NovelToon NovelToon
My Mr. Husband

My Mr. Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Perjodohan / Tamat
Popularitas:286.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mellanie

Perjodohan yang dilakukan dua keluarga yang memiliki ikatan persahabatan yang kuat menghantarkan kehidupan baru bagi anaknya.

Pernikahan dua insan yang bahkan belum mengenali karakter masing-masing dengan ego dan pendirian mereka yang berbeda pula.

"Promise? apa kau akan memegang janjimu?" ~ Disa.

"Kau tau bukan melupakan itu tidak mudah," ~ Aby.

Bagaimana jalan pernikahan mereka ?
Akankah mereka bisa saling mencintai ?
Akankah mereka tetap bersatu atau malah sebaliknya ?

Ikuti terus ceritanya ya 🤗

Boleh di follow juga IG author 😉
IG : indishia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 25 ~ Mencoba ikhlas

"Alan aku tidak ingin menyakiti perasaan siapapun, terima kasih atas cintamu padaku, tolong maafkan aku yang tidak bisa membalasnya. Sungguh Alan, aku tidak bisa membalas cintamu, karena aku tidak memiliki perasaan padamu dan saat ini aku juga telah bersuami. Aku tidak ingin memberikan harapan palsu, tolong maafkan aku," ucap Disa.

"Apa kau bahagia?" tanya Alan.

"Bahagia?" ulang Disa.

"Kau bahagia bersama Aby?" tanya Alan menatap Disa serius.

"Iya, aku bahagia," jawab Disa. Alan tersenyum tipis.

"Apa kau yakin dengan ucapanmu. Aby memiliki kekasih Dis," ucap Alan.

"I know," sahut Disa.

"Kau tau? aku tidak yakin kau bahagia bersamanya. Disa, Aby mencintai Nesa," ucap Alan. Disa beranjak berdiri membelakangi Alan.

"Aku tau itu, aku tau," sahut Disa. Alan ikut berdiri kemudian memutar tubuh Disa sehingga menghadapnya.

"Jika kau tidak bahagia bersamanya, aku yang akan membahagiakanmu," ucap Alan. Alan mengambil tangan Disa dan menaruhnya tepat di dada, bersamaan dengan itu Aby dan Rian datang ke tempat tersebut dan menyaksikan adegan yang sungguh menyayat hati.

"Aku mencintaimu Disa, jantung ini hanya berdetak kencang saat denganmu saja, dulu sampai sekarang tetap sama," ucap Alan pelan, menatap tepat ke kedua bola mata Disa. Tatapannya sangat serius.

"Aku mencintaimu, dulu ataupun sekarang, tidak ada yang bisa mengganti namamu di hatiku," sambungnya. Aby mengepalkan erat tangannya, Rian yang menyadari emosi Aby langsung menyentuh pundaknya.

"Harus berapa lama Rian, berapa lama lagi aku menyaksikan adegan memuakkan ini?" tanya Aby dengan wajah yang merah padam terbakar emosi.

"Tunggulah, biarkan Alan melepas uneg-unegnya," ucap Rian.

Disa menarik tangannya "Aku yakin akan ada wanita lain yang lebih baik dan lebih pantas untukmu daripada aku," ucap Disa.

"Aku bahagia dengan pernikahanku, maka kau juga harus bahagia," sambung Disa. Alan menggeleng.

"Trust me. You can forget me, you will find the most beautiful woman more than me," ucap Disa memegang pundak Alan.

"Okay?" ucap Disa mengulurkan tangannya, Alan mengangguk ragu dan menjabat tangan Disa.

"Aku yakin dan sangat yakin, kamu bisa menemukan yang jauh lebih daripada aku. Wanita yang akan selalu mengisi hari-hari mu dengan tawa, yang selalu memberi dukungan dan ada untukmu di setiap kondisi," ucap Disa meyakinkan, Alan mengangguk.

"Maafkan aku," ucap Disa. Alan mengangguk.

"Apa setelah ini kita bisa menjadi teman?" tanya Alan pelan.

"Tentu," jawab Disa.

"Kita tetaplah teman seperti dulu," sambung Disa.

"Terima kasih," ucap Alan, Disa mengangguk.

"Hmm, apa boleh aku memelukmu? sekali saja?" tanya Alan sangat pelan.

"Pelukan untuk mengawali hubungan sebagai teman yang baru. Tanpa ada rasa apapun, hanya ada ikatan pertemanan," sambung Alan. Disa mengangguk, mereka pun berpelukan.

"Welcome new friend," ucap Disa.

"Welcome new friend too," sahut Alan.

"Ehem," deham Rian. Disa dan Alan menoleh ke arah mereka berdua yang memiliki ekspresi berbeda. Rian dengan ekspresi cerianya dan Aby dengan wajah teramat datarnya.

"Bagaimana hmm, udah selesai nangisnya?" canda Rian. Alan tersenyum tipis, ia memeluk Rian ala pria.

"Aby sangat beruntung mendapatkannya, andai saja aku lebih cepat," ucapnya dalam pelukan. Rian menepuk punggung Alan.

"Ini takdir Lan," sahut Rian. Alan mengusap air matanya yang hendak menetes lagi.

"Aku tau," balasnya. Mereka melepas pelukannya masing-masing. Alan menghampiri Aby dan mengulurkan tangannya.

"Congrats bro," ucap Alan, walau belum bisa mengikhlaskan tapi ia akan berusaha. Aby mengangguk dan menjabat tangan Alan.

"Gue harap Lo ngga nyakitin dia. Karena gue masih sangat sanggup buat bahagiain Disa," ucap Alan. Aby mendelik tidak suka.

"Sebelum Lo, gue yang bakal bahagiain Disa," sahut Aby dingin.

"Seharusnya begitu," balas Alan.

"Eh Lan, temenin gue gym. Biarin pengantin baru bermesraan," ucap Rian.

"Let's go," sahut Alan. Mungkin ini bisa menenangkan hatinya yang kacau. Alan dan Rian pun pergi meninggalkan mereka berdua.

"Pulang," ucap Aby, ia melangkah meninggalkan Disa. Disa berlari menyusul Aby.

Kini Aby dan Disa telah sampai dirumah mereka, barang-barang pun sudah di masukan. Aby keluar dari mobil begitu saja dan melangkah memasuki rumah meninggalkan Disa di mobil.

Disa menyandarkan kepalanya, matanya terpejam. Dering ponselnya berhasil menyadarkan Disa dari lamunannya, Disa mengangkat teleponnya.

"Halo," sapanya.

"Halo kak," sahut asistennya yang tak lain adalah Sesa.

"Untuk nanti jadi kak ya?" tanya Sesa. Disa melihat jam di tangannya.

"Iya," sahut Disa.

"Okay kak, maaf mengganggu," ucap Sesa.

"No problem," sahut Disa kemudian memutuskan sambungan teleponnya.

Disa keluar dari mobil dan memasuki rumah, ia membuka pintu kamar. Disa masuk ke kamar, ia mengedarkan pandangannya, namun sosok yang ia cari tidak terlihat batang hidungnya.

"Dimana dia?" batin Disa.

Disa menaruh tasnya dan duduk di sofa yang ada di kamarnya. Tak lama Aby masuk ke kamar dan mengambil beberapa bantal dan selimut. Disa spontan berdiri dan mengikuti Aby.

"By, kamu mau kemana?" tanya Disa. Aby tidak menggubris pertanyaan Disa, ia keluar dengan membanting keras pintu.

Disa menarik nafasnya berat, menahan sesuatu yang ingin menerobos keluar di pelupuk matanya. Ia menggeleng dan memilih berendam untuk merilekskan tubuhnya.

Dua puluh menit sudah berlalu, Disa pun sudah selesai dengan ritual mandinya. Jam sudah menunjukan pukul 14.00, sesuai janji maka latihan tinggal dua jam lagi.

Disa pergi ke ruang gym di rumahnya. Ia merapikan dan menggeser beberapa alat gym di bantu oleh Ravi. Satu setengah jam, akhirnya ia selesai mentata ruangan tersebut. Disa langsung menyambar ponselnya, ia membagikan lokasi terkini, setelah itu ia langsung bersiap-siap.

Ting Tong

Bunyi bel rumah, Bi Santi dengan sigap langsung membukakan pintu "Ayo masuk dulu," ucap Bi Santi ramah, karena Disa sudah memberitahu bahwa tamunya akan datang.

"Terima kasih bu," sahut Sesa ramah.

"Iya non sama-sama. Non Disa nya masih siap-siap, saya buatkan minuman dulu ya," ucap Bi Santi dan diangguki oleh Sesa dan Vera.

Tak lama Disa keluar dari kamarnya dan menuruni tangga menghampiri mereka berdua "Sorry ya lama," ucap Disa. Kemudian duduk di sofa single, ia sempatkan untuk melirik kamar tamu yang masih tertutup.

"Tidak apa-apa Bu," sahut Sesa dan Vera bersamaan.

"Minum dulu yuk," ucap Disa. Mereka menghabiskan waktu beberapa saat untuk mengobrol sebentar.

"Udah siap?" tanya Disa.

"Sudah bu," jawab Vera antusias.

"Let's go," ucap Disa. Mereka pun menaikinya tangga dan masuk ke ruang gym yang sudah di modifikasi oleh Disa.

🕕 Dua jam kemudian...

Disa duduk sambil memperhatikan gerak Vera yang sudah lebih baik daripada sebelumnya. Maklum, Disa memilih model baru.

Tiba-tiba...

Disa merasakan sakit di kepalanya, perutnya pun terasa mual. Disa memegangi kepalanya, ia merintih kecil. Kepalanya terasa sangat sakit bagai di timpa besi berat.

"Sesa," panggil Disa pelan.

~ Bersambung ~

1
Binay Aja
Hai kak, salam kenal singgah di karya ku yuk kita saling support
Ira
keren
rasebulan
lanjut. .bagus Thor extra nya...dan semangat untuk terus berkarya...
Hasanah Ana
🤣🤣🤣 lucu
Hasanah Ana
😭😭😭
rasebulan
ikut seneng...bahagia terus ya Aby and Disa...
Hasanah Ana
so sweet banget cie mereka 😍😍
jdi pengen cepat2 nikah 🤣🤣
Hasanah Ana
akhirnya 🤣🤣
rasebulan
akhirnya Disa memecahkan misteri nya....selamat Andisa...
Alvii Fauyi Al Asnawi
lanjutt kak.. seru loh ceritanya,btw semangat yaa.. aku tetep jadi pembaca setia mu
Alvii Fauyi Al Asnawi
author semangat ya upload nya, ceritanya seruu
Alvii Fauyi Al Asnawi
Aaa kok deg2 an thorrr, btw semangat yaa up nya,
ZasNov
Akhirnya up lagi setelah berbulan2..
Welcome back Kakak Author..☺️

Harapan Aby seolah kembali lagi, karena photo2 yang dibawa Ray, membuktikan kalau Disa masih hidup..🤗
Semoga Aby bisa segera menemukan Disa ya..
Ditunggu kelanjutannya ya Kakak 🤗
Sehat, bahagia & sukses selalu ya 🥰
Semangat ⭐🌹⭐🌹⭐🌹⭐🌹⭐
Faozia Nurdin
lanjuy
Faozia Nurdin
lanjut.....jd penasaran
Faozia Nurdin
lanjut
TK
next
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
kok main bom boman segala sih? kasian kan aby nya. semoga aby selamat ya
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
hai aku mampir lagi...

waaah .... aby suami yang over protektiv banget ya... mungkin terlalu takut kehilangan Disa. ayo disa bujuk suamimu biar gk gak ngambek lg
sjsjsjsj
lanjut Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!