Fb : Wulandari
Ig : mommy_mikayla
Bijaklah dalam membaca.
Takdir yang mengharuskan gadis cantik yang berusia 19 tahun yaitu Andin Arindra. Andin dengan terpaksa menerima tawaran Bianca Kaliza istri pertama Kenan Mahendra untuk menjadikan dirinya isrti kontrak (Istri kedua).
Bianca dan Andin sama-sama terdesak. Bianca terdesak, karena mertuanya meminta dirinya agar secepatnya hamil. Namun, rahim Bianca sudah di angkat jadi Bianca tidak bisa hamil. Andin terpaksa menerima tawaran Bianca karena untuk membayar hutang-hutang paman dan bibinya kepada lintah darat.
Andin menjadi istri kedua hanya sampai hamil dan melahirkan. Di saat Andin hamil, di saat itu juga Bianca akan berpura-pura hamil.
Kenan sebagai suami yang sangat mencintai sang istri hanya bisa mengikuti permainan yang di buat istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Kenan dan Andin sudah tiba di rumah Paman Budi dan Bibi Tika. Kedatangan Andin dan Kenan di sambut hangat oleh sang paman dan bibi. Keduanya begitu sangat bahagia atas kedatangannya Kenan dan Andin. Apalagi melihat Andin yang tampak sangat terlihat baik-baik saja. Satu persatu paman dan bibinya memeluk tubuh Andin dengan sangat hangatnya.
"Andin sayang akhirnya kamu kembali nak," ucap sang bibi penuh haru. Bi Tika mencium pipi kanan dan pipi kirinya Andin.
"Bibi... " Andin kembali memeluk tubuh sang bibi. Andin menepuk-nepuk punggungnya Bi Tika," Bibi jangan menangis. Maafkan Andin, bi! Maafkan Andin yang pergi tanpa memberi kabar terlebih dahulu," jelasnya.
"Iya sayang tidak apa-apa Nak." Bi Tika mengelus-ngelus puncak rambut kepala Andin.
Setelah dari rumah paman dan bibi, Andin kembali pulang ke rumahnya. Saat di dalam perjalanan Kenan menghubungi Bianca agar secepatnya Bianca datang ke rumah Andin dengan catatan Bianca harus datang sendiri jangan mengajak mama Nita.
Bianca meng-iyakan dan segera bergegas ke rumahnya Andin. Kebetulan mama Nita dan mama Rani sudah pada pulang.
"Ndin kamu jangan pergi lagi. Saya janji, saya tidak akan pernah menganggu kamu lagi," ucapnya lirih. Pandangan kedua mata Kenan kini hanya fokus ke arah jalan. Saat ini Kenan masih menyetir mobilnya.
"Iya Mas! Andin juga janji kalau Andin tidak akan pernah pergi lagi," ucap Andin.
Kenan menangguk pasrah. Hutf- rasanya Kenan merasa sulit kalau harus menghindar dari Andin. Apalagi sekarang Andin sudah tidak bekerja di kantornya. Kenan semakin sulit jika ia ingin bertemu dengan Andin.
"Tapi Ndin?" sahut Kenan.
"Tapi apa Mas?" Andin balik bertanya.
"Jika anak saya yang dalam kandungan kamu ingin sesuatu katakan saja, jangan sungkan. Saya tidak mau nantinya anak saya ileran," jelas Kenan.
"Iya Mas!"
Sayang... anakku! tolong papa nak, tolong papa agar papa bisa dekat terus dengan mama kamu. Tolong papa sayang.
Tak lama kemudian tiba juga di rumah Andin. Bianca juga sama sudah datang. Kini ketiganya kumpul di ruang tengah.
"Saya sengaja menyuruh kamu Bianca istri pertama saya untuk datang kesini, saya cuman ingin tegaskan sama kamu. Saya mohon sayang... kamu dan mama Nita jangan mengusik hidupnya Andin. Saya juga tidak akan mengusik hidupnya Andin. Kamu tenang saja Bianca, setelah anak Andin lahir, saya akan membebaskan Andin sesuai dengan surat perjanjian yang tertulis dan yang sudah kita sepakati bersama," jelas Kenan dengan tenangnya.
Bianca tersenyum tipis, Bianca sangat senang mendengarnya itu artinya dia akan tetap menjadi istri satu-satunya Kenan.
"Kamu tenang saja sayang... " Bianca memegang tangan Kenan."Aku dan mama tidak akan mengganggu hidup Andin, jika kamu memegang janjinya. Sayang... selama ini aku sabar loh, sabar karena kamu sering menghabiskan waktu dengan Andin." Bianca menyentuh wajah Kenan. Bianca sengaja ingin menunjukan kepada Andin kalau Kenan hanya miliknya.
Andin merasa tidak suka melihatnya. Andin selalu mengalihkan pandangannya. Huft! Andin selalu membuang nafas berat.
"Kamu tenang saja Bianca, mulai sekarang saya akan menghabiskan waktu untuk kamu," ucap Kenan dengan manis. Kenan sengaja untuk memanas-manasin Andin.
Sabar Ndin sabar! Jangan sampai terlihat kalau kamu itu tengah cemburu.
"Mas Kenan! Mba Bianca, saya permisi dulu. Saya mau ketoilet," sahut Andin.
"Iya Ndin. Kita juga mau pamit pulang aja. Aku sudah merindukan sentuhan hangat dari suamiku. Ayo mas kita pulang, aku ingin sekali di manja oleh kamu mas." Bianca bangkit. Bianca meraih tangan kanan Kenan. Kenan pun ikut bangkit.
Bianca terus memancarkan senyuman di bibirnya. Bianca merasa happy sekarang.
"Ayo sayang," ajak Kenan.
Kenan dan Bianca pergi. Saat keduanya menghilang dari pandangan kedua mata Andin, disitulah Andin mulai menitikan air matanya. Andin merasa sangat cemburu. Tapi Andin sadar diri. Kalau statusnya hanya istri kontrak. Istri kedua untuk waktu yang sudah di tentukan.
"Sabar Andin... " Andin mengelus-ngelus bidang dadanya.
(Bersambung)