Cerita ini mengkisahkan seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik seorang pria terhormat,sesuatu terjadi pada kedua nya dan memaksa mereka untuk menikah dan mengikat sebuah status di antara mereka,namun keterpaksaan menikah di antara kedua nya membuat mereka yang dekat tinggal satu atap tapi berasa berjarak.
pernikahan ini, hanya mereka dan keluarga yang tahu,tak ada satu orang pun yang di perusahaan yang mengira mereka adalah suami istri,kira - kira seperti apa kisah Rara dan Rehan menjalani status suami istri mereka,Yuk di simak.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27 - Keberatan
Rara pun duduk perlahan di samping nenek nya,sementara Rehan duduk si samping Pak Irwan. Terdiam penuh tanya,seperti hal penting yang ingin di bicarakan oleh Bu Rossa padanya. membuat Rara merasa gelisah menunggu pembicaraan itu.
"mau bicara apa ya Tante?." Tanya Rara penuh kegugupan.
"Gini loh Rara,Kamu dan Rehan kan sudah pacaran,maksud Tante dan Om,kami ingin kalian itu segera menikah."Ucap Bu rossa dengan maksud nya.
"Apa..." Kata Rara dan Rehan bersamaan.
"Mama!." Ucap Rehan dengan tatapan tidak senang.
"Bagaimana Rara?." Tanya Bu Rossa tanpa menghiraukan ucapan putra nya.
"Bagaimana ya Tante,kami kan baru pacaran belum lama ini,masa sudah lansung menikah saja."Ucap Rara mencoba menolak dengan cara halus.
"Toh kalian juga pacaran untuk menikah kan?,Masa untuk main - main."Ucap Bu Rossa tersenyum,seperti memupuskan keinginan Rara menolak.
Rara lalu memandang ke nenek nya dengan penuh rasa khawatir nya, hubungan yang di awali hanya kontrak pacaran tiba - tiba di lamar untuk menikah. "Nenek terserah kamu saja Rara,kalau kamu rasa Rehan baik sama kamu dan kalian sudah cocok,akan lebih baik menikah,dari pada lama - lama,nanti jadi nya dosa."Ucap nenek Lasmi yang seperti tahu pandangan cucu nya pada nya.
"Ma,sudah lah,nanti kita bicarakan lagi,Ayo kita pulang."Ucap Rehan mencoba untuk menghargai nenek Lasmi tanpa harus bertanya dan menunjukan kekesalan nya saat ini dengan keputusan ibu nya yang membicarakan hal ini,tanpa memberi tahu nya lebih dulu.
"Mama mau dengar dari Rara dulu,maaf ya Bu Lasmi,saya sedikit memaksa,maklum Rehan ini anak semata wayang saya,saya merasa Rara wanita yang baik."Ucap Bu Rossa pada nenek Lasmi.
Nenek Lasmi tersenyum,mengangguk tanda mengiyakan. sementara Rara tampak keringat dingin,bingung ia harus menjawab apa,kini pandangan nya ke arah Rehan,seperti meminta pertolongan pria itu yang sudah menepatkan nya di posisi seperti saat ini. Rehan mengangguk kan kepala,tapi Rara tak mengerti maksud nya apa.
"Bagaimana Rara?." Tanya Bu Rossa lagi yang masih menunggu jawaban dari Rara.
"Em...saya ikut Rehan saja mau nya bagaimana Tante ,Rehan juga seperti nya belum tahu ya soal ini."Ucap Rara dengan ragu - ragu.
"Tante senang dengar nya."Ucap Bu Rossa tersenyum.
"Nanti kita bicarakan lagi ma,ayo kita pulang."Ajak Rehan dengan cepat. dan ajakan Rehan kali ini di iyakan Bu Rossa.
Rehan dan kedua orang tua nya pun pamit pulang,di antar Rara dan Nenek Lasmi sampai di depan rumah.
Rehan meminta Bu Rossa dan Pak Irwan untuk satu mobil bersama nya,sementara mobil orang tua nya akan di bawa supir pulang.
•••
Di dalam Mobil.
"Apa yang mama lakukan?." Tanya Rehan dengan kesal.
"Mama hanya melakukan untuk kamu,demi kebaikan kamu juga."Ucap Bu Rossa menjawab.
"Iya Rehan,kamu kan sudah tidak lagi muda,sudah saat nya kamu berkeluarga,mau sampai kapan Papa dan mama menunggu kamu menikah."Ucap Pak Irwan yang sedari tadi diam memberi pengertian pada Rehan.
"Tapi Papa dan Mama seharus nya bicarakan dulu sama aku,jangan mengambil keputusan sendiri."Ucap Rehan sembari mengfokuskan menyetir.
"Jadi kamu setuju kan dengan pernikahan ini."Ucap Bu Rossa tersenyum.
"Rehan akan pikirkan dulu,tolong berikan Rehan waktu,Rehan sudah bela - belain jadi supir hari ini untuk Rara,aku capek Ma."Ucap Rehan memijit - mijit kening nya yang terasa sangat berat.
"Jangan hanya menjemput dan mengantar hari ini saja,tapi besok dan seterus nya juga,itu kak calon mantu mama,mama ingin dia selalu baik - baik saja."Ucap Bu Rossa.
Rehan pun hanya diam,sembari memacu kecepatan mobil nya untuk segera sampai ke rumah.