NovelToon NovelToon
Suamiku Posesif

Suamiku Posesif

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:10.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: LaSheira

Sebuah novel tentang kebucinan suami bernama Ren pada istrinya Ayana, Ini kisah tentang cinta suami berbeda usia. Ini tentang suami yang jauh lebih muda.

Ayana : Tokoh aku, istri yang bekerja sebagai guru SMU. Dia dipanggil kakak oleh suaminya karena perbedaan usia mereka.
Yang gak suka dan ngerasa aneh dengan panggilan Ren pada istrinya, sepertinya ini novel bukan selera kamu kayaknya ya. Karena keuwunan, keimutan dan kegemasan Ren saat memanggil istrinya kakak menjadi titik poinku dalam menceritakan kebucinan Ren. Kalau kalian gak ngerasa fell imut dan mengemaskannya maka fix kita tidak satu aliran. Aku suka cerita ala noona korea soalnya. Hehe.

Renan : Dia biasa di panggil Ren( cuma aya yang panggil begitu) kenapa? suka-suka kak Aya ya. Biar lebih keliatan imutnya. hehe.

Hanya cerita kebucinan suami dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada konflik menegangkan atau apalah. Apalagi pelakor agresif, jauh-jauh dari mereka. Silahkan di baca dan nikmati alurnya ya ^_^

Terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaSheira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Andrian (Part 3)

Andrian belum menyelesaikan

suratnya sampai aku selesai menelfon. Ahh, lama juga ya, apa yang ditulisnya.

Sementara dari ruang BK Bagas sudah muncul.

“ Sudah selsai?” tanyaku.

“ Ia bu, sekali lagi  saya minta maaf sama bu Aya.” Dia masih terlihat malu.

“ Ia, ibu percaya Bagas anak yang

baik, kedepannya mohon bantuannya ya ketua kelas.” Aku menepuk bahunya.

“ Eh, ia bu. Saya permisi.”

Aku melihat Andrian yang menoleh

saat aku bicara dengan Bagas. Kenapa? Sudah selesai suratmu. Sebentar lagi aku

pulang begitulah pikirku bernafas lega. Tapi saat Bagas keluar ruangan kau

kembali berbalik menghadap meja dan menulis. Apa! Jadi kamu belum selesai juga.

“ Andrian belum selesai juga?”

sepertinya nada suaraku sudah agak terdengar kesal.

“ Belum.” Dia bahkan menjawab tanpa

melihat ke arahku. Dasar bocah. Pah Hasan sudah keluar dari ruangannya, mendekat

ke arahku.

“ Belum selesai juga?”

Pertanyaannya ditujukan untuk Andrian, tapi bahkan anak itu tidak menoleh.

“ Belum pak, sebentar lagi ya.” Aku

yang menjawab. Pak Hasan keluar dari ruangan.

Hpku bergetar lagi di sela menunngu

Andrian menyelesaikan surat penyesalannya. Haikal menelfon. “ Assalamualaikum

kenapa dek?” aku langsung mengerutkan dahi. Kenapa hari ini semuanya pada mau

berantem si. Aku terkejut dengan informasi yang Haikal sampaikan. Kuminta untuk

bicara dengan Kirana. Adikku yang manis yang baru mengenal perasaan suka.

Semoga ini menjadi pelajaran berharga untukmu kedepannya. Aku menghela nafas

panjang. Masalah anak remaja itu banyak banget ya, aku terkadang pusing sendiri

dibuatnya.

Beneran, bicara panjang lebar

dengan Kirana,aku sampai lupa dengan Andrian yang masih di sampingku. Dia sudah

menatapku, dengan sorot mata itu lagi.

“ Belum selesai juga.”

“ Sudah.” Jawabnya singkat.

“ Kalau sudah kumpulkan sini, kamu bisa pulang sekarang.”

“ Siapa yang menelfon ibu barusan?” kenapa nada bicaramu seperti itu nak.

“ Haaa, adiku.” Kenapa juga kamu

mau tahu, lebih-lebih kenapa juga kujawab.

“ Apa dia seumuran dengan saya.”

Lho, lho kenapa malah jadi mengobrol begini.

“ Dia lebih tua dari kamu, sudah

kuliah. Ibu juga punya adik yang masih SMU, tapi dia juga lebih tua dari kamu.

Kelas 2 sekarang.”

“ Hemm, baguslah.”

“ Haa, kenapa?” apalagi maksudnya

anak ini. Aku membaca sekilas surat penyesalan panjang yang dia buat. Tidak ada

tertulis alasan kenapa dia berkelahi dengan Bagas tadi. “ Andrian tetap gak mau

cerita sama ibu kenapa tadi mukul Bagas.” Dia melihatku dengan sorot mata itu

lagi. “ Baiklah kalau tidak mau cerita gak papa, kaliankan sudah saling

berbaikan, kedepannya tolong bantuannya ya.”

“ Baik bu, saya permisi.”

“ Pulanglah. Hati-hati di jalan ya.”

Andrian hanya menganggukan kepala,

lalu aku melihatnya berjalan keluar ruang guru. Aku menghela nafas. Anak-anak

remaja ini memang kadang susah ditebak maunya apa.

***

Aku menungu Ren menjemput.

Setelah kuserahkan surat kepada pak

Hasan, aku pamit pulang. Sekolah sudah sangat sepi, masih ada beberapa siswa. Tidak

tahu apa yang mereka kerjakan kenapa belum pulang. Aku memilih duduk di kursi

taman, menunggu Ren. sambil bermain hp. Aku memeriksa akun sosial media Kirana.

Akun pribadinya belum ada postingan terbaru. Kuperiksa satu persatu, tidak ada

foto laki-laki yang tidak aku kenal. Ah, rumitnya percintaan remaja. Aku belum

mengenal pacaran saat SMU dulu. Habis kemana-mana selalu sama mas Gilang atau

Haikal, jadi punya pacar itu gak penting-penting amat diusiaku yang segitu.

Chat masuk. “ Kakak aku sudah

di depan.” Aku langsung setengah berlari melewati gerbang kecil menuju halaman

depan sekolah. Ren sudah menunggu, berdiri bersender di pintu mobil.

“ Sayang, makasih ya sudah

dijemput.” Aku menghambur kepelukannya, masih melingkarkan tangan di pingangnya.

Muah, muah, aku bersuara seperti memberinya ciuman. Haha, ini jurus jitu supaya

dia tidak mengungkit masalah aku mau naik ojek tadi.

“ Kakak pasti cape ya.” Dia

menyentuh kepalaku lembut. “ Masuklah, kita pulang.” Sebenarnya senang dia

menjemputku begini, kalau aku mengesampingkan fakta dia harus izin pulang

cepat. Gak papa deh sekali-kali. “ Memang kenapa murid kakak berantem?”

Mobil mulai keluar gerbang sekolah.

Masih ada penjaga sekolah dan beberapa murid masih terlihat.

“ Gak tau, mereka gak ada yang mau bilang alasannya.”

“ Rebutan pacar kali.” Ya, masuk

akal juga, kadang urusan percintaankan bisa dibawa runyam.

“ Sepertinya bukan, satunya namanya

Andrian dia anak populer di sekolah satunya ketua kelas. Kalau rebutan pacar

sepertinya nggak. Tadi aku tanyakan kenapa berantem, Andrian jawab, tanya aja

Bagas kenapa saya memukul dia. Terus aku tanya, kenapa Bagas dipukul. Dia malah

yang minta maaf dan mengaku salah.”

“ Bikin bingung aja dasar bocah.

Tapi cukup sampai disini saja ya, aku gak mau kakak sampai mikirin mereka

berlebihan. Apalagi kalau sampai berhubungan diluar jam sekolah.” Duh, inget

aja untuk memberiku peringatan tegas masalah ini.

“ Ia sayang.” Kutowel pipinya meyakinkan.

“Tapi kalau kakak pulang telat

begini suruh temen kakak itu nunggu kenapa.” Sewot lagikan menemukan fakta

kalau bu Ari gak bisa nungguin kalau aku pulang telat.

“ Gak enak sayang, merepotkan dia.”

“ Aku bayar lebih.” Tuhkan,

dibilang bukan masalah uang. Akunya yang gak enak.

“ Bukan itu masalahnya.” Sudah lemes aku ngomongnya.

“ Kalau gitu kakak mau aku beliin mobil. Kakak bisa bawa mobilkan.” Apa mobil, sembarangan, ngomongin beli mobil udah kayak beli kuaci di warung tetangga aja. “ Ya, aku memang gak punya uang

si buat beli mobil, tapi kalau aku merengek sama mama setiap hari, kurang dari

sebulan pasti dibeliin. Haha.” Anak ini, tapi dia gak bercanda lho. Mama bahkan punya

toko perhiasan di Grand Mall yang harga perhiasan yang dijual bisa setara dengan mobil.

Kucubit pinggangnya. “ Awas lho

kalo beneran bilang sama mama aku bakalan marah.” Ren tergelak. Beruntung aku

bukan istri yang suka merengek beli ini dan itu.

“ Ia gak akan minta mobil sama

mama, minta uangnya aja. Haha. Bolehkan?” eh anak ini.

“ Eh awas ya. Gak boleh bilang mama ya.” Aku meyakinkan dua kali.

“ Ia, ia.” Tapi dia menjawab masih

dengan tertawa, membuatku kuatir saja. “Kakak mau makan apa? Beli makan malam

sekalian ya?”

“ Boleh mau makan apa?”

“ Kakak mau makan apa?”

Yah gitu ditanya balik nanya.

Akhirnya kami memutuskan makan sate saja. Mampir di tempat sate yang sudah jadi

langganan kalau ingin makan sate. Dibungkus makan di rumah. Aku sudah ingin

mandi dan rebahan di karpet sambil meluruskan kaki dan merehatkan otak.

***

Sampai di rumah aku beneran ambruk

diatas karpet, masih memakai pakaian kerjaku. Ren membiarkanku, dia pergi

ke dapur dan membereskan dapur dari bekas sarapan kami tadi. Aku sebenarnya

belum tidur, karena aku masih mendengarnya masuk kamar mandi. Tapi setelahnya

aku benar-benar terlelap.

Aku terbangun karena ciuman lembut di pipiku.

“ Sudah bangun, mandi dulu sana.”

“ Hemmm.”

Ren menyalakan tv sambil tiduran

di sampingku. Tapi alih-alih melihat tv dia malah memeluku. Katanya menyuruhku

mandi, kenapa malah memeluku erat begini.

“ Kakak sebentar lagi ulang tahun

pernikahan kita yang ke dua, kakak mau minta hadiah apa?” singkirkan tanganmu

Ren.

Hadiah ulang tahun ya. Aku belum memikirkannya.

“ Aku mandi dulu ya, nanti baru

kita ngobrol lagi, ya sayang ya.” Ren mencium leherku dua kali lalu melepaskan

pelukannya. Aku bangun dengan cepat sebelum dia berubah pikiran.  Mandi benar-benar membuat kepalaku menjadi segar.

Aku keluar dari kamar Ren sudah

membawa makanan yang kami beli tadi di depan tv.  Sepertinya dia menemukan acara yang menarik

untuk ditonton.

“ Gak ada sambel ya, aku baru pesan hari ini tadi.”

“ Kakak mau sambel kecap, aku buatin ya.”

“ Boleh sayang.” Aku duduk di depan

tv, sementara Ren ke dapur membuat sambal. Sebentar dia sudah kembali.

Mari makan....

“ Tadi Haikal nelfon.” Aku bercerita sambil makan.

“ Kenapa dia?”

“ Dia di sekolah Kirana, katanya

Kirana baru putus sama pacarnya karena diselingkuhi. Terus mau minta izin buat

berantem sama mantannya Kirana.”

“ Terus kakak izinin.”

“ Ia donk.” Jawabku sok imut.

“ Haha, tapi bohong.” Ren menjawab lalu terbahak, tau aku asal jawab.

“ Ya iyalah, masak aku kasih izin.

Memang ini hari berantem sedunia apa, pada mau berantem semua.” Di sekolah ada

murudku yang berantem, lalu Haikal menelfon minta izin berantem juga.

“ Kurang ajar itu cowoknya Kirana,

kalau mau putus ya putus aja dulu, kenapa malah selingkuh duluan baru putus.

Gak berguna.” Ren berkomentar membela adikku. Benar, walaupun sesama laki-laki

tapi membela lelaki selingkuh itu perbuatan tercela.

“ Ia aku juga paling benci sama

cowok yang suka selingkuh.” Kataku bersemangat, sambil mengunyah.

“ Sama aku juga gak suka sama istri

yang mau selingkuh.” Seringai sejuta makna di bibir Ren sambil menatapku tajam

begitu.

Haha, apa ini, pasti mengungkit

ojek tadikan, aku bahkan belum naik ojeknya sudah disebut mau selingkuh. Duh,

standar selingkuhmu itu apa si. Jangan-jangan aku ngelirik laki-laki sudah

disebut selingkuh.

“ Haha sayang, kalau begitu boleh gak aku bawa motor sendiri.”

“ Usaha yang bagus kak.”

Aku manyun, jadi areaku boleh membawa motor itu cuma rumah sampai minimarket di depan aja. Udah cuma sampai situ aja. Kenapa? karena aku pernah jatuh dari motor, yang jatuh aku tapi yang trauma

dia. Sejak saat itu aku tidak ada izin membawa motor sendiri. Agak merepotkan

memang, apalagi aku gak boleh naik ojek yang drivernya laki-laki.

“ Sayang, aku akan sangat berhati-hati.”

“ Tidak.” Menjawab tegas.

“ Sungguh.” Masih berusaha merengek, supaya dia luluh.

“ Jangan memancingku untuk melarangmu ke sekolah.”

Duarrr!

“ Ia sayang, aku masih bisa nebeng

sama bu Ari atau dijemput kamukan.” Aku mengedipkan mata. Menghentikan topik

izin untuk membawa motor sendiri. Alih-alih berhasil malah membuatnya kesal dan

melaraangku pergi ke sekolah. Bisa gawat itu. Kami menyelesaikan makan sambil

berkomentar tentang acara tv yang kami tonton.

 

BERSAMBUNG................

 

 

 

 

1
Ass Yfa
kak...maaf baru nemu
Misbah Elmunir
achh.. jadi teringat kencan ala rakyat jelatanya Saga niah🤭
Misbah Elmunir
aach.... lucunya🤭
Misbah Elmunir
imutt?
menggemaskan?

Achh.. jadi teringat niah🤭
Misbah Elmunir
ahhh.. manisnya(es creamnya loch yaa yg manis) 🤭
Misbah Elmunir
tabok yaa Ren🤣❤
Rlyn
2026 stay lgi dsni smbil nunggu waktu sahur 🤭🤣
Helya Aja
sudah sekian tahun baru kembali dan baca lagi
Meriam Tehupelasury
☺️
dwie 2025
maafkan daku Thor tetep SagaNiah yg dihati dan memiliki ruang di sanubari ini😍🙏
dwie 2025
sekali seumur hidup tolong ijinkan ak dicintai secara ugal2an YA ALLAH 🙏
dwie 2025
Bu Aya imut ya thor pantas banyak yg suka😍
dwie 2025
sampai sini masih tanda tanya...Apa yg membuat Renan tergila gila sama Aya..
dwie 2025
pingin punya suami kaya Ren dan Saga tp sdh terlanjur suamiku org yg cuek sprti orang2an sawah🤭
Ulil Baba
TK pikir pikir renan kalau marah seperti keponakan ku tapi keponakan ku masih paud,tapi renan kn udah nikah, selisih umur berapa tuuhh 🤣🤣🤣
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya. trmksh🙏
total 1 replies
𝖌𝖆𝖉𝖎𝖘
. aaaaaaaa /Facepalm//Facepalm//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Dwi Cahyaningsih
aku mampir ya kak
Tamao Mirai
andrian kan ibunya udh gak ada. ayahnya nikah lagi. dia gak mau ikut orangtuanya. andrian tinggal sama keluarga ibunya. sepertinya andrian mengagumi ayana sebagai sosok ibu.
Tamao Mirai
masih ada stok gak? laki laki begini.. 🤣🤣🤣
Tamao Mirai
haha.. lucunya pasangan ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!