"Jika kau tau aku akan menyakitimu? kenapa kau masih mau menikah denganku" ucap Agung
"Karena aku tau apa yang dilakukan Ayahku telah dipikirkannya dengan matang"
"Kalau begitu, selamat datang di keluarga RInjadi nona Sellly Atmajaya"
Selly pun tersenyum datar
Selly Anjani Atmajaya. Gadis muda yang harus menikah dengan mantan kekasih ibunya Agung Andhika Rinjadi. Pernikahan dilakukan atas permintaan sang ayah. Hal itu dilakukan sang ayah untuk melindungi putrinya dari jahatnya mantan kekasih sang ayah yaitu nyonya Alice Raharjo
Ia harus berjuang seorang diri menghadapi sadis dan dinginnya sang suami dan jahatnya Alice Raharjo padanya. Namun kecantikan wajah dan hati serta kegigihannya dalam banyak hal, membuat Ia mampu bertahan dari segala serangan yang ditujukan pada dirinya.
Bukanlah Selly Anjani Atmajaya jika Ia menyerah dengan keadaan. Dialah Selly Rinjadi
mari kita berkenalan lebih jauhhh
Ig @mrs.anna19
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohana hartono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Grand Merrier
”Selamat Malam Ibu, Ada yang bisa kita bantu?” ucap seorang receptionist menyapa Selly.
”Mas, saya ingin bertemu dengan GM hotel ini”
”Baik, Ibu atas nama siapa dan ada keperluan apa?”
”Bilang saja dari Selly Atmajaya” ucap selly.
”Baik ibu”
Beberapa menit kemudian, Muncullah seorang laki-laki paruh baya.
”Mbak Selly apa kabar” ucap seorang GM
”Kabar baik pak Wahyu” ucap selly.
”kenapa jarang kesini?”
Selly hanya tersenyum
”Begini pak, saya butuh kamar untuk waktu yang cukup lama” ucap Selly.
”Ohh,, tidak masalah mbak Selly, selama apapun silahkan” ucap GM
”Berikan nona ini kamar Executive Suite ya” Ucap GM pada seorang receptionist
”Baik pak”
”Mbak Selly saya tinggal dulu ya” ucap GM
”Iya pak, Terimkasih banyak”
Selly melihat-lihat segala pejuru lobi hotel yang kini telah banyak Di renovasi menjadi lebih modern dari sebelumnya.
”Agung emang pintar dalam hal management” sembari menatap kagum interior hotel bintang tiga tersebut
*****
”Akhirnya ” Selly membanting tubuhnya ke tempat tidur.
Jam telah menunjukkan pukul satu dini hari. Selly masih terjaga. Pikirannya kali ini terfokus pada anak kembarnya. Apakah Ia bisa jauh dari anaknya, mengingat perceraian sepertinya sudah hampir didepan matanya.
”Tidak mungkin Agung mau memberikan hak asuh anak pada dirinya”
”Ataukah Mungkin, Agung masih memperbolehkannya melihat sikembar meskipun mereka bercerai?”
”Ah sudahlahh”
Selly memejamkan matanya. Mencoba untuk melupakan sejenak beban pikirannya.
******
Agung masih terdiam di balkon kamarnya. Pernikahan yang sedari awal untuk membalaskan dendamnya ternyata tidak bisa terlaksana. Hatinya tidak bisa tanpa Selly, tubuhnya Ingin selalu dekat dengannya.
”Apa jauh darimu akan membuat kau dan aku bahagia Sell”
Agung melangkahkan kakinya menuju kamar anak kembarnya. Dilihat dua buah hatinya sedang tertidur pulas. Disebelah mereka ada dua baby sitter yang juga sama pulasnya.
”Aku tidak mungkin membiarkan mereka di bawa Selly nantinya” sembari menatap wajah mungil Caisar dan Caisa.
******
Seharian Selly hanya berdiam diri dikamar tanpa ingin melakukan aktivitas apapun. Rasanya Ingin menghilang dari kehidupan ini. Semuanya begitu menyakitkan, sendiri dalam luka tanpa keluarga tempatnya mencurahkan rasa sakit.
Selly menghidupkan Handphonenya yang sejak kemarin sengaja tidak Ia Non aktifkan.
Bertubi-tubi pesan wa masuk.
”drett,, dret” panggilan dari Agung
Selly tak menghiraukannya. Namun panggilan itu terus mengulang-ulang. Dengan hati yang sama, Ia tetap mengacuhkannya.
”Dret.. dret,, ” kali ini panggilan masuk dari fathir. Dan entah kenapa ada rasa bahagia ketika tersebut nama fathir.
”Dimana Sel, Galeri ya”
”Tidak, Aku di Merrier”
”Boleh Aku kesana Sell”
”ya Silahkan”
Dua puluh menit kemudian, tibalah Fathir di kamar Executive milik Selly.
”Dua hari kau menghilang?” ucap fathir yang tengah duduk di kursi balkon. Selly yang tengah memegang cappucino beranjak dari duduknya menuju pagar kamar, matanya Ia arahkan ke view kota.
”Wanita itu hamil anak suamiku” Ucap selly dengan pandangan kosong
”Kehidupan terkadang membawa kita pada hal-hal yang tidak kita duga Sell, Dulu pernikahanku sangat indah, namun setelah muncul laki-laki itu dalam hidup kami, perlahan semuanya menjadi terasa dingin, dan puncaknya saat anakku meninggal”
”Kenapa Ia meninggal”
”Kecelakaan, Itu terjadi karena salahku, Aku lalai menjaganya” Ucap Fathir sesak di dadanya.
”Aku ingin sekali berpisah dengannya, tapi aku tau itu tidak akan pernah terjadi, sekalipun itu terjadi dia pasti akan sangat menjauhkan aku dan anakku, aku tidak mungkin bisa melihat anakku tumbuh tanpa diriku” ucap selly dengan tatapan kosong
”Meskipun saat ini aku tidak terlalu dekat dengan buah hatiku, tapi untuk jauh darinya aku tidak bisa”
Mata Selly terus menatap jauh view kota, bagaikan merpati yang tak tau mau dibawa kemana arah hidupnya.
”Sore ini, aku berencana ingin pergi memancing Sel, apa kau mau ikut?
”Pemancingan?”
”Bukan, rencannaya di sungai menggunakan perahu”
”iya aku mau”
Ya daripada hanya berdiam diri saja dikamar hotel, mungkin ini akan lebih merefresh otaknya.
******
Tibalah Selly dan fathir disebuah semak liar yang lumayan Jauh dari pemukiman warga, Selly mengikuti langkah kaki fathir, mereka berjalan sekitar dua ratus meter hingga akhirnya bertemu tepian sungai, ternyata ada beberapa orang disana sedang memancing menggunakan perahu, dan disana juga ada penyewaan perahu. Fathir langsung menyewa sebuah perahu
”Mau dibawa sendiri atau di bawakan pak” ucap seorang yang menyewakan perahunya
”Bawa sendiri pak”
Orang itu pun menyerahkan dua buah dayung perahu pada fathir
”Ayo Sell”
Selly tampak ragu, Ia sebenarnya takut dengan sungai liar ini
”Kenapa, Kau takut” Ucap fathir dengan tersenyum ke arah Selly yang tampak ragu untuk menaiki perahunya
”Apa ada buaya disini?”
”Adanya buaya darat” Sahut Fathir dengan tersenyum
Selly melangkahkan kakinya ke arah perahu, meskpun ragu akhirnya selly masuk ke dalam perahu. Dengan perlahan Fathir mendayung perahunya, hingga perlahan perahu menjauh dari tepi.
”Sell, kau cukup diam, biar aku yang kendalikan perahunya”
”Kau sepertinya sudah terbiasa” ucap selly dengan memandang kanan dan kiri hutan hutan yang belum tersentuh tangan manusia.
Melihat Selly yang sudah mulai rileks fathir pun menyuruhnya untuk mulai memancing.
”Sell, kau mau mencobanya”
”Bolehh”
Selly menjulurkan pancingnya
”Sell,, Kau sepertinya tidak terlalu paham dengan kota ini?”
”Iya.. Aku besar Di singapura” ucap selly datar.
”Iya kelihatan kalau kamu canggung dengan kota ini”
”Sebenarnya aku takut, kalau kamu terlalu dekat denganku fath? Karena almarhum ayahku punya banyak musuh, aku khawatir kau akan terseret dengan masalah yang tak kunjung selesai?” ucap selly dengan pandangan ke arah jauh.
”Masalah apa?bisnis?”
”Bukan,, dendam masa lalau?”
”Kita kesini kan mau menghibur diri sell, lupakan lah dulu masalahmu itu”
”Kamu benar” Ucap selly sambil tersenyum
”Waww,, aku dapat ikan” ucap selly dengan senyum.
”Ikan apa ini fath”
”Itu ikan murahan!!!!hahah”
”Emang ada ikan murah ikan mahal?kan sama sama ikan?”
”Iya ada”
”ini namanya ikan apa”
”apa ya..sepat kalau tidak salah” ucap Agung
Selly terlihat bahagia sekali, sesuatu yang berbeda di ciptakan Fathir untuknya. Tiga jam waktu yang dihabiskan mereka untuk memancing, canda bahagia menghiasi menit demi menit yang berlalu, Selly bahagia seakan hilang semua kesedihan yang ada dalam hatinya.
”Sell, Sudah hampir maghrib ayo kita pulang” Sembari menepikan perahunya
”Besok kesini lagi ya fath?” pinta Selly
”yayyayaya,,,”
Selly dan fathir berjalan menuju mobil mereka parkir.
”Ikannya kita kasih Orang yang punya rumah ini aja ya? ” sambil menunjuk rumah tempat mereka memarkirkan mobil
”Emang selalu begitu ya fath?”
”Ya,, tidak mungkin kan kamu masak ikan dikamar hotel?hahhaha”
”ya bukan gitu juga, kenapa tidak kamu bawa pulang, dimasak sama istri gitu?” ucap selly
”Dulu iya,, sekarang sudah beda Sell” ucap fathir dengan terus melangkahkan kakinya
”Ini ikan untuk ibu, terimaksih telah membolehkan saya memarkir mobil disini?” ucap fathir pada seorang wanita pemilik rumah
”Iya.. terimkasih banyak ya”
Selly dan Fathir melajukan mobilnya menuju Hotel Marrier
Mari slng mendukung