NovelToon NovelToon
Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Maryuni

lanjutan novel "CINTA YG SALAH"
hanya saja disini lebih banyak bercerita tentang kehidupan pernikahan roman dan
tania..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Maryuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27

Tania baru saja keluar dari ruangan Aditya dengan wajah yang terlihat sangat lesu bercampur sedih, ya Aditya sudah memberikan surat pemecatan untuk Tania sesuai dengan yang diminta oleh Roman.

"saya kasihan sama Tania pak" ujar johan saat Tania menutup pintu ruangan

Aditya menarik napas

"mau gimana lagi Han suaminya yang minta kayak gitu, saya juga pusing sekarang harus cari sekretaris baru" berkata cemas memikirkan harus merekrut orang baru untuk membantunya, padahal dia sudah sangat cocok dengan pekerjaan Tania selama ini, namun karena begitu setia kawannya ia pada Roman mau tak mau ia menyingkirkan egonya untuk mempertahankan Tania terus bekerja dengannya

"bapak belum ada kandidat buat gantiin posisi Tania? " tanya Johan heran, dia mengira Aditya sudah memikirkan sekretaris baru sebagai pengganti Tania jauh-jauh hari. ternyata malah dia baru musingkannya sekarang padahal hari ini Tania sudah tidak bekerja lagi karena selepas di beri surat PHK Tania langsung merapikan barang miliknya untuk dibawa pulang

"belum" menggeleng kan kepala

"saya pikir bapak sudah ada pilihan" Johan juga ikut pusing sekarang karena sudah pasti selama belum ada pengganti Tania semua pekerjaan yang dikerjakan oleh Tania akan dilimpahkan kepadanya

"biar kamu saja yang cari penggantinya" Lagi-lagi melimpahkannya pada Johan

Johan tak menjawab lagi dan hanya menumpukan kepalanya diatas meja kerjanya, sudah mengerjakan pekerjaan yang ditinggal oleh Tania dia masih juga harus mencari sekretaris baru untuk bosnya itu yang kini dengan santainya membuka laptop melanjutkan pekerjaannya

Tania langsung pulang kerumah begitu selesai merapikan barang dan berpamitan pada teman kerjanya yang lain.

Di dalam taksi dia masih terus membaca ulang ketikan selembar kertas ditangannya, tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja Aditya memecatnya apalagi saat ia membaca alasan yang diberikan oleh Aditya didalam surat PHK yang tadi diberikannya

setelah terdiam cukup lama Tania melipat kembali kertas dan memasukkannya kedalam amplop serta menyimpannya kedalam tas lalu mengambil ponsel menghubungi sang suami

"hallo beb" terdengar suara Roman

"aa dimana? " tanya Tania pada suaminya

"masih dirumah sakit sayank, kenapa? "

"pulangnya masih lama? " menanyakan kapan amah suami pulang

"sebentar lagi kok " melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 4 sore

"kamu udah keluar kantor ya? sabar ya beb sebentar lagi aku jemput kok" tidak tahu bahwa istrinya sudah dalam perjalanan pulang dengan menaiki taksi

"nggak usah aku udah naik taksi, aku tunggu dirumah aja ada yang mau aku omongin sama kamu" kata Tania terdengar sekali bahwa dia sangat sedih karena di berhentikan secara sepihak dan tanpa alasan yang jelas

"oh ya udah kalo gitu" imbuh Roman kemudian

"yaudah aku jalan pulang sekarang ya sayank" langsung mematikan tlp begitu di iyakan oleh istrinya

seperti yang dikatakan pada istrinya Roman pun langsung keluar ruangannya dan bergegas pulang karena memang sudah tak ada pasien lagi yang harus ia tangani

Butuh waktu sekitar 40menit untuk Roman sampai dirumah nya.

Dia nampak meng klakson tak sabar menunggu pagar dibuka, saat dibuka mobilnya langsung masuk dengan cepat mengisi garasi rumah

Tania sudah menunggu di dalam kamar masih dengan pakaian kerja nya yang memang ia belum berniat untuk mandi setelah sampai dirumah tadi

"mau ngomong apa sii? kayaknya serius banget" menaruh tas di sofa dan berjalan mendekat sang istri yang tengah duduk di sofa dekat jendela

Tania segera menyodorkan amplop yang memang sejak tadi dipegangnya pada sang suami

"ini apa? " tanya Roman seraya menerima amplop yang diberikan Tania

"aa baca aja " meminta suaminya untuk membaca sendiri tanpa berniat untuk mengatakannya langsung

Roman mengikuti apa yang dipinta oleh Tania

tanpa bertanya lagi ia segera membuka amplop yang ditangannya yang tak memang tak bersegel tanpa membaca apa yang tertera dibagian luar amplop

Roman sekejap memicingkan mata dan mengernyitkan keningnya, ada rasa senang saat mengetahui apa yang kini ada didepan matanya, namun juga timbul rasa aneh campur dongkol saat mengetahui alasan yang tertera disana

"kamu dipecat sama Adit? " berpura-pura tidak tahu padahal semua adalah ulahnya

Tania mengangguk "iya, tapi disitu ada yang aneh a"

"apa yang aneh? " kembali bersandiwara bagai seorang aktor profesional

Tania mengambil kertas ditangan suaminya dan menunjuk ketikan yang ada di bagian tengah surat

"ini, a liat nggak, masa alesannya kayak gini"

"yah mungkin emang ada yang nggak suka kamu kerja disana" menjawab santai padahal dialah dalang dari dipecatnya sang istri

"nggak mungkin lah a, aku juga nggak ngerasa punya musuh kok" membela diri mendapat tudingan dari sang suami

"aku rasa juga nggak mungkin kamu punya musuh dikantor " merubah perkataannya yang tadi tampak sekali plin-plan nya

Roman meng garuk-garuk tengkuknya yang mulai terasa sangat gatal

"ya emang nggak mungkin " terang Tania lagi

Roman masih terus berakting agar Tania tak mencurigai dirinya

"nanti aku tanya Adit deh" imbuh Roman seraya mengelus bahu sang istri

sudah jelas apa yang akan ditanyakan Roman pada Aditya nantinya, bukan masalah pemecatan istrinya melainkan alasan pemecatan yang tertera didalam kertas putih yang tadi ia baca

"yaudah" sahut Tania

"si selfi kemana? " Roman menanyakan adik iparnya yang tidak terlihat sejak pulang tadi

"ke tempat temennya " ujar Tania

"hm, aku tlp Adit dulu" Roman melangkah keluar kamar menuju ruang keluarga meninggalkan Tania yang masih duduk disofa tak berniat untuk berpindah tempat

Roman segera menelepon Aditya begitu duduk di atas karpet bulu di depan TV

"nanti malam gue tunggu lu di caffe biasa, bawa asisten setia lu sekalian" langsung saja bicara ke intinya begitu Aditya menjawab panggilannya

"jam berapa? " bertanya jam berapa mereka bertemu sebab sudah menjadi kebiasaan Roman membuat janji bertemu tapi tak pernah memberitahuan jam berapa nya

"jam setengah delapan, jangan sampe nggak dateng lu! inget bawa si Johan!! " mengultimatum temannya dengan tegas

"iyaaaa" sahut Aditya panjang meyakinkan Roman bahwa ia akan datang dengan mengajak serta Johan sesuai dengan yang diminta..

pembicaraan mereka pun berakhir dan telepon diputus dengan cepat oleh Roman tanpa berpamitan..

*****

1
Mochamad soleh Soleh
bagus banget ceritanya
Tuti Handayani
ka bikin cerita tentang Anah ka
Ari Rahmad
Q baca berapa kali masih tetep ketawa🤣🤣👍
Homsiah
ga sampe lahiran thor?kayaknya ga ada bosen nya deh kalo cerita ini lanjut
Homsiah
udah cinta mati semati matinya tuh si aditya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
wah daren intingnya kuat bgt ya selalu menjaga jarak ama sherin karna dia tau permana suka ama sherin
Homsiah
bener kan permana udah suka ama sherin dari dulu
Homsiah
mungkin sherin nurunin sifat papa nya makanya dia masih bisa jadi baik ga kaya mak nya ga sadar" masih aja jahat/Awkward//Awkward/
Homsiah
mungkin aslinya sherin tuh baik cuman dia salah punya temen kaya nella
Homsiah
bisa gitu ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
jangan" ntar si tyo beneran jadian ama si kyla lagi/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
ya masa mau ngajak calon anak lo begadang ren kasihan masih bayi satu kali cukup lah/Facepalm//Facepalm/
Homsiah
si kyla ya bener" kamu mah si rendy plyboy kampus di bilang kaya curut/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
udah sadar aja awas ntar macam" ama rona tambah habis kamu
Homsiah
makanya jadi orang jangan sombong begini kan jadinya
Homsiah
kaya bayi ren minta di mandiin/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
yang di incar itu rona awas daren jangan sampe lengah jagain rona nya
Homsiah
yah harusnya si aji jangan jauh" buat jaga"
Homsiah
oh aslinya daren tau toh kalo permana suka ama sherin
Homsiah
udah banyakin setok sabar nya aja mba desi/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!