Sarah Adelia menjalin kisah percintaan selama 7 tahun lebih dengan pacar pertamanya sewaktu kuliah bernama Reza Rahmawan.
Disela persiapan pernikahan yang mereka sudah rencanakan mendadak Reza dijodohkan oleh orang tuanya. Ditengan kegalauan menunggu Reza, datanglah seorang laki-laki yang ia ketahui berprofesi sebagai pengemudi taxi online.
Akhirnya ia memilih lelaki tersebut tanpa ia ketahui ternyata pengemudi itu merupakan bosnya di tempat kerja.
"Mbak mau gak jadi pacarku yang hanya seorang driver ini" tanya Ocep kepadaku
"Ehm aku gak pernah masalah dengan pekerjaan seseorang, harta kita bisa cari bersama tetapi kesetian dan komitmen untuk selalu bersama dalam suka dan duka itu yang utama" jawabku yakin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Girang_Hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Tepat pukul 5 sore aku merapikan mejaku dan segera menuju lobby menunggu Ocep datang. Hari ini dia memakai mobil sejuta umatnya dan langsung berhenti didepan ku. Aku naik dan hendak memakai seat belt tiba-tiba Ocep memalingkan wajahku dan mengecup bibir ku. Aku kaget karna ia melakukannya tiba-tiba.
"Sore sayang" ia tersenyum dan melanjutkan kendaraannya.
"Kekosan aku yuk" ajaknya
"kamu udah jadi pindah?" tanyaku
"Iya gak jauh dari tempat kamu, biar deket sama kamu"
Aku lupa belum memberi tahu nya mengenai kantor ku yang baru, aku harus memberi tahu Ocep hari ini.
"Koq diem? Gak suka aku deket kosan kamu?" aku yang sedang melamun tiba-tiba tersadar.
"Seneng lah masa gak seneng di deketin pacar" aku membalas senyumannya.
Sampailah kami disebuah kos-kosan bertingkat 2. Kondisinya lebih bagus dari kosan ku. Dengan basement berisikan beberapa mobil.
"Masuk yuk" kemudian ia menggandeng tanganku dan membawa kesalah satu kamar. Kamarnya lebih besar dari kamar ku berisikan 1 buah queen bed, meja belajar , 1 buah lemari, lengkap dengan AC dan tv serta kamar mandi dalam.
"Kamar nya enak" aku duduk di pinggiran kasur.
"Kalau kamu mau tinggal aja disini"
"Ih ogah masa tinggal berdua sih Mas, belum halal" aku melemparnya dengan bantal dan langsung mengenainya.
"Emang gak mahal ini kamar, pasti mahal kan" aku masih melihat-lihat sekeliling.
"Yah lumayan , makanya kamu tinggal sini aja biar bisa sharing biayanya,ya ya" ia menaikkan kedua alisnya didepan mukaku.
"Mas, aku resign dari kantor ku sekarang"
"Oh ya bagus kalau gitu, kamu gak ketemu mantan kamu, pindah kemana" iya duduk disebelahku dan mukanya terlihat senang.
"Ehm aku pindah ke perusahaan leasing dan ada di Jogja kantornya" aku menatap lurus sambil menggigit kecil-kecil bibir ku.
"Oh terus kamu penempatan di Jakarta kan" ia mengambil tanganku dan menciumi nya.
"Hehe enggak, ya aku kerja di Jogja biar deket sama Bapak dan Adik-adik" Ocep langsung melepas tanganku.
"Haaahh, koq kamu gak bilang sama aku"
"Ini bilang kan sama kamu"
"Tapi kamu udah keterima gini, terus aku ,hubungan kita kedepannya gimana" pertama kalinya Ocep marah.
"Maaf aku udah ngelamarnya dari sebelum kita pacaran, kita masih bisa ketemu sebulan 1x atau pas ada tanggal merah aku bisa ke Jakarta atau kamu ke Jogja" aku memegang tangannya lagi.
"Terus kapan kamu pindah nya?"
"Bulan depan, kamu bisa anter" aku mengelus tangannya agar ia tidak marah.
"Aku usahakan, kasih tau tanggal nya aja" kemudian Ocep langsung mencium bibirku dengan sangat lembut. Tangannya mulai bergilya ke arah bukit kembarku dan tanpa kusadar ia sudah membuka kancing kemejaku dan memasukkan tangannya kedalam penutup bukitku itu. Aku kaget dan langsung mendorongnya.
"Ocep apaan sih" aku segera menutup kemeja ku.
"Ya ciuman yang, hukuman buat kamu karna gak bilang-bilang pindah kota" mukanya terlihat bingung.
"Ngapain sampai masuk-masuk kesini"
"Ya biar enak yang,yuk lanjut lagi" ia menarikku lagi dan berhasil menidurkanku dikasur kemudian ia memegang kedua tanganku.
"Tenang gak aku apa-apain sekarang, besok aja" ia kembali mencium ku lagi , dan beralih ke leher dan akhirnya ia mencium dan menghis*p kedua bukit kembarku. Pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini. Ia melepaskan kedua tanganku dan aku meremas rambutnya. Bahaya yang ada dipikiranku tapi tubuhku tidak bisa menolak segala sentuhan yang Ocep berikan. Desahan kecilpun keluar dari mulutku.
"Yang sadar , mau lanjut lagi nih" ia mencubit hidungku, tanpa sadar aku malah mengangguk
"Nantangin nih ya" aku pikir ia akan mencium lagi tetapi ia malah mengancingkan kemejaku dan membangunkanku ,seketika mukaku memerah, ah kenapa aku jadi murahan begini padahal aku baru mengenalnya, pesona bad boy memang luar biasa.
Aku kemudian memeluknya " Nanti sering-sering telpon aku ya, jangan ngilang-ngilang terus kan kita LDR"
Ia mengusap pundakku dengan lembut, " Iya kamu hati-hati disana jangan nakal"
"Ih salah itu sih nasihat buat kamu, kamu kan sering anter cewe-cewe sexy apalagi kalo kerja malam"
"Heheh rejeki Yang" aku mencubit pinggangnya.
"Mas Ocep ih" aku memanyunkan bibirku.
Cup kembali ia mengecup bibir ku.
"Kesempatan terus nih"
"Gak apa-apa pacar sendiri ini, makan yuk terus aku anterin pulang atau mau nginap disini?" aku merapikan bajuku yang agak berantakan dan Ocep dengan serius menatap layar ponselnya.
"Yang kamu disini aja ya, aku mau pergi nih mau jemput bos di Bandara, pesen makanan aja, nanti malam aku antar pulang ya, gak lama koq" aku belum sempat menjawab ia sudah keluar dari kamar. Ehm kemana lagi dia.
Akupun memesan makanan via online , setelah makan aku menjadi mengantuk dan akupun ketiduran. Aku terbangun jam 1 pagi, Ocep masih belum pulang. Akupun tidak berani kembali kekosan ku karna sudah terlalu larut. 'Ih kemana sih Ocep ini' gumamku. Tidak ada kabar juga di ponselku, ya sudah aku lanjutkan tidur dan akan pulang kekosan saat pagi datang.
Alarm ponselku berbunyi,saat hendak bangun aku melihat Ocep sudah tidur disebelahku masih mengenakan pakaian kemarin. Aku beranjak dari kasur sangat pelan dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri kemudian berencana pulang ke kosan. Aku sudah siap untuk pulang dan hendak mengecup pipi Ocep, aku tidak tega membangunkannya sepertinya Ia lelah sekali. Setelah mengecupnya tiba-tiba tangannya menarik bajuku.
"Mau kemana" dengan suara serak dan mata masih terpejam.
"Pulang Mas aku kan mau kekantor"
"Aku anterin tunggu 1/2 jam lagi ya,masih ngantuk" ia menarik bajuku sangat kencang sehingga aku jatuh diatas tubuhnya.
"Kamu mabuk ya?, dari mana sih semalan"aku menjauh dari Ocep karna tidak suka dengan kondisinya saat ini.
"Dikit koq Yang,abis jemput Bos diajak ke Club" kemudian ia kekamar mandi dan segera mandi. Kemudian Ocep keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk dipinggangnya dan berjalan ke arah lemari baju yang ada didepanku duduk. Terlihat perutnya yang kotak-kotak,ah rasanya ingin sekali aku menyentuhnya.
"Aku pulang aja ya, kamu masih capek kan?" aku merasa malu menyaksikan Ocep dengan kondisi seperti itu.
"Gak aku anterin sekarang" ia mengambil kaos baru yang diambilnya di lemari dan celana jeans kemudian menggantinya di kamar mandi. Untung saja aku pikir akan melepasnya depanku.
"Ayok , malah bengong, gak jadi pulang apa mau yang lain" ia menggoda ku dan mendekatkan mukanya ke arahku.
"Iya pulang lah" aku buru-buru bangun dan keluar dari kamar. Ia menggandeng tanganku dan berjalan ke parkiran, kemudian ia mengarahkan kesebuah mobil Land Rover Devender 2020 warna hijau army. Astaga mobil siapa lagi yang dibawanya. Ia membukakan pintu sisi penumpang dan membantuku naik.
"Mas mobil siapa ini?" aku heran mengapa ia sering ganti-ganti mobil.
"Mobil bos Yang ,setelah anterin suruh bawa pulang , biar bisa dibawa pacaran sama kamu" ia mencubit pipiku.
"Bos kamu baik banget sih, kenalin dong Mas siapa tau mau sama aku, kan lumayan bisa hidup mewah" aku tertawa menggodanya.
"Ohh maunya sama yang kaya, sama supir kaya aku gak mau nih yang cuma pakai mobil sejuta umat" mukanya langsung marah.
"Becanda Mas, aku gak mau ah dapat orang kaya lagi, ribet harus lihat bibit,bebet,bobot. Ujung-ujungnya ya yang kaya sama yang kaya, miskin sama yang miskin bener-bener udah trauma sama yang kemarin mending cari yang sama-sama kya aku kondisinya, kita merintis berdua bukan hasil dari orang tua, usaha sendiri dalam segala hal susah bersama apalagi suka, ya sama kamu aja aku lihat kamu orangnya kerja keras koq" aku memeluk lengan dan mengusap nya agar diantidak marah.
"Oh yakin gak mau nih, kalau mau aku kenali sama bos ku, kaya banget loh dia" ia hanya melirikku.
"Gak ah sama kamu aja, cukup pakai mobil pinjeman kaya gini aja aku udah seneng ngapain juga beli mahal ya kan mas" aku mengecup pipinya.
"Kalau aku anak orang kaya gimana"
"Uah bagus dong hidupnya gak susah kaya aku. Tapi aku gak bisa, pasti ujung-ujungnya nanti kita putus, jadi kalau kamu memang levelnya beda dengan aku kita putus aja, aku gak mau ngerasain sakitnya kaya kemarin bisa mati aku" aku memandang ke jendela sisi kiriku dan teringat kembali bagaimana sakitnya saat Reza mengkhianati ku.
"Becanda Yang, aku sama koq kaya kamu, kamu lihat kan aku jadi supir dimana-mana, udah jangan pikirin, mau tetap kerja apa kita main aja" ia mengusap kepalaku.
"Kerja lah Mas udah mau resign masih bolos juga" aku mencubit pipinya gemas sama mas-mas disampingku ini walaupun ternyata ia lebih muda dari ku.
------;-----
Jangan lupa like n komen
wkwkwkwk
jadi keinget kisah sendiri 😭😅🤣,,,
ingat karma itu ada, kamu rusak kebahagian org,. org lain jg akn merusak kebahagian mu kelak