Sehingga masih bisa kami lalui dengan santai. Tak berselang lama ternyata kami sudah sampai di kampus. Eric memarkirkan mobilnya di lapangan parkir kampus.
Setelah Eric memarkirkan mobilnya, kami menunggu sahabat-sahabat yang lainnya di kantin. Seperti biasa ada beberapa mahasiswa/mahasiswi yang sedang menunggu kelasnya di kantin. Beberapa mahasiswa/mahasiswi sedang sarapan ataupun nongkrong di kantin dan menunggu teman-teman yang lainnya. Yaa, seperti aku dengan Eric sedang menunggu sahabat-sahabat kami yang lainnya.
Author mau mengucapkan Merry Christmas bagi yang merayakan. Semoga damai Natal menyertai umatNya. Dan dikarenakan sebentar lagi akan memasuki tahun 2022, author mengucapkan Happy New Year 2022. Semoga tahun depan menjadi lebih baik untuk tahun ini. Amin😀
Bersambung 🌺🌺🌺🌺🌺
Happy reading untuk semua para pembaca yang sudah bersedia untuk mampir. Terima kasih sudah bersedia membaca cerita receh ini. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pas untuk dibaca dikarenakan author masih belajar untuk merangkai kata-kata yang bagus.
Jangan lupa di favorite, like, koment, gift dan votenya ya 💕💕💕💕💕
Terima kasih atas dukungannya 💕💕💕💕💕