NovelToon NovelToon
Terlambat Sudah

Terlambat Sudah

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Contest / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: heni

Seorang perempuan yang berstatus istri, pastinya ingin di cinta sang suami. Tapi Takdir kehidupan Fidiya begitu unik. Mendapatkan suami, mendapat status social yang mapan, tapi tidak mendapatkan kedudukan di hati dan di mata suaminya.

Di mata seorang Ridwan, hanya ibunya dan kedua adiknya, sedikitpun dia tidak memandang Fidiya. Ridwan hanya mendengari apa kata kedua adiknya, dan hanya mendengari kemauan kedua adiknya. Tanpa mau tau apa mau wanita yang menjadi istrinya.

Saat Fidiya menyerah dengan takdirnya, dia dipertemukan dengan Fadlan, seorang laki-laki yang sangat mencintainya. Ridwan sadar dari kebodohannya, datang dengan segala penyesalannya, meminta Fidiya kembali.

Bagaimana kehidupan Fidya, Fadlan, dan Ridwan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Embun pagi masih membasahi apa saja yang ada di permukaan bumi. Sesekali wiper kaca mobil itu sesekali bergerak, agar sang pengemudi melihat jelas jalanan yang di depannya. Perlahan mobil itu menurunkan kecepatannya saat hampir sampai pada sebuah Rumah Sakit. Fadlan memantapkan hatinya, untuk berbicara empat mata dengan Fidiya.

*

Tok! Tok! Tok!

Suara ketukkan pintu membuyarkan lamunan dua wanita yang ada di dalam ruangan itu, keduanya memandang ke arah yang sama. Terlihat sosok Fadlan berjalan begitu santai.

"Mis, aku belum sarapan. Kamu beli Sarapan ya buat kita berempat," pinta Fadlan. Sambil memberikan uang tunai dan kunci mobil.

"Cuma bertiga, Tuan." sela Misca.

"Yang satunya?"

"Ismi sudah pergi pagi-pagi sekali, dia bekerja sebagai office girl di Ohoana Group," terang Misca.

"Owh, baiklah. Beli sarapan untuk kita."

"Baik Tuan." Misca langsung menerima yang Fadlan sodorkan padanya.

Sedang Fidiya hanya membisu, tidak merespon apapun antara pembicaraa Fadlan dan perawat yang bertugas menjaganya.

Setelah Misca pergi, Fadlan langsung melangkah menuju pintu dan mengunci pintu itu dari dalam. Sontak hal itu membuat Fidiya sangat ketakutan.

"Aa-Anda- mau apa?" Bibir Fidiya bergetar, rasa takutnya semakin besar ketika melihat Fadlan melepaskan jas yang dia kenakan, melempar jas itu hingga ter-onggok di ujung sofa. Perlahan Fadlan melonggarkan dasi yang melingkar di lehernya, sedang langkah kakinya terus mendekati Fidiya.

Fidiya perlahan turun dari tempat tidurnya, karena infus sudah di lepas tadi malam, membuat Fidiya lebih leluasa bergerak. Fidiya merapatkan tubuhnya ke tembok Rumah Sakit itu.

"Anda jangan macam-macam!" Gertak Fidiya.

Tapi yang digertak sama sekali tidak takut, dia malah semakin mendekat. Fadlan berada tepat di depan matanya. Jarak mereka hanya beberapa centi saja.

"Kita perlu berbicara empat mata," ucap Fadlan lembut.

"Huhhhhh!" Fidiya membuang napasnya hingga jelas terdengar.

"Maaf, aku kira Anda menagih atas a-"

Fidiya tidak dapat melanjutkan perkataannya, jari telunjuk Fadlan menempel di depan bibirnya.

"Sudah ku bilang, aku membeli kebebasanmu, bukan dirimu. Tidak ada penukaran yang tepat untuk membeli dirimu, bumi dan seisinya saja tidak sebanding, karena kamu jauh lebih berharga."

Fadlan menarik jarinya yang masih menempel di depan bibir Fidiya, lalu dia gunakan untuk menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

"Setiap wanita itu sangat mulia dan sangat berharga, maka tidak ada barang apapun yang pantas untuk menukarnya. Dari panggulnya hadir penerus generasi yang hebat. Kau wanita dan aku sangat memuliakan seorang wanita, karena ibuku juga wanita."

Entah kenapa kata-kata itu bagaikan aliran listrik yang menyengat sekujur tubuhnya. Lidahnya kelu, Fidiya hanya mampu mendongakkan wajahnya untuk memandang wajah laki-laki tampan yang berada sangat dekat dengannya.

"Maafkan aku, aku pasti aku sudah membuatmu takut." Fadlan langsung menjauh dari Fidiya, terlihat wanita itu sangat lega saat Fadlan menjauh darinya.

"Maafkan saya juga, Anda sangat banyak menolong saya. Tapi, saya malah takut pada Anda."

"Aku mengunci pintu, supaya pembicaraan kita tidak terganggu."

"Maafkan saya."

"Duduklah, kita bicara baik-baik." Fadlan menepuk tepat tidur kosong tepat di sampingnya.

Fidiya memberanikan diri untuk duduk di dekat Fadlan.

"Maafkan aku, kamu pasti sangat terluka karena aku seakan membeli kamu."

"Saya juga minta maaf, walaupun Anda membeli saya, itu bukan salah Anda."

Fadlan tersenyum. "Saya sudah membebaskan kamu dari keluarga aneh itu, bukan berarti setelah bebas kamu harus sama saya, tidak begitu. Mau kemanapun kamu, itu hak kamu."

"Terima kasih."

"Kamu bilang kemaren, kamu mau jadi pelayan Restoran? Ibu saya butuh Asisten untuk mendampingi dia kemanapun dia mau. Mau jadi Asisten ibu saya?"

"Kenapa tidak?"

Fadlan tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk Fidiya jabat. Senyuman indah juga terukir di wajah Fidiya. Uluran tangan Fadlan disambut Fidiya. Kedua tangan itu saling berjabat.

"Setelah kamu benar-benar pulih, kamu boleh bekerja pada ibu saya "

Tok! Tok! Tok!

Suara ketukkan pintu membuat keduanya menoleh kearah pintu.

"Cepat sekali Misca kembali." Fadlan langsung melangkah menuju pintu ruangan itu dan membukanya.

Saat pintu terbuka, tampak seorang gadis yang begitu cantik.

"Pagi ... Apa ini benar ruangan Fidiya?"

Fadlan menggelengkan kepalanya melihat sandiwara Elvina yang seolah tidak mengenalnya.

"Maaf, Anda siapa?" balas Fadlan.

"Saya temannya." Elvina masih berusaha menahan senyumannya.

Fadlan mundur beberapa langkah, lalu membuka pintu itu selebar-lebarnya. "Fidiya, apa kau mengenal wanita ini," ucap Fadlan.

"Mbak El, apa kabar?" Fidiya langsung menghampiri Elvina, dan memeluk wanita itu.

"Aku baik, bagaimana keadaanmu?"

"Aku juga baik." Fidiya melepaskan pelukan mereka. "Mbak El, kenalkan ini Tuan Fadlan, dia yang menyelamatkan saya dari keluarga Ridwan. Tepatnya, dia menebus saya pada keluarga itu, agar saya bisa bebas."

"Bagaimana kamu bisa tahu kalau saya yang ... maaf, istilahnya membeli kamu pada mereka?" sela Fadlan.

"Saya menguping pembicaraan mereka, sebelum saya dan mas Ridwan bertengkar, saya sudah ceritakan kalau mereka menjual saya. Tapi, mas Ridwan tidak percaya."

"Dia percaya padamu, itu artinya dia sudah sehat. Dia itu sakit jiwa! Mana mungkin dia percaya orang lain selain keluarganya." Elvina menpuk lembut bahu Fidiya. "Dia sudah menceraikan kamu?"

"Belum, dia hanya mengusir saya."

"Kenapa kita cuma di sini? Ayo masuk, biar kita susun rencana untuk membayar semua yang Ridwan tanam," sela Fadlan.

Fadlan meraih handphonenya, mengetik pesan di sana, agar Misca membeli lebih untuk sarapan pagi mereka.

"Mbak El kok bisa masuk, kan pintu pengunjung belum di buka," sela Fidiya.

"Kan aku cantik, tinggal ku kedipkan mata, Satpam yang jaga hilang kesadaran," ucap El.

"Permisi, selamat pagi semua."

Sontak mendengar suara itu mereka langsung menoleh kearah pintu.

"Kak Fariz, kenapa ngos-ngos-an?" tanya Fidiya.

"Ridwan memintaku mencari alamat kamu, katanya biar kamu mudah menerima surat panggilan sidang cerai nanti," terang Fariz.

"Masukan saja alamat Ismi, setelah sidang cerai selesai, baru mereka berdua pindah," sela Fadlan.

"Aku setuju," ucap Elvina.

"Oke, itu pas. Karena aku sudah mengurus izin, dan menyewakan satu tempat buat Fidiya nanti."

"Kak El, kenalkan ini kak Fariz. Kak Fariz ini, selalu membantu warga desa, dia mengirim uang setiap bulan untuk warga yang sangat membutuhkan. Bahkan Ismi dan aku di sini, kak Fariz juga yang banyak membantu."

"Hai Fariz, aku Elvina." ucap El

Fadlan terlihat mengulum senyuman melihat Elvina dan Fariz.

Sampai kapan kamu sama Fariz menyembunyikan status pernikahan kalian. El ... El!

Fadlan hanya menggerutu dalam hati.

"Weih, mas nya ganteng, sudah punya pacar mas?" goda El.

"Belum bu, kalau ibu mau, boleh ...." balas Fariz.

"Kalian sama-sama orang baik dan sangat baik, andai kalian berjodoh, kalian pasangan yang sangat serasi," ucap Fidiya.

Hahahahaaa! Mereka sudah hampir setahun menikah Fid!

Ingin rasanya Fadlan mengungkapkan jeritan hatinya, ah! Tapi itu urusan Elvina dan Fariz.

"Bagaimana kita membalas pada Ridwan?" Fariz mencoba mengubah topik pembicaraan.

"Aku menyusun beberapa rencana, salah satunya, buat dia menyesal karena melepaskan wanita istimewa seperti Fidiya," jawab Fadlan

"Caranya?" sela Fidiya.

"Kamu harus selalu terlihat bahagia Fid, satu lagi, terimalah apa yang sudah aku siapkan, biar Ridwan gigit jari saat memandangi kamu dari kejauhan."

"Anda sangat banyak membantu Fidiya, apakah Anda jatuh cinta padanya?" tanya Fariz.

Sorot mata semua yang ada langsung tertuju pada Fadlan.

"Kamu juga sering bantu orang, apakah yang kamu bantu karena kamu jatuh cinta pada mereka?" Fadlan balik bertanya.

"Umm!" Fariz tidak bisa menjawab pertanyaan Fadlan.

Elvina terus memandangi Fadlan, dia menggoda Fadlan dengan gerakan matanya, El mulai paham, sahabatnya itu jatuh cinta pada sosok Fidiya.

****

Mohon maaf atas typo yang berseberan 😄

1
Ummi Na Ssya
tega banget ih....amit2
Ummi Na Ssya
kalo di reallife ada gak laki kaya gitu?
Ummi Na Ssya
apa laki2 rata2 suka wanita karena enak di pandang????
Diah Ratna
erlanz adalah fadlan
rain03
❤️❤️❤️❤️❤️
Sulaiman Efendy
SEKARANG RASAKAN MMANEN BUAH BUSUK YG KAU TANAM..
IDA WILDAKHRINI
ceritanya asyik.. setiap masalah solusinya bagus banget jd ga bikin pembaca naik pitam, seperti cerita diana permata dari desa semoga cerita berikutnya lebih seru lg
Chelsea Aulia
Kehancuran seorang nadine
Chelsea Aulia
Nadine merasa kesindir g tuch
Tatiraihan
terimakasih atas karya hebat ini, keren 👍👍👍👍👍
ρuʝi ¢ᖱ'D⃤ ̐🌻
astaga, pengen ketawa liat tingkah Fadlan yang malu-malu 🤣🤣🤣
Tatiraihan
keren.... alurnya g tetduga bgt, baru x ini baca novel yg berbeda dr yg biasa ad pemaksaannya👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹🌷🌷🌷🌷🌷
Dewa Nara
katanya gak punya hp malanya dikasih hp sama elvina
Dewa Nara
kok senandung thor? senandung kan lagu ya
Dewa Nara
fidiya hanya utk pelampiasan
Dewa Nara
ada apa, kenapa fariz kacau
Istiqomah
Thor knp Fadlan meninggal gax asik pemeran utama mati
Zuraida Zuraida
heran gua, ceo kok goblok
Zuraida Zuraida
keluarga gila
Tuti Dwie
rasain Lo Ridwan gembel gembel Lo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!